Govergly

Govergly
empat puluh lima


__ADS_3

bagi like nya dong pleaseeeee😧


*****


Rey meraba kening Gly pelan,karna takut membangunkan Gly,


syukurlah sudah aga turun panas nya.


Rey melanjutkan lagi pekerjaan nya,


Gly benar,


aku harus bisa bertanggung jawab dengan smua kewajiban ku.


untung lah hari ini tidak ada rapat atau pertemuan apa pun,dia jadi bisa menjaga Gly sambil mengontrol pekerjaan nya.


pukul 5 lebih sedikit Egy pulang ke rumah,


dengan banyak makanan terutama sate,karna mengingat nona nya pernah membeli banyak sate walau hanya di makan beberapa.


di lihat nya Gly yang terbaring di sofa sementara Rey duduk di lantai tertidur sambil menggenggam tangan Gly,


Egy tersenyum kecil.


lalu meletakan apa yang ia bawa di meja makan dan memilih membersihkan diri.


gly terbangun,terlebih dulu,


baju nya basah karna keringat dan itu membuat dia tak nyaman,


terlebih ac dalam keadaan mati.


Gly merasakan tangan nya kebas,


pantas saja......


kau memegang ku seperti aku akan kabur saja.


Gly berusaha melepaskan genggaman tangan Rey pada jari jari nya sepelan mungkin,


tapi itu cukup membuat Rey terbangun.


"sayang,..... ucap Rey dengan suara parau,


mata nya belum terbuka sempurna,


tapi sudah tersenyum lebar selebar lebarnya


membuat Gly ikut tersenyum.


" kau ingin sesuatu?"


tanya Rey kemudian,


" pingin mandi,dan tolong belikan aku baju,


ini sudah basah." sambil menarik bagian leher baju.


"spertinya kaka mu sudah pulang,bagaimana kalau dia yang pergi dan aku membantu mu mandi ?"


tanya Rey usil, " penguntit gila ".


jawab Gly cepat sambil memukul bahu Rey .


" aku mencium bau sate,


ambilkan Rey aku mau,ucap Gly antusias sambil menunjuk meja makan.


Rey menurut dan mengambilkannya 1 bungkus,berisi 10 tusuk dan irisan lontong di dalam nya.


harumnya sangat sedap,


sepertinya enak,sambil menggigit tusukan sate yang penuh bumbu.


" enak ". ucap Rey santai,sementara Gly cemberut menunggu Rey menghampiri nya.


Rey tertawa menyadari Gly menunggu nya dengan kesa.


" kau menunggu ku my Queen.....


sambil terus memasukan sate ke mulut nya.


sementara Gly memutar bola mata nya .


" kau semakin sexi bila sedang marah ".


ucap Rey menggoda.


" iya dan terkena struk lalu mati ". triak Gly asal.


" jangan bilang begitu pamali " triak egy begitu keluar dari kamar mandi dengan setelan rumahan.


mendekat ke meja makan setelah sebelum nya mengambil piring.


Egy menyiapkan makanan untuk Gly. dan menyuapi nya,

__ADS_1


Rey menatap tajam kelancangan Egy yang menyiapi Gly di depan nya reflek Rey menusuk lengan Egy dengan tusukan sate


cukup sakit karna ujung nya aga sedikit runcing belem sepat ia berkata kata Gly sudah balas menusuk perut Rey dengan kencang.


"awww....... sakit gly.rengek Rey protes.


" jangan suka nojosin orang kalo ga mau di tojos sakit kan?"


triak Gly sebal.


siapa suruh dia nyuapin kamu !


Rey berteriak.


" siapa suruh juga anteng makan sendirian di sana !"


Gly balas berteriak.


Egy membuang nafas,apa pun akan jadi bahan perdebatan untuk ke dua nya.


Egy memasukan sate ke mulut ke dua nya dengan ke dua tangan nya.


mau ga mau ke dua nya menutup rapat sate yang bersarang di mulut nya


Gly protes karna pipi nya blepotan bumbu sate sementara Rey tertawa lebar menertawakan penampilan Gly.


" dich kau pikir kau tidak kotor apa triak Gly kesal.


" tidak " jawab Rey cepat sambil peper ke lengan baju yang Gly kenakan.


" et dah jorok banget sii Rey.....


sambil menarik kuping Rey keras keras


" aduh yang sakittt yang.......


kuping aku bisa panjang kaya kambing ntar....


ucap Rey sambil meringis memegangi telinga yang Gly tarik kuat.


