GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-45


__ADS_3

"simpan peti ini"


Perintah seorang pria yang tak lain adalah raja dari kerajaan iblis.


"jika dilihat dari bentuknya. Bukankah ini peti negara mesir?"


Tanya pelayannya meneliti peti batu dihadapannya.


"ah sudahlah. Jaga saja dulu peti ini. Aku sudah banyak menguras tenaga karena pergi ke masa depan".


Ucap pria itu lalu pergi masuk kedalam ruangannya untuk beristirahat.


"aku sangat berterima kasih dengan cermin dunia ini".


Gumam pria itu menatap cermin yang dapat membuat seseorang pergi ke masa lalu dan masa depan.


"kita tunggu sebentar lagi. Lilia crhistiana".


***


"anu, kak lili".


Panggil chen seraya membawa yuto kehadapan lili.


"kakak? Kau memanggil seorang ratu kakak? Kau adiknya kah?"


Tanya yuto kepo membuat rasa kantuk dan malas pada dirinya hilang dengan tingkah chen yang seperti menganggap lili bukanlah seorang ratu.


"kak lili!!"


Teriak nana dan yang lainnya menghampiri lili.


Yuto semakin bingung mengapa semuanya memanggil sang ratu dengan sebutan kakak.


"Ada apa chen? Oh, ini anak yang melawanmu bukan?".


Tanya lili dan saat melihat mata yuto yang sayup itu dirinya dapat melihat masa lalu seseorang.


Lili mendapatkan kekuatan baru lagi jika dirinya bertemu orang-orang yang mungkin mempunyai harapan tulus kepadanya seperti chen, xiao, han dan yang lain.


Lili berpikir dirinya seperti sedang menggunakan cheat.


Bahkan hanya karena bertemu seseorang khusus seperti mereka lili bisa mendapatkan kekuatan baru.


Dimulai dari awal hingga sekarang, kekuatannya hadir dikarenakan banyak harapan orang-orang yang mulai masuk kedalam rohnya.


Didalam masa lalu yuto terlihat dirinya masih kecil dengan menggunakan pakaian yang bisa dibilang seperti bangsawan.


Yuto mengalami tragedi mengerikan saat dia sedang kecil hingga yuto kehilangan banyak keluarga atau kenalan.


Kejadian yuto sama persis seperti wei.


Kehidupan yuto berlangsung dengan sangat pedih, yuto juga sering diejek dan di bully karena bukan lagi seorang bangsawan.


Baru-baru ini yuto masuk ke perguruan bebas utara untuk menghasilkan uang lebih dengan melanjutkan misi dari perguruan.


Tetapi kekuatan didalam diri yuto tak berhasil dengan baik karena dirinya tak pernah tau bagaimana mengontrol kekuatannya sendiri.


"Anu, dewa ato. Bisakah aku meminjam arenamu sebentar?"


Tanya lili yang membuat semua orang bingung mengapa dirinya meminjam arena pertandingan.

__ADS_1


"Oo tentu, tentu saja. Karena penonton juga sudah banyak yang pulang. Lagipula pertandingan selanjutnya kan 3 hari lagi".


Jawab ato dengan senang hati karena menganggap lili sebagai adiknya sendiri.


" kalian semua ikut aku keatas arena".


Perintah lili yang langsung dituruti muridnya serta gunin, axe,cloud, dan tan.


Sedangkan han, ato, wei, ye, dan melly berada dibawah untuk memperhatikan.


"Ada apa kak?"


Tanya nana bingung.


"Duduk, dan kau yuto. Maju kemari".


Perintah lili lagi membuat mereka semakin bingung dengan perkataan lili.


" kau itu kuat. Keluarkan semua kekuatanmu. Lawan aku".


Perkataan lili barusan sontak membuat yang lain menganga tak percaya karena lili tiba-tiba  mengajak bertarung.


"Kalian bertujuh. Dudukah dipinggir arena untuk membuat pelindung agar kehancuran tidak lebih dari kawasan ini".


Perintahnya karena lili tau mungkin jika yuto membuka seluruh kekuatannya yuto akan menjadi menggila karena dia tak pandai mengontrol listriknya.


Chen mengikuti perintah lili bersama yang lain dan membuat pelindung sekuat mungkin.


Formasi pelindung yang dibuat mereka sudah sangat sempurna karena lili yang mengajarkan caranya.


" wah, istrimu itu benar-benar sesuatu. Apa dia yang mengajarkan pembuatan pelindung itu? Berapa lama waktu yang termakan hingga bisa sesempurna itu?"


Tanya dewa ato yang kagum melihat anak-anak remaja seperti mereka sudah memiliki kekuatan dan wawasan yang kuat karena ajaran dari lili.


