GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-63


__ADS_3

Xia yang sudah tidak sabar menunjukkan tekhnik barunya bersama xiao itu kini sudah mulai memperlihatkan sampai mana latihan mereka.


Ditengah-tengah hutan mereka berlatih dengan semangat yang lebih banyak daripada tadi.


Mungkin mereka terpengaruh dengan chen yang sudah dapat menguasai tekhnik barunya.


"oh iya chen, kekurangan yang ada pada tekhniknya adalah darahmu. Setiap pagi nanti kau harus meminum obat herbal dariku agar darahmu bisa menjadi lebih pekat dan kental".


Ucap lili yang langsung diangguki chen sebagai jawaban lalu kembali menatap xia dan xiao yang tengah memasang kuda-kuda bersiap memulai tekhniknya.


"kuda-kuda macam apa itu?".


Tanya nana bingung karena tak pernah dirinya melihat kuda-kuda yang terlihat keren seperti itu.


"kuda-kuda yang diciptakan kak lili? Mungkin? "


Jawab yuto lalu kembali diam dan memperhatikan xia dan xiao.


Sring


Bunyi gesekan pedang antara xia dan xiao terdengar sangat keras hingga dapat membuat telinga semua orang yang ada disana berdengung sakit karena suara gesekan barusan.


"kau siap xia? "


Tanya xiao dengan senyumnya yang merekah karena pembukaan gesekan pedang mereka dapat membuat semua orang menutup telinga. Kecuali lili yang masih terdiam dan menatap mereka.


"ayo tunjukkan pada mereka"


Jawab xia lalu melompat tinggi kelangit.


Setelah xia melompat kelangit kini xiao juga ikut menyusul terbang kelangit dengan cepat.


"konsentrasi"


Gumam xia pelan lalu menutup matanya pelan seraya menggenggam tangan xiao dengan kuat agar kekuatan mereka bisa saling terhubung.


Tepat saat xia dan xiao membuka matanya pedang yang ada ditangan mereka kini mulai berubah menjadi pedang yang sangat besar.


Sedetik kemudian angin-angin yang berada dilangit itu berkumpul dan melingkari xia dan xiao.


Semua orang yang melihat itu tercengang bahkan merasa aneh mengapa xia dan xiao dapat terbang dilangit selama itu.


Angin-angin yang melingkari tubuh xia dan xiao barusan kini membentuk pedang yang sangat banyak.


Pedang yang terbuat dari angin langit itu berterbangan dibelakang tubuh xia dan xiao.


"ini sempurna".


Ucap lili kagum saat melihat pedang milik xia dan xiao berubah serta pedang-pedang besar yang terbuat dari angin langit dapat dikuasai mereka.


"Pedang macam apa itu?"


Tanya leo sedikit ngeri saat melihat pedang-pedang mengerikan diatas langit.


Jika saja pedang angin itu jatuh mungkin saja dirinya akan tertusuk.


"kekuatan mereka jika memakai tekhnik ini akan naik 30%. Hebat bukan? "

__ADS_1


Tanya lili yang kembali bangga dengan tekhnik ciptaannya.


Xia dan xiao yang sudah melakukan tekhnik barunya kembali menyimpan semuanya dan menghampiri lili menunggu jawaban gurunya.


"itu sudah sangat bagus. Sebenarnya ini bisa dilakukan sendiri. Namun, karena kekuatan kalian dan energi kalian itu sama mungkin dapat memperkuat tekhniknya. Dan itu benar! Bahkan kekuatan kalian dapat mengubah bentuk pedang kalian yang kurus kecil ini menjadi lebih besar dan lebih mengerikan".


Ucap lili yang masih terkagum mengingat tekhnik yang diciptakannya bisa sesempurna itu.


"latihan sedikit lagi mungkin akan lebih bagus untuk kalian".


Ucap lili lalu menatap yuto debgan serius.


"kenapa? "


Tanya yuto kaku karena dirinya masih merasa resah saat ditatap oleh lili.


"kau lakukan tekhniknya. Mau tunggu apa lagi?"


Ucap lili agak kesal kepada yuto karena saat lili sudah mengode agar yuto dapat maju selanjutnya yuto malahan menanyakan kenapa pada dirinya.


"yaampun.Lili tolong sabarlah dengan anak muridmu yang terlalu menyebalkan ini"


Ucap lili menggosok-gosokkan dadanya dan menghembuskan nafas pelan karena memang sudah tak bisa berkata apa-apa lagi dengan sikap anak muridnya.


"Hebat!! Pedang hebatku! "


Teriak xiao dengan matanya yang berbinar mengingat pedang besarnya barusan.


Apalagi karena tekhnik ini dikembangkan oleh lili di pedang itu terdapat ukiran-ukiran yang terbuat dari api.


