
......
Cahaya bulan bersinar terang dilangit menggantikan sinarnya sang matahari dimalam hari.
Tepat jam 7 malam lili,han, serta wei dan yang lainnya bersiap-siap menuju kekaisaran.
Dan sebelum lili pergi orang tuanya datang karena terlalu bahagia mendengar lili yang hamil.
Xixi,cha-cha dan daniel juga datang mengunjunginya.
Tiga saudara tirinya yang membuat nyawa lili melayang kini sedikit merubah perilakunya terhadap lili karena sudah diberi peringatan dari chun.
"Ibu,ayah. Aku berangkat ya".
Pamit lili kepada orang tuanya kemudian menghampiri wei,han serta gu nin yang berubah kecil ditubuh axe bersiap untuk terbang pergi ke kaisaran langit.
"Jaga anakku".
Pinta chun kepada han yang dengan sigap mengangguk patuh.
" kalian ikut pertandingan juga kan? Anak muridku kuat lho".
Ucap lili kepada xixi,chacha dan daniel lalu pergi meninggalkan mereka diikuti cloud dan tan yang mengangkut anak murid lili.
Biasanya hewan spirit pasti dibawa bertarung atau berpetualangan tapi memang sudah nasibnya cloud,axe dan tan sebagai pengantar jemput lili dan yang lain.
"Wah gilaa,orang-orang kerajaan pasti naik kereta kuda semua. Kita aja ni yang paling beda".
Ucap jun dan leo menatap langit malam yang indah dan merasakan sejuknya angin malam.
Cloud mengangkut jun,leo,nana dan xia sedangkan tan membawa chen,xiao dan gong. Sisanya bersama lili dan axe.
" anu"
Ucap wei tiba-tiba ditengah perjalanan membuat lili dan han langsung menoleh kearahnya.
Hati wei saat ini sangat kacau karena memikirkan lili yang hamil dan takut lili akan membuangnya.
Wei bahkan merasa dirinya tak pantas memanggil lili dan han dengan sebutan mama papa.
"Kenapa?"
Tanya lili tersenyum kearah wei lalu memangku tubuh wei dan memeluknya agar tidak masuk angin karena angin malam yang sejuk ini.
"Jika anaknya lahir apa aku boleh pergi dari kehidupan kalian?"
Tanya wei memainkan jari-jarinya.
Han dan lili yang mendengar pertanyaan wei langsung terdiam dan mencerna perkataan anaknya barusan.
Tak lama kemudian lili dan han baru merespon wei dengan teriakan yang marah karena tak setuju dengan pertanyaan wei.
"YAAMPUN ANAK INI MIKIR APAAN?! SIAPA YANG NGAJARIN?!!"
teriak han frustasi mencubit-cubit pipi tembem wei.
"Iya-iya!. Kenapa ngomong begitu?"
Tanya lili menatap wei yang tetap menunduk memainkan jarinya.
"Aku tak mau merenggut kebahagiaan anak kalian. Lagipula aku ini hanyalah orang luar yang tiba-tiba datang ke kehidupan kalian".
Jelas wei lagi membuat lili emosi.
" WEI!"
bentak lili menatap wei tajam. Sedangkan yang ditatap tetap menunduk karena takut mendengar bentakan lili.
"Kalau aja kamu gak ada dikehidupan mama. Mama gak mungkin bisa hidup berdampingan dengan papamu seperti sekarang. Kalau gak ada kamu papamu gak bakal dapat tubuh manusianya lagi, dan juga kalau kamu gak ada bayi diperut mama juga gak bakalan ada. Jangan mikir aneh,Mama kan udah janji gak bakalan ninggalin kamu ngerti?".
Jelas lili memegang pundak wei agar menatap kearahnya.
Wei kini menangis karena sudah tak tahan menampung air matanya sedari tadi.
" Ma-maaf"
__ADS_1
Ucap wei lalu memeluk lili dengan erat.
"Anak ini cepat banget pikirannya dewasa".
Keluh han lalu mengelus pucuk kepala wei dengan pelan membiarkan anaknya melepas rasa risau didada.
Sedangkan dibagian cloud dan tan terjadi pertengkaran tentang bulu hidung dan besar otot.
Gelak tawa serta teriakan perdebatan mereka tak pernah hilang membuat suasana disekitar lili menjadi ramai.
Tak seperri dikehidupan sebelumnya yang selalu sendirian sejak dirinya menjadi pembunuh bayaran.
" OI! OI! LIAT NIH BULU HIDUNGNYA LEO PANJANG BANGET!"
Teriak nana kearah xiao,chen dan gong.
Xia yang sedari tadi tertawa memegang perutnya hingga terbaring karena tak tahan melihat tingkah konyol temannya.
"PANJANGAN BULU KETEK GONG NIH!".
