
"Medusa, kau bahkan tak mengenali reinkarnasiku he?"
Tanya seseorang roh wanita dibelakang lili yang sudah pastinya adalah si dewi kegelapan.
Medusa yang dikenal sebagai ratu ular itu menunduk takut mengingat dewi kegelapan yang mengubahnya menjadi anak kecil seperti ini.
"Maafkan aku dewi. Maafkan aku kumohon".
Pinta medusa menunduk takut bergemetar hanya karena melihat roh dibelakang tubuh lili.
Lili sangat bingung dan agak merinding saat ini. Jika dewi kegelapan yang ada dibelakangnya ini sudah membuat medusa takut seperti apa kekuatan dewi ini.
Padahal bagi lili medusa ini sudah sangat-sangat kuat melebihi pikiran otaknya walaupun medusa ini terlihat kecil.
" dia baru saja mewarisi seperempat kekuatanku. Perjalanannya masih panjang, aku menyuruhnya kemari agar kau bisa menjaganya. Aku tidak bisa berada disini terlalu lama. Ingatlah untuk menjaganya, aku bisa tau jika kau melakukan kesalahan sekecil apapun itu".
Setelah mengatakan itu, roh dewi kegelapan menghilang didalam bayang-bayang.
Lili masih terdiam kaku karena merasa aneh dengan apa yang dilihat dan didengarnya.
Perasaan merinding masih terasa di tubuhnya karena kekuatan roh dewi kegelapan.
"aku tak suka perasaan seperti ini".
Batin lili lalu berdehem pelan menatap kearah medusa yang masih menunduk.
"Hei".
Panggil lili kearah medusa yang masuh bergetar menatap dirinya.
Ini sangat berbeda dengan pertemuannya barusan, padahal tadi medusa dengan hati yang murka ingin membunuhnya. Namun sekarang medusa malah terdiam gemetar takut menatap dirinya.
"Ya, yang mulia?"
Tanya medusa dengan suara yang bergetar.
"Lebih baik kau berdiri. Jika rakyatmu melihat kau menunduk seperti itu mungkin mahkota kehormatan mu akan jatuh".
Ucap lili lalu berjalan mengarah lubang gua yang dihancurkannya tadi.
"Seperti yang dikatakan dewi kegelapan. Kau ikut denganku, aku tau mengapa kau bersembunyi didalam gua ini. Gunakanlah jubah itu agar wajah dan tubuhmu tidak terlihat".
Sambungnya lalu melempar jubah berwarna hitam kepada medusa yang sudah berdiri berjalan mengarah ke lili.
" axe!"
Panggil lili berteriak kencang kearah atas gua.
Lubang gua yang dipecahkannya membuat banyak sinar masuk kedalam. Sehingga lili yang berdiri tepat dibawah sinar matahari itu benar-benar terlihat seperti dewi kegelapan dimata medusa. Namun yang kali ini terlihat berbeda, karena dimata lili penuh dengan kehangatan yang dapat membuat orang lain nyaman walaupun medusa masih takut mengingat lili adalah reinkarnasinya dewi kegelapan.
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?"
Tanya medusa memberanikan diri karena masih merasa ragu.
"Kau tak mempercayaiku?"
Tanya lili yang langsung menoleh cepat kearah medusa.
"Hiyy!! Kenapa ekspresi wajahnya terlihat mirip dengan dewi!?"
Batin medusa kembali memegang tangannya yang sudah keringat dingin.
Medusa yang memperhatikan lili sedari tadi kini mulai bingung saat melihat lili mengangkat tangannya naik keatas langit dengan wajah yang tersenyum.
Tepat saat lili menurunkan tangannya keadaan gua itu menjadi gelap gulita seperti dimalam hari yang tidak memiliki bulan dan bintang.
Kegelapan yang mengurung tubuh mungil medusa membuatnya merasakan seperti apa jika orang buta melihat.
Semua yang dilihatnya berwarna hitam.
Walaupun medusa pernah melawan dewi kegelapan namun, dewi tak pernah mengeluarkan serangan kegelapan seperti ini.
Medusa sangat takut, dia sudah merasa seperti orang mati yang menuju ke neraka karena sudah tak melihat apa-apa.
Suara bisikan-bisikan dari kekuatan kegelapan juga semakin menusuk telinganya.
Telinganya seakan-akan ingin pecah saat mendengar banyaknya bisikan roh roh kegelapan yang memendam dendam disana.
"Aku takut".
Batin medusa terduduk takut menutup telinga dan matanya membiarkan seluruh tubuhnya menjadi tuli agar tak merasakan aura kegelapan yang kuat ini.
" kau baik-baik saja?"
Tanya lili yang sudah memadamkan kekuatan kegelapannya.
