
jakarta,
Akhirnya aku kembali,
yah walau aku slalu pulang tiap libur semester tapi kali ini berbeda aku benar benar pulang.
ahh aku tidak sabar ingin bertemu kekasih ku
pria tampan yang slama ini mengisi hati ku slama 4 tahun ini.
meski aku melanjutkan studi ku di London
kita bisa menjalani ini smua dengan baik.
aku slalu pulang ke tanah air stiap libur semester.
slain untuk melepas beban rindu, kepada papa satu satu nya keluarga yang ku punya aku juga butuh tambahan energi cinta dari pria ku
Priaku...
pria tampan yang merupakan senior ku saat SMA ....Diovani Abraham.
dia tinggi dengan dada bidang yang sangat nyaman untuk di peluk.
mata hitam nya yang setajam tatapan elang
membuat ku meleleh dan bertekuk lutut padanya saat aku kelas 11 dan dia kelas 12 SMA
pria pertama dan terakhir di hidupku.
Ah,... kenapa lama skali padahal jalanan cukup lenggang.bergumam dalam hati.
Gly melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
baru lima belas menit ternyata
sambil menggelengkan kepala,menyadari sikap bodohnya.
Ah tuhannn aku sangat tidak sabar ingin bertemu Devan.
Aku memang anak durhaka
bisa bisa nya aku menemui kekasihku dulu begitu menginjakan kaki di tanah kelahiranku
bukannya langsung ke rumah.
tersenyum kecil.
aku yakin dia masih tidur jam sgini,
dia pasti terkejut berkali kali lipat melihat ku nanti.
taksi berhenti di lobby apartemen tempat pujanku tinggal .
setelah mengucapkan trimakasih dan membayar lebih dari tarif yang seharus nya
aku melangkah dengan cepat ke unit Devanku berada.
tanpa halangan berarti aku langsung masuk ke dalam karna aku tau pinnya
Hidung ku yang bermasalah atau ini memang benar bau parfume wanita???
oh shit
kenapa jantungku berdetak tak beraturan begini!
ah mungkin aq terlalu lelah
tunggu suara wanita???
mengeryit bingung,...
apa aku salah kamar???
Secara sepontan aku menghampiri asal suara tersebut.
deg...
*uhhh harry up beby,......oh shittt ini sangat sesak jangan menyiksa ku lebih lama
cepat selesaikan* ucap seorang wanita yang sialnya merupakan sahabat ku sendiri
*wait honeyy m coming.
ahhhhh kau hebattt, aku mencintaimu*
langsung mencium rakus bibir wanita di bawah nya,kemudian merebahkan diri untuk saling berpelukan.
apa aku bermimpi???
aku baru saja melihat priaku,cinta pertamaku
pujaanku,menggagahi wanita yang tak lain sahabatku sendiri!!!!
omongkosong apa ini!
apa mereka melakukannya slama ini di belakang ku !
sialan.
"Apa kalian sudah selesai???
huhhhhh sepertinya kalian sangat menikmati momen berkembang biak kalian sampai tidak sadar kedatangan ku disini."
ucap gly datar,namun dengan nada yang penuh penekanan.
sebisa mungkin gly menahan untuk tidak menangis,
walau dada nya terasa sesak.
tubuhnya bergetar hebat menahan amarah dan kekecewaan yang memuncak.
Terkejut,
Reflek kedua insan tersebut menoleh ke sumber suara.
"gly,....? aku hanya,
aku bisa menjelaskan.
duduklah kita akan bicara"
__ADS_1
jawab Devan panik
"aku tidak tertarik,aku sudah menonton secara liveee adegan panas kalian
dan aku tidak bodoh hingga butuh penjelasan!"
ucap gly sinis,lalu berbalik pergi.
"Gly!
Govergly...!
aku mohon kita perlu bicara Gly!
Gly!
sial knapa dia bisa ada disini
sejak kapan dia datang"
ucap Devan kesal
"Kenapa kau marah??
bukankah ini lebih baik,kita jadi tak perlu menjelaskan apa pun padanya
aku lelah terus bersandiwara Dev.
ucap Viona ketus
"Ayolah Vi,
aku tidak mau meninggalkan kesan buruk padanya
bukankah kita sudah bicarakan smua ini?"
ucap Devan gusar
"Memang nya mau pake cara apa ha....?!
smakin lama perut ku juga makin besar,
jangan bilang kau mencintai nya !"
timpal viona berapi api
"Vioooo!"
gumam Devan frustasi.sambil meremas rambutnya.
pikirannya sangat kalut.
