
Lin yang sudah berhasil di sembuhkan mengalami luka bakar yang cukup parah.
Lin masih berada di halaman belakang untuk disembuhkan lukanya oleh nana dan juga dibantu xia untuk membantu lin memakan pil penyembuh dari lili.
"Sudah lihat? Itu bukanlah penyakit"
Ucap lili menjelaskan kearah ato.
Vena yang masih memegang pedang setannya mengalihkan pandangannya menatap yuto yang sedari tadi menatapnya.
"Kau"
Tunjuk vena kearah yuto yang masih melihat kearahnya. Yuto yang ditunjuk vena masih diam dengan mata yang memerah menahan emosi saat mendengar bahwa vena adalah ratu iblis.
"Gawat" batin lili karena mengingat keluarga yuto yang di bunuh pasukan iblis. Tentu saja hal itu akan membuat rasa dendam yuto kembali naik dan membuatnya ingin balas dendam kepada vena.
"Kau yang membunuh ayahku, ibuku, saudaraku bukan? Kau yang menghabisi kami semua disaat 9 tahun yang lalu. Benar? Ratu iblis?"
Ujar yuto yang langsung menundukkan wajahnya menahan amarah yang meluap di dada.
"Kau gila ya? Tiba-tiba berbicara seperti itu. Kerajaan iblis ku saja berdiri saat 3 tahun yang lalu karena jerih payah ku. Dan di kerajaan ku belum pernah bergerak untuk memberontak manusia, kecuali keluarga si anak kecil ini".
Sahut vena seraya menunjuk wei yang juga kini mengingat bagaimana dirinya hampir ditangkap para iblis.
" ah dendam ya".
Lanjutnya tersenyum saat dapat merasakan rasa dendam yang besar pada diri yuto.
"Cih, tetap saja kau iblis!"
Bentak yuto mengepalkan tangannya karena sudah tak tahan lagi dengan rasa sabarnya yang menahan diri sedari tadi.
"Heh, memangnya jika kau ingin balas dendam kau dapat apa? Kau ingin membunuh? Kau ingin membantai kami habis-habisan? Jika seperti itu, malahan kau yang lebih terlihat seperti iblis. Kau bahkan tak tau apa yang membuat iblis lahir ke dunia ini. Kami adalah manusia yang berubah menjadi iblis karena memiliki alasan yang tak bisa kusebutkan. Asal kalian tahu, manusia kadang lebih menyeramkan dari iblis".
Tutur vena lalu langsung cepat-cepat masuk kembali ketombak han agar tidak terjadi masalah.
Semua yang berada disana hanya menggigil menggigik berfikir mereka berubah menjadi iblis seperti mereka.
Memang rupa iblis sama seperti manusia. Namun, yang berbeda adalah ciri khas manusia dan iblis.
Lili juga saat ini masih mencerna perkataan vena tadi.
Diliriknya yuto yang masih berdiri menunduk menatap kakinya berusaha menenangkan dirinya agar tidak kelewatan batas.
"Kau tau yuto? Vena itu baik, dia bahkan memperingatimu Agar kau tak menyimpan dendam yang besar. Karena manusia dapat berubah menjadi iblis".
Jelas lili yang langsung masuk kembali keruangan peristirahat bersama wei dan han.
"Ikut aku kaisar ato. Ah, nana jika sudah selesai tolong berikan dia kepada tabib istana saja. Tugas kita sudah selesai".
Lanjutnya lalu kembali melanjutkan jalannya untuk menjelaskan kepada ato bagaimana ini bisa terjadi.
__ADS_1
Yuto yang berada diluar masih diam mengingat perkataan lili barusan. Tetap menunduk memikirkan kenapa dirinya bisa berkata seperti itu tadi. Dendamnya terlalu lama sudah ia simpan, dan kini yuto sangat kacau bahkan tak dapat berfikir lagi selain dendam yang ada dikepalanya.
" yuto!"
Panggil semuanya yang tak lain adalah teman-teman barunya.
Teman pertamanya yang dapat menerima yuto apa adanya.
"Ayolah masuk, kau terlihat jelek saat murung seperti itu".
Ajak xiao merangkul pundak yuto agar masuk bersama mereka.
Memang disaat yang seperti ini akan ada xiao yang menenangkan suasana teman-temannya.
Xiao juga sangat tidak suka jika melihat teman-temannya ada yang murung seperti ini, maka dari itulah xiao akan berusaha membujuk temannya agar dapat kembali lagi seperti semula.
