GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-33


__ADS_3

Lili dan yang lainnnya kini berjalan mengarah kesebuah gua.


Lili terus saja berjalan melewati gua yang gelap dan sedikit lembab itu tanpa takut sedikitpun.


Saat sampai ditengah gua mereka semua mendengar suara pijakan yang sangat besar dan suara itu juga semakin dekat kearah mereka.


Han dan yang lain cepat-cepat memasang kuda-kuda waspada akan apa yang ada didepan mereka.


"GROOAAAAA"


Teriak sesuatu yang masih didalam gua itu.


Lili tetap saja berjalan menutup matanya masuk semakin dalam.


"Itu ilusi, tutup mata kalian dan terus berjalan lurus. Jika kubilang berhenti cepat-cepatlah berhenti".


Dan benar perkataan lili saat mereka menutup matanya suara tadi hilang seketika. Bahkan saat menutup mata mereka malah lebih tenang.


Tak lama kemudian terdengarlah suara air terjun di ujung goa. Tepat selangkah sebelum air terjun lili berhenti dan diikuti yang lain.


" buka mata kalian. Ayo masuk".


Lili berjalan dengan cepat diatas air lalu masuk kedalam air terjun.


Walaupun yang lain kesusahan untuk melewati air terjunnya tapi mereka langsung masuk dengan selamat kecuali vivi yang masih terperangkap diluar.


Bahkan axe dan gu nin serta anaknya dapat masuk dengan cepat kedalam air terjun.


"Eh, vivi masih diluar".


Ucap xia saat melihat sekelilingnya. Vivi yang diluar itu tetap berusaha masuk namun dengan cepat dirinya tertolak lagi. Vivi tidak mengerti kenapa itu terjadi pada dirinya, sedangkan yang didalam gua masih menunggu vivi dengan khawatir.


Lili mengepalkan tangannya dan maju menatap setiap muridnya.


"han, kau tau kan itu air terjun apa"


Ucap lili menatap han disebelahnya, sedangkan yang ditatap hanya mengangguk


Pelan lalu kembali terdiam memikirkan kenapa vivi tidak masuk kedalam.


"Air terjun ini memiliki jiwanya tersendiri. Dan siapapun yang bisa menaklukkannya dapat menyatukan hati jiwa air terjun ini dengan orang tersebut. Jadi, kau sebenarnya meminta apa pada air terjun ini?"


Tanya han kembali menatap mata lili.


"Air terjun ini memiliki kekuatan tersendiri. Aku memintanya untuk mengecek setiap inci tubuh dan kekuatan kita semua saat bersentuhan dengan air tadi. Aku meminta agar siapapun yang mempunyai gejolak energi yang aneh serta tato emas bunga lotus tersingkirkan menjauh dari air terjun ini"


Nana dan xia sebagai teman dekatnya vivi yang barusan mendengar perkataan lili menutup mulutnya tak percaya.


"Kak, kau berbohong kan?"


Timpa nana dengan wajahnya yang masih tersenyum menganggap perkataan lili adalah gurauan.


"Aku tak yakin. Tetapi,saat ilusi ditubuhku dibuka aku tak melihat vivi didalam ruangan".


Ucap chen mengerutkan dahinya dan masih berpikir terus menerus tentang vivi.


" ah, disaat aku membuka mataku juga vivi tidak ada bersama kita. Tapi, disaat kak lili datang dengan wujud yang bisa kubilang agak mengerikan,vivi kembali datang tiba-tiba dari belakang".


Sambung xiao menatap lurus kedepannya yang dimana terdapat vivi diseberang air terjun diarah yang lain dari mereka.


"Memang sangat bagus jika memiliki orang yang sangat dekat dengan kita. Tetapi kalian harus tau bahwa orang yang dekat dengan kita itu bisa menjadi musuh terbesar kita".


" oh ya, nona. Aku sebenarnya tidak ingin menyiksamu seperti ini, tapi masalahnya dirimu telah membawa anakku pergi. Tadi hanyalah sedikit hukuman dariku. Aku tau kau sangat tersiksa didalam sana, tapi tubuhmu berkata lain karena tengah dikendalikan mereka kan? Han, buka segel tanda bunga lotusnya".


Perintah lili yang langsung diangguki oleh han.


Rantai es yang tadi terlilit kuat ditubuh wanita itu kini terlepas dengan sendirinya dibawah perintah lili.


Han yang menunduk kini membacakan suatu mantra dan meletakkan tangannya didahi perempuan tadi.


Tatapan mata yang kosong dari wanita tadi kini berubah, tanda bunga lotus dilehernya juga kini menghilang.


Lili kembali menutup matanya membuka mata batin dan melihat sekitaran yang sudah dipenuhi banyak orang-orang berpakaian hitam yang sudah ditunggu lili dari tadi.


"Sudah kuduga. Memang sangat bagus aku membawa mereka kemari. Kalian semua bersiaplah musuh sudah datang".

__ADS_1


" oh iya, kalian tetap berjaga diatas air. Jangan sampai masuk kelorong goa tadi jika tidak bersamaku".