"yatuhan, Aku masih shock"


Ucap xia lalu duduk terdiam di batu dengan mata dan mulutnya yang menganga lebar masih tak percaya dengan apa yang dilihat dan dirasakannya tadi.


"Xia memang jarang seperti ini. Tapi saat ini kau benar-benar terlihat seperti xiao".


Gumam nana terkekeh pelan melihat 2 kakak beradik itu yang tak mempercayai kekuatan mereka sendiri.


Dhuarr.


sambaran kilat datang tiba-tiba saja dari langit.


Langit yang tadinya cerah juga kini berubah menjadi gelap mrmbuat semua orang terkejut.


Tepat saat chen melihat kelangit, awan hitam yang berkumpul itu membuat sebuah pusaran besar yang mengeluarkan petir dengan ukuran lebih besar.


Yuto yang berdiri ditengah-tengah pusaran itu mendapat sambaran kilat sebanyak tiga kali.


Dan tepat disaat xiao mendapat sambaran kilat sebanyak tiga kali awan-awan hitam tadi mengeluarkan hujan yang sangat deras.


"berlindunglah kalian, jangan sampai mengenai air hujannya!"


Teriak lili yang langsung memasang pelindung untuk dirinya sendiri.


Sedangkan anak-anak muridnya juga membuat pelindung dengan bantuan nana dan chen.


Setelah hujan yang deras itu turun tubuh yuto dipenuhi dengan petir.

__ADS_1


Petir yang mengeluarkan suara berisik itu mengelilingi tubuhnya, bahkan kekuatan petirnya saat ini terlihat lebih kuat karena dirinya yang terkena sambaran kilat tadi.


Tepat saat yuto mengangkat jarinya dan mengeluarkan petirnya, kekuatan petirnya tersambar kemana-mana seperti hujan dengan petir besar.


Petir yang dikeluarkannya menyambar kemana-mana dikarenakan air hujan yang dikeluarkannya tadi.


Chen dan yang lainnya merasa merinding melihat hal itu, jika saja mereka tadi berada diluar pelindung mungkin nyawa mereka sudah tidak ada sekarang.


"Cukup! "


Teriak lili karena sudah merasa tak enak jika yuto melanjutkan tekhniknya.


Yuto yang mendengarkan perkataan lili langsung mengembalikan semuanya seperti semula.


Bahkan hujan barusan sudah berhenti walaupun awan hitam itu hanya berlaku didaerah mereka saja.


Tapi jika dalam perhitungan lili, awan hitam itu sudah mencapai 70 meter.


Untung saja mereka melatih diri diluar kerajaan dewi kegelapan.


Jika saja mereka latihan disana mungkin para rakyat ada yang terkena serangan barusan.


"kau sudah hebat! Kekurangan yang ada pada dirimu hanyalah kau belum bisa membedakan lawan atau teman untuk menyerang. Kau harus fokus dan membutuh kecepatan mata yang ahli karena kau tak boleh sampai menyerang temanmu sendiri yang berjarak dekat denganmu. apa kau paham itu? "


Tanya lili menatap yuto yang ngos-ngosan karena masih belum terbiasa mengeluarkan petir sekuat itu.


Namun karena memang yuto memiliki pemikiran hebat dirinya langsung mengangguk cepat paham akan maksud lili barusan.


"Itu mengerikan! Mengapa kalian semua sangat hebat!!?"


Tanya leo dan jun bersamaan merasa sedikit sedih karena merasa mereka akan menjadi lebih payah daripada teman-temannya.


"Kalian bertiga akan kita lanjutkan besok. Hari sudah malam, sudah waktunya istirahat dan Makan malam".


Ucap lili lalu pergi kembali ke kerajaan dewi kegelapan diikuti anak-anak muridnya yang kembali bersemangat karena mendengar tentang makan malam yang lili ucapkan barusan.


"kak, bagaimana dengan pertandingan di kekaisaran langitnya? "


Tanya nana bingung karena mereka hari ini tidak ada pergi kekaisaran langit sama sekali untuk pergi ke pertandingan.


"pertandingan dibatalkan karena adanya serangan yang kita lakukan kemarin. Itu hebat bukan,gara-gara kalian pertandingan besar seperti itu sampai dibatalkan".


Jawab lili yang memang belum memberi tahu anak muridnya mengenai kabar tersebut.


Anak muridnya yang mendengar perkataan lili barusan menganga secara bersamaan tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"APAAA!! ""


teriak mereka secara bersamaan ditengah hutan membuat lili kembali terkekeh pelan karena juga tak percaya apa yang sudah diperbuat anak muridnya hingga pertandingan itu dibatalkan.


*


*


*


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2