GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-27


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu sejak xiao dan yang lainnya tinggal diistana. Banyak juga teknik-teknik baru yang lili ajarkan pada mereka tanpa lelah.


Wei yang masih 7 tahun itu juga sudah diajarkan lili ilmu bela diri tahap awal serta cara mengendalikan kekuatan langit dan bumi milik wei.


Lili agak sedikit bingung untuk memahami inti kekuatan langit dan bumi. Pasalnya, kekuatan wei masih tersegel dan akan terlepas saat berumur 15 tahun.


Maka dari itulah mulai sekarang lili mencoba memancing kekuatan wei dengan berbagai cara agar kekuatan langit dan bumi dapat terkendalikan ditangan anaknya.


Han yang penasaran tentang bertambahnya kekuatan lili kini sudah tenang karena mengetahui penjelasan dari istrinya.


Lili yang tiba-tiba bertambah kuat ini karena mempelajari dan menyerap energi dari benda pusaka milik keluarga liyan.


Lili sangat beruntung karena sudah bertemu wei dan juga han. Banyak kejadian unik dan tak terduga yang sudah dia rasakan akhir-akhir ini membuatnya agak senang.


Maka dari itulah dia tak akan melewatkan momen-momen yang jarang dia lakukan.


Saat ini lili tengah berada di ruang pertemuan kerajaan qi bersama dengan han yang kini duduk disebelahnya.


Para menteri dan tangan kanan han sedang mengadakan rapat, lili sebenarnya agak bosan dan sedikit kaku karena merasakan banyak tatapan dari orang-orang yang membuatnya tak nyaman.


"Ehemm!"


Han yang berdehem keras membuat seluruh orang menatapnya dengan hening.


Rapat pun dimulai dengan ucapan salam yang diberikan orang-orang untuk lili dan han.


Kini tangan kanan han yang biasanya selalu menggantikan pekerjaan han maju berjalan lalu menunduk memberi salam.


"Yang mulia, pertandingan menuju kekaisaran langit akan dimulai. Sudah 300 tahun kita tidak berpatisipasi didalam pertandingan ini. Kemarin hamba sudah menerima surat dari kekaisaran untuk mengundang kerajaan qi lagi. Apakah anda akan menyetujuinya?"


Tanya ghio sambil memberikan secarik kertas yang berisi cap kekaisaran yang berarti surat ini benar-benar resmi dari kekaisaran langit.


"Ya ya. Kerajaan ini harus ikut!"


Ucap lili tiba-tiba karena sangat tertarik dengan pertandingan ini.


Han yang baru saja ingin berbicara langsung menoleh kearah lili sedikit terkejut lalu tersenyum kembali.


"Baiklahh, karena ratuku menginginkannya".


Setelah han mengatakan itu, dia langsung pergi menarik lili mengeluarkan ruangan pertemuan dengan cepat.


" mau kemanaa??"


Tanya lili melirik keatas karena tinggi badan han yang melebihinya sambil memanyunkan bibirnya kedepan.


Han yang melihat lili terlihat gemas sangat tidak tahan ingin menciumnya.


"Ck, dasar. Kau bahkan membuatku tak tahan ingin mencium mu"


Lili yang tadinya ditarik oleh han kini terkejut karena dirinya tiba-tiba digendong seperti tuan putri di televisi.


Baru saja lili ingin protes tapi mulutnya terlebih dahulu sudah dicium oleh han.


Bola mata lili membulat karena tindakan han didepan umum, untung saja tidak ada orang di halaman belakang taman.


Bugh


Satu pukulan nikmat dari lili untuk suami tersayang nya membuat han meringis kesakitan dan hampir menjatuhkan lili dari gendongannya karena terkejut.


"Idiot!"


Lili menutup matanya karena wajahnya sekarang sudah memanas dan mungkin kini wajahnya menjadi merah padam karena malu.


Han terkekeh pelan melihat lili walaupun pinggangnya masih berdenyut merasakan sakit karena bogeman barusan.


"Anu, pertandingan ini boleh aku ikut?"


Tanya lili menggaruk-garukkan kepalanya yang tak gatal.


"Tidak. Pertandingan ini hanyalah untuk perguruan kerajaan. Bukan untuk ratu".

__ADS_1


Ucap han lalu menurunkan lili dari gendongannya.