Jawab han yang dirunya sendiri juga tak percaya kepada mantan muridnya yang kini menjadi anak didik lili.


" mereka ini, pasti calon pahlawan dimasa depan. Hahaha".


Kagum ato lalu kembali menatap arena.


"Keluarkan kekuatanmu. Menggila saja jika perlu, jangan sungkan".


Perkataan lili barusan membuat yato kembali mengeluarkan kekuatan petirnya tanpa rasa khawatir karena lili yang sudah siap menanggung resiko.


Tepat saat yuto mengeluarkan kekuatan petirnya yang berwarna kuning, lantai yang dipijakinya sudah retak duluan.


Kekuatan ini lebih besar daripada yang dia keluarkan saat pertandingan.


Chen yang melihat itu bahkan berpikir jika yuto mengeluarkan kekuatannya seperti ini, chen pasti akan kalah.


Perguruan dari istana langit dewa ato saja sampai menonton karena merasakan suara ledakan yang besar.


" ah, kau berusaha menjaga kesadaranmu ya. Baiklah, selagi kau masih sadar. Lihatlah dulu bagaimana bentuk petirku".


Petir berwarna biru keunguan keluar besar menjalar keseluruh arena pertandingan.


Bahkan jika dibandingkan kekuatan lili dan yuto saat ini adalah 10 banding 50.


Lili sangat jarang mengeluarkan kekuatan petir yang diwarisinya dari ayahnya chun.


Karena lili sudah banyak menampung kekuatan, lili bahkan tak sadar jika kekuatan petirnya yang belum sepenuhnya dikeluarkan itu sudah sehebat ini.

__ADS_1


Petir-petir besar yang keluar mengelilingi tubuh lili sangat besar, bahkan sinar matahari tertutupi petirnya yang dahsyat itu.


Yuto yang melihat kekuatan lili langsung bergetar karena takut untuk melawan lili.


"Hei, hei. Kurasa dia bahkan sudah melebihi kau han".


Ucap ato yang masih tak percaya dengan kekuatan lili.


" kekuatan spiritnya ada yang lain tersimpan ditubuhnya. Bahkan itu lebih kuat daripada petirnya. Jika kau mencoba melawannya 1000% kau juga akan kalah. Dan berarti, dia lebih kuat dari pada dirimu".


Balas han santai lalu kembali menatap apa yang akan lili kerjakan lagi hari ini.


Lili kembali menyimpan petirnya membuat yang lain semakin bingung mengapa saat lili sudah mengeluarkan kekuatan dirinya malah menyembunyikannya lagi.


"Aku akan melawanmu. Tapi tak akan menggunakan kekuatan spiritku. Ayo mulai".


Lili berlari secepat kilat melebihi kecepatan anak muridnya.


Mungkin jika dihitung chen, lama kecepatan lili barusan saat menghampiri yuto yang jaraknya 10 meter itu hanya 2 detik.


" kau takut".


Lili memukul kuat perut yuto membuat yuto terpental jauh dan merasakan sakit luar biasa karena pukulan lili barusan.


"Ayolaa, jangan membuatku kecewa".


Protes lili karena melihat yuto yang masih ragu untuk melawan lili.


"Orang tuamu akan sedih jika melihatmu seperti ini".


Sambung lili lagi membuat yuto sadar dan kembali mengingat-ngingat apa tujuannya saat ini.


Dirinya hanya ingin menjadi kuat dan membalaskan dendam orang tuanya yang sudah mati karena kerajaan iblis.


Yuto langsung mengingat orang tuanya, serta kebahagiaannya dimasa lalu.


" apakau tau yuto? Menyimpan dendam selama itu hanya membuat dirimu dipenuhi amarah yang besar. Tapi, aku kagum dengan dirimu yang dapat menahan amarah besar itu dengan wajahmu yang kalem itu".


Lanjut lili membuat yuto melotot kaget mengapa lili tau tentang dirinya yang mempunyai dendam.


"Ba-bagaimana kau tau?"


Tanya yuto seraya berusaha berdiri bersiap-siap mengumpulkan kekuatannya yang akan meledak sebentar lagi.


"Bagus-bagus. Kumpulkan semuanya".


Ucap lili yang dapat merasakan kekuatan besar menyambar dirinya.


" JAWAB AKU!"


Teriak yuto yang kini mulai tak sadar karena dikendalikan oleh kekuatannya yang besar.


"Hehe, menggila lah. Akan kujinakkan kau".


Kekeh lili memegang pedangnya yang diberikan han waktu itu tanpa menggunakan sedikit pun kekuatan spirit.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.


__ADS_2