
aku terlalu sibuk hingga tak bisa menghubungi mu,
dan kau terlalu acuh dengan perasaan ku hingga tak perlu berbagi kabar pada ku,
Reynaldi atmaja
\=\=\=\=\=
" sayang......
bagaimana kabar mu,
maaf hari ini aku terlalu sibuk mencari uang untuk mu dan anak kita,hingga tak sempat menemui mu dan baru mengabari mu sekarang.
aku akan membelikan mu sate dengan lontong yang banyak bumbu,
tunggu aku ya....kita makan malam bersama.
aku merindukanmu.
send
Rey memutuskan mampir ke sate langganan Gly yang terletak tak jauh dari rumah Egy.
sambil menunggu Rey memutuskan datang ke rumah Egy,
karna pesan yang ia kirim pada Gly tak mendapatkan balasan
yah..... seperti biasa
Rey juga tengah berusaha menelvon berkali kali,namun juga tak di angkat.
Rey melihat jam tangan yang melingkar indah di tangannya
hampir magrib,
gly pasti di rumah,dia lebih suka mengerjakan pekerjaan nya di rumah dari pada lembur di kantor.
Rey kembali ke pangkalan sate mengambil pesanan nya dan memacu cepat mobil nya ke kediaman Gly,
aku ingin kau merindukanku,
tapi sepertinya hanya aku yang merindu di sini.....
Rey memasuki kediaman Gly langsung bertanya ke pada Bu Rini yang membuka kan pintu untuk nya.
namun hati nya kembali kecewa dengan pernyataan bu Rini yang menyebutkan gly pergi ke rumah papa nya dan akan menginap.
ah......
dengan Lesu Rey kembali berkendara menuju apartment nya.
apa benar benar tidak ada aku sedikit pun di hati mu?"
apa kesempatan mu untuk mencoba menerimaku hanya karna kasihan pada ku
hahhh......
gly........
apa aku tidak sedikit pun terlihat di mata mu ?
apa aku tidak tampan lagi ?
apa aku kehilangan pesona ku hingga kau tak tertarik sedikit pun.
apa aku tidak keren?
ah....
aku harus bertanya pada Leah
****
" Kau bilang kau bosan melihat ku seharian
kenapa sekarang kau berdiri di hadapan ku?!"
triak Hary kesal.
kalau kau tak ada masalah mana mungkin kau kemari....!
" pinjam ponsel mu,"
sambil menadahkan tangan kiri nya.
hary berdecak.
lalu melempar ponselnya ke sofa di mana Rey duduk.
" tidak sopan!"
triak Rey keras.
" iya.....dan menggunakan tangan kiri itu suatu kesopanan?!"
ungkap Hary tak kalah berteriak.
Rey memutuskan mengabaikan pernyataan Hary.
" aku ingin menelvon Leah
aku ingin bertanya sesuatu pada nya,apa nama yang kau berikan pada nya?"
tanya Rey sambil membuka kontak di ponsel hary.
__ADS_1
" untuk apa kau menghubungi Leah?"
tanya Hary dengan nada yang masih meninggi.
" untuk apa kau perlu tau,"
ucap Rey santai.
" huh......dasar menyebalkan!"
cari saja nama Leah di situ.
aku terlalu sibuk untuk membuatkan nama nama untuk orang yang ada di kontak ponsel ku."
jawab Hary ketus,
lalu berjalan ke kamar menyempurnakan penampilannya.
akhir akhir ini dia sangat sibuk karna Rey sibuk mengurus Gly hingga smua pekerjaan di limpahkan pada nya.
Rey tengah menempelkan pinsel di telinga nya mendengarkan seorang model sekaligus sahabat kekasihnya memberikan saran untuk penampilannya agar terlihat keren.
Hary keluar dari kamar saat Rey tengah asik mendengar apa yang Gly suka dan tak suka
serta apa kriteria pria idaman gadisnya.
tanpa suara Hary berkata
" club "
sambil menggoyangkan ponsel Rey di tangannya.
( maksudnya tukeran ponsel gitu )
Rey melambaikan tangan tanda mengerti.
dan memberi gerakan agar Hary cepat berlalu.
dengan mulut yang mengerucut
Hary pergi meninggalkan Rey ke tempat yang mampu membuat suasana hati nya senang.
gly baru berusia 23 th kemarin,
dia mendapatkan gelar sarjana nya di usia 20 tahun,
seharusnya taun ini dia meneyelesaikan pendidikan pasca sarjana nya,
tapi dia memilih cuty di semester akhir untuk mengurus perusahaan.
itu info yang di dapat dari leah.
aku merasa bo*oh sekarang,
ah tidak aku merasa keren karna punya kekasih yang pintar 😎
apa aku terlihat sangat tua?
ok baiklah aku akan menuruti saran Leah untuk mengubah model rambut ku.
tapi untuk mewarnai nya
awawaw aku kurang percaya diri,dengan usia ku sekarang,
ahhhh justru dengan warna kau terlihat lebih muda b*doh.....!
baiklah,
belum terlalu malam,sebaiknya aku bergegas sekarang.
*****
barbershop yang Rey kunjungi terlihat masih sangat ramai.
mungkin karna besok weekand.
" pingin model yang mana mas?"
Rey bingung memilih model apa yang cocok untuk nya.
dia takut yang bagus di gambar tidak terlihat keren untuk wajah nya.
menyadari ke galauan hati Rey seorang pekerja menawarkan diri untuk membantu Rey
" dirapihin aja apa gimana?"
tanya nