GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-28


__ADS_3

"Pertandingan akan dimulai 5 hari lagi. Chen, nana, xiao, ye, jun, dan jo. Kalian masuk didalam pertandingan per tim . didalam pertandingan duo, xia berpasangan dengan leo dan vivi berpasangan dengan gong melawan musuh. aku akan masuk ke pertandingan solo"


Ucapan lili diakhir kalimatnya membuat mereka semua terkejut. Kenapa lili harus ikut serta? Dia kan ratu.


"Anu, kenapa kakak ikut pertandingan ini?"


Tanya vivi sedikit gugup karena merasa takut untuk bertanya.


Lili hanya berdiri menatap muridnya tengah duduk diruangan latihan.


Lili menutup matanya dan 5 detik kemudian dirinya dipenuhi cahaya.


Laki-laki yang tampan melebihi rata-rata, tubuh yang tinggi semampai, pesona dan aura hebat memenuhi lelaki yang kini tengah berdiri dihadapan muridnya.


Vivi dan nana melotot menatap lili seperti sedang lapar. Sedangkan xia menutup mulutnya yang menganga serta wajah yang sudah memerah karena melihat laki-laki dihadapannya sangat tampan.


"Anu, ayuk menikah!"


Ucap vivi dengan darah yang sudah menetes dari hidungnya.


Jantungnya berdetak kuat seperti ingin keluar dari tubuhnya. Jun dan yang lainnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya walaupun mereka juga sedikit terpana dengan ketampanan lili.


"Aku sudah menikah"


Ucap lili masih dengan rupa laki-laki.


Dengan wajah yang tersenyum lili berjalan mendekati vivi lalu memukul kepalanya sedikit keras membuat vivi berteriak karena kaget dan sakit.


"Uwaa, jahat!"


Teriak vivi lalu berlari kearah jun dan bersembunyi dibelakangnya menghindari lili yang sepertinya sedang marah.


"Cukup bercandanya! Aku akan bertanding dengan tubuh ini"


Ucap lili lagi dengan suaranya yang sangat berat dan gagah melebihi han yang menurut lili adalah lelaki letoy.


"Yasudah, hari ini cukup sampai disini. Xia dan nana ikut aku ke balai kota untuk membeli sesuatu. Ah, jun. Tolong biarkan vivi istirahat dan buat dia sadar dengan apa yang dia lakukan hari ini. Jika saja dia seperti itu dengan orang lain itu sungguh akan sangat memalukan".


Setelah mengucapkan itu lili kembali berubah menjadi perempuan dan pergi keluar untuk menemui han.


***


" aku ingin ke balai kota"


Pinta lili sedari tadi yang tidak digubris sama sekali oleh han. Han bukannya tidak mau mengijinkan, masalahnya han hanya takut jika lili keluar istana nantinya banyak lelaki yang akan mengikuti lili. Han juga tidak bisa ikut keluar karena dirinya tengah sibuk mengurus surat-surat penting dari kekaisaran langit untuk mengurus masalah pertandingan nanti.


"Yasudahlah"


Lili keluar melewati pintu besar ruangan raja dan meninggalkan han yang menatap lili dengan sendu sedikit tak tega karena melihat wajah istrinya sedikit kecewa.


Sedangkan yang diluar tengah menyumpah serapahi suaminya dengan wajah yang sangat kesal.


Lili tetap berjalan kearah gerbang walaupun han melarangnya.


Lili memanggil nana dan xia agar bisa ikut ke balai kota bersamanya, tak butuh waktu lama mereka berdua sudah datang dan memberi salam kepada lili.


Saat ingin melangkah ke gerbang, lili melihat penjaga yang menunduk kearahnya memberi hormat. Lili berjalan menghampiri salah satu penjaga dan membisikkan sesuatu membuat penjaga itu hanya mengangguk patuh dengan jempolnya yang dinaikkan.


Xia dan nana yang bingung menatap lili kini tetap berjalan menuju balai kota tanpa memakai kereta kuda.


Karena kata lili, jika memakai kereta kuda istana mungkin akan menimbulkan kehebohan.


Tepat setelah melewati gerbang lili berhenti tiba-tiba membuat xia dan nana hampir menabrak tubuh lili karena sedikit kaget.

__ADS_1


Tak lama kemudian tubuh lili dipenuhi cahaya seperti tadi dan lili kembali berubah menjadi laki-laki membuat dua muridnya menganga mengagumi ketampanan laki-laki dihadapan mereka.


"Kenapa harus berubah wujud?"


Tanya nana dengan wajahnya yang sedikit memerah saat melihat manik mata berwarna hijau terang milik lili versi lelaki.


"Karena aku tidak mau membuat han resah memikirkan aku akan dikejar-kejar oleh laki laki. Dan juga mulai hari ini, jika aku berubah wujud seperti ini panggil aku dengan nama chris"


Ucap lili yang hanya dibalas anggukan oleh nana dan xia.


"Lilia christiana. Aku merindukan nama itu haha"


Ucap lili lalu berjalan dengan santai dan itupun dia dia masih terlihat gagah dengan rupa tubuh yang lainnya.


***


"Yatuhann!! Apa ini yang namanya malaikat?!"


"Yaampun aku rasanya ingin pingsan!"


"Tuann!! Kau tampan!!"


"Nikahi akuu!!"


Teriakan dan juga bisikan dari wanita kota banyak terdengar ditelinga lili.


Lili memuji dirinya yang tampan ini dan tersenyum kearah semua wanita yang menatapnya membuat mereka pingsan karena  mimisan tak kuat saat melihat senyuman manis dari chris.


