
"Sebagai seorang wanita kau itu kasar sekali!" ,protes Rey sambil memegang telinga yang me'merah karna ulah Gly
"Rasakan !,
aku bahkan tidak akan segan segan memupus masa depan mu bila kau terus membual. "
ketus Gly sambil lalu
"Arggggg....... srigala yang garang,
tapi aku suka.😁
cepatlah bersihkan dirimu,
aku lapar, "
ucap Rey dengan tampang memelas.
"Cih..... apa urusanku ?!
" Aaaaaaaah kalau kau tak mau makan dengan ku maka aku akan memakanmu,bagaimana ?
tantang Rey sambil mengedipkan mata
" Dasar tuan pemaksa !"
jawab Gly sambil beranjak ke kamar mandi
sebelum sampai di ruang yang di tuju
Gly kembali membalikkan wajahnya kembali.
" Kau tunggu lah di luar ! "
" Tidak mau !"
jawab Rey cepat
" Kau pasti akan tidur lagi dan kembali mengunci pintu."
,ucap Rey menambahkan
" Kau keluar atau kita tidak jadi pergi?? "
" Aaaaaa jadi kau ingin makan malam di luar bersama ku?"
seru Rey dengan mata berbinar
"cepatlah mandi sebelum aku memandikanmu!
" aaaaah kau ini."
gerutu Gly sambil berlalu.
Rey mengamati sekeliling kamar yang di dominasi oleh warna biru langit dan putih.
Aman,ku pikir dia akan memecahkan barang barang seperti di film film hikhikhik,gumam Rey dalam hati.
Rey menatap figura yang tertempel di dinding
nampak seorang pria yang diapit oleh dua orang gadis,salah satu nya Gly.
Dan ada banyak sekali foto serupa tersebar di kamar Gly.
huft.... kenapa lama sekali,
membosankan
Rey memilih mendekat ke rak buku di sisi pintu keluar,diambilnya buku secara acak untuk mengusir rasa bosan
Rey membuka nya asal,ternyata album foto.
Itu membuatnya tersenyum saat melihat wajah lucu gly yang berbalut dengan tepung
" cihhhh kekanakan sekalii."
sambil menggelengkan kepala pelan.
Diamatinya satu persatu foto yang ada di tiap lembar.hampir smua foto sama seperti foto yang tercetak besar di dinding sebrang tempat tidur.
Bertiga,dengan orang yang sama
ceklek....
pintu kamar mandi terbuka Gly keluar dengan menggunakan gaun berlengan sampai siku dengan panjang di atas lutut yang mengembang,
rambut nya di lilit handuk karna Gly memutuskan untuk mencici rambutnya terlebih dulu,karana merasa tak nyaman bila jalan dengan seseorang dengan penampilan yang buruk.
Gly memutuska. duduk di meja rias sambil sesekali mengawasi Rey dari cermin di depannya.
"serius skali,"
ucap Gly memecah keheningan.
sambil memainkan hairdryer.
Rey mendongak,
" Hehehee cepat sekali,kau sudah tak sabar ingin berkencan dengan ku hahh? "
" Percaya diri sekali,apa kau ingin aku mati kedinginan!"
jawab Gly ketus.
" Aaaaaa apa kau sedang meminta aku memelukmu?"
ucap Rey sambil mendekat.
" kenapa kau selalu membuat kesimpulan bodoh tuan!"
" Dan kau slalu merona stiap menerima kesimpulan bodoh ku ,benar???"
"Dasar gila!"
Love you too,kau sudah siap?
Gly memutar bola mata malas
berdebat dengan orang di depannya slalu membuat nya lelah.
Gly memutuskan untuk berjalan keluar meninggalkan Rey
Rey reflek mengikuti Gly dari belakang sambil tersenyum kecil.
" kau akan pergi nak?
ucap mami sonia saat melihat penampilan Gly .
" Yaa,dimana papa?
tanya Gly datar
Bisakah malam ini kita makan malam bersama?
mami sudah membuat makanan kesukaan mu.bukankah kau belum memakannya??
lagi pula Vio dan Devan sebentar lagi sampai,
kau tidak keberatan kan na berkencan lain waktu?"
sambil melihat ke arah Rey
__ADS_1
" yaaa tentu,tidak masalah .jawab Rey canggung."
