GIRL AGAINTS THE WORLD

GIRL AGAINTS THE WORLD
CHAPTER-14


__ADS_3

"Kita harus memiliki berlian magic core dan darah hewan spirit dewa". Ucap han sambil menatap mata lili yang sudah bengkak karena menangid tadi.


Han sebenarnya juga salah sudah asal bicara untuk mengangkat anak bersama lili.


Bagaimanapun, anak yang bernama wei itu harus tetap bersama mereka karena didalam tubuh anak itu terdapat kekuatan langit dan bumi.


Mungkin saja orang tuanya yang meninggal itu dikarenakan tidak kuat untuk menahan kekuatan yang berada didalam tubuh wei.


Jika wei menggunakan kekuatan itu dengan tidak benar, dia bisa saja menghancurkan bumi.


" berlian magic core? Dimana kita harus mendapatkan yang satu itu". Tanya lili sambil menghapus bekas air mata yang sudah keluar dari pelupuk matanya.


"Anak itu tau" jawab han sambil menunjuk kearah wei.


"Hah? Kenapa jadi wei yang tau?" ucap lili dan memikirkan candaan han yang sangat konyol saat ini.


"Dia memiliki kekuatan langit dan bumi. Hanya Orang berkekuatan itulah yang dapat merasakan keberadaan magic core". Jawab han sambil membuka pelindung yang sudah dibuatnya. Saat pelindung itu hilang, lili dan han melihat wei yang sedang menatap mereka berdua dengan sendu dan menangis.


" wei, kau kenapa?" tanya lili khawatir dan berlari kecil menghampiri wei yang sedang menangis entah karena apa.


"Hatiku sakit saat melihat ibu menangis"


Ucapan wei membuat lili dan han melotot tak percaya.


"Ii--ibu? Ibu yang mana?" tanya lili sedikit tak percaya.


"Kau kan ibuku" jawab wei mengelap air matanya. Ia melirik han dan lili secara bergantian saat melihat dua orang dihadapannya menganga kearah wei.


"Ibu? Ibu? Sejak kapan? Aku jadi ibu? Aku masih muda. Tidak, tidak kenapa harus jadi mama muda huaaaa"


Lili berteriak antara senang dan sedih, dirinya masih muda. Tidak mungkin diumur lili yang masih 17 tahun sudah memiliki anak berumur 7 tahun.


Apa nanti kata orang?


Tapi saat melirik kearah wei, wei hanya duduk menekuk lutut menatap lili dengan mata yang bengkak dan terlihat seperti anjing imut yang ingin dibawa pulang.


"Ayah? Ayahnya siapa?"


han tiba-tiba mendekati wei dan lili, ia berteriak tak percaya menatap wei.


Dia benar-benar menganggap lili adalah ibunya?


Jika lili adalah ibunya, han harus menjadi ayahnya.


"Kau kan ayahku, jadi kalian berdua adalah ayah dan ibu wei"


Ucap wei tersenyum dengan menampilkan deretan giginya.


Lili dan han saat ini benar-benar merasa wajahnya memanas saat mendengar perkataan wei.


Han dan lili memang sudah bersama selama 1 bulan, saat mereka menyadari bahwa mereka memiliki perasaan yang khusus itu kurang lebih beberapa hari yang lalu.


"A-anu ini terlalu cepat haha"


Lili yang seperti sudah melayang kelangit langsung asal bicara.


Sedangkan han hanya menggigit kukunya dengan mata yang membulat tidak percaya dan wajahnya yang memerah.

__ADS_1


Han dan lili saat ini sudah seperti orang kurang waras.


Wei yang melihat itu sedikit khawatir kepada orang tua barunya.


"Ibuu- ayah, kau tidak apa-apa?"


Wei menatap lili dengan khawatir saat melihat wajahnya yng memerah dan dia mengira lili sedang demam.


Gu nin yang terbangun melirik lili dan han yang memerah dan terdiam tak percaya.


Gu nin bingung dengan sikap orang idiot didepannya, tanpa perduli lagi dengan masalah lili dan han dia kembali tidur dan berbahagia di alam mimpinya.


"Ibuu? Aku seorang ibu dari anak yang ayahnya adalah han?"


Ucap lili yang bertanya pada dirinya sendirii sambil memikirkan dirinya dan han sedang melakukan hal yang tidak senonoh.


