
"Kalian duduklah dengan tenang".
Ucap lili kepada 10 murid unggulan yang membantunya.
Tentu saja lili akan membalas budi mereka dengan cara mengajarkan teknik baru.
Han duduk di barisan belakang ruangan sambil memangku wei dan mendengarkan lili yang katanya ingin mengajari jurus baru kepada murid unggul yang diambil han.
"Baiklahh, karena aku sangat ingin mengajari teknik baru kepada kalian.. Maka mulai hari ini kalian harus memanggil ku kakak"
Ucap lili kepada seluruh murid yang kini tengah mengangguk mendengar perintah lili.
"Kalian adalah sebuah tim, jika kalian adalah sebuah tim yang kuat. Bisakah kalian ambil tongkat ini dariku?"
Tanya lili sambil memegang sebuah tongkat besi panjang yang entah didapatnya dari mana.
Lili dari dulu memang ingin mengajari murid dengan keren seperti tetua komunitas pembunuh bayaran saat dia masih menjadi lilia.
Saat ini han dan yang lainnya hanya meneguk ludah melihat lili yang agak mengerikan memegang tongkat besi.
"Tentu saja, itu sangat mudah"
Ucap jun dengan sombong menganggap tugas dari lili adalah suatu hal yang mudah.
Yang lain juga percaya diri akan mengalahkan lili dan mengambil tongkatnya membuktikan bahwa mereka adalah sebuah tim.
"Ohh, jangan senang dulu. Tongkat ini hanya satu, jika satu orang itu ada yang mendapatkan tongkat ini maka sisanya ku anggap tidak lulus dari tes ini"
Ucap lili lalu pergi keluar dari ruangan pelatihan dan pergi kehalaman perguruan istana qi.
Yang lain saling berhadapan dan menatap satu sama lain, han kini yang mengerti jalan pikiran lili hanya tersenyum dan berjalan mengikuti istrinya sambil menggendong wei.
"Apa maksudnya?"
Tanya chen yang mendapatkan gelar otak jenius kini menggaruk-garukkan kepalanya bingung dengan perkataan lili.
Kalau begitu sama saja artinya lili membuat duel antara satu sambesi in untuk mendapatkan tongkat yang hanya satu itu.
Xiao, leo dan yang lainnya terdiam karena memikirkan tes yang akan mereka hadapi.
Lili berkata harus bekerja sama, tetapi tongkatnya hanya satu dan itu untuk satu orang.
Xia agak bingung saat ini dan pergi kehalaman bersama yang lainnya.
Lili berdiri ditengah-tengah halaman.
Tongkat besi yang dipegangnya kini sedang ditancapkan ketanah lalu lili berdiri diujung tongkat itu tanpa merasakan keseimbangannya saat berdiri ditongkat itu terganggu.
Lili berdiri dengan tegak menyesuaikan dirinya dan keseimbangan telapak kakinya yabg bertumpu pada ujung tongkat.
Banyak murid-murid yang kini sedang melihat latihan lili dan murid unggulan disini.
Nana yang memiliki kekuatan penyihir berdiri paling belakang karena keahliannya adalah jarak jauh yang pastinya kelemahan nana adalah jarak dekat.
Lili membagi tubuhnya menjadi lima dan menatap nana dengan senyuman yang tak dapat diartikan membuat nana mengucapkan suatu kalimat mengeluarkan sihirnya untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
"Kalian lemah dalam kerja sama"
Lili yang asli tengah berdiri menatap chen dengan senyuman tipisnya.
Saat ini formasi kelompok mereka hancur karena mengincar tongkat besi yang dipijaki lili.
Menurut mereka ini akan sangat mudah, ternyata pikiran mereka tak sesuai kenyataan karena walaupun mereka melawan lili sendiri tetaplah lili yang paling kuat.
Satu bayangan lili melawan xiao dan xia secara bersamaan.
Lili melawan xiao dan xia memakai tangan kosong dan ilmu bela diri tahap awal sudah bisa membuat dua saudara berpedang itu kewalahan.
Jun, leo dan vivi memanggil naganya dan melawan satu bayangan lili yang lain.
Lili mengeluarkan api hitamnya dan melempar asal-asalan sebanyak mungkin.
Api hitamnya berbentuk seperti jarum yang sudah lili berikan racun pelumpuh sementara didalam api hitam itu.
