GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-31


__ADS_3

"Dimana Lili?"


Tanya han menatap penjaga gerbang dengan wajahnya yang datar.


Sedangkan yang ditatap hampir ingin pingsan karena terlalu ketakutan berhadapan dengan han.


"Nona berkata dia ada dihatimu".


Ucap salah satu penjaga dengan wajahnya yang tak dapat diartikan. Han yang mendengar perkataan penjaga itu hanya menghela nafasnya pelan karena melihat kelakuan istrinya yang berbicara sembarangan ke penjaga.


Sedangkan penjaga yang lain melotot tak percaya menatap penjaga tadi karena menurut mereka temannya ini tidak sayang nyawa berbicara seperti itu ke raja.


" hoho, sayangkuu aku pulangg"


Teriak lili dari gerbang menatap han dengan senyumnya yang merekah berniat agar han tak marah padanya.


Awalnya han sedikit kesal dengan lili yang tak mau mendengarkan perkataannya tapi sekarang rasa kesal itu berubah menjadi marah saat melihat ada dua lelaki tampan lagi bersama lili tengah membawa sesuatu.


Han yang cemburu cepat-cepat menarik tangan lili dan memeluknya memamerkan hubungan mereka didepan xia dan nana yang berubah wujud itu.


"Siapa kalian hah?"


Tanya han dengan wajah datarnya. Nana dan xia yang sudah kebal dengan wajah datar han hanya terkekeh pelan dan terpikirkan suatu rencana untuk mengerjai han. Sedangkan lili hanya menaikkan jempolnya saat nana dan xia berbisik pelan.


"Anda siapa ya?"


Tanya nana dengan wajah sombongnya yang didalam hatinya tengah menahan tawa setengah mati saat melihat wajah tak percaya han.


"Aa, sayang-sayangku"


Ucap lili berlari pelan kearah nana dan xia lalu memeluk mereka berdua.


Han murka seketika melihat kejadian didepannya. Wajahnya memerah padam karena sudah terlalu marah melihat lili dan dua lelaki didepannya.


"Mati!"


Teriak han lalu dirinya tiba-tiba dikelilingi api suci putih. Hawa sekeliling menjadi panas, tembok didepan gerbang juga hampir rubuh karena han.


Han yang saat ini sangat marah menyerang kearah xia dan nana secara membabi buta.


Lili melotot karena nyaris terkena serangan han. Han sudah seperti tak terkendali lagi menyerang apapun disekitarnya.


"Kalian jaga orang-orang cepat! Aku akan menyadarkan han"


Teriak lili kepada xia dan nana.


"Tapi kakak bisa terluka!"


Teriak xia yang diabaikan oleh lili. Lili sangat menyesal karena melakukan akting lagi, dia tidak tahu bahwa han akan sampai segininya.


Tanpa memikirkan dirinya lili berlari mendekati han walaupun sempat terdorong beberapa kali dia tetap berlari kearah han.


Lengan dan tubuhnya habis terluka karena api yang mengelilingi han. Tepat didekat han lili menangis dan memeluk suaminya dengan kuat.


"Bodoh, kau sedang apa idiot!"


Teriak lili memeluk han dengan kuat dan meringis menahan sakit karena api disekeliling han.


"Han, kembalilah"


Bisik lili pelan karena sudah tak kuat dengan api disekeliling han.


Mata han yang tadinya berwarna putih kembali menjadi normal. Api disekelilingnya pelan-pelan menghilang.


Saat menatap lili yang berdarah dan terluka memeluknya han hampir tak kuat berdiri.


Lili menangis karena dirinya, dia sudah seperti lelaki yang gagal menurutnya karena sudah membuat wanita yang dicintainya menangis.


"Lili, kau tak apa kan?"


Tanya han pelan namun sangat khawatir saat melihat keadaan lili lagi.

__ADS_1


Orang-orang yang melihat kejadian tadi hanya diam karena terkejut dengan kekuatan han yang lepas tiba-tiba.


Sedangkan wei yang dari tadi ingin menghampiri lili menangis sejadi-jadinya karena melihat lili yang terluka dan dipenuhi darah.


Lili yang mendengar suara han mendongak keatas dan tersenyum lembut membuat han semakin merasa bersalah.


"Maafkan aku, aku hanya bercanda. Itu xia dan nana bukan laki-laki. Kalau kau masih marah dengan ku pukul saja, aku sudah terlalu kelewatan bercanda".


Ucap lili menunduk menatap kakinya dan merasakan sakit dilengannya karena serangan han tadi.


" lelaki mana yang memukul istrinya sendiri hm? Kalau ada pun mereka gak guna buat hidup didunia".


Han memeluk lili dengan pelan agar tidak terkena luka-luka ditubuh istrinya.


Wei yang sedari tadi ditahan kini berlari menghampiri papa dan mamanya.


"Hiks, hiks. Mama kenapa terluka huwaaa"


Wei memeluk lili dan menyalurkan kekuatannya ketubuh lili agar dapat mengurangi rasa sakit mamanya.


Lili yang dipeluk merasakan nyaman dan sedikit segar karena disembuhkan wei.


"Mama, wei hanya bisa menyembuhkan rasa sakit didalam tapi tidak bisa menghilangkan bekas luka ini"


Ucap wei sedikit menunduk karena merasa dirinya tidak berguna.


Han menggendong wei dengan senyumnya yang melebar, sedangkan wei hampir terloncat karena terkejut saat tiba-tiba digendong han.


"Terima kasih. Papa bangga punya anak yang kuat sepertimu. Lili, aku juga minta maaf ya dengan kejadian tadi".


