GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-37


__ADS_3

"Kalian sangat menarik! Tetapi aku kecewa dengan kalian karena sedari tadi masih belum bisa menyentuhku!"


Teriak zhen melawan chen dan yang lain dengan membabi buta.


Chen memang sudah memprediksikan bahwa mereka tidak akan sanggup melawan zhen. Namun,dengan racun yang diberikan lili padanya pasti akan membunuh siapapun itu hanya dalam waktu 10 menit.


Maka dari itulah chen dan temannya tetap melawan zhen walaupun sudah banyak terluka.


"4 menit lagi".


Ucap chen menggeretakkan giginya karena sudah menunggu waktu sedari tadi.


Walaupun chen masih belum menghilangkan mode transparannya, tetapi zhen mungkin sudah mengetahuinya karena sejak chen melawan zhen dapat menghindar dengan cepat.


"Hei-hei.Apa kalian menyerah?"


Tanya zhen menatap remeh nana dan yang lain.


"Paman,Apakau tidak ingin mengalah sedikit saja?"


Tanya xiao menggaruk-garukkan kepalanya menatap zhen tanpa khawatir dan tanpa rasa takut.


"Cih,mati kalian!"


Zhen manyiapkan kuda-kudanya menatap xiao untuk dilawan.


Tetapi saat baru berjalan satu langkah tubuh zhen seperti kembali terikat seperti tadi.


"Kena kau sialan!"


Ucap chen menyunggingkan senyum tipis dan mengacungkan jempolnya kearah xiao yg sudah mengalihkan perhatian zhen.


"Kali ini jaring ku sudah diperkuat nana. Aku sudah menyambungkan jaring-jaring ku ditubuh kalian. Salurkan energi kalian ke titik tengah yang dimana adalah tempat zhen berada. Serang dia menggunakan kekuatan kalian dengan saluran jaring yang sudah kusambungkan".


Perintah chen yang langsung diangguki teman-temannya.


Xia,xiao dan yang lainnya sudah mulai menyalurkan kekuatan mereka menyerang tubuh zhen yang terikat ditengah-tengah.


Teriakan menggelegar zhen sempat membuat wen dan liu terdiam sejenak menatap zhen kaget.


Xiao dan yang lain tetap tak memberi ampun dan terus menyalurkan kekuatan mereka walaupun kini mereka sudah lelah untuk mengeluarkan kekuatan lagi.


" uhuk..uhuk"


Nana terbatuk mengeluarkan darah dari mulutnya karena sudah tah tahan. Tetapi demi menghabisi zhen dirinya tetap berdiri sekuat tenaganya menyalurkan kekuatan untuk membunuh zhen.


"Kau tak apa?"


Tanya xia pelan mengkhawatirkan temannya yang sudah terlihat pucat.


Dan yang dikhawatirkan itu hanya mengangguk pelan menandakan dirinya baik-baik saja.


"AKHH!!SIALAN!"


Teriak zhen yang masih meronta-ronta merasakan sakit luar biasa saat tubuhnya ditusuk-tusuk energi yang kuat.


Bunga-bunga lotus berwarna putih terbang tepat diatas kepala zhen.


Tak lama kemudian kelopak bunga tersebut membagi dirinya dan terbang tepat mengarah kesetiap tubuh xiao dan teman-temannya kecuali chen yang masih menggunakan mode transparan.


"Uhuk..Kalian tak akan bisa hidup lagi jika terkena itu. Hahahaa, ayo keneraka bersama ku!"


Teriak zhen dengan tubuh yang sudah bercucuran darah. Bahkan lengan dan kakinya memiliki banyak bekas luka goresan pedang yang mengeluarkan banyak darah.


"Gunakan mode transparan dan jauhi dia dahulu"


Perintah chen dengan suara yang pelan namun masih terdengar ditelinga teman-temannya karena jaringnya yang terhubung disetiap tubuh temannya.


Ikatan kuat ditubuh zhen kini menghilang diikuti orang-orang yang berada disekitarnya tadi menghilang.


Zhen berdiri memegang tangannya lalu berjalan pelan dengan dipenuhi pikiran untuk kabur terlebih dahulu.