Gly hanya diam
sepersekian detik terdengar langkah kaki dari arah depan.
muncullah Devan dan Vio dengan bergandengan tangan.
Gly menatap keduanya dengan raut tak terbaca,sementara Rey berdiri di belakang Gly dengan penuh tanya
Rey merasakan tubuh Gly menegang saat orang yang menyebut dirinya itu mami menyapa.
Dan perasaan nya merasa tak enak saat melihat kedatangan pasangan yang kini berdiri di hadapannya.
Vio langsung memeluk ibunya,sambil terus tersenyum.
sementara Devan terus menatap tajam ke arah Rey yang berdiri di belakang Gly dengan rasa penasaran.
" kau tak ingin mengenalkan pria tampan di belakangmu itu Gly ? "
ucap Vio ramah
namun penuh kepura pura an
"Tidak!",
jawab Gly tegas,
"aku takut kau jatuh hati dengan pria tampan ini." ucap Gly datar namun penuh penekanan.
Hallo aku viona.
sapa vio ramah,
Rey pun menjabat tangan vio yang terulur
ini devan,calon suami ku
tutur vio menambahkan.
Rey pun menjabat tangan Devan
Devan menatap Rey dengan pandangan tak suka.
aaaaaaa kenapa begini???
di beberapa foto mereka terlihat akrabb kenapa sekarang situasi nya sangat tidak nyaman,?
eh tunggu bukankah tadi srigala ini menyebutku tampan?
ahhhh,entahlah aku ingin keluar dari situasi mencekam ini.
pikir Rey dalam hati
"Karna smua sudah berkumpul,sebaiknya kita kemeja makan.ayo smua nya."
ucap mami sonia canggung.
tanpa menjawab Gly berjalan ke ruang makan terlebih dulu dengan tangan merengkuh lengan Rey
Rey tersenyum kecil
melihat sikap Gly padanya.
tak lama pa Hendra pun keluar dari ruang kerja nya dan bergabung bersama.
"kau ingin makan apa malam ini pria tampan?
ucap Gly dengan sangat sangat lembut dengan senyum tipis
Rey terpesona mendengar kalimat manusiawi
yang Gly lontarkan pada nya.
sedang meledeknya atau sedang membuat pria itu cemburu???
atau membuat perempuan itu cemburu???
aaaaaaaah kenapa rumit begini.
pikir Rey dalam hati
" Sayang?,
,panggil Gly lirih sambil menangkup pipi Rey dengan tangan kanan sementara tangan kiri nya mencubit paha Rey kuat kuat.
Rey terkejut dengan serangan gly barusan.tapi itu membuat Rey yakin gly sedang merencanakan sesuatu.
ok baiklahhhh,.....
kau sedang memanfaatkan ku kan nonaa
maka jangan salah kan aku melakukan hal yang sama,
gumam Rey dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
Rey menyentuh tangan yang menempel di pipi nya dengan pelan tapi pasti,
Rey membawa jemari lentik itu ke bibir nya
cup......
Rey mengecup punggung tangan Gly singkat
meletakan tangan gly dengan sangat perlahan ke sisi meja.
ibu jari nya berputar putar membelai punggung tangan Gly dengan lembut.
dengan terus menatap Gly lekat
pa Hendra dan mami sonia hanya tersenyum sementara Devan menatap tak percaya.
dalam hati Viona pun sangat penasaran dengan pria itu.
Gly mengumpat dalam hati
laki laki ini benar benar ga mau rugi!
aaaaaaaa
" maaf sayang, aku terlalu terpesona dengan kecantikanmu hingga tak mendengar kau bicara,aku menyesall." tutur Rey
Hentikannnnnn omong kosong mu sialan!!!
umpat Gly dalam hati,
dia terjebak dengan permainan nya sendiri
Cepat cepat Gly menarik tangan nya ,
dengan tampang merajuk Gly kembali bertanya apa yang ingin Rey makan
"apa pun sayang,slama itu dari tangan mu semua terasa enak untuk ku."