Devan hanya bermain main bersama Viona.
untuk memenuhi hasratnya
karna slama ini Gly slalu menolak stiap sentuhan fisik yang lebih intim.
membuat Devan frustasi
bersama Gly slalu membuat Devan horny
tatapannya yang lembut
serta buah dada yg menantang
belum lagi pinggang ramping yang sangat pas untuk di peluk sangat kontras dengan bokongnya yang sintal.
hubungannya slama ini sebatas make out itu pun bisa di hitung dengan jari
mengingat hubungan jarak jaruh yang menghalangi
.
saat itu lah Vio masuk
dan memutuskan untuk tinggal bersama
satu tahun setelah Gly kuliah di London.
aku pria normal
tidak mungkin menolak lubang surgawi
secara percuma bukan!
terlebih lagi dia sangat ahli di ranjang
membuat ku ketagihan.
yach walau segelnya tlah terlepas sebelum aku menikmatinya,aku cukup puas dengan pelayanannya
sialnya dia hamil,dan menuntut ku menikahi nya.
dan parahnya lagi Gly sudah tau hubungan kami dengan cara begini.
membuat Devan smakin kalut.
"bukankah seharusnya dia kembali bulan depan?,
knapa dia tiba tiba disini"
gumam Devan lirih
namun cukup di dengar oleh Vio
sontak Vio menatap nya tajam
**********
Stelah melihat scara live adegan penaburan benih manusia.
Govergly memutuskan pergi tanpa perlu lagi bertahan untuk sebuah omong kosong dari sepasang penghianat.
Sesak,tentu saja
rasanya jantung seperti tertusuk ribuan jarum
dengan tubuh bergetar hebat dan berurai air mata Gly berjalan cepat menjauh dari neraka kehidupan yang menyapa nya
dengan terus menunduk Gly berjalan secepat yang ia bisa
__ADS_1
tanpa dia sadari dari arah yang berlawanan
seorang pria sedang memainkan ponsel berjalan ke arah nya
karna sama sama menunduk
secara tak sengaja mereka pun bersenggolan bahu dengan kencang karna ke dua nya sama sama berjalan cepat
tentu itu cukup membuat ponsel si pria terjatuh dengan mulus
"shit!!"
umpat Rey reflek.
pria dengan manik biru langit itu pun menatap tajam pelaku yang membuat ponselnya mendarat sempurna di lantai.
membuat Gly melirik sekilas karna merasa risih dengan umpatan pria itu barusan tapi itu tidak menghentikan langkah nya untuk pergi dari tempat itu.
Rey melongo
makian yang hendak ia keluarkan mendadak terkunci di tenggorokan.
lirikan nya sangat tajamm tapi itu membuat wanita itu terlihat cantik
ahhh tidak,dia menawan
dan apa yang dia lakukan
kenapa dia tak minta maaf dan terpesona pada ketampanan ku
justru aku yang terbengong bengong menatap kepergiannya dengan bodoh.
"siapa dia?"
"knapa aku baru melihat nya?"
gumam rey lirih
hey aku Reynaldi
tidak ada satu pun wanita disini yg belum pernah menampakan wajahnya pada ku
para wanita slalu punya ribuan cara untuk menemui ku slama 1 tahun aku menetap disalah satu kamar ini.
jadi tidak heran kalau aku sampai hapal wajah wajah wanita penghuni di sini.
"Ahh menyebalkan,ponsel ku mati"
sambil membungkuk memungut ponselnya yang retak di bagian layar.
Dan wanita itu bahkan tidak mengucap maaf pada ku hanya melirik ku tajam
mengerikan
seolah dia ingin menguliti ku hidup hidup
ayolahh
bukankah aku yang seharus nya marah pada nya
ahhhh pagi yang buruk
gumam Rey sambil lalu,menuju ke unit nya yang sempat tertunda.
********
" Kenapa aku harus bertabrakan dengan orang sepagi ini dengan penampilan ku yang begini!!!"
aku harus bergegas pergi dari sini sebelum mempermalukan diri ku karna kehilangan kendali.
gumam Gly dalam hati sambil terus melangkah kluar,
untung lah banyak taksi yang terparkir menunggu penumpang
membuat Gly merasa sedikit lega,
setidaknya dia berhasil menjauh dari sepasang kutu busuk dan pria asing yang ponselnya terjatuh karna ulahnya
setelah berhasil mendudukan bokong sintalnya dan menyebutkan alamat yang di tuju Gly berusaha untuk tidur di mobil mengingat jarak rumah nya cukup jauh
dan lalu lintas cukup padat pasti akan memakan banyak waktu
Gly memejamkan mata
secepat kilat adegan kuda lumping itu terputar lagi di benaknya
membuat air mata nya turun sempurna dalam mata yang terpejam
" huhh shit! "
"Sabar ya mba, jam segini emang slalu macet"
ucap pa supir sambil tersenyum ramah
doble sialannnnnnn bagaimana bisa aku keceplosan begini,
aku pikir umpatan ku hanya dalam hati
huft....
sebaik nya aku diam
dan mencoba tidur
ah tidakkk
aku tidak mau bayangan mereka masuk lagi ke kepala ku
menjijikan
aaaaaa menyakitkan
******
ini crita pertama ku
kritik dan saran sangat di tunggu
maaf bila tulisan ku brantakan
dan banyak typo bertebaran
__ADS_1
salam hangat