
Aku benar-benar bodoh. Mulutku sembarang bicara aja.
Apa-apaan yang jadi murid, aduh ****** aku.
Nih lagi si gu nin napa natap aku kek melotot gitu dah.
Si han ini juga daritadi diem liatin aku terus.
Apa aku salah ngomong?
Aku ini idot huweee.
"Kau bilang apa tadi?"
Kini han menatap lili tidak percaya dan sangat-sangat lama membalas respon lili.
"Aa-aku ingin menjadi muridmu"
Lili yang sedari tadi takut memejamkan matanya dan selalu memikirkan kata bodoh dikarenakan tingkahnya yang tiba-tiba.
"Haaa, senangnya mendengar ada yang bicara seperti itu hahaha. Baiklah-baiklah walaupun aku hanya seorang roh yang tinggal didalam giok tapi aku juga masih memiki kekuatan ku"
Lili yang mendengar ucapan han sangat senang dan membuka matanya lagi. Senangnya dirinya dikelilingi orang-orang tampan.
"Terima kasih guru"
Lili tersenyum memberi salam kepada han.
Han yang senang bukan main sekarang tersenyum lebiu ceria melihat lili.
Dari dulu dia sangat ingin mengajarkan ilmunya kepada orang lain, tetapi tetap saja banyak yang tidak mempercayai han karena dirinya sering diremehkan oleh para bangsawan.
"Kau memang gadis yang baik, mulai besok kau harus menyembunyikan tongkat itu ketempat semula. Jangan memberi tau siapa pun tentang tombak ini. Dan besok kau harus melaksanakan tugas dari ku"
Lili mengangguk penuh minat dengan wajahnya yang bisa dibilang sangat imut.
Han yang melihat lili seperti itu merasa gemas dan menepuk pelan kepala lili.
Lili yang diperlakukan seperti itu hampir muntah pelangi karena tak tahan.
"Baiklah-baiklah. Mari kita pulang dulu hari sudah mau malam"
"Baik, guru"
Tak lama kemudian roh han kembali masuk kedalam giok. Lili yang melihat gu nin tidur mendapatkan ide yang cemerlang dikepala liciknya.
1
2
__ADS_1
3
"JEDERRR BULU HARIMAUUU!!!"
Lili teriak pas ditelinga gu nin dengan tawa jahatnya yang melengkapi ide liciknya.
Gu nin yang terkaget hampir berubah menjadi besar lagi dan ingin mencakar lili hidup-hidup.
Gu nin menatap lili tak sedap dan memukul wajah lili dengan kaki kecilnya.
"Gadis sialan!!"
"Ya ya, maafkan aku hahahaha. Ayo pulang"
Lili menggendong gu nin dan memanggil axe untuk mengantarnya kembali ke kerajaannya.
*****
Sinar pagi dan hembusan angin yang dingin membuat lili tidak ingin pergi dari kasurnya.
Tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi, karena daritadi suara berisik gu nin dan roh gurunya yaitu han sibuk bertengkar. Hal itu membuat lili tak nyaman dan sangat geram.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN HAAHHH? BERISIK! DUDUK DENGAN DIAM ATAU AKAN KU SEDOT KALIAN KEDALAM NERAKA!"
lili berteriak sekencang mungkin membuat gu nin dan han terdiam seperti anjing yang sedang dimarahi majikannya.
Lili menatap mereka berdua dengan horror karena sudah mengganggu tidurnya.
Lili menggeleng-geleng kepalanya dengan wajah yang merasa terbebani. Tetapi, 2 mahkluk hidup didepannya ini menatap lili dengan wajah tidak berdosa.
Hal itu makin membuat lili geram, rasanya lili ingin membenturkan mereka kedinding sekarang juga.
Gurunya dan gu nin memang tidak memiliki kharisma yang tinggi.
Padahal mereka itu sudah mencapai tahap dewa, tetapi tingkah konyol mereka tidak hilang.
"Aa-anu aku seperti sedang dimarahi ibuku hahaa. Ya kan putih?"
"Hah, iya benar. Ibu mu benar-benar seperti dirinya. Seorang wanita galak"
Gu nin dan han tertawa membuat lili semakin kesal.
Aura suram memenuhi lili dan menatap mereka berdua dengan tatapan membunuh.
"Berisik! Apa aku salah memintamu menjadi guruku? Haihhhh"
Lili melempar mereka berdua dengan bantalnya dan meninggalkan mereka untuk mandi.
***
__ADS_1
Dihalaman kediaman kecil lili.
Lili sudah mulai siap untuk belajar dari gurunya ini.
Tapi, perbedaan gurunya yang tadi pagi dan sekarang sangatlah beda.
Han yang sekarang saat ingin mengajari lili terlihat benar-benar sangat serius dan wajah seriusnya itu agak mengerikan menurut lili.
Lili diam dan duduk menghadap roh han yang menatap lili sedari tadi.
