Govergly

Govergly
dua puluh delapan


__ADS_3

Rey menghampiri satpam yang berjaga setelah memarkirkan mobilnya di bahu jalan.


"saya ingin bertemu Gly."


dwngan suara bergetar.


entah karna marah atau karna dia mulai demam.


tubuhnya merasa lemas tapi smua hilang tersapu cemburu yang begitu besar.


sepanjang jalan Rey terus menerus berfikir tanpa hasil.


"tuan Rey silahkan masuk,"


Rey berjalan memasuki halaman


pintu terbuka sebelum Rey sampai,mungkin pa satpam itu sudah menghubungi orang rumah.


dia mulai pusing sekarang pandangan nya juga mulai kabur karna mata nya berair.


Mari masuk tuan,


Nona ada di dalam.


Gly yang sedang menikmati teh hangat bersama Leah di ruang tengah terkejut saat satpam di depan melaporkan kedatangan Rey.


"Apa yang di pikirkan pria gila itu Lee?"


"entah" jawab Leah acuh sambil menikmati keripik kentang yang ada di tangan nya.


"Gly, panggil Rey lemah,


Gly menengok kearah suara Rey,


dia terlihat kacau dan entah lah


hening


"kenapa kau tak menelvonku?"


Hah?


jawab gly bingung.


"kau menelvon Hary,tapi kau tak pernah mengangkat telvon ku,bahkan dari sekian ribu pesan yang ku kirim kau hanya mengirim 1 pesan balasan untuk ku."


gly tertawa keras dengan menutup mulut nya


"kau kesini hanya untuk protes kenapa aku tak menelvonmu begitu?"


Rey mengangguk lemah seperti boneka angguk anggukan.


Gly tertawa lagi


Leah apa kau tau pria di depan ku ini sedang melakukan unjuk rasa karna aku tak menelvonnya.


Rey bingung apa nya yang lucu kenapa dia tertawa keras begitu?


Gly bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekat,


"duduklah Rey ,akan aku buatkan teh chamomile hangat untuk mu kau suka kan?"


Rey diam,sambil memandang Gly lekat lekat.


Gly memegang tangan Rey memaksanya untuk duduk.


"kau demam Rey,apa kau kesini sendirian?"


Rey mengangguk pelan masih tak bergeming menatap Gly.


huft....


Leah tolong panggilkan bu Rini ya,


ok jawab Leah singkat


Gly menatap Rey lekat mencoba mencari tau apa yang di pikirkan oleh pria di depannya


nihil expresi nya tak terbaca,


anda memanggil saya nona,


ucap Bu Rini sopan.


mana Leah?


Nona Leah sedang memakan puding di meja makan,nona.


nge geol wee itu mulut.


tapi ga gemuk gemuk.


nanti kalo papa pulang bilang sama papa temen Gly menginap,


tolong siapkan kamar di bawah aja dan juga makanan sekarang ya bu


gly tunggu.


baik nona,apa perlu dokter?


klihatannya temen nona sedang sakit.


"ah iya ya ibu benar tolong telvon dokter Pras ya bu."

__ADS_1


Baik nona,


setelah bu Rini pergi gly kembali melihat Rey,yang menyandarkan punggungnya dengan mata tertutup.


"pusing?"


Rey. mengangguk,


kau bertengkar dengan ibu mu?


"sedikit,tapi aku lagi marah sama kamu Gly."


aku? jawab Gly bingung.


aku salah apa?


aku tidak melakukan apa pun.


" Kau menelvon hary,itu salah mu!"


Gly tertawa,


kali ini mata rey langsung terbuka.lalu menoleh


dimana letak salah nya Rey,


kau membuat ku bingung.jawab Gly cepat karana merasa tak nyaman dengan tatapan aneh Rey.


"kau membuat ku cemburu !"


apa kau puas!


ketus tapi dengan suara yang lemah.


"hahahaa manis sekali,


memang apa yang kau cemburui memang nya apa yang ku bahas pada Hary kau ini ada ada saja."


tutur Gly sambil geleng geleng kepala.


tidak mengerti.


Rey memilih diam ,kepala nya makin nyut nyutan,sharian dia hanya makan 3 sendok nasi dan setengah gelas teh perut nya mulai terasa tak nyaman.


maaf nona kamar nya sudah siap mungkin sebentar lagi dokter pras kemari,


oh ya sudah bawa kan makanan ke kamar ya sama buatin teh chamomile hangat pake madu


"ayo Rey kita kekamar,kau harus istirahat kau bisa bangun kan.?"


