GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-42


__ADS_3

Anak-anak yang tadinya pergi berkeliaran mengelilingi kota kini sudah pulang ke penginapan.


Chen yang membawa anak kecil ke penginapan menjadi pusat perhatian mereka semua, apalagi gu nin yang tadinya tertidur kini terbangun karena merasakan sesuatu dari anak itu.


"Gu nin, kau merasakannya?"


Tanya axe yang bertengger di kayu pohon bersama cloud dan tan.


Mereka merubah tubuhnya menjadi kecil karena permintaan lili agar tidak menjadi pusat perhatian.


"Ada yang tidak beres dengan anak ini".


Balas gu nin menatap axe serius.


" kalian semua, perkenalkan nama anak ini ye".


Ucap chen membuat semuanya melotot mendengar nama ye dan langsung mengerubungi chen menatap anak kecil disebelahnya.


Chen pun mau tak mau menjelaskan apa yang sudah terjadi pada anak ini agar semuanya mengerti mengapa chen membawa ye ke penginapan.


"Tunggu dulu".


Ucap gu nin lalu berjalan maju kearah ye.


"Kucingnya bicara".


Ucap ye bersembunyi kebelakang tubuh chen.


Gu nin yang mendengar ye menyebutnya kucing rasanya ingin mencakar anak itu sekarang. Padahal jelas-jelas dia harimau tetapi malah dibilang kucing hanya karena tubuhnya yang mengecil.


" beritahu aku darimana asal mu".


Ucap gu nin menatap anak dihadapannnya.


"Orang tuaku menemukanku di gunung hutan nue".


" hoi burung tua. Coba kau periksa darah anak ini".


Teriak gu nin kepada axe yang langsung memukul kepalanya karena tak suka dibilang burung tua.


Gu nin yang merasa tugasnya selesai kembali masuk dan tidur menunggu hasil dari axe.


"Hoi, lili".


Panggil gu nin dari belakang yang menutup matanya bersiap untuk tidur.


"Jika axe sudah selesai, minumlah darah anak itu. Dia cocok dengan kekuatanmu".


Setelah mengatakan itu gu nin kembali tidur tanpa memperdulikan lili yang bingung dengan perkataannya.


" han, kau tau maksud si gu nin?"


Tanya lili kepada han yang hanya dibalas gelengan.


"Aku tak mengerti maksud mereka. Apa yang mereka lakukan?"


Tanya han saat melihat axe mengambil darah anak itu.


Tak lama kemudian axe menatap anak itu ragu, karena sepertinya anak dihadapannya ini tidak mengetahui apa-apa.


"Anak ini adalah roh spirit, sebenarnya kami merasakan itu dari tadi. Namun, aku hanya memastikan saja dan jawabku benar".


Ucap axe lalu kembali bertengger di pohon karena sudah menjelaskan ke yang lain.


" lili".


Panggil gu nin lagi dengan mata yang masih tertutup.


"Keluarkan roh spiritmu dan juga roh spiritnya han yang ada didalam giok".


Sambung gu nin lalu kembali diam menunggu lili mengeluarkan roh spirit.

__ADS_1


Karena lili juga sangat penasaran dengan apa yang tengah terjadi saat ini dengan cepat lili mengeluarkan dua roh spirit dari tubuhnya.


" kalian lihat kan? Roh spirit milik lili besarnya sama dengan anak ini, dan mereka juga berbentuk seperti manusia. Apa kalian tau mengapa roh spirit milik han malah sebaliknya? Dia kecil tapi juga memiliki kekuatan yang kuat".


"Roh spirit lili dan juga anak ini bisa dibilang roh spirit yang sempurna. Namun, kekuatan anak disana lebih besar karena dia sudah sempurna sejak lahir. Sedangkan milik lili awalnya tidak memiliki kekuatan dan lili lah yang membuat cara menstransfer kekuatannya hingga masuk kedalam roh spiritnya".


Sambung gu nin yang membuat mereka kembali menatap roh spirit lili dan ye bergantian karena masih penasaran.


" dan roh spirit yang sudah lama bersama han itu juga kini menjadi sempurna karena han yang memberikan banyak pil penambah kekuatan pada roh spiritnya. Namun, tubuh roh spiritnya tak bisa menjadi lebih besar dari itu karena dia menerima kekuatan secara tak langsung. Sedangkan lili memberikan kekuatannya secara langsung. Bisa dibilang kekuatan roh spirit tiga orang ini dapat mengalahkan 50 orang yang menahapi tingkat akhir dewa".


Jelas gu nin lagi lalu kembali tidur membiarkan yang lain mengoceh penasaran.


"Wei! Melly!"


Panggil lili karena juga ingin memperkenalkan melly kepada yang lain.


"Ya nona".


" semuanya, ini adalah melly dia juga akan tinggal bersama kita mulai hari ini. Dan biarkan dia yang menjaga wei dan ye disaat pertandingan nanti. Beri salam padanya".


Jelas lili lalu menatap muridnya yang satu persatu memberi salam.


"Kakak cantik, main yuk".


Ajak jun dan leo si maniak perempuan cantik itu membuat tangan lili gatal.


Dan benar saja belum tepat satu detik tangannya sudah memukul kepala jun dan leo bersamaan.


