
" Gly apa kau tak ingin bertemu penguntit mu yang tampan itu?"
aku mulai bosan menikmati kamar besar mu ini.
" bagai mana kalau kita berbelanja untuk mengisi kamar mu yang mirip ruang isolasi."
Gly tertawa mendengar celetuk sahabatnya.
di lihat nya seluruh ruangan kamar
"kosong"
bahkan sebagian isi lemari pun kosong
"Baiklah Ayo kita makan siang di luar skaligus ke butik pilihan papa.
aku harus memgukur gaun ku."
"apa kau benar benar akan kesana?"
kau ini bodoh atau gila!
"ayolah Lee jangan mulai lagi."
Leah hanya mendengus kesal.
kau mungkin bisa saja tetap berbuat baik
tapi aku??
aku bisa saja merobek gaun iblis betina itu dengan tangan ku!
aaaah kenapa aku yang marah marah di sini.
triak leah frustasi.
"bailah kita ke mall bagaimana?
aku tak ingin berdebat Lee lagi pula aku merindukan blackcard ku ."
"aaaah kau pintar sekali mengambil hati ku,
baiklah aku akan menguras uang mu tanpa malu."
"Ayo kita bersiap"
********
Gly sedang menunggu Leah yang sedang mengantri di meja kasir
entah berapa banyak baju yang dia beli,sementara Gly hanya membeli beberapa itu pun setelan formal untuk nya bekerja.
sambil menunggu dia memainkan ponselnya
terlihat ada beberapa panggilan tak terjawab dari Pria gila.
yah siapa lagi yang akan puluhan kali menelvon kalau bukan dia c penguntit tampan.
ich youuuuu apa aku menyebutnya tampan??
Leah akan menertawakanku bila mendengar ucapan ku barusan.
"aku menunggu mu di apartemen"
Gly membaca berulang sampai Tiga kali untuk memastikan apa yang ia baca.
sama!
dokter bilang dia menderita maag akut,
dan membutuhkan perawatan Intensif selama beberapa hari di rumah sakit.
bagai mana bisa dia sekarang di rumah?
achhh aku harus cepat kesana.
dilihat nya Leah berjalan menghampiri ku dengan tersenyum cerah ceria setelah berhasil menguras uang papa ku tanpa kendala.
fix abiz banyak ini mah mengingat dia orang yang paling jeli dan paling tau masalah fashion ga mungkin beli yang kw kw apa lagi ga limitid
itu bukan gaya nyaaaaaaaa.
"kita ketempat Rey sekarang."
"apa kau sudah merindukannya?"
"Apa kau ingin aku memakai smua gaun yang kau pilih nona?"
"maksud ku aku mulai merindukan asisten penguntit tampan mu itu Gover."
kau jangan salah sangka
heheheee
Gly menggandeng tangan Leah ke salah satu tempat makan memesan beberapa menu dan memilih berjalan ke mobil untuk menyimpan semua barang belanjaan nya.
agar dia tak mati bosan menunggu.
lagi pula dia memarkirkan mobilnya di depan tak jauh dari tempat makan yang ia pesan.
*****
Gly menekan bel
tak lama pintu pun terbuka,
dilihat nya Hary dengan setelan formalnya.
"Saya senang anda datang,
tapi sebelum anda masuk saya minta bantuam anda untuk membantu proses penyembuhan tuan."
__ADS_1
"ya ya ya aku mengerti dia memang merepotkan"
tolong siapkan,ucap Gly sambil menyerahkan kantung plastik yang ia bawa.
lalu berjalan ke kamar Rey
sementara Leah mulai bertingkah konyol dengan terus menguntit Hary.
"aku tidak mau makan
kau ini bagai mana ini sangat tidak enak kau bisa masak tidak !"
terdengar suara Rey sedang mengomel.
dilihat nya punggung seorang wanita yang menunduk karna pintu yang terbuka.
"Sepertinya kau sembuh dengan cepat Rey,"
ucap Gly sambil terus berjalan masuk.
"Sayang,......
ucap Rey terkejut namun dengan senyum secerah matahari dan bola mata yang mendadak membulat bagai cilok.
"huft....."
diacuhkannya Pria gila yang menyapa nya barusan.
Gly menoleh ke arah wanita yang berseragam suster tersebut.
"keluarlah,kau bisa istirahat sekarang suster"
"Baik nona,permisi."
Gly menatap Rey dengan menyilangkan kedua tangan nya di dada.
sementara yang di tatap mulai senyam senyum minta di tabok.
tak lama Hary masuk dengan. Leah di belakang membawakan makanan yang Gly beli setelah di letakan di piring.
Gly membeli Soto ayam ,
karna hanya itu makanan yang Gly tau yang Rey suka.
juga jus jambu merah tanpa es dan gula.
dan teh chamomile hangat.
tanpa berkata Gly langsung merebut nampan yang Hary bawa lalu duduk di sisi Rey,
"Buka mulut mu"
"tentu saja aku akan membuka nya sayang,
mendekatlah."tersenyum tipis
sambil memainkan jari telunjuk.
tentu yang Rey maksud adalah sebuah ciuman mesra yang penuh gairah.
Rey meringis kesakitan,dilihat dari bunyi yang di timbulkan,dan warna merah yang menyusul kemudian.itu membuktikan kalau Gly melakukannya dengan keras.
