
"Kalian sudah selesai?"
Tanya lili yang sudah kembali ke ruangan utama.
Disana masih terdapat nana dan xia yang masih terduduk menutup matanya untuk fokus merubah wujud mereka.
Saat xia membuka mata tubuhnya dipenuhi cahaya dan juga asap-asap putih yang melingkar disekelilingnya.
Laki-laki tampan dengan wajah polos, tubuh yang tinggi semampai, rambut yang panjang seleher yang berwarna hitam serta mata biru terang tengah berdiri menatap sekeliling dengan bingung.
"Pergilah bercermin"
Ucap lili lalu tersenyum kearah xia.
Xia hanya mengangguk patuh dan berjalan didepan cermin, saat dirinya berkaca xia bukan main terkejut dengan perubahan wujudnya.
"A-aku berhasil!"
Seru xia yang kini gembira dan agak sedikit terpana dengan ketampanannya.
Xia berjalan cepat menghampiri lili dan melihat nana yang masih terduduk menutup matanya.
"Ganti pakaianmu, lalu kita tunggu nana sebentar"
Lili menutup matanya karena tak tahan melihat wajah polos tampan xia. Dia bahkan hampir kehilangan pikiran bahwa xia adalah perempuan, dan untunglah pikirannya masih dipenuhi dengan kata perempuan sehingga lili dapat menahan diri.
5 menit berlalu sedangkan nana masih belum membuka matanya, xia yang sudah berganti pakaiannya memakai pakaian mewah. Xia sudah terlihat seperti pangeran kerajaan besar saja.
"Anu, kakak. Apa yang akan kita lakukan?"
Tanya xia sedikit menunduk karena masih agak segan berbicara dengan lili.
Lili yang mendengar pertanyaan xia langsung menoleh lalu menyunggingkan senyum liciknya kearah xia.
"Kita masuk kedalam perlelangan, aku ingin melelang sesuatu. Aku membuat kalian berubah seperti ini karena tadinya aku melihat ada sesuatu yang menarik untuk diporoti"
Ucap lili membuat xia menaikkan alisnya karena tidak terlalu mengerti dengan ucapan kakak perguruannya ini.
"Maksudnya?"
Tanya nana yang tiba-tiba berjongkok melihat lili dan xia dengan wajahnya yang berubah menjadi tampan.
Lili hampir pingsan mimisan pelangi karena melihat wajah tampan nana yang bahkan hampir menyamai lili, begitupun dengan xia yang menganga lebar hampir mengeluarkan air liurnya karena melihat nana.
"Selera mu tinggi ya"
Ucap xia saat melihat nana yang berwujud laki-laki saat ini.
Tubuh tinggi yang sama dengan xia versi laki-laki, rambut panjang berwarna biru pekat dengan mata berwarna hitam kilat terlihat sangat tampan.
Nana yang masih belum melihat perubahannya berlari kecil mengarah cermin dan hampir pingsan karena melihat dirinya yang ada di cermin.
"Kenapa, kalian berubah menjadi sangat tampan semua. Aku merasa kalah".
Ucap lili tiba-tiba lalu menyodorkan pakaian mewah yang sudah disiapkannya untuk nana.
Lili kembali menutup matanya dan merubah tubuhnya menjadi lelaki.
Xia dan nana yang tadinya diam kini menjerit pelan saat melihat ketampanan dari seorang lili.
__ADS_1
Hampir saja nana mimisan pelangi saat melihat lili atau chris yang kini berdiri dengan tubuh yang tinggi melebihi xia dan nana.
Kira-kira tinggi lili saat ini seperti han dengan ketampanan yang melebihi raja mereka.
" cepatlah ganti pakaianmu"
Setelah lili mengucapkan itu dia kembali kebelakang untuk berganti pakaian juga yang lebih mewah dari nana dan xia.
Tentu saja lili tak mau kalah dengan muridnya yang sangat tampan saat memakai pakaian kerajaan.
***
"Wahh, apakah mereka seorang pangeran?"
"Mereka sangat tampan yaampunn! Kau pura-pura mengejar aku ya. Nanti aku akan bersandiwara agar jatuh didepan malaikat tampan itu"
"Yatuhann, aku ingin pingsan rasanya melihat mereka"
"Tampan!! Hamili aku dong!!"
Banyak teriakan dan bisikan disekeliling lili dan 2 muridnya yang berjalan dibelakang untuk menjaga lili.
Xia sedikit gemetar gugup karena melihat sekelilingnya yang menatap dirinya.
Sedangkan nana malah tersenyum tebar pesona kepada semua wanita yang menatapnya membuat mereka pingsan.
Lili yang berjalan paling depan tadinya menutup wajahnya dengan kain yang ditutup dari hidung hingga mulutnya kini dibuka sengaja lalu berjalan tebar pesona bukan main, malah melebihi nana.
