Govergly

Govergly
tiga puluh lima


__ADS_3

dukung aku dengan kasi like n vote yaaa


jangan lupa juga kasi rating bintang 5,


trimakasih.


******+


"Ry,apa aku terlihat bodoh?"


tanya Rey di sela lamunan nya.


hary mengeryit bingung mencoba menerka nerka apa yang sebenarnya bos nya katakan.


" pikiran ku selalu tertuju pada nya,berada jauh dengan nya membuat ku menggila."


hmmmm kau sudah lama gila bos,hary


namun memilih diam mendengarkan unek unek bos nya yang mood nya sedang sangat buruk sejak tadi malam.


" Aku mengejarna tanpa memikirkan apa pun,


hingga aku tanpa sadar telah berbuat bodoh,


aku menelantarkan pekerjaan ku untuk terus mendekat pada nya untuk slalu ada di sisi nya,......


Hary.......


aku merasa malu sekarang.


ocehannya tadi siang terus menerus berputar di kepala ku seperti kaset yang berputar."


Aku harus bagaimana sekarang?"


"Aku tidak tau,


menurut mu apa yang bisa ku berikan untuk menasehati mu gadis mu itu sangat langka Rey,


apa yang ia pikir kan berbeda jauh dengan kebanyakan gadis."


"biasa nya seorang gadis akan sangat senang di kejar,lalu mulai memanfaatkan si pria entah itu waktu,tenaga atau uang.


tapi gadis mu itu dia memikirkan kewajiban mu,memikirkan tanggung jawab yang harus kau kerjakan bahkan memikirkan karyawan mu.


demi apa pun aku merasa sedang di omeli ibu ku saat dia bicara begitu."


gumam Hary lirih


" aku merindukannya tapi aku akan mati kutu saat dia menemui ku nanti."


keluh Rey frustasi.


" aku kalah dalam serangan pertama "


"kau kalah telak bos,"


sela Hary sambil tertawa.


sebaik nya kita bekerja dan mulai mengumpulkan uang bos ,ingat gadis mu suka dengan orang yang bertanggung jawab maka kerjakan pekerjaan mu "


heheheee sambil meletakan beberapa map di atas meja.


" kau ini mencuri kesempatan dalam kesempitan !


bantu aku menyelesaikan semua nya!"


atau kau tak akan bisa libur besok.


Rey mulai fokus mengerjakan berkas berkas di meja nya sampai lupa waktu.


terdengar suara dering ponsel Rey


tanda panggilan masuk,


tapi saat Rey hendak mengangkat panggilan


nada dering nya terhenti.


tak berapa lama terdengar suara pesan masuk.


namun Rey masih enggan untuk melihat ponselnya.


******


Gly memutuskan untuk ke apartemen Rey sore ini,untuk mengantarkan mobil sekaligus makan malam bersama.


sementara Ka Egy mengikuti nya di belakang dengan membawa mobil nya.


bagitu mobil terparkir dengan sempurna Gly memutuskan menelvon Rey untuk makan malam di luar saja.


ia terlalu malaz kalau kebetulan bertemu dengan calon sodara tiri nya itu.


Gly menelvon no Rey sampai panggilan berakhir,tapi tak ada jawaban.


terdengar suara kaca mobil di ketuk dari luar,


siapa lagi kalau bukan. Meigy.

__ADS_1


Gly keluar dari mobil Rey lalu masuk ke mobilnya.


Egy pun mau tak mau menyusul tanpa banyak bertanya.


sepertinya dia memang pendiam .Gly


Gly memutuskan mengirim pesan


"kau dimana?


aku di parkiran apartemen mu.


terkirim


" aku pingin sate,kau tau dimana tempat makan yang enak?"


ucap Gly mengusir kesunyian.


" saya tidak tau nona,"


ada c tempat langganan nya,tapi pasti ga selevel la yaaaa sama setandar sang nona


" kau tak pernah beli sate?"


kasian sekali,.... ucap Gly sarkasme.


pria bodoh ini pasti tak menyangka aku akan berakhir makan di pinggir jalan.


huhh dia tidak tau saja aku pernah bekerja menjadi pelayan paruh waktu di london sana.


" Dimana kau tinggal," Gly kembali bertanya karna asisten baru nya tidak bicara apa pun.


"saya tinggal di perum bumi asih nona,"


jawab Egy bingung,kenapa dari sate lanjut ke tempat dia tinggal.


" bawa aku kesana !"


ucap Gly memerintah. " untuk apa nona?"


tanya Egy cepat.


"aku perlu tau dimana asistenku tinggal,memang tak boleh?"


cecar Gly mulai kesal.