"Iyatuh, wajahmu terlihat seperti kuda yang disana saat menunduk kaku. Tersenyumlah seperti kami".
Ujar leo dan jun menampakkan senyum tulus mereka.
" yuto! Kau tak boleh memikirkan itu lagi, aku jadi khawatir padamu!".
Ucap nana tiba-tiba menatap horror yuto yang langsung menatap dirinya kaget karena mendengar nana yang khawatir padanya.
"Eh, cie-ciee nenek lampir khawatir ya? Suka yuto nih nampaknya. Haha".
Cibir xiao dan chen membuat wajah yuto dan nana menjadi merah padam.
Ejek xia menoel-noel pipi tembem nana lalu tertawa kencang karena jarang melihat nana seperti ini.
"Apaansih! Berisik! Aku masuk duluan".
Bentak nana lalu melengos pergi mengejar lili dan menutup wajahnya karena malu.
" hei-hei. Yuto sepertinya suka nana nih?"
Tebak jun yang tau seperti apa wajah seseorang yang sedang jatuh cinta.
"Iya, mungkin?"
Jawab yuto yang langsung kaget sendiri dengan jawabannya barusan.
Mengapa dirinya tiba-tiba mengakui itu, dan saat ini yuto dipenuhi rasa malu saat teman-temannya tertawa dan memberikan semangat untuk mendekati nana.
"Pwahaha. Kau bisa ya suka sama nenek lampir seperti dia. Yasudahlah, ayo masuk".
Ajak yang lain lalu berjalan bersama yuto yang sudah terlihat baik-baik saja.
" kita bagaimana?"
Tanya tan dan cloud yang masih bertengger di pohom menunggu mereka yang tak kunjung selesai sedari tadi. Sedangkan axe dan gu nin kini tengah tertidur dibawah pohon karena lelah.
__ADS_1
***
"Bisa kau ceritakan?"
Tanya ato yang memang sudah penasaran sedari tadi.
"Adikmu, tubuhnya dikendalikan oleh 3 bunga lotus. Adikmu memiliki kekuatan yang besar dan kuakui itu karena dia bisa menculik anakku waktu itu. Aku tak tau bagaimana cara mereka mengendalikan orang-orang seperti itu, tapi kini aku sudah tau".
" roh iblis jahat memiliki nafsu membunuh dan dendam yang kuat. Bisa dibilang 3 bunga lotus bersekongkol dengan kaum iblis.Mereka mendapatkan roh jahat iblis dan memasukkan roh iblis itu ke dalam tubuh adikmu agar mereka dapat mengendalikan lin.Tapi, yang membuat ku heran hanyalah. Darimana asal iblis ini? Karena dia memang tidak berasal dari kerajaan vena. Adikmu berhasil mencuri anakku dan memberikan anakku kepada temannya karena sudah tak sempat kabur saat melihat kami yang bersiap menyerangnya".
"Aku merantai tubuh adikmu agar dia tidak kabur, dan aku menggeretnya ke gua untuk memancing teman-temannya yang lain. Maafkan aku karena memperlakukan adikmu seperti itu. Tapi, kami berhasil mematahkan segel di lehernya yang bertanda 3 bunga lotus. Anehnya iblis ini malah terperangkap dan berusaha untuk mengambil alih pikiran adikmu sehingga membuat otaknya hampir gila".
Jelas lili lalu menatap kaisar ato yang masih terdiam memikirkan penjelasan lili.
Anak-anak murid lili yang sudah berada didalam juga hanya mendengarkan tanpa berbicara sedikitpun agar tidak merusak suasana.
"Han, tolong keluarkan vena".
Pinta lili yang tentu saja akan senang hati dilakukan han.
Tepat saat vena keluar dirinya menampakkan wajah yang malas karena hari ini dirinya bahkan dipanggil dua kali seperti ini.
" ada apa?"
Tanya vena jengkel melipat tangannya didepan dada menunggu lili berbicara.
Memang rohnya berada ditangan han, tapi kenapa dirinya malah lebih menghormati lili dari pada han?.
Entahlah, mungkin menurut vena lili itu lebih berbahaya dari apapun.
"Kau bisa keluarkan roh iblis tadi?"
Tanya lili menatap vena yang tiba-tiba saja mengeluarkan roh yang tadi.
"Sudah".
Ujar vena malas lalu kembali diam memperhatikan apa yang akan dilakukan lili sebenarnya.
" roh iblis. Biarkan aku melihat masa lalumu".
Ucap lili lalu menatap mata roh iblis dan masuk melihat kejadian masa lalu roh iblis ini.
"Kau!"
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.