"sayang kamu mimisan.....ucap Rey terkejut.


Reflek Gly melepas tarikan nya di telinga Rey dan menyentuh bawah Hidung,


Egy langsung berlari mengambilkan tisu


sekejam tisu putih itu berubah warna menjadi merah.


" sebaiknya kita ke rumah sakit sekarang."


ucap Egy kemudian.


ucap Gly disela sela kesibukannya menahan darah yang mengalir.


" sering?"


tanya Rey dengan raut khawatir,


Gly menyesal karna asal bicara sekarang pasti dua orang pria di depan nya sedang berfikir yang mengerikan.


" Rey bukankah kau tak suka rumah sakit?"


Gly berusaha membujuk


Rey diam tak bergeming,


dan memilih menggendong Gly,


Egy langsung berlari mendahului keluar membuka kan pintu mobil


****


Gly menjalani serangkaian pemeriksaan termasuk tes darah.


wajah nya terlihat pucat,bahkan saat dalam perjalanan ke rumah sakit Gly mengalami sesak nafas dan detak jantung yang tak beraturan.


Sebisa mungkin Rey bersikap tenang,


dia tak mau Gly merasa takut.


bahkan ia sendiri pun sangat takut karna begitu khawatir dan punya ketakutan tersendiri dengan rumah sakit,


"aku slalu mengingat kejadian itu hanya dengan mendengar kata " rumah sakit "


ayah yang terbaring tanpa nyawa


dengan genangan darah di lantai dan sekitar dia berbaring."


*aku baru lulus SMA saat itu,


sudah menjadi kebiasaan smua orang,


saat menerima kata lulus berkonvoy bersama keliling kota dengan motor kesayangan.


Ayahhh tentu saja tidak suka dengan hal itu,

__ADS_1


bahkan melihat motor ku terparkir saja dia akan dengan senang hati membakar nya


apa lagi melihat ku melaju kencang menaiki nya.


dia mengejarku tanpa melihat sekitar,


yang ia lihat hanya aku yang melaju di depan.


tanpa menyadari di perempatan jalan ada truk kontener besar melaju dari arah samping


saat lampu merah mulai menyala sesaat setelah aku berhasil melalui nya


Aku ingin ayah berhenti mengejar ku,


aku ingin menjauh,


aku ingin ayah pulang dan berhenti mengganggu kesenangan ku,


dan ayah benar benar berhenti,


tapi bukan berhenti seperti yang aku ingini.


aku melihat ayah di kasur rumah sakit tenggelam dalam darah segar yang terus keluar,mengalir deras ke lantai*.


****


Rey benar benar berusaha menahan diri untuk tidak pergi meninggalkan Gly,meski dia ingin sekali berlari keluar.


demi Gly,


itu yang terus menerus ia ucapkan.


"tuan Rey nona sudah di pindahkan di ruang perawatan "


ucap Egy membuyarkan lamunan.


Rey langsung bangkit mengikuti langkah Egy ke kamar rawat Gly.


" Bagaimana hasilnya?".tanya Rey gugup


jujur dia tak bisa menerima kabar buruk.


"hasil nya belum keluar Tuan,"


kita berdoa saja smoga nona baik baik saja.


ucap. Egy lirih.


" wanita ku baik baik saja Egy,dia hanya ingin aku menemani nya ."


jawab Rey pilu,


pikirannya sudah kemana mana


artikel yang ia baca di ponselnya membuat hati nya semakin sesak.


" sayang.......panggil Rey lembut.


Gly terlihat semakin pucat,mata nya kehilangan cahaya,nampak sayu dan lemah.


"Rey........


panggil Gly begitu lirih.


" mana yang sakit sayang.....


katakan pada ku, ucap Rey sambil terus menciumi punggung tangan Gly.


" pulang......" ucap Gly tanpa suara,


sebelum mata nya tertutup sempurna.


"egy........


triak Rey panik.


Egy langsung menekan tombol merah yang ada di samping ranjang


" untung kau masih waras "


ucap Rey kemudian.


tak lama dokter datang bersama seorang perawat.


"pasien hanya tidur tuan,tak apa"


ucap dokter begitu slesai memeriksa.


Baik Rey mau pun Egy menarik nafas legaa


" syukurlah ucap ke dua nya hampir bersamaan.


" saya akan menelvon tuan besar tuan,


Ucap Egy kemudian

__ADS_1


Rey mengangguk mengerti,


dan memilih duduk di samping Gly kembali.


__ADS_2