__ADS_1
Lili kini sudah berada diatas tubuh axe menatap medusa seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
Sedangkan medusa masih takut menunduk kelantai dengan mata yang mengeluarkan air mata.
"Mentalmu rusak hanya karena roh pendendam itu. Jujur saja, bahkan kau yang sekuat ini masih belum bisa mengalahkan kekuatan kegelapan".
Sambung lili lalu menggendong medusa dengan paksa dan pergi dari gua itu bersama axe.
"Hei medusa".
Panggil lili menatap kearah langit mengeluarkan nafas lelahnya.
" ya? Yang mulia?"
Tanya medusa sedikit gugup.
"Dewi kegelapan itu seperti apa?"
Tanya lili pelan menatap kearah medusa dengan wajah yang benar-benar ingin tahu.
"Dewi kegelapan itu adalah simbol perdamaian disini. Yah, walaupun dia bisa dibilang menakutkan namun banyak masyarakat yang menjunjung tinggi namanya. Dewi kegelapan itu sangat kuat,dan yang bisa menandinginya adalah raja iblis. Dewi kegelapan selalu pergi mencari penjahat yang berlevel tinggi agar masuk kedalam pasukannya seperti yang dia lakukan padaku.
Dewi kegelapan itu adalah wanita yang egois,pintar dan sangat kuat. Aku sudah menjadi pengikutnya dari beberapa ratus tahun yang lalu dan dia juga bersikap baik denganku namun tetap saja aku selalu merasa takut dengannya.
Dia selalu sendirian, dia menyelamatkan dunia ini agar seluruh masyarakat dapat mengingat namanya. Dan itu semua benar, semua usahanya membuahkan hasil yang sangat tak terduga. Dirinya menjadi terkenal dan bertambah kuat, dia membangun kekaisarannya sendiri dengan jerih payahnya. Ingatlah, istana dan kekaisaran itu berbeda. Bayangkan saja seorang wanita dapat membuat kekaisaran yang besar apa yang kau pikirkan? Menakjubkan bukan?. Tapi, semua itu menjadi sia-sia karena dewi kegelapan yang wafat saat melawan raja iblis".
Penjelasan medusa terhenti kembali mengingat wanita yang ditakutinya itu meninggal.
Medusa masih mengingat rasa bahagia dan sedih saat melihat dewi kegelapan mati didepan matanya.
"Bagaimana dengan raja iblis?"
"Mereka berdua sama-sama wafat terbakar api. Karena pada saat itu dewi kegelapan tak memiliki pilihan lain dan lebih memilih meledakkan tubuhnya didekat raja iblis. Dia meninggal tepat didepan mataku, antara bahagia karena aku akan lepas darinya dan sedih karena kehilangannya membuat ku bingung dan terdiam seperti orang bodoh. Aku sudah memakai tubuh ini selama beberapa tahun karena suruhan dari dewi kegelapan dan sampai sekarang aku belum mengubah wujudku kebentuk semula. Dewi kegelapan hanya ingin aku berjalan bebas memakai wujud ini tanpa ada yang tahu bahwa aku adalah medusa".
Jelas medusa lalu memberanikan menaikkan wajahnya menatap lili.
Tepat saat medusa menatap mata lili dirinya melotot kaget ingin mengeluarkan air mata karena melihat roh dewi kegelapan tengah tersenyum kearahnya.
" kau kenapa menangis?"
Tanya lili panik saat melihat medusa yang sudah menyucurkan air mata.
"Dewi kegelapan. Maafkan aku, aku pasti akan menjaga anak ini dan berusaha membuang rasa takutku padamu".
Ucap medusa menatap awan diatas langit yang dimana tempat roh dewi kegelapan tersenyum kepadanya.
Awan besar berbentuk wajah perempuan cantik tersenyum kearah mereka, ini sungguh fenomena yang mengerikan. Namun, lili tetap diam melongo melihat senyuman yang menenangkan itu.
" kebenaran satu persatu kembali terbuka. Apa perang benar-benar akan terjadi secepat ini?"
Tanya lili didalam hati tersenyum kearah roh dewi kegelapan yang tak lama kemudian langsung menghilang dari hadapan mereka.
"Hei medusa. Tunjukkan aku dimana kekaisaran dewi kegelapan berada".
Ucap lili lalu kembali menatap kearah depan bersiap-siap dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
" baiklah".
***
"Kita sudah sampai. Tapi akan lebih baik jika kita masuk kearah yang berbeda".
Ucap medusa saat melihat kekaisaran milik dewi kegelapan.
" mengapa harus kearah yang berbeda? Gerbangnya kan disini".
Sahut lili bingun menatap kagum besarnya kekaisaran yang ada dihadapannya.