"Baiklah kita kesana nona."


jawab Egy lesu.


dia baru pindah ke rumah baru nya tersebut.


dan masih mencicil sampai 10 tahun ke depan.


yah dia mendapatkan rumah itu dengan dp yang ia pinjam dari sang paman.


slama ini ia tinggal di bandung ,dan bekerja di salah satu hotel milik papa Gly.


akibat tekanan dari berbagai pihak dia memutuskan pergi ke jakarta namun ternyata dia berakhir sama saja.


aku tidak bisa lepas dari bayang bayang paman sekuat apa pun aku berusaha.


tapi ucapan nona nya kemarin ,mulai membangkitkan percaya diri ku kembali.


aku akan membuktikan pada mu nona,


" kau tinggal dengan siapa ka?"


tanya Gly memecah kesunyian.


"Sendiri nona,saya baru pindah beberapa minggu yang lalu."


jawab Egy menjelaskan.


"owh ...." ucap gly sambil mengangguk pelan.


jadi,slama ini kau tinggal dimana?"


tanya Gly lebih lanjut.


aku harus mengenal orang orang ku bukan?


"Saya tinggal di bandung nona,dekat dengan Hotel anda yang di sana.saya juga pernah bekerja di sana selama 4 tahun."


"wow lama juga,


kenapa kau memilih keluar? aaaah tidak kenapa kau memilih pindah ke jakarta."


"saya ingin lepas dari bayangan paman nona.


saya pikir lowongan menjadi pengawal nona yang saya ikuti lewat on line itu berbeda dengan perusahaan paman bekerja ternyata sama saja.saya sempat ragu,tapi saat anda mempercayai kemampuan saya,saya yakin untuk maju."


terang Egy panjang lebar,


"hahaha ternyata kau tak bisa menghindar rupa nya."


menertawakan kebetulan yang di alami Egy.

__ADS_1


"anda benar nona,


smua orang yang tau hubungan keluarga antara aku dan paman,


tak pernah bisa menghargai apa yang aku capai sekuat apa pun aku berusaha,"


gumam Egy lirih.


" kau harus slalu ingat aku mempercayai mu,


dan kau harus slalu berusaha kalau kau layak untuk itu.


cukup lihat aku,dan


kerjakan pekerjaan mu dengan sempurna agar kau bisa menutup mulut mereka tanpa perlu bicara.apa kau mengerti?"


" baik nona,jawab egy tegas.


dia masih muda tapi jiwa kepemimpinan nya sangat kuat,aku benar benar beruntung bisa mengabdi pada mu nona


" sepertinya ada sate tu di depan,belikan aku 50 tusuk sama nasi 2 porsi."


ucap gly karna melihat kepulan asap di pinggir jalan.


saya kira anda tidak pernah makan makanan pinggir jalan nona,saya sampai takut menawarkan makanan faforit saya yang nota bene nya murah meriah.


Egy keluar membeli apa yang Gly pesan serta jus sirsak kesukaan nona nya.


*itu ada di buku panduan pelayanan.*


gly menunggu pesanan nya sambil memainkan ponsel di dalam mobil.


tiba tiba Rey menelvon.


" sayang kau dimana?"


ucap Rey terdengar panik.


"mau ke rumah Egy,"


jawab Gly datar.


Terdengar Rey membuang nafas berat.


mencoba membuang nada tak suka dalam bicara nya.


" kita jadi makan siang bersama?"


aku sedang bekerja saat kau menelvon,


maaf.....


" aku senang mendengar nya,sepertinya ucapan ku siang tadi berpengaruh pada mu."


ucap Gly santai,


Rey tertawa


" sangat,perkataan mu sangat mempengaruhi hidup ku sayang.jadi bisa kah kita makan malam bersama sebagai apresiasi untuk ku?"


gantian Gly yang tertawa,


apa aku akan dapat bagian dengan hasil yang akan kau dapat nanti?


"tentu saja balas Rey cepat,aku nyusul nya kirimkan lokasi nya pada ku,


ucap Rey memelas.


"kau tidak boleh cape Rey,"


jawab Gly mencoba memberi pengertian.


"tapi aku merindukan mu,"


sanggah Rey lirih.


"kita akan bertemu besok kau ingat lusa papa ku akan menikah,dan kau.....


harus datang."jawab Gly pilu


entah mengapa mengingat momen itu seperti menyiram air jeruk ke luka mu yang basah,


perihhhhh


Rey menyadari perubahan suara Gly,


dia tau pujaan hatinya itu sedang perang batin saat ini.


"baiklah,minggu depan kita yang menikah bagaimana?


dengan nada seriang mungkin.


" apa kau sudah kaya raya dengan waktu seminggu?


kau tak lupa kan aku ini mata duitan.


ucap Gly sambil tertawa

__ADS_1


tiba tiba terdengar suara pintu mobil terbuka


tanpa banyak bicara Egy kembali melajukan mobil nya


__ADS_2