Han mengecup jidat lili sangat lama membuat orang-orang disekitar mereka mengabadikan momen bersejarah saat ini.


Lili menutup wajahnya malu dan berlari masuk kedalam istana untuk membersihkan darah-darah ditubuhnya.


***


"Kalian semua!"


Teriak lili kepada seluruh muridnya didepan pintu sambil menatap horor saru persatu orang dalam tim pembunuh bayaran istana itu.


"Aihh, gapapa sih. Kalian kenapa pada diam?"


Tanya lili lalu merubah ekspresi wajahnya menjadi biasa saja.


Han yang masih mengkhawatirkan lili ikut masuk kedalam ruang pelatihan dan berdiri disebelah istrinya. Sedangkan wei sekarang tengah tidur karena terlalu lelah setelah menangis.


"Lili kau benar sudah tidak apa-apa?"


Tanya han berbisik pelan ditelinga lili.


Lili rasanya seperti tersengat listrik saat merasakan hembusan nafas han dilehernya. Mendadak dirinya diam dan mengangguk menandakan dirinya tidak apa-apa.


Setelah mendapat jawaban, han pergi berjalan kearah paling belakang ruangan dan duduk disana seperti biasanya untuk memperhatikan lili.


Xia dan nana sudah kembali wujud menjadi perempuan tapi sepertinya han masih marah dengan kelakuan iseng mereka membuat xia dan nana sedikit takut untuk menatap han.


Xiao yang tidak tau apa-apa hanya menggaruk kepalanya melihat tingkah dan suasana aneh didalam ruangan pelatihan.


"Ini adalah kelopak bunga sejati. Jika kalian bermeditasi sehabis memakan kelopaknya, tingkatan bertarung spirit kalian akan bertambah sebanyak 3 tingkat".


Yang lain menganga tak percaya melihat banyaknya kelopak bunga berwarna merah keputihan yang dapat menambah kekuatan itu.


Xia dan nana yang tadinya menganggap remeh barang mahal dari kakak-kakak cantik tadi melototkan matanya memikirkan harga barang ini.


" kalian masih mau menunggu apa? Ambil dan lakukan!"


Leo yang sudah menganga dari tadi berjalan cepat dan mengambil satu kelopak tak sabar menunggu kekuatan yang meningkat nantinya.


Diikuti dengan teman-temannya yang tak sabar menantikan kekuatan baru.


"Chen kau jangan ambil dulu. Ikut dengan ku kebelakang. Kalian duduklah dengan baik dan rapi! Cepatlah makan kelopak itu dan bermeditadsi!"

__ADS_1


Perintah lili yang sudah dilakukan mereka dengan senang hati. Lili yang melihat muridnya sudah mulai bermeditasi kini berjalan menghampiri han diikuti oleh chen dibelakangnya.


"Darimana kau dapat kelopak bunganya?"


Tanya han menatap lili yang kini tengah duduk dihadapannya.


"Bisnis. Itu adalah bisnis hahaha"


Gelak lili sedikit pelan agar tidak mengganggu yang lain. Lili kembali menatap chen yang bingung harus melakukan apa didepan raja dan ratunya.


"Ehem, kau punya laba-laba hantu kan? Sudah lihat hantu yang asli?"


Tanya lili lalu melipat tangannya didepan dada seperti bos yang tengah memarahi anak buahnya.


"Aku belum lihat yang asli".


Jawab chen sedikit menunduk karena segan berhadapan dengan lili dan han sekaligus.


Lili mengangguk mengerti dan kembali lagi menatap han dengan senyum manisnya.


" katakanlah"


Ucap han yang sudah tau saat melihat wajah lili yang mengharapkan sesuatu.


"Buat ilusi untuknya yaaa"


Bisik lili sedikit memohon menatap han dengan wajah imutnya.


Han mau tak mau hanya mengangguk dan mengikuti permintaan lili, baru saja han ingin meletakkan tangannya dikepala chen untuk memberikan ilusi tiba-tiba saja dirinya dihentikan oleh lili.


"Kau letakkan kekuatan ilusinya, aku akan menyalurkan gambaran hantu aslinya".


Ucap lili lalu menggenggam tangan han dan meletakkan tangan mereka bersama-sama dikepala chen.


Lili tersenyum licik karena mengharapkan chen ketakutan melihat hantu yang dilihatnya ditelevisi.


Chen menutup matanya dan memasuki alam bawah sadarnya.


Sekelilingnya terdapat banyak aura-aura aneh yang belum pernah dirasakan chen sama sekali.


Baru saja menatap kedepan chen terloncat karena kaget melihat hantu asli yang dikatakan lili.


Sedangkan lili kini berbaringan dipaha han menatap seluruh muridnya yang berjuang mendapatkan kekuatan dan melihat satu muridnya yang kini berkeringat menutup matanya gelisah.


Lili hanya tertawa pelan dan menatap han lagi yang kini tengah mengelus kepalanya dengan lembut.


Han tersenyum manis kearah lili lalu mengelus pelan lengan istrinya yang diperban karena kekuatannya tadi.


Padahal lili bisa saja mengeluarkan kekuatannya untuk melawan balik han, tetapi lili malah membahayakan dirinya untuk menyelamatkan han.


Han sangat beruntung memiliki lili walaupun istrinya ini sering melakukan hal-hal yang membuatnya kesal.


" haih, temani aku menunggu orang-orang ini disini ya. Kurasa akan memakan waktu yang lama"


Ucap lili menatap han dari bawah.


Han hanya mengangguk lalu tersenyum kearah lili lagi karena akan bersama dengan lili dengan waktu yang lebih lama.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2