
Dhuarr.
Ledakan ledakan yang dimunculkan oleh chen dan teman-temannya menggelegar kuat didataran yang dipenuhi ribuan iblis itu tampak hancur.
Chen dan temannya juga kini sudah kelelahan melawan iblis yang tiada habisnya.
"Chen! Jika begini terus, kita yang akan kalah karena tubuh mereka yg tak ada habisnya! "
Teriak xia dari ujung sambil melawan iblis dihadapannya.
Chen terdiam ditempatnya berdiri dan menatap semua temannya yang kewalahan.
Tak lama kemudian dirinya memanggil seluruh temannya dan bergabung bersama menjadi delapan orang.
"Mungkin, iblis-iblis ini tengah dikendalikan oleh seseorang. Karena itulah iblis ini tiada habisnya".
Ucap chen berdiskusi dengan temannya.
Semua temannya kembali gelisah saat iblis-iblis tadi semakin mendekat kearah mereka untuk menyerang. Begitu juga dengan chen yang kini rasanya ingin melempar kepalanya agar kembali sejuk dan dapat berpikir jernih.
Chen kembali terdiam dan berpikir keras dalam waktu yang sangat singkat dan kembali menatap temannya satu persatu.
" Cepatlah! Mereka mendekat! "
Teriak nana dengan napas yang sudah tak teratur karena lelah dan juga resah.
Chen menggeretakkan giginya dan kembali terdiam sesaat karena melihat Zhen atau salah satu dari anggota 3 bunga lotus sedang bersembunyi menjaga sesuatu ditangannya.
Saat chen melihat lagi ternyata Zhen tengah mengendalikan benda ditangannya yang dimana adalah titik pusat energi iblis yang ada dihadapannya beserta teman-temannya.
"Jangan pikirkan iblisnya. Tetapi pikirkan yang ada disana"
Ucap chen tersenyum sinis menunjuk Zhen yang sudah tertangkap basah oleh chen.
"Sial,pantas saja iblis ini tidak ada habisnya"
Geram gong yang masih menjaga wajahnya agar tidak terlihat marah.
"Baiklah, ikuti rencana ku".
Sambung chen lalu kembali menutup kekuatannya agar tak dapat dirasakan orang lain.
***
" Cih, ini semua karena perempuan wen itu. Jika saja dirinya tidak menculik anak orang kuat seperti mereka mungkin aku bisa tidur siang hari ini".
Kesal Zhen yang masih mengendalikan iblis-iblisnya.
Dirinya masih tak sadar dengan chen yang kini tengah melilitkan jaring laba-laba beracun ke mana-mana mengelilingi tubuh Zhen.
Dengan menggunakan mode transparan yang diajarkan lili, mereka sangat berhati-hati agar tidak membuat suara sedikitpun.
Bahkan saat mereka mencari posisi yang pas sangat sulit agar tidak menimbulkan suara.
Jun dan leo yang memiliki naga hijau legenda melayang tepat diatas kepala Zhen.
Xia dan xiao bersembunyi tepat diatas pohon yang berada disebelah kanan Zhen dengan diam menyiapkan kekuatannya untuk melawan Zhen karena mereka ahli dalam jarak dekat.
Nana si penyihir berdiri tegak mengumpulkann kekuatannya di barisan paling belakang.
Sedangkan gong berdiri tepat dihadapan zhen yang masih duduk mengendalikan iblis-iblis dibawah.
Bisa dibilanh rencana mereka hampir sama dengan yang tadi, tetapi kali ini mereka akan membuatnya berbeda dan mengalahkan zhen atau salah satu anggota 3 bunga lotus.
"Satu".
Hitung chen tanpa mengeluarkan suara menatap teman-temannya yang kini mengangguk menatap mulut chen.
" dua"
"Tiga"
Pas saat ucapan terakhir chen menarik jaring laba-labanya dan saat itu juga zhen terjepit kuat dengan jaring laba-laba milik chen yang kini menjadi tipis namun lebih kuat berkali lipat karena sudah menaiki tingkat.
Jari chen yang tersambung dengan jaring-jaring yang terikat kemana-mana itu menyalurkan racun dari jarinya mengarah ke tubuh zhen yang masih terikat ditengah-tengah.
__ADS_1
"Akh, sialan! Apa-apaan ini!"
Teriak zhen sambil meronta-ronta untuk melepaskan sesuatu yang tak dapat dia lihat.
Bahkan kefokusan dirinya untuk mengendalikan iblis menjadi hilang.
Iblis-iblis yang berada di dataran itu kini juga pergerakan tubuhnya semakin melemah.
"Tunjukkan wajah kalian! Dasar kacung lili!"
Teriak zhen lagi geram yang kini sudah mengeluarkan kekuatannya.
Namun tetap saja jaring yang tadi masih terikat dengan racun yang kini sudah melingkari tubuh zhen.
"Racun ini akan berjalan saat sudah 10 menit. Buat dia sibuk, jangan sampai dirinya dapat menetralisirkan jiwa mengeluarkan racun".
Jelas chen lalu duduk santai diatas pohon sambil memperkuat pertahanan jaring dan teman-temannya yang kini maju melawan.
" maju".
Gumam nana pelan yang masih dapat terdengar mereka walaupun nana berada dipaling belakang.
Gong yang berada tepat di depan zhen menampakkan dirinya dan juga mengeluarkan kekuatannya yaitu patung budha besar dibelakang tubuhnya.
Zhen merinding saat melihat patung budha besar dihadapannya kini tengah tersenyum dengan mata yang terbuka.
"Kau, kembalikan adikku. Gara-gara kalian adikku mati!".
Geram gong mengepalkan tangannya hampir menangis kembali mengingat adiknya ye.