jawab Rey santai
aaaaaaaa dasar pria menyebalkan!
akan kau balas kau,
" Baiklah sayang
__ADS_1
kau tau kan aku sangat suka soup daging,
dan masakan momi sonia itu yang terbaik setelah almarhum ibu ku.kau harus menckba nya ucap Gly sambil tersenyum manis.
aaaaaaaaa senyuman maut ituuuuu aku yakin kau akan mencelakakan ku,batin Rey
Gly mengambil semangkok sop daging dengan sambel yang sangat banyak
lalu tersenyum penuh arti,
"buka mulutmu my dear."
ucap Gly natural mungkin
aaaaaaaaa benarkan,
dia benar benar membalas ku.
Dengan terpaksa Rey menerima suapan yang Gly berikan,
ya tuhannnnnnn rasa nya hanya pedasssssssss
Rey ingin sekali minum air putih,
tapi Gly kembali menyodorka. sendok yang berisi kuah soup penuh cabaii
"ini sangat segar sayanggg.benarkan??
aaaah srigala cantik ku benar benar cerdikk
aku menyesalll bersedia makan malam disini.
keluh Rey dalam hati.
" Ngomong ngomong, Rey sejak kapan kau menjadi kekasih putri ku???
tanya pa hendra,
itu seolah pertanyaan dari surgaa bagi Rey
karna Gly otomatis berhenti menyuapinya.
"Gly belum menerima cinta ku tuan,
padahal sudah ratusan kali aku mengungkapkannya.
tapi yaaaa itu tidak masalah karna aku tau dia hanya gengsi untuk mengakuinya"
ucap Rey
Gly benar benar ingin mencekik Rey dengan tangannyaaa!
Pa Hendra tertawa riang,
yaaaa kau harus banyak berusaha anak mudaa.
lalu vio,
bagaimana dengan rencana pernikahan kalian??tanya pa Hendra menambahkan.
Gly merasa mulai sesakkkk mendengar obrolan ini.
Rey menangkap raut tegang dalam mimik muka gly.namun hanya bisa diam mengamati.
Bagai mana kalau kita melangsungkan pernikahan kita bersama pa??
jawab vio.menanggapi pertanyaan pa hendra
"boleh saja,apa kau ingin bergabung Rey??
ucap pa hendra
"maksud tuan?"
tanya Rey tak mengerti.
menatap gly meminta penjelasan
namun yang di tatap hanya diamm.
Pa Hendra angkat bicara
" rencana nya 2 bulan lagi,saya dan sonia
sambil menumjuk orang yang di maksud
tapi ternyata viona dan dev akan melangsung kan pernikahan dalam waktu dekat.
jadi yaaaa kami selaku orang tua mengalahhhhhh untuk menunda.
Gly menatap papa nya lekat,
lalu menatap sonia bergantian.
Gly menghembuskan nafas panjang
" Apa papa mengira aku keberatan?"
ucap Gly datar
" tidak naaa,papa hanya menunda."
hening....
aku senang papa tidak jadi menikah dengan mami sonia,
tapi aku merasa bersalah kalau mereka gagal menikah karna sikap ku kemarin.
aku tidak sudi menjadi bagian keluarga pasangan ular itu.
tapi aku juga tak mau papa kesepian lagi.
mami sonia sangat baik pada ku dan juga papi.
terlebih papi sudah tua,
dan aku tak selalu menemaninya.pikir Gly
"sebaiknya di langsungkan bersamaan saja pa,
aku pulang cepat untuk memberitahu papa kalu aku mendapatkan beasiswa S2 ku di London.
kalu menunda lagi
takut nya aku tak sempat datang karna sebagai mahasiswa baru pasti akan banyak kegiatan.
lagi pula aku tak bisa sering sering meninggalkan pekerjaan ku.ucap gly datar
lalu menengok ke arah Rey,
aku ingin menonton,
belum terlalu malam kan???
aku tunggu di luar
kalau tuan nengizinkan,saya ingin mengajak Gly nonton.tutur Rey canggung
iya tentu.bersenang senanglah.
jawab pa hendra ramah
__ADS_1
mengusir ke canggungan Rey.
tuan nyonya smuanya saya pamit permisi