Kelopak bunga yang tadinya terbang kini menusuk angin yang berhembus karena xiao dan yang lainnya sudah pergi menatap zhen dari kejauhan.


Zhen berlari sekuat tenaganya mengarah ke liu untuk meminta pertolongan.


Sedangkan chen masih menghitung sedari tadi dan kini mulai tersenyum menampakkan lesung pipitnya yang dalam dengan sorot mata yang tajam.


"Kenapa harus menjauh?"


Tanya xiao dengan napas yang tak beraturan karena sudah kehilangan banyak kekuatan. Teman-temannya juga kelelahan dan terduduk tak kuat kehilangan banyak energi dan kekuatan menatap zhen dari kejauhan.


"Ini bukanlah racun pelumpuh yang biasa kugunakan. Tetapi,ini adalah racun mematikan dari kak lili. Siapapun yang berada didekatnya saat racun itu bereaksi,maka orang itu juga akan terkena seperempat efeknya,dan penawarnya hanya ada ditangan kak lili".


Jelas chen menatap zhen dari kejauhan dengan teman-temannya yang mengangguk dan ber-oh ria saat mendengar penjelasan chen.


" aku bingung kenapa kak lili dapat membuat racun seperti ini.oh ya,kapan racunnya bekerja?"


Tanya xia yang terduduk memegang nana. Pertanyaan xia kembali membuat senyuman chen mengembang melihat zhen yang kesakitan terduduk lemah di tanah.


"Sekarang"


***


"Eh"


Wen terhenti merasakan aura zhen yang sudah menghilang.


Liu pun juga begitu, emosi kembali datang merasuki pikiran wen membuatnya menjadi tak terkendali.

__ADS_1


"Santai dong!"


Teriak lili saat wen menghajarnya dengan membabi buta.


"Sial,padahal aku sudah sabar menahan diri dari tadi.kau benar-benar membuatku muak!"


Sayap berwarna putih itu terpampang jelas di punggung lili.


Tentu saja wen yang berada disana sangat kaget melihat sayap lili.


Wen tak bisa mencerna pikirannya karena baru kali ini dirinya melihat manusia yang memiliki sayap.


"Heh,maju saja kau sialan".


Tantang wen dengan wajah sombongnya menatap lili seakan-akan tidak sebanding dengan dirinya.


Sabit hitam besar milik lili kembali terpegang erat ditangannya.


Darah merah segar mengalir keluar tepat dimata kiri ungunya, gejolak dan tekanan api yang sedang kini semakin membesar.


Tanpa menunggu lama lagi lili melempar sabitnya kelangit dan mengendalikan sabit tadi menggunakan mata kiri ungunya.


Memang sudah biasa bagi lili mengendalikan api hitam hanya dengan melalui mata,tetapi lawannya kini malah bingung karena tidak dapat memprediksi letak sabit api hitam lili.


Wen mengeluarkan energi kekuatannya yang tak lain adalah bunga lotus yang berwarna ungu kehitaman.


Diambilnya 2 lembar kertas berwarna kuning dan dilemparkan kearah lili.


Tepat dihadapan wajah lili kertas tadi membelah diri menjadi lebih banyak dan saat itu juga wen mengaktifkan kertas tersebut.


Kertas yang diaktifkan tadi meledak tepat ditubuh lili tanpa henti, disaat yang bersamaan bunga-bunga turun menyelimuti tubuh lili dan menumpuk menyegel seluruh bagian tubuhnya dan hanya menyisakan wajahnya saja.


"Haha,kalah kau ********!"


Maki wen lagi yang tiada hentinya sedari tadi membuat lili muak.


Senyuman tipis diberikan oleh lili kepada wen, senyumannya tak lama kembali menjadi lebar membuat wen kebingungan.


"Kau lupa yang diatas sana ya?"


Tanya lili lalu menatap sabit yang masih terbang diatas sana.


Tepat saat wen menoleh kebelakang lili mengarahkan tatapannya ketubuh wen yang ada dihadapannya.