Sambung lili lalu kembali menatap kedepannya yang masih terdapat vivi sedang memanggil sesuatu disebrang sana.


"Kenapa?"


Tanya chen yang bingung mengapa lili berkata seperti itu.


"Yang tadi itu bukanlah ilusi. Itu adalah penghuni goa ini yang sudah tinggal selama 1000 tahun. Sebenarnya jika kalian berjalan sambil menutup mata akan lebih berbahaya lagi, karena mahkluk itu akan berjalan dikegelapan tanpa mengeluarkan suara seperti bayangan. Kalian berjalah didepan air terjun. Percayalah tidak akan banyak yang akan lolos dari sana, oh ya jangan lupa mainkan sandiwaranya".


Jawab lili lalu pergi bersama han masuk ke goa lebih dalam meninggalkan muridnya dengan axe beserta gunin, tan dan cloud.


" axe,gunin ikut aku. Kalian cepatlah keluar. Chen, aku percaya padamu. Kalian jangan takut karena cloud dan tan akan membantu".


Setelah mengucapkan itu lili pergi masuk lebih dalam diikuti gunin dan axe dibelakangnya.


Sedangkan chen,xiao dan yang lainnya menunduk tak percaya akan melawan teman mereka sendiri.


"Aku tak bisa melakukan ini"


Ucap xia menggenggan tangan nana dengan kuat.


"Aku juga sebenarnya tidak bisa melakukan ini. Tapi apa boleh buat, kita sudah berjanji akan bersama kak lili".


" baiklah. Kalian semua bisa melakukan ini?"


Tanya chen menatap seluruh teman-temannya yang masih menunduk menatap lantai dengan sendu.


"Haish, jun leo. Aku tau kalian adalah teman seperjuangan vivi. Apakah kalian tak ingin dia kembali dengan kita?"


Tanya chen lagi membuat tekad mereka yang tadinya melemah kini mulai membesar karena bertekad untuk membawa vivi kembali kepada mereka.


Tundukan kepala kini berubah menjadi tegap dengan senyuman diwajah mereka. Walaupun xia dan nana sangat sedih tetapi mereka pasti akan membawa vivi kembali kepada mereka.


"Baiklah. Kita akan menggunakan cara itu nanti. Walaupun vivi sudah tau sedikit tentang ini maka cara yang dia ketahui sedikit itu sudah kuganti dengan yang baru. Bersiaplah akan banyak musuh yang datang kemari".


Ucap chen lalu berjalan keluar melewati air terjun dengan gampang lalu menatap vivi dengan khawatir karena lili yang menyuruh mereka untuk bersandiwara.


Sedangkan lili,han,gunin dan xe kini berada disebuah ruangan khusus lili untuk berlatih karena didalam gua ini terdapat begitu banyak kekuatan yang dimana lili dapat menyerapnya setiap hari menambah energi kekuatan didalam tubuhnya.


Perintah lili lalu duduk menatap gu nin dihadapannya.


Lili mengeluarkan keranjang dari gelangnya lalu meletakkan keranjang itu di lantai. Han yang melihat isi keranjang yang dibawa lili itu menaikkan alisnya tak paham kenapa lili menyimpan roh spirit yg tak memiliki kekuatan.


Vena yang sudah dikeluarkan hanya diam memasang tampang bingung mengapa dirinya dipanggil.


"Vena, aku tau kau sangat ahli dalam pedang. Tolong selesaikan pedangku ini, leburkan berliannya dan satukan dengan pedangku. Han akan mengawasimu".


Ucap lili yang masih sibuk membuka keranjangnya mengambil roh spiritnya.


" kenapa tidak aku saja?"


Tanya han yang bingung mengapa lili tidak meminta pertolongan pada dirinya


"Aku tau bahwa kekuatan mu yang tersegel itu sangat besar. Kau tak dapat menahannya karena tertahan tak bisa menaiki tingkat akhir dewa. Pakai ini, kau sangat membutuhkannya. Aku meminta bantuan kepada vena karena dia memanglah ahli dalam hal tersebut, dia juga memiliki kekuatan api yang dimana itu sangat dibutuhkan dalam peleburan. Api yang vena miliki adalah api suci tahap 5 aku mengetahui itu".


Jawab lili lalu melempar sebuah bunga berwarna merah darah dengan garis-garis hitam diijung kelopak bunga tersebut.


Padahal han sudah lama tinggal didunia kuno ini. Tetapi dirinya kalah pengetahuan dari lili yang baru tiba dan tinggal di dunia kuno.


Han mengambil bunga tersebut dan menatap setiap kelopak dengan seksama. Banyak pertanyaan dari diri han untuk lili, tetapi niatnya diurungkan karena lili yang terlihat serius dengan urusannya.


Han mau tak mau kembali berlatih dari sekian lama setelah memakan kelopak bunga tadi sedangkan vena kini tengah melanjutkan pembuatan pedang milik lili dengan hati-hati.


" aku tau mereka menipu kami dengan menjual roh spirit yang tak memiliki kekuatan. Tapi aku sudah memikirkan caranya dan nantinya roh spirit ku ini adalah roh terkuat daripada roh spirit yang lain".