Gly membantu Rey berdiri,


uhhh kau berat juga Rey,


setelah Rey berbaring Gly menyelimuti Rey sampai perut


"maaf nona,"


ucap mba yani sambil membawa nampan.


letakan di situ klo dokter pras sudah datang langsung suruh kesini ya,


"baik nona."


membungkuk lalu undur diri.


"minum teh nya Rey,"


dengan sabar Gly membantu Rey minum dengan sendok.


mata nya merah berair,


menandakan demam nya cukup tinggi.


kau mencabut infus mu sendiri?


ucap Gly sambil melihat tangan kanan Rey yang terdapat darah kering


" apa yang kau pikirkan dasar bodoh,


bagai mana kalau terjadi sesuatu pada mu?


"kau akan bersedih?


jawab Rey cepat


Gly tersenyum kecil,


ya aku sedih karna kau merwpotkan ku lagi,


yang kemarin bahkan belum kau bayar.


Rey ikut tersenyum,


jangan tinggalkan aku Gly,


aku akan membuat mu jatuh cinta dan akan slalu menunggu saat itu tiba,


aku mohon dengan suara parau,


Gly mengangguk pelan,


kondisi Rey semakin memburuk,

__ADS_1


bulir bulir keringat dingin mulai membasahi kening,tubuhnya semakin panas.


tidurlah aku akan merawat mu ok.


Rey mulai memejamkan mata.


slamat malam,nona Govergly,


sesaat setelah Rey tertidur.


malam paman dokter,tolong priksa teman saya


dia terkena typus tapi ga mau di rawat di rumah sakit,


dokter pras memeriksa kondisi Rey,


demam nya cukup tinggi nona


harus terus di pantau,bantu kompres ya agar cepat turun tapi kalo ga turun segera bawa ke rumah sakit.


"tapi tadi siang dia gapapa paman,yah walau masih susah makan tapi ga demam kaya gini."


"memang suka seperti itu,tapi gapapa jangan panik,beri makanan apa aja dikit dikit tapi sering.Nanti resepnya di tebus ya ,langsung berikan begitu bangun.


"Baik paman dokter,"


"saya permisi dulu besok pagi saya kesini,"


Gly mengangguk,


trimkasih paman.


Ibu Rini tolong Antar paman dokter kedepan sekalian minta mang nanang beliin resep ya.


huft.....


kemana model itu,


ucap Gly sambil berjalan ke arah dapur.


"oh kau disini rupa nya?"


triak Gly ketus.


sementara Leah masih saja asik dengan ponsel di tangan kanan nya sementara tangan kiri nya memegang singkong goreng.


mulutnya tak berhenti mengunyah dari tadi


Gly yakin tidak akan ada yang percaya dia seorang model dengan mulut rakus begitu.


tapi yaaaa


sebanyak apa pun makanan yang masuk tubuh nya gitu gitu aja.


benar benar membuat iri.


"kau tau Gover "


,lalu lanjut mengunyah


gly yg melihatnya kesal lalu melempar sebuah apel ke arah nya.


"Telan dulu b*doh!"


" maaf "


ucap nya sambil tertawa,


"Rey langsung ke mari saat tau kau menelvon Hary,karna cemburu buta."


"Dasar pria gila memang apa yang di pikirkannya!"


"Oh god ....


kau ini benar benar b*doh ya !"


"Kau tak pernah menelvonnya tak pernah berkirim pesan dan kau menelvon Hary menanyakan no sepatu!"


penguntit gila mu itu sedang iri sayanggggg!


kau ini.....


dich begitu saja tak mengerti."


Gly menggentikan bahu tak peduli


"kan kamu yang nyuruh ,lagi pula kita hanya berteman kenapa dia semarah itu memangnya apa yang ku bicarakan hanya masalah sepatu."


" Nama nya juga cemburu buta Gly mana mikir."


"Ah sudah la malam ini aku tidur di bawah bersama Bu Rini kamu tidur sendiri aja di atas."


" kenapa begitu?


sambil menghentikan memakan apel yang tadi Gly lempar ke arah nya.


kau marah?"


"Rey sedang sakit malam ini dia akan menginap disini.Dan aku akan menjaga nya."


"biarkan saja Bu Rini yang merawat kemapa kau repot repot?"


Gly memutuskan meninggalkan Leah setelah menemukan beberapa biskuit dan pisang tak lupa botol air panas dan segelas air putih

__ADS_1


.


__ADS_2