Lili langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dan membasuh wajahnya di laut yang ada diseberangnya.


Han mendekati wei dan menatap wei dengan serius.


"Wei, kau menganggap lili dan aku adalah orang tuamu?" tanya han memastikan pikirannya yang entah kemana-mana.


"Iya kalian adalah ayah dan ibuku" wei mengangguk senang,ia tersenyum kearah lili dan han


"Panggil aku mama karena aku masih muda, dan panggil han sebagai papamu" ucap lili tiba-tiba membuat han hampir tersedak ludahnya.


Lili benar-benar menyetujuinya?


"Li? Kau serius?" tanya han dengan wajah yang tak percaya.


"Mengapa tidak? Aku akan merawatnya bersamamu. Walaupun dirimu belum kembali kebentuk manusia, aku pasti akan mencari magic core itu"


Wei yang mendengar kata magic core mendekatkan dirinya dengan lili.


"Magic core?" tanya wei dan melirik lili dengan wajah yang menurut han dan lili sangat imut.


"Kau tau tentang magic core?" tanya lili kembali dan menatap wei sambil berjongkok.


"Tentu saja. Itu adalah perhiasan ibu yang aku ambil diam-diam dikamar ayah".


Setelah wei mengatakan itu lili melirik han yang hanya tersenyum kearah lili.


Keberuntungan lili dan han hari ini sangat besar karena adanya wei bersama mereka.


" jadi dimana magic core itu?" tanya han sambil mengelus puncuk kepala anak kecil dihadapannya.


"Ada di ruangan bawah tanahku. Aku harap ruangan itu tidak hancur".


" pas sekali, aku juga berencana akan pergi ke istana liyan untuk memastikan kondisi disana".


Jawab lili dan menatap kearah langit.


"Eh, tunggu. Wei apa naga iblis memiliki dendam kepada kalian?" tanya lili saat pikirannya terbesit sesuatu.


"Tidak, aku juga bingung kenapa naga iblis tiba-tiba menyerang istana kami". Jawab wei dengan wajah yang agak bingung.


" apakah mungkin mereka mengincar magic core?"

__ADS_1


Ucap han yang membuat lili semakin khawatir karena memikirkan dirinya tidak mendapatkan magic core untuk mengubah han kembali menjadi manusia.


Lili langsung berdiri memakai jubahnya dan membangunkan axe yang sedang tertidur.


Lili menggendong wei untuk duduk di tubuh cloud .


Wei agak sedikit takut karena dirinya akan duduk memisah dengan lili, han yang mengerti maksud dari lili memindahkan wei agar tidak bersamanya menatap lili lalu memeluk lili.


Lili hanya menutup matanya merasakan kehangatan dan degupan jantungnya yang semakin kuat.


" jaga dirimu baik-baik jangan sampai terluka parah saat melawan mereka".


Han mengelus puncak kepala lili dengan lembut dan melihat lili dengan khawatir.


Lili yang melihat wajah khawatir han hanya tersenyum seperti sedang mengatakan dirinya akan baik-baik saja.


"Cloud dan tan, kalian ikuti aku dari belakang dan tolong jaga wei. Dia sudah bisa membiasakan tubuhnya dengan api milik cloud jadi tan hanya harus berjaga dari belakang"


Ucap lili lalu memeluk wei dan pergi menaiki axe.


"Gu nin. Kau tidak mau ikut?"


Tanya lili menatap gu nin dari atas yang masih tertidur.


Sedangkan roh han sedang berada didalam giok dan bersiap-siap untuk keluar saat lili kenapa-napa.


Gu nin menatap lili dan melompat malas ke tubuh axe.


Saat gu nin sudah berada dikepala axe sambil tertidur kembali lili melirik ke wei yang masih bingung dan menatap khawatir kearah lili.


"Tolong jaga dia jika aku terlibat di pertarungan".


Lili menatap cloud dan tan secara bergilir dengan tatapan yang sangat mengharapkan cloud dan tan dapat menjaga anak angkatnya.


Cloud dan tan mengangguk patuh kearah lili, setelah itu lili kembali menghadap kearah depan.


" ayo kita pergi"


Perintah lili kepada axe dan yang lainnya.


Dengan cepat mereka sudah terbang dan menuju kearah istana liyan.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2