"rasakan!"
Hary melongo melihat tuannya meringis dengan tampang memelas sementara Leah yang tertawa keras tanpa sensor.
"Ambilkan sendok baru Tuan Hary,maaf merepotkan mu."
ucap Gly kemudian.
"Panggil saya Hary nona,"
saya akan mengambilkan sendok yang baru untuk anda.
Gly yang melihat kening Rey mulai memerah sesaat sebelum Rey memegang nya menjadi merasa bersalah,
apa aku terlalu kuat memukul nya
"kenapa kau begitu?"
" apa ! "
jawab Gly sewot.
"kau terus saja mengerucutkan bibir."
sebenarnya apa yang kau pikirkan?"
Gly menatap Rey kesal.
pasti pikirannya berlari ke hal hal yang mesum.
tapi kalau aku mengatai nya mesum dia pasti dengan sangat mudah menuduh ku balik.
Leah memilih menyalakan televisi dan menonton nya dari pada menonton dua sejoli yang di mabuk cinta.
sambil menyedot jus nya Lee berusaha mengabaikan mereka,toh aku juga tidak tau apa yang mereka kata kan.
"minumlah ini bagus untuk mu."
Gly memberikan teh chamomile hangat ke arah Rey.berusaha mengalihkan topik.
Rey menerimanya.
"enak,teh apa ini?"
"itu chamomile kalau kau suka aku akan membelikannya untuk mu."
Hary datang menyerahkan sendok bersih ke pada Gly.
trimkaskh Hary ucap Gly ramah.
__ADS_1
Hary hanya mengangguk.
lalu menatap Rey
"saya akan kembali ke ruang kerja tuan."
" pergilah,"
jangan mengganggu orang pacaran.
jawab Rey santai,
namun langsung tersenyum pahit saat pandangan nya menangkap sorot mata Gly
hehehee,
Gly hanya diam sementara Hary memutuskan untuk pergi.
"aaaa....."
dengan semangat Rey menerima nasi yang Gly suapkan kepadanya.
nasi nya memang lebih lembut,tapi itu jauh lebih baik dari pada bubur.
di tambah soto ayam kesukaan nya.
"uchhhhh srigala ku sedang sangat manis sekarang."
"aku ingin kau cepat sembuh agar bisa membayarhutang mu pada ku."
ingat kau belum membayar servisku selama beberapa hari.
ucap Gly sambil terus menyuapi.
" Kau terus berkata impoten kepada smua gadis yang ibu kenalkan tapi sekarang kau bermesraan dengan seorang J*lang !"
terdengar suara seorang wanita paruh baya yang menerobos masuk dengan seorang gadis cantik di belakang nya.
tak terdengar suara pintu terbuka karna Hary memang tidak menutup nya.
Rey tak terlalu terkejut dengan kedatangan ibu nya.karna Hary sudah melapor kalau ibu nya akan datang.
Sementara gly tertegun dengan expresi yang susah di artikan.terkejut bingung
terlebih Rey seolah acuh tak ingin menjelaskan ucapannya barusan.
"aaa......"
ucap Rey sambil membuka mulut nya,
Gly menatap Rey sebal karna Rey tak juga berbuat apa apa.
sementara Leah duduk anteng di sofa menyaksikan drama yang tak ia tau jalan crita nya.
Gly menyendokan nasi ke mulut Rey.
sementara Rey mengunyah dengan santai seolah tidak ada siapa pun selain mereka berdua.
"Rey!"
triak ibu widia marah.
"tenang ibu"
,biar Neina yang mengurus nya.
Neina merasa di tipu Rey dengan pengakuan konyol nya merasa lega sekaligus kesal melihat Rey bermesraan dengan seorang wanita.
dia mengambil gelas jus jambu merah yang masih penuh dan menyiramkannya ke kepala Gly.
tepat saat Hary sampai di depan pintu yang terbuka
Rey melongo
ibu Widia tersenyum sinis
sementara
Leah yang menyaksikan adegan detik demi detik di depannya langsung tertawa terbahak bahak
Gly membuang nafas berat.lalu memicingkan mata ke arah Leah yang asik tertawa di sofa.
sampai meneteskan air mata sambil memegang perut.
merasa di perhatikan leah berusaha menahan tawa nya
sorry,yang terjadi barusan adalah kejadiam langka.
kau tau selama aku berteman dwngan nya tidak ada satu pun yang berhasil membuat nya kotor walau itu di hari ulang tahunnya
kau benar benar hebat nona masih dengan tertawa
(dalam bahasa inggris yaaaa hehehee)
Smua orang kembali terkejut dengan penjelasan Leah.
kecuali Gly yang menggeleng pasrah.
benar benar sahabat yang baik.
Rey menatap Gly dengan penuh rasa bersalah
rambut nya yang tergerai indah menjadi lepek karna jus yang kental.
Rey marah,
Namun Rey bingung harus berkata apa
karna Rey takut salah bicara mengingat hubungan nya dengan Gly masih belum jelas.
Gly meletakan piring yang ia pegang di meja kecil samping Rey lalu memilih masuk ke kamar mandi
__ADS_1
dasar pria menyebalkan kenapa dia hanya diam saja huh!
lihatlah apa yang bisa aku lakukan