" wajah kalian terlihat seperti orang mesum. Itu menjijikkan, tanganku gatal ingin memukul".


Jelas lili lalu kembali ketempat duduknya.


"Baiklah. Ayo kita berangkat".


Ajak lili menatap han yang bingung memikirkan akan naik apa pergi kesana.


" axe, cloud, tan!"


Panggil lili dan setelah itu mereka kembali merubah bentuknya menjadi besar.


***


" Wah inisih bukan kerajaan lagi namanya. Besar banget".


Ucap xiao antusias melihat istana besar dihadapannya. Bahkan kerajaan ini berkali lipat besarnya daripada di istana qi.


" ini kan kerajaan utama kekaisaran langit. Bodoh banget gitu aja gatau".


Sahut chen mengejek xiao karena menurutnya temannya ini sudah terlalu ****.


"Iya tau yang pinter".


Cibir xiao dan turun dari tubuh cloud untuk masuk kedalam istana.


Baru saja ingin melangkah masuk kedalam tetapi xiao langsung diberhentikan oleh beberapa penjaga yang langsung menanyakan dari mana asal mereka.


" dasar xiao. Gapernah sabar"


Ucap han lalu maju memberi tahu namanya dan perguruannya yang langsung diberi masuk melalui jalan khusus.


"Salah teros".


Ucap xiao lalu berjalan mengikuti yang lain.


Banyak tatapan aneh dari gerbang yang ada disebrang saat melihat han dan lili serta yang lainnya dengan mudah melewati jalan khusus.


Sedangkan mereka yang berada di gerbang umum bersempit-sempitan ingin masuk dengan cepat.


Tatapan itu semakin membuat yang lain tak nyaman, apalagi lili yang rasanya ingin menendang pantat orang-orang yang menatap sinis dirinya.


" jangan dihiraukan. Sembunyikan kekuatan kalian. Dan disaat pertarungan nanti, jangan gunakan dulu kekuatan spirit kalian sebelum aku mengijinkan".

__ADS_1


Ucap lili lalu berjalan menggandeng wei disebelahnya.


"Gapapa tuh mereka gak gunain aset mereka?"


Tanya han menatap lili tak percaya karena disaat pertarungan dengan lawan yang kuat mereka malah tak diijinkan dulu memakai kekuatannya sebelum lili mengijinkan.


"Aku hanya ingin mengukur pengetahuan mereka tentang bela diri. Oh ya, jika kalian menyalurkan kekuatan spirit kalian keseluruh tubuh itu dapat menambah kekutan disetiap tubuhmu. Gunakan apa yang sudah kuajarkan".


Perintah lili lalu pergi masuk kedalam kerajaan yang sudah terdapat aula besar dengan banyak penonton di kursi atas.


Banyak juga petarung yang mendaftar di pertarungan ini.


Saat lili melihat-lihat dan merasakan kekuatan mereka lili terkejut karena lawan mereka ini benar-benar kuat.


" jangan anggap remeh lawanmu walaupun mereka kecil sekalipun".


Ucap lili lalu pergi bersama han untuk duduk di kursi khusus pemimpin perguruan.


Dapat dilihat diantara semuanya hanya guru yang datang. Sedangkan perguruan qi yang datang malah ratu dan rajanya.


"Ah, dewa ato menuju kemari".


Ucap han senang karena sudah merindukan teman lamanya.


Ato yang melihat han tengah duduk tepat disamping kursi singgasananya untuk menonton tersenyum senang karena akan lebih leluasa mengobrol dengan han.


" lama tak jumpa, han huawen".


Ucap ato seraya menepuk pundak temannya.


"Kau tak berubah ya. Masih tampan dan muda".


Ucap han terkekeh melihat temannya yang tidak menua sedikit pun.


"Ah, ini adalah istriku lili .Dan ini adalah anakku wei".


Jelas han memperkenalkan lili dan wei.


Mereka yang diperkenalkan itu hanya tersenyum memberi salam kepada sang kaisar.


Sedangkan ye dan melly tengah berada di tempat tunggu bersama xiao dan yang lain.


" dimana guru mereka?"


Tanya ato menatap kedepan yang dimana pertandingan akan dimulai.


"Istriku adalah gurunya".


" yang benar saja!"


Teriak ato antusias karena tak percaya melihat seorang ratu yang mengajarkan sesuatu tentang kekuatan seperti ini.


"Jarang kan yang melihat seperti ini. Aku hanya bisa menuruti permintaannya saja karena jika tidak mungkin aku habis dibuatnya".


Canda han membuat ato hanya ber oh ria saja dan kembali melanjutkan percakapan mereka.


Sedangkan lili yang berada disebelahnya merasa tersingkirkan karena han yang tidak berbicara dengan dirinya.


Lili pun main bersama gunin, axe,cloud dan tan serta wei yang sudah berubah menjadi kecil.


Sehingga terlihat seperti biasa-biasa saja.


Lili saat ini cemburu dengan han yang berbicara panjang lebar bersama temannya itu.


"Cih, suami macam apa".


Cibir lili lalu memperhatikan pertarungan seleksi yang sudah mulai dan menunggu giliran perguruan mereka.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2