Banyak wanita dan lelaki yang menganga karena iri dan kagum bukan main saat melihat wajah lili.
Pakaian mewah, tubuh dan wajah yang tampan membuat mereka menjadi tatapan semua orang.
Saat lili melangkah lagi dirinya menabrak seorang gadis yang menurut lili sangat manis dan imut.
Tetapi karena lili sangat ahli dengan yang namanya drama, pastinya lili akan membuat pertunjukan yang luar biasa.
"Nona kecil, kau tidak apa-apa?"
Tanya lili lalu berjongkok menatap gadis dihadapannya dengan senyuman yang lembut.
Gadis itu rasanya ingin pingsan karena tak tahan melihat ketampanan lili yang berlipat ganda.
Banyak yang berteriak karena melihat lili menggendong gadis yang jatuh itu seperti adegan romantis.
"Aku siapa, aku dimana"
Gadis yang tak tahan dari tadi kini pingsan dengan roh yang melayang bahagia, saat sampai didepan rumah tabib lili membaringkannya dikasur agar tabib itu menyembuhkannya membuat adegan yang dibuat lili menjadi sempurna seakan-akan natural tidak dibuat-buat.
Baru saja lili melangkah sebentar mengarah ke rumah lelang dirinya malah terkepung dengan banyak gadis-gadis bahkan tante-tante yang berpura-pura jatuh dihadapan lili, xia dan nana.
Lili sedikit merinding memikirkan dirinya mengangkat tante-tante dengan belahan yang dinampakkan dan bibir merah menyala membuat tante itu terlihat seksi.
Lili mau tak mau membawa xia dan nana berteleportasi dan langsung masuk kedalam rumah lelang.
"Huftt, yang benar saja. Mereka seperti tidak punya harga diri"
Ucap nana sambil mengatur nafasnya yang masih terkejut karena teleportasi tiba-tiba tadi.
"Nah kalian. Dekati 3 wanita cantik itu. Lalu masuklah ke ruangan lelang bersama 3 orang itu. Aku akan kebelakang untuk memberikan dan mengambil uang".
__ADS_1
Lili langsung pergi begitu saja meninggalkan xia dan nana yang menelan ludah sedikit takut dengan misi dari lili.
Walaupun hanya mendekati, tetapi akan sangat mengerikan jika wanita cantik disana kehilangan batas.
"Xia, kau gunakan sikap lelaki keren. Aku akan mencoba berbuat sedikit pertunjukan".
Nana mengeluarkan 5 kertas berbentuk orang, tak lama kemudian kertas tadi berubah menjadi laki-laki yang berpenampilan seperti preman.
Xia hanya diam dan menatap 3 wanita cantik yang bisa dibilang adalah orang kaya kini tengah tertawa sambil berjalan mengarah ruangan lelang.
"Rampok 3 wanita itu"
Setelah mendengar perintah dari nana, 5 preman tadi langsung mengelilingi 3 wanita kaya itu dengan wajah sangar preman dan bentakan membuat 3 wanita tadi gemetaran.
Setelah menunggu beberapa menit, keributan semakin terjadi membuat nana dan xia langsung maju memukul setiap leher preman yang dibuat nana tadi.
Preman yang tadinya adalah orang kini berubah menjadi kertas lagi lalu nana mengeluarkan mantra agar semua orang yang melihat kertas ini adalah manusia.
"Nona, anda tidak apa-apa?"
Tanya nana dengan wajah sok kerennya lalu tersenyum manis membuat wajah 3 wanita dihadapannya menjadi merah padam.
Xia yang tetap diam membuat nana jengkel, saat nana menghadap kebelakang xia terkejut dan hampir berteriak saat melihat wajah horror nana.
"Ce-pat se-nyum"
Ucap nana pelan lalu kembali menghadap 3 wanita itu dengan senyum manisnya.
Xia kini maju dan mengikuti nana yang memberikan sikap manis dan senyuman lebar kepada 3 wanita tadi untuk memikat hati mereka.
Sedangkan dilain tempat lili bukan main bahagia saat melihat setumpuk uang yang baru saja diambilnya setelah menjual barang untuk dilelang.
Bahkan katanya uang yang dipegang lili masih setengah dari jumlah uang yang harus dibayar.
Walaupun han punya uang yang banyak, tetapi lili lebih senang dengan uang yang baru dia dapatkan. Karena ini adalah uang dari dirinya sendiri bukan dari han.
Orang-orang yang melihat lili sedikit bingung karena kelakukan lili seperti orang mabuk tengah berjalan.
"Uang banyak. Hehe"
Ucap lili dengan liur yang hampir menetes karena terlalu bahagia.
Setelah itupun dia berjalan untuk masuk kedalam ruangan lelang yang sudah ada nana dan xia.
Mungkin nana dan xia akan keringat dingin karena didekati dan digoda oleh wanita.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.