Xia dan nana yang tidak tahan dengan bisikan dan teriakan wanita disekelilingnya kini maju dan berjalan bersampingan dengan lili membuat wanita tadi irinya bukan main.


Sepanjang jalan mereka berjalan bersampingan membuat semua orang iri dan akhirnya sampai ketempat tujuan.


"Perdagangan lelang Qiao. Untuk apa kita kesini?".


" tutup aura kekuatan kalian. Ayo masuk"


Baru melangkah sekejap lili kembali berhenti dan menarik xia dan nana ke lorong sempit yang jarang dilewati. Xia dan nana hampir saja teriak karena terkejut saat lili tiba-tiba menarik mereka dan pergi ke lorong secepat kilat.


"Aduhh, kenapa kak?"


Tanya xia memegang dadanya yang berdetak kuat karena masih terkejut.


Lili hanya tersenyum licik dan membuka kalung gioknya, baru sedetik lili meletakkan dilantai mereka bertiga langsung tersedot kedalam giok. Giok yang tadinya dilantai juga kini menghilang karena lili yang menghapus tanda keberadaan gioknya.


"Pelajari ini dalam waktu 10 menit, pikirkan wajah paling tampan atau idaman kalian. Setelah itu, pakai baju ini. Aku akan kebelakang sebentar"


Setelah lili memberikan buku teknik perubah wujud dan pakaian laki-laki mewah yang dibuat khusus dengan kain katun serta perhiasan emas yang ada dipakaian tersebut dia langsung pergi kebelakang rak dan mengelilingi ruangan giok yang luas ini.


"Wahh, apa ini teknik untuk berubah wujud? Aku tak sabar menggunakannnya! Tapi, kita dimana ya?"


Tanya nana sedikit kagum saat mengedarkan pandangannya melihat seluruh barang-barang berharga yang dia kira barang itu adalah milik lili.


"Aku juga banyak pertanyaan. Tapi, yang paling penting adalah pelajari buku teknik ini. Kita hanya diberi waktu sedikit oleh kakak".


Ucap xia yang langsung duduk mempelajari teknik perubahan wujud dan memikirkan tujuan lili menyuruh mereka melakukan ini.


Sedangkan dilorong kedua ruangan giok terdapat banyak bahan-bahan langka yang dipakai untuk membuat pil.


Disepanjang jalan lili hanya menganga menatap seluruh barang berharga dan mahal yang susah didapat. Han memang sangat luar biasa menurutnya.


Saat berjalan ke ruangan yang paling ujung, lili rasanya ingin terbang karena bahagia melihat deretan-deretan senjata dan juga ada seekor roh kecil yang berterbangan diruangan itu.


" Siapa?"

__ADS_1


Tanya satu roh kecil berparas imut menatap lili dengan bingung.


"Aku pemilik giok ini".


Lili kembali mengedarkan pandangannya dan tatapannya berhenti tepat di tombak yang terdapat nama 'gu nin' milik han dipajang dengan cantik di sebuah rak.


Lilk sebenarnya sangat tertarik dengan tombak ini. Soalnya dapat menyerap jiwa dan roh seseorang sehingga membuat tombak ini semakin kuat yang bisa menyalurkan kekuatan roh tadi kedalam tubuh tuannya.


Tapi, karena han sudah kembali ke wujud manusia, lili lebih baik mengembalikan tongkat milik han karena dia pasti akan mencari senjata yang lain.


" tunjukkan wujudmu yang sebenarnya"


Ucap roh itu tiba-tiba membuat lamunan lili barusan langsung buyar dan kembali menatap roh kecil dihadapannya.


Karena lili sangat malas untuk berbicara, dirinya menutup mata sekejap dan kembali menjadi perempuan disertai cahaya dan asap disekeliling tubuhnya.


"Ah, nona lili"


Roh yang tadinya melayang di udara kini menunduk patuh dihadapan lili.


Lili yang bahkan belum memberi tahu namanya kini sangat bingung dan agak sedikit takut dengan mahkluk dihadapannya.


"Anu, tuan han sudah memberikan aku ingatan tentang nona. Jadi aku mengetahuinya. Ah iya! Nona kesini ingin mencari apa?"


Tanya roh kecil itu dan terbang mengelilingi ruang yang penuh senjata itu dengan cepat membuka tirai-tirai yang menutup senjata-senjata didalam rak.


Dari bermacam-macam tombak, pedang, samurai, pisau-pisau besar dan kecil serta sebuah tongkat yang diujung terdapat besi melengkung tajam seperti tongkat malaikat maut.


"Apa nama pedang ini?"


Tanya lili menunjuk satu pedang berwarna biru terang dengan kekuatan besar yang dapat dirasakan oleh lili walaupun pedang ini belum sempurna.


"Dari seluruh senjata Ini adalah pedang terakhir buatan tuan han yang belum disempurnakan karena belum sempat menemukan berlian langka berwarna putih suci bersih yang sulit ditemukan".


Jelas roh kecil itu lalu mengambil pedang tadi dan diberikan kepada lili.


" memangnya kenapa jika tidak ditambahkan berlian itu?"


Tanya lili sambil meneliti setiap inci bentuk pedang yang sangat indah dan tentunya sangat kuat dan menarik bagi lili.


"Berlian kecil itu memiliki inti sari yang sangat kuat bahkan tidak intinya tidak dapat dipecahkan dengan mudah. Karena itulah tuan mencari berlian putih untuk memperkuat pertanahan pedang ini".


Lili hanya mengangguk-anggukkan kepalanya lalu tersenyum senang menatap roh kecil dihadapannya.


" aku pilih ini"


Ucap lili membuat roh kecil itu menganga tak percaya karena lili memilih pedang yang setengah jadi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2