Hanya dengan mengarahkan matanya ke jun, leo dan vivi kini 3 orang yang memiliki kekuatan spirit naga itu tertusuk banyak jarum hitam ditubuh mereka.
3 naga yang dipanggil mereka juga melemah karena energi dalam vivi, jun dan leo mengalami kelumpuhan karena jarum hitam lili yang masuk ketubuh mereka.
Padahal hanya bayangan lili, dia bahkan tidak perlu menyentuh 3 orang ini untuk mengalahkannya.
"Sejak kapan istriku menjadi sekuat ini"
Ucap han menganga menatap lili yang sangat kuat mungkin sedikit lebih kuat melebihi han.
Nana yang melihat temannya terduduk tak berdaya mengeluarkan sihirnya untuk mengobati vivi, jun dan leo dari belakang.
Chen dan jo bahkan sedang kewalahan melawan bayangan lili yang hanya menggunakan kekuatan petirnya.
Lili jarang sekali menggunakan kekuatan petir karena belum terlalu pandai mengendalikan petir yang diwariskan chun.
Tapi saat ini bahkan bayangan lili membuat langit menjadi hitam mengeluarkan petir yang menggelegar diatas mereka.
"Kesalahan terbesar. Seharusnya yang paling kalian lindungi adalah nana karena dialah yang terpenting disini untuk menguatkan dan menyembuhkan kalian"
Lili mengarahkan pedang kecil tepat dileher nana dan menyentuh kepala nana untuk menghentikan kekuatan sihir yang ada ditubuh nana.
Ye dan gong kini berlari kearah lili yang asli untuk merebut tongkat besi itu.
Teman-temannya bahkan sudah terkapar hanya karena bayangan, mereka tidak mau kalah dan ingin membuktikan bahwa ye dan gong mampu mengalahkan lili.
"Sudah kukatakan. Kalian lemah dalam kerja sama"
Kekuatan kegelapan lili menyebar mengurung mereka bersepuluh didalam kegelapan.
Kekuatan kegelapan lili membuat mereka gemetar dan terdiam karena tak bisa melihat apa-apa.
Tongkat besi yang dipijaki lili kini dipegangnya dan diseret ke tanah membuat bunyi yang sangat berisik.
Lili memukul bagian tengkuk mereka dengan tongkat besinya.
Satu persatu mulai tumbang dan lili kembali membuka kekuatan kegelapannya.
__ADS_1
Saat dibuka seluruh orang yang menonton bahkan han melotot tak percaya karena melihat murid unggulan perguruan qi seluruhnya tumbang dan menyisakan lili sendiri yang menatap kelangit.
"Sebenarnya kalian kuat jika bersatu"
Ucap lili menatap 10 muridnya yang terduduk lemah menetralkan kekuatan mereka.
Chen yang dari awal hingga kini berpikir terus menerus tentang perkataan lili kini mengerti dan menatap semua teman-temannya yang terduduk lemah.
Lili berbalik berniat untuk istirahat dari tes yang gagal mereka lakukan.
"Tunggu. Kami belum menyerah"
Chen berdiri membopong jo dan nana agar berdiri menyamai dirinya.
Jun, vivi dan leo pun juga sama,berusaha berdiri menetralkan inti kekuatan mereka agar berfungsi kembali.
Ye dan gong yang tidak terlalu terluka kini membantu xia dan xiao berdiri.
10 orang murid yang sudah dibuat lili babak belur kini berdiri saling bergenggaman untuk menyalurkan kekuatan mereka yang tadinya lemah kini menjadi normal karena saluran kekuatan yang dikeluarkan 10 orang itu.
"Baiklah"
Lili tersenyum menatap mereka dengan tatapan semangat.
Kali ini mungkin lili akan lebih serius untuk menghadapi tim yang kini tengah bersatu kembali karena chen.
"Gunakan formasi saat tim kita pertama kali debut"
Ucap chen sambil menghapus darah dibibirnya.
Xia dan yang lainnya menatap tak percaya karena ide konyol chen.
"Kau serius?"
Tanya leo sedikit ragu lalu menatap lili yang baginya terlalu kuat untuk mereka lawan.
Jika menggunakan formasi lama sperti itu mungkin mereka akan kalah.
"Kalian meragukan pemikiran ku?"
Tanya chen membuat mereka mau tak mau hanya pasrah dan mencoba kesempatan terakhir mereka dengan hati-hati melawan lili bersama-sama.
"Sekarang!!"
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.