"Baiklah, hari ini hari pertamamu menjadi muridku. Dan tugas pertama mu adalah mengangkat air dari sumur yang disini dan isi ke kolam besar disana hingga penuh.
Lili yang melihat jarak dari sumur dan kolam sangat tidak bersemangat karena bisa dibilang jaraknya cukup jauh dan harus melewati 14 anak tangga terlebih dahulu.
" kau harus menggunakan tanganmu sendiri hingga selesai. Jika kau belum selesai aku takkan menjadi gurumu lagi"
Han langsung masuk kedalam giok begitu saja membuat lili sangat kesal.
Dia kira dirinya akan diberikan tugas memburu,menyekap orang, atau membunuh hewan buas.
Tapi pemikirannya hanya sia-sia dan hangus seketika.
Karena ancaman gurunya dia cepat-cepat mengambil air dari sumur dan diletakkan kedalam ember yang diangkatnya dan dibawa ke kolam.
Gu nin yang melihat lili merasa senang karena kesengsaraan majikannya. Rasanya saat ini juga gu nin ingin terbang karena melihat lili yang menampilkan wajah seperti ingin mati.
2 jam berlalu, lili terus mengangkat embernya ke kolam.
Dia sangat lelah dan menyerah saat itu juga dengan wajah yang hampir menangis.
Dirinya tetaplah seorang gadis, dia bukan kuli bangunan.
Gu nin yang melihat lili putus asa merasa kasihan dan mendekati lili.
Gu nin menatap tangan lili yang sudah merah dan menatap lagi kolam yang diisi lili dengan air sumur yang diangkatnya berkali-kali tanpa kekuatan dan bantuan. Kolam nya akan hampir penuh jika lili mengangkatnya setengah jam lagi, karena kolamnya agak besar dan tidak terlalu kecil.
"Apakah kau tau? Dulu han lebih mempunyai banyak beban daripada dirimu yang baru mengangkat air ini"
Lili hanya diam mendengarkan gu nin dengan wajahnya yang lemas.
"Dulu sekali, dia selalu melakukan sesuatu dari subuh hingga larut malam. Apa kau tau apa yang dilakukannya? Dia menggali sumurnya sendiri hanya dengan bantuan tangan. Setiap hari selalu seperti itu, tidak ada bantuan kekuatan maupun bantuan orang. Hingga dia menyelesaikannya selama 3 bulan. Sumur yang dibuatnya sendiri menggunakan tangan, mengalami sakit dan penat luar biasa. Sumurnya memiliki air yang banyak dan jernih. Setiap hari dirinya merasakan rasa putus asa, tetapi dia tetap melanjutkan pekerjaannnya"
Lili yang mendengar itu terkejut dan tidak percaya. Walaupun gurunya itu tampan dan sering bersikap konyol, dia juga merasakan siksaan yang lebih berat daripada lili.
"Dia terus melakukan itu karena aku. Karena dia tidak ingin memutus hubungan yang sudah dijaganya hancur. Dia seseorang yang peduli terhadap sekitarnya tanpa memperhatikan dirinya sendiri. Aku menyuruhnya karena saat itu dia bersikap egois dan tidak memperhatikan aku karena terobsesi dengan pikirannya yang selalu mengejar kekuatan"
Lili mendengarkan dengan hati yang dipenuhi rasa kasihan dan sedih terhadap masa-masa gurunya.
"Dia tidak menolak saat aku menyuruhnya menggali sumur sendiri atau aku akan pergi menjauh dan tidak akan menanggapnya sebagai rekan. Dia selalu berusaha dari pagi hingga malam, punggungnya yang hampir terasa patah karena mengangkat tanah-tanah yang digalinya keatas membuatnya tidak bisa tidur. Banyak orang yang melihat han dengan tatapan kasihan. Selang 3 bulan itulah sumur yang ia kerjakan dengan susah payah sudah selesai".
__ADS_1
" dia serasa ingin menangis bahagia karena sudah menyelesaikan tugasnya. Walaupun badannya yang sering terluka dalam 3 bulan itu terbayarkan karena sumur yang berhasil dibuatnya. Dan juga banyak masyarakat yang menggunakan sumurnya dengan selalu mengucapkan terima kasih kepada han. Desa itu juga memiliki kekurangan air, han yang melihat warga bahagia melupakan rasa sakit dan penatnya. Saat itu juga dia datang kepadaku dengan bangga memamerkan sumurnya. Dia menangis senang dan berjanji padaku akan selalu menghargai apa arti kata dari 'hubungan' dia sangat-sangat bahagia saat itu"
Gu nin menatap lili dengan senyum. Lili yang sudah mendengar semua kisah tentang gurunya sangat terharu dan menangis. Dia menangisi dirinya karena tidak bisa sekuat gurunya, dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya. Lili yang sudah paham, sekarang akan melanjutkan tugas yang diberikan han dan tetap akan memuji han sebagai gurunya.