Tepat di taman mereka duduk berdua memandangi danau yang agak jauh didepan mata.


" Aku bisa berubah, gak ada yang kenal. Lagipun kan saat upacara pernikahan banyak yang tidak melihat wajahku. Bahkan kau hanya mengundang kerajaan tetangga di kekaisaran air bukan langit".


Ucap lili enteng lalu melipat tangannya didepan dada tanpa melirik kearah han.


"Kekaisaran air memanglah tempat asliku, karena itulah aku mengundang mereka. Kekaisaran langit hanyalah tempat tinggalku yang kedua tapi aku belum pernah berkenalan dengan kerajaan lain sejak istana ku dibangun di kekaisaran langit ini".


Han melirik kearah lili lalu berbaring dipaha istrinya yang masih menatap kedepan.


" aku ingin ikut"


Pinta lili menampilkan wajah memelasnya membuat han tak tega.


"Aduh kau ini. Aku hanya ingin kau tidak kenapa-napa"


Ucap han sedikit frustasi antara mengijinkan lili ikut tetapi takut lilinya terluka dan juga jika han tidak mengijinkan takutnya lili malah marah dan menghindari dirinya.


"Apa kau meremehkan aku?"


Tanya lili sambil menatap han lalu mencubit pipi kanan dan kiri han.


Lili sangat kesal karena dari tadi permintaannya yang kecil seperti inipun belum juga diperbolehkan han.


"Iya iya! Lepas dulu, pipiku sakit"


Han kembali duduk dan memegang pipinya yang berdenyut karena lili sempat memelintir pipinya.


Lili yang mendengar perkataan han tersenyum senang dan mengecup pipi kanan dan kiri han sebagai permintaan maafnya karena terlalu kuat mencubit.


"Han, memangnya kekaisaran air itu isinya putri duyung ya?"


Tanya lili lalu mengusap-usap pelan pipi han yang masih memerah karena suasana hatinya bisa dibilang saat ini sangat senang.


Han yang diperlakukan manja dari lili senangnya bukan main dan malah tersenyum-senyum melihat lili.


Karena itulah kami membuat kerajaan di sebuah pulau yang ditemukan, setiap pulau memiliki satu istana maka dari itulah aku juga mengikuti adat kekaisaran air. Tapi, jika ingin melihat putri duyung aku sangat tau dimana letaknya"


Lili yang tadinya mengangguk-angguk kini melotot kaget karena dapat melihat putri duyung yang asli akan ada didepan matanya.


Han yang melihat mata lili yang kini berbinar langsung tertawa dan berdiri berjalan membalikkan badannya kearah istana.


"Mau kemana?"


Tanya lili yang ikut berdiri dan terdiam menatap punggung han dari belakang.


"au tidak mau memberitahukan muridmu untuk ikut pertandingan?"


Tanya han lagi lalu berjalan pelan menuju pintu. Lili yang bisa dibilang terlalu semangat malah berlarian melewati han tak sabar menemui muridnya yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri.


Han terkekeh pelan melihat lili yang berlarian penuh semangat didalam istana.


Pelayan dan penjaga yang sudah terbiasa dengan tingkah lili hanya tersenyum dan menyapa lili disetiap lorong istana.


Lili yang disapa berteriak kencang untuk menjawab membuat hanya suaranya saja yang terdengar disetiap lorong.


***


"Kalian semua!! Cepat latihan! Kita akan ikut pertandingan sebentar lagi"


Teriak lili dengan tambahan dobrakan pintu yang keras dari lili membuat 10 orang didalamnya terlonjak kaget dan juga tersedak makanan saking kagetnya.


"Uhuk--uhuk uhuk. Aduhh kakak, untung saja aku tidak mati karena tersedak. Memangnya pertandingan apa?"


Tanya gong yang kini punggungnya dipukul-pukul oleh ye terlalu keras.


Niatnya ye untuk menepuk-nepuk pelan punggung saudaranya yang tengah tersedak, tapi dia malah tidak sengaja mengeluarkan tenaganya membuat gong semakin lemas.


Lili yang terlalu heboh menggaruk-garukkan kepalanya didepan pintu dan sedikit malu karena dilihati muridnya dengan tatapan kaget dan bingung.

__ADS_1


"Iya kak, pertandingan apa?"


Tanya xia sambil mengelap mulutnya dengan kain karena sudah selesai makan.