Dengan cepat sabit lili mebelah perut wen lalu membakar tubuh tersebut menggunakan api hitamnya.


Api hitam berkobar besar ditubuh wen yang kini tengah merasakan sakit dan berteriak meminta tolong.


Lili mengepakkan sayapnya dan terbang kelangit melepaskan diri dari segel bunga lotus tadi.


Tepat saat lili menjentikkan jari tubuh wen meledak bersama api hitam lili.


teriak wen terakhir kalinya saat dirinya meledak di api hitam lili.


"Cih,udah mau mati aja masih maki-maki".


Ucap lili menggeleng-gelengkan kepalanya.


Tubuhnya terasa sakit saat bergerak karena kertas peledak wen tadi.


Lili kira dampaknya tidak separah ini,tetapi memang tak dapat disangkal kalau kualitas kertas peledak tadi sangat tinggi.


Lengan kanan lili terkena luka yang bisa dibilang cukup parah, sedangkan bagian tubuh yang lain hanya terkena goresan kecil.


Saat menoleh kearah kanan lili melihat chen dan yang lain tengah terduduk menyembuhkan diri menatap pertarungan han dan liu.


Wajah muridnya berubah seakan-akan sudah ingin meninggal karena terlalu lelah kehilangan banyak kekuatan melawan zhen.


Lili dengan cepat terbang menghampiri muridnya lalu terduduk tepat disamping xia.


"EEEEEHHHHH!"


Teriak xia kaget saat melihat lili yang tiba-tiba berada disebelahnya dengan tubuh yang penuh luka.


Badannya kembali merinding saat melihat lengan kanan lili yang terkena luka bakar dengan darah berceceran menetes kerumput halus yang dimana mereka tengah bertarung dipadang rumput.


"Nih,kalian semua minum ini.Memang efeknya tidak terlalu besar tetapi itu dapat memulihkan sedikit kekuatan kalian".


Ucap lili seraya melemparkan botol yang berisikan pil pemulih kepada muridnya.


"Kalian hebat"


Ucap lili lagi tiba-tiba membuat seluruh pasang mata menatap kearahnya.


Yang ditatap hanya tersenyum menampilkan deretan giginya dengan jempolnya yang diancungkan keatas menatap semua muridnya.


"Luka kakak harus disembuhkan,tunggu sebentar biar aku bantu sembuhkan".


Tawar nana yang kini berusaha berdiri menghampiri lili.


Baru sedetik berdiri lili sudah mengangkat tangannya agar nana berhenti dari tempatnya.


" tidak apa-apa. Kau sudah kehilangan banyak kekuatan,jadi istirahatlah. Kalian harus sembuh total sebelum hari pertandingan tiba".


Ucap lili menatap murid-muridnya yang mungkin hampir lupa bahwa mereka akan mengikuti perlombaan dua hari lagi. Maka dari itulah mereka tanpa segan mengeluarkan banyak kekuatan karena tidak mengingat pertandingan antar perguruan yang mungkin akan mengeluarkan lebih banyak kekuatan lagi.


"Kami lupa, hehehe".


Kekeh xiao menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


" haihh,kalian istirahat saja kare-- EH!"


ucapan lili kini terhenti karena melihat han yang hampir membuka seluruh segel kekuatannya.


Teriakan kaget lili sontak membuat chen dan yang lainnya melihat han dan liu yang masih bertarung.


"Dasar idiot! Kalau kau keluarkan kekuatan segelmu lebih dari ini jiwamu akan tertelan kekuatanmu sendiri".


Gumam lili menatap han tajam antara takut,marah dan khawatir.


Ledakan dan kobaran api mengelilingi seluruh tubuh liu.


Padang rumput yang tadinya hijau bersih kini menjadi hitam terbakar api.


Tepat ditengah-tengah liu merapalkan mantra sihirnya han datang bersama gu nin mengeluarkan guyo atau bisa dibilang kekuatan yang berkumpul membentuk sebuah roh besar seperti patung awan yang dia buat.


Namun bedanya guyo ini dapat bergerak dan menyerang lawan seperti raksasa berkekuatan super.