Lili menatap roh spiritnya yang tengah duduk lemah tidak berdaya. Tubuh roh ini sama persis kecilnya dengan milik han tetapi yang berbeda adalah dia tidak memiliki kekuatan sedangkan roh spirit milik han memiliki kekuatan yng besar.


"Gu nin, berikan aku setetes darahmu"


Pinta lili yang langsung cepat diberikan gunin darah dari tubuhnya yang kini ditampung dimangkuk kecil yang lili bawa.


Setelah mangkuk tadi sudah terisi penuh darah gunin lili merendam roh spiritnya didalam darah gu nin.


"Kau akan merasa kesakitan, tapi itu hanya sebentar. Tahan saja ya"

__ADS_1


Ucap lili pelan lalu tersenyum kearah roh miliknya yang mengangguk menatap lili.


"Axe, bakar darahnya menggunakan inti apimu".


Inti api yang dikeluarkan axe memiliki warna yang sangat cerah melebihi milik vena maupun lili.


Saat darah tadi sudah terbakar bersama roh spirit lili didalamnya lili menutup matanya mengambil sedikit kekuatan alam yang ada didalam tubuhnya.


Karena berfikir terlalu sedikit lili mengambil keseluruhan kekuatan alam miliknya untuk roh spiritnya walaupun merasakan sakit yang sangat luar biasa saat mengeluarkan kekuatan alam dari tubuhnya.


Api yang tadinya berkobar besar telah padam dengan darah yang juga sudah habis karena terserap kedalam tubuh roh spirit tadi.


Lili dengan cepat mentransfer kekuatannya masuk kedalam tubuh roh spiritnya.


Saat itu juga kulit-kulit roh spiritnya yang terbakar tadi menjadi pulih kembali.


Saat kekuatan alam milik lili sudah masuk sepenuhnya didalam tubuh roh ini cahaya-cahaya masuk kedalam tubub rohnya membuat siapapun yang mendekat akan menjadi buta karena tak tahan dengan cahaya yang masuk kedalam retina mata.


Saat cahaya meredup lili menganga beserta gunin dan axe yang melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Seumur hidup gunin dan axe baru pertama kali melihat roh spirit yang terlahir sempurna.


Roh spirit lili yang tadinya lemah tidak berdaya kini berubah menjadi lebih besar seperti tubuh wei. Telinga yang panjang dengan busur panah dipunggungnya terlihat sangat sempurna. Lili bahkan tak menyangka roh spiritnya akan berubah seperti ini, baru pertama kali inilah lili melihat elf dengan matanya sendiri.


Perempuan dengan rambut berwarna hitam pekat dan kekuatan yang besar walaupun tubuhnya yang kecil seperti wei itu menunduk memberi salam kepada lili tuannya.


Walaupun disebut roh spirit. Dia pasti dapat dilihat dengan orang-orang karena roh spirit adalah mahkluk yang kasat mata seperti manusia.


Dan lili sangat tercengang melihat roh spiritnya adalah seorang keturunan asli bangsa elf dengan telinga yang panjang dan rupa yang sangat cantik.


Pedang milik lili juga sudah selesai diperbaiki vena. Han yang tadinya menahan dan meringis karena kesakitan kini berhasil menaklukkan kekuatan yang disegelnya.


Lili kembali tersenyum karena sudah tak tahan untuk keluar merobek-robek musuhnya.


Lili mengeluarkan pedang dari gelangnya. Pedang yang dikeluarkannya adalah pedang setan milik vena yang sudah diperbarui lili menjadi lebih tebal dan besar.


"Kau ikut kami berperang. Gunakan pedangmu kembali".


Ucap lili melempar pedang setan milik vena yang langsung ditangkap dengan mudah oleh vena.


Han yang melihat roh spirit lili yang mencapai tahap sempurna menganga membulatkan matanya tak percaya melihat roh spirit yang sudah mencapai tahap sempurna.


" kekuatan alammu hilang. Kemana perginya?"


Tanya han yang merasa sesuatu yang hilang saat menatap lili sekilas.


"Kau bahkan tahu hanya dengan melihatku. Kekuatanku sudah kuberikan padanya, ditubuhnya sudah terdapat kekuatan yang besar karena dia juga sudah menyerap kekuatan gunin serta axe. Dan kau"


Penjelasan lili terhenti lalu menatap han dan menggenggam tangan suaminya Dengan erat lalu kembali menatap arah keluar yang dimana terdapat murid-muridnya yang tengah bertarung.


"Ayo jemput kembali anak kita"


Sambung lili lalu tersenyum kearah han.


Han mengecup pucuk kepala lili agak lama lalu kembali menggenggam tangan lili memimpin jalan paling depan dengan diikuti gunin,axe,vena serta roh spirit milik lili yang melayang diudara mengikuti lili.


"Akan kubuat mati kalian 3 bunga lotus".


Ucap lili seraya menggeretakkan giginya dengan wajah yang merah padam mengingat 3 bunga lotus yang mencuri anaknya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


See you next chapter-


__ADS_2