" haha, kau pikir dengan kekuatanmu yang kecil itu dapat menahanku?"
Tanya zhen lalu mengeluarkan seluruh kekuatannya.
Jaring-jaring yang tadinya terikat kuat ditubuh zhen kini terlepas.
Zhen memanglah kuat, karena jika ada yang terkena ikatan kuat jaring milik chen seperti tadi mungkin orang itu akan mati.
Namun, zhen memang tidak bisa disepelekan karena lawan mereka kini akan sangat sulit. Bahkan, jaring yang sudah diperkuat chen dilepasnya hanya dengan waktu 2 menit.
"Tidak apa-apa teman-teman. Racunnya sudah masuk. Aku tidak boleh menampakkan diriku dulu karena jika begitu mungkin racunnya juga akan terlihat. Jadi, cepatlah bantu gong dengan apa yang sudah kukatakan tadi. Jaring tipis ku mengikuti setiap bayangan kalian untuk menusuk zhen dengan mudah".
Semua teman-temannya hanya mengangguk patuh dan langsung menampakkan diri.
" halo paman"
Panggil leo keras dari atas dan menyunggingkan senyum tipisnya karena sudah siap bersama jun dan naganya untuk menerkam tubuh zhen.
"N-naga legenda ada dua?"
Tanya zhen dengan dirinya sendiri saat menatap dua naga hijau besar yang panjang.
Bahkan lili dan han yang dari beda arah itu dapat melihat dua naga milik jun dan leo.
"Pa"
Ucap xia yang kini sudah menodongkan pedangnya tepat dileher zhen.
"Man?"
Sambung xiao dengan pedang yang hampir menusuk mata zhen saat yang dipanggil itu menoleh kebelakang.
Nana berjalan pelan menatap zhen sinis dan menampakkan tubuh aslinya.
Nana mengeluarkan lubang-lubang hitam kecil dibelakang tubuhnya.
"Ingin merasakan lubang hitamku paman?"
Tanya nana menatap zhen sinis dari arah kanan bersama 10 hewan spirit yang dikendalikannya.
Sedangkan chen masih dalam mode transparan dari arah kiri yang sudah siap mengeluarkan ilusi tingkat tingginya.
"Hehehe, maju"
Ucap chen dengan wajah yang sangat senang karena menantikan ini sedari tadi.
__ADS_1
***
"Liu?!"
Tanya han menatap liu yang berada tepat dimatanya.
"Haha, halo teman lama. Apakah kekuatan kutukan mu itu masih tersegel? Pantas saja kau tak bisa menjadi lebih kuat".
Ejek liu menatap han tanpa minat.
Iblis-iblis yang tadinya dikendalikan oleh zhen kini mulai menghilang dan itu membuat liu harus turun tangan sendiri untuk melawan han.
" vena, kau masuk kembali".
Perintah han yang langsung dituruti roh vena.
"Haha, apakah kau ingin menyembunyikan roh pedangmu dan kabur?"
Tanya liu masih meremehkan han.
"Hehe, aku sudah menahan diri sedari tadi untuk tidak mengeluarkan kekuatanku. Hari ini, akan kuberi tahu apa itu rasanya kesedihan dan kemarahan seorang ayah saat anaknya diculik".
Ucap han lalu memegang erat tongkatnya dan melompat naik ketubuh gunin.
Setelah itu dengan cepat han membuka segel kekuatannya yang seketika membuat udara disekitarnya menjadi panas dingin.
Mata han yang memutih dengan wajah datar menatap liu yang terdiam kaget melihat perubahan han.
"Kali ini, kau tak akan kubiarkan hidup"
Ucap han menatap liu dingin dengan wajah yang sudah tidak ada ekspresinya membuat liu menjadi sedikit gemetar.
***
"Haha, iblisnya menghilang nih. Sepertinya, pengendali iblis tengah sibuk ya".
Ucap lili membuat wen sedikit bingung kenapa lili bisa tau bahwa ada yang mengendalikan.
" aku sudah tau sedari tadi saat mataku tertutup. Kau lihat disana, 2 naga dan 10 hewan spirit tengah mengelilingi temanmu. Dan kau lihat lagi diarah sana yang sudah mengeluarkan kekuatan segelnya dengan api suci putih mengelilingi tubuhnya".
Jelas lili lagi sambil menunjuk arah dimana tempat yang dibicarakannya.
"Heh, kau bahkan hanya berani jika mengurungku!"
Teriak wen keras dan geram saat melihat wajah lili.
"Roh spirit, bukalah pelindungnya".
Setelah lili mengatakan itu dirinya menyimpan kembali pedangnya dan kini menutup matanya membuat wen yang sudah mengeluarkan kekuatannya itu bingung.
Tepat saat lili membuka mata, rambut nya yang terurai di bagian kiri lili berubah menjadi hitam dengan mata yang juga berubah menjadi ungu. Sedangkan dibagian kanan rambutnya berubah menjadi merah dengan mata yang berubah berwarna biru.
Lili menyunggingkan senyumnya menatap wen sinis dan mengeluarkan sabit pencabut nyawanya yang terbuat dari api hitam serta api merah yang menyelimuti bagian luar.
" bagaimana bisa?"
Tanya wen menatap lili sedikit merinding karena wujud lili yang bisa dibilang mengerikan saat membawa sabit pencabut nyawa seperti itu.
"Bagaimana bisa katamu? Tentu saja itu karena.."
Ucap lili
"Kami"
Sambung chen ditempat yang berbeda menatap zhen dengan senyum tipisnya.
"Kuat".
Lanjut han lagi yang dari tempat berbeda.
Lalu sedetik kemudian lili, han dan anak muridnya bersama-sama melawan musuh dihadadpan mereka.
*
*
__ADS_1
*
Bersambung.