"Bagaimana bisa kau menciptakan guyo sebesar ini. Padahal kekuatanmu tersegel kuat didalam sana".


Ucap liu yang kini sudah terduduk ditanah karena merasakan tarikan keatanah yang kuat saat guyo milik han berjalan kearahnya.


chen,xiao dan yang lainnya menganga kagum saat melihat kekuatan guyo yang jarang ditemukan. Kecuali lili yang menggenggam erat rumput ditanah karena sudah geram dengan han yang sudah mengeluarkan seluruh kekuatan segelnya.


Kekuatan besar akan tersebar dan dirasakan oleh banyak orang.


Apalagi keberadaan guyo akan membuat kaum iblis mengincar han karena bisa dibilang untuk memusnahkan han dan menyingkirkan guyo.


Guyo yang berada ditubuh sedikit orang didunia ini terbentuk dengan kekuatan yang kuat dan dahsyat.


Kekuatan guyo yang diaktifkan oleh sipemilik bahkan dapat mengalahkan tahap akhir dewa sekalipun mungkin bisa lebih dari itu.


Iblis-iblis yang mengincar guyo sangat banyak karena para iblis berfikir bahwa dengan adanya guyo disekitar mereka maka mereka semua akan musnah karena tekanan murni suci dari guyo tersebut.


"Han huawen. Ada satu lagi musuh terbesarmu! Kau takkan sanggul melawannya"


Liu yang terduduk lemas kini menggigit kantung racun yang berada dimulutnya.


"Raja iblis!"


Sambung liu diakhir kalimatnya.


Tak lama kemudian dirinya mati ditempat tanpa disentuh han sedikitpun dengan alasan tidak sudi mati ditangan han.


Guyo milik han keberadaannya kini memudar. Api-api yang berkobar kuat juga sudah mulai padam.


Han tersenyum melihat lili yang berlari kearahnya dari kejauhan.


Namun karena sudah tak dapat menahan beban tubuhnya han pingsan tak sadarkan diri ditubuh gunin.


Chen,xia,xiao dan yang lainnya berlari mengikuti lili saat melihat han yang sudah tak sadarkan diri.


Terlihat jelas rasa khawatir diwajah lili,dia berlari sekuat tenaga ketempat dimana han berada.


Tepat diatas tubuh gunin lili bertekuk lutut memeluk suaminya yang sudah memejamkan mata.


Air mata tertampung di pelupuk mata lili. Sedangkan yang lainnya dipenuhi rasa khawatir.


"Jiwamu sudah mulai termakan.Sudah kubilang jangan dikeluarkan kekuatanmu seluruhnya. Da--dasar bb-bodoh. Maafkan aku hiks-- aku tak dapat menolongmu"


Ucap lili yang sudah menitikkan air matanya.


Tetesan air mata semakin deras disertakan isakan tangis yang kuat dari lili membuat semuanya hanya menunduk sedih.


"Lawanlah kekuatanmu sekuat tenaga. Aku tau kau kuat,kau itu suamiku tentu saja kuat. Kalahkan kekuatanmu,jangan sampai termakan olehnya. Aku akan menjagamu,jika kau tetap tidak bangun aku akan menyalahkan diriku sendiri karena tidak membantumu".


Sambung lili lagi dengan suara yang pelan mengelus wajah suaminya pelan.


Lili berdoa disetiap perkatannya disertai harapan yang besar agar han dapat kembali sadar seperti biasanya.


" kita pulang dahulu, axe dan yang lainnya sudah menunggu. Kalian pulanglah menaiki cloud aku akan bersama gu nin dan han mengikuti dari belakang".


Perintah lili yang sudah tak mengeluarkan ekspresi sama sekali.


Pelukan yang hangat semakin erat ditubuh han.


Banyak pikiran menakutkan menghampiri lili membuat rasa takutnya semakin membuncah.


"Berjuanglah. Aku menyayangimu,kau pasti bisa menaklukkannya".


Bisik lili pelan lalu pergi meninggalkan padang rumput yang sudah menjadi saksi dimana mereka bertarung mempertaruhkan nyawa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2