Bahkan kekaisaran langit kalah dengan kekaisaran milik dewi kegelapan.
"Dewi kegelapan itu sangat pintar. Dia membuat banyak jebakan didaerah sini. Bahkan aku tak dapat menyelesaikan jebakan ini selama beberapa tahun".
Jawab medusa yang semakin membuat lili bersemangat karena memikirkan tantangan jebakan dibawah.
Baru saja medusa siap menjelaskan lili sudah melompat kebawah untuk melakukan tantangan yang mungkin akan sangat seru baginya.
"HAHAHA! KAU JAGA DIATAS YA! AKU INGIN MENUNTASKAN TANTANGAN INI SEBENTAR!"
teriak lili senang karena sudah lama dirinya tak bertemu dengan jebakan mengerikan yang menurutnya sangat imut.
"Apa dia memang seperti itu?"
Tanya medusa kepada axe yang hanya menghela nafas pelan.
"Kau juga tak akan menduganya kan. Dia itu benar-benar tak bisa kau tebak secara langsung. Tapi, asal kau tau saja dia pasti akan melebihi dewi kegelapan".
__ADS_1
Jawab axe membuat medusa hanya terdiam melihat lili yang melompat kebawah.
***
" oh, marilah adik kecil kita akan mulai!"
Lili berlari kencang menoleh kekanan dan kekiri dengan cepat.
"Dewi kegelapan. Mungkin bisa dibilang aku lebih pintar darimu".
Ucap lili yang melompat ke pohon menghindari rumput berjarum yang hampir dipijakinya.
"Aku sudah lama tidak melakukan ini".
Lili bersalto tepat diatas pohon dan melayang terbang kearah pohon yang lain.
Tepat saat rumput berduri sudah habis lili kembali turun ketanah dan kembali tersenyum senang saat mendengar suara tembakan panah.
Ribuan panah yang sudah dioleskan racun mematikan itu dapat dilewati lili dengan cepat.
Bahkan lili menghancurkan tempat dimana panah itu keluar, baginya ini masih belum apa-apa karena latihannya di markas bersama kakek lebih mengerikan dan canggih dari ini.
" oh. Ingin main api ya".
Ucap lili tersenyum puas saat melihat api suci dihadapannya.
Mungkin siapapun yang sudah berada disini akan kembali kerumah karena takut terbakar, namun lili tetap semangat dan mengeluarkan tali besi dari gelang penyimpanannya.
"Saat disini aku sudah banyak membuat senjata. Apalagi kualitasnya sangat tinggi karena besi-besi ini sudah dilapisi dengan api hitamku. Mari kita uji coba dulu".
Tali besi panjang terikat kuat digenggaman tangan kanan dan kiri lili.
Satu lemparan kuat dua tali besi itu menyangkut kuat ditembok gerbang.
"Ayo terbang!"
Teriak lili lalu melayang cepat seperti kilat kearah gerbang.
Tak sampai semenit lili sudah berada di dinding gerbang dan tersenyum puas menatap kearah jebakan-jebakan yang masih banyak namun sudah dilewati olehnya.
"Aku berterima kasih kepadamu chen".
Ucap lili lalu kembali menyimpan tali besi buatannya yang diberikan ide oleh chen.
" BAGAIMANA BISA?!"
Teriak medusa frustasi. Bahkan dirinya yang sudah bertahun-tahun itu belum pernah menyelesaikan jebakan ini.
Bahkan lili tidak mengeluarkan kekuatan sedkitpun.
"Sudah kubilangkan. Sebentar lagi dia akan melampaui dewi kegelapan. Yah, walaupun bocah itu terkadang sangat mengesalkan".
Jawab axe puas saat melihat lili baik- baik saja.
Bahkan lili bergelayut didinding gerbang dan tersenyum senang diatas sana.
"HOI LAMBAN!! CEPAT KEMARI!".
teriak lili menjulurkan lidahnya mengejek axe yg belum sampai sedari tadi.
" ini yang membuatku sangat kesal padanya".
Ujar axe sinis dan mempercepat kecepatan sayapnya.
baru saja lili turun dari dinding pintu gerbang besar itu terbuka lebar menampakkan banyaknya rakyat yang seperti sedang heboh ingin melihat siapa yang bisa melewati jebakan seperti itu.
"Apakah yang dikatakan dewi kegelapan benar?".
Saat mereka melihat lili itulah yang mereka pertanyaakan.
Lili pun bingung mengapa semua orang berkata seperti itu sambil melihat kearahnya.
"Hah?".
Itulah yang dijawab lili dengan wajahnya yang bingung tak tau apa-apa.
Bahkan wajah lili saat ini benar-benar ingin axe tendang karena itu terlihat sangat mengesalkan.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.