Xia selalu terlihat anggun,sopan dan cantik dimanapun. Maka dari itu Banyak orang-orang yang menaksirnya tetapi mereka selalu berakhir ditangan xiao untuk diintrogasi terlebih dahulu membuat xia hampir pusing setiap hari karena kelakuan saudara kandungnya.


"Pertandingan perguruan menuju kekaisaran langit. Sangking senangnya kakak kalian ini berlarian diistana sambil berteriak karena tak sabar untuk memberi tahu kalian. Istriku seperti bocah kan? Hehe".


Han yang tiba-tiba datang langsung memeluk lili dan meletakkan dagunya diatas kepala lili membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan iri, tetapi berbeda dengan 10 murid didepan mereka. Malahan bagi mereka adegan-adegan mesra seperti itu sudah sangat bosan dilihat.


Mereka yang diberi tahu akan ikut andil dalam pertandingan menuju kekaisaran senangnya bukan main karena mereka sudah sangat lama menunggunya. Ruangan yang tadinya hening kini menjadi berisik karena sorakan gembira yang lain karena senang.


" han"


Panggil lili menatap kedepan dengan wajah yang kesal.


"Ya sayang"


"Mau mati?"


Lili mendongak keatas melihat han dengan wajah horor nya membuat han bergidik ngeri dan terdiam mengelus-elus lili agar marahnya mereda.


Sedangkan yang lain masih bersorak gembira.


"Kalian semua tenang dulu"


Ucap han dengan wajah yang sedikit datar membuat mereka agak sedikit takut dan mau tak mau harus duduk kembali menatap han dan lili untuk mendengarkan penjelasan berikutnya.


Baru saja han mengehmbuskan nafasnya untuk berbicara xiao malah mengangkat tangannya untuk bertanya.


Wajah tanpa berdosa xiao membuat han semakin kesal hingga rasanya urat-uratnya ingin keluar. Untung saja ada lili yang menggenggam tangan han membuat marahnya sedikit mereda, jika tidak mungkin xiao akan dibuat mengelilingi istana selama 1 hari tanpa istirahat seperti kemarin.


"Kenapa tiba-tiba kita berpatisipasi? Kenapa tidak dari kemarin?"


Tanya xiao ditambah dengan anggukan-anggukan yang lain karena setuju dengan pertanyaan xiao yang kadang biasanya agak sedikit kolot.


Lili menutup matanya dan malah mangut-mangut mengiyakan pertanyaan xiao. Han sebenarnya sedikit malas untuk menjawab, tetapi jika lili sudah ikut menanyakan mau tak mau harus dijawab.


"Aku mendirikan kerajaan ini sebenarnya hanya untuk diriku dan teman spirit ku. Tapi tanpa sadar banyak pendatang baru yang membaur antara manusia dan spirit yang sudah kuubah menjadi setengah manusia.


Ayah dan ibu kalian yang tengah bekerja demi istanalah yang menyarankan untuk jangan berpatisipasi terlebih dahulu. Karena, sejak istana ini dibangun kami sering sekali mendapat hinaan dan remehan dari kerajaan lain".


Jawab han yang masih memeluk lili dengan erat.


"Kekaisaran langit atau dewa ato yaitu teman seperjuangan lamaku selalu ingin mengundang kerajaan ini setiap tahunnya, bahkan dia selalu mengirim surat yang berisi logo istana kaisar langit. Jika kita hanya memperlihatkan logo itu kita sudah dapat dibilang sangat terhormat disana, tapi aku selalu menolak. Maka dari itulah kerajaan Qi selalu dianggap hina di kekaisaran langit. Sejak itu aku tidak ingin berkomunikasi dengan kerajaan lain di kekaisaran langit ini".


Sambung han lagi lalu menatap xiao dan yang lainnya mengangguk-angguk mengerti.


" sialan, ayoo anak-anak. Kita hajar mereka semua"


Teriak lili tidak terima jika istana suaminya dihina. Kini lili dan yang lainnya berhamburan keluar meninggalkan han yang masih bengong didepan pintu untuk melanjutkan pelatihan, dan mungkin latihan kali ini akan lebih ketat dari biasanya.


"Yeahh, ayo latihan!! Akan kubuat tubuh mereka berlubang-lubang karena pedangku"


Ucap xiao bersemangat dan pergi melanjutkan latihannya bersama yang lain.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2