Pamer xiao seraya mengangkat tangan kanan gong keatas lalu menampilkan bulu ketek yang dibicarakannya barusan.
" PWUAHAAHAHAHA!"
Gelak jun yang senang saat temannya dinistakan seperti itu.
Bahkan xia sampai menyucurkan air matanya karena terlalu banyak tertawa.
Sedangkan han dan lili hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku muridnya yang seperti abnormal.
***
Sudah setengah jam diperjalanan akhirnya mereka sampai di kekaisaran langit.
Sebenarnya dewa ato atau tak lain pemimpin kekaisaran langit meminta han agar menginap di kediamannya.
Ato adalah teman lama seperjuangan han yang sukses besar,namun walaupun dirinya memiliki kekuasaan yang besar ato tetap mengingat han sebagai sahabatnya.
Bahkan ato sering kali menanyakan kabar han yang hilang.
"Wahhh,penginapannya besar banget".
Ucap xia mengagumi penginapan besar yang sudah dibeli han.
" orang kaya terserah mau beli apa".
Sombong han yang sudah masuk dan duduk di kursi halaman.
"Yaudah, aku mau banting emas nanti kau belikan baru ya".
Canda lili yang hampir membuat han tersedak ludahnya sendiri.
"PERHATIAN SEMUANYA!"
Teriak lili membuat semua muridnya yang tadinya tengah berkeliling kini langsung berlari dan berbaris rapi dihadapan lili.
"Jumlah kamar penginapan ini kira-kira ada 24 kamar,6 kamar mandi, 2 pemandian air panas,1 dapur dengan kualitas terbaik dan 2tempat peristirahatan di halaman belakang dan di atap".
" terserah kalian pilih kamar yang mana saja".
Sambung lili lalu pergi memasuki penginapan miliknya. Sebenarnya adalah milik han tapi karena lili adalah seorang istri dan han adalah seorang suami yang baik, maka apapun barang suami akan menjadi milik istri atau milik bersama.
"OH YA! SETELAH INI BERKUMPUL DIHALAMAN BELAKANG!"
teriak lili dari lantai atas. Walaupun jarak mereka bisa dibilang agak jauh tetapi xiao,chen dan yang lain mendengar jelas perkataan lili barusan karena suara lili itu sudah terdengar seperti terompet.
"Aku,kau dan wei satu kamar saja".
Ucap lili meletakkan barang-barangnya didalam kamar lalu meletakkan wei dikasur yang bisa dibilang cukup besar walaupun tidak sebesar diistana han.
Wei yang tertidur pulas dengan gunin yang tidur melingkari tubuhnya terlihat sangat lucu. Saking lucunya ingin saja lili meremas tubuh gunin agar bangun dan pindah tempat tidur.
Namun karena lili sangat baik hati dirinya membiarkan gunin tidur sebentar.
" lili"
__ADS_1
Panggil han menyenderkan kepalanya dipintu.
"Apaa?"
"Mau itu".
" mau apa?"
"Mau cium".
" idiot".
***
"Kak lili lama banget".
Keluh nana dihalaman belakang.
"Kaya gatau aja guru han itu buas".
Balas leo tiba-tiba dan berbaring dirumput menatap langit malam yang dipenuhi bintang dan sinar bulan yang terang.
" berisik monyet. Potong bulu idungmu dulu sana".
Usir nana seraya menjitak jidat leo.
Sedangkan xia dan jun yang mengingat tentang bulu hidung panjang leo kembali tertawa menatap nana dan leo.
"Chen,bulu ketekmu panjang gak?"
Tanya xiao dengan senyumnya yang menjengkelkan. Gong yang sedari tadi duduk memperhatikan tingkah laku temannya memijat jidatnya sendiri karena merasa pusing dengan sifat liar teman-temannya.
"PERHATIAN SEMUANYA!!"
Teriak lili memanggil muridnya yang kini langsung berdiri menatap lili.
"Karena besok siang adalah hari pertandingan. Jadi, disubuhnya kalian harus berlatih denganku dan paginya kalian bisa berkeliling di kota besar kekaisaran".
Jelas lili laku memberikan setiap muridnya pil berwarna kuning.
" pil?"
Tanya chen memperhatikan pil ditangannya yang memiliki corak.
Pil yang memiliki corak adalah pil kualitas tingkat tinggi yang dimana sangat diminati banyak orang.
"Pil ini akan kalian telan lalu-"
"Lalu?"
Tanya xia yang penasaran dengan perkataan lili selanjutnya.
"Lalu pilnya masuk keperut. Udah deh gitu aja,Dah".
Setelah mengucapkan itu lili pergi meninggalkan muridnya yang kesal dengan jawaban lili barusan.
Tetapi mau tak mau mereka tetap harus memakan pil yang diberikan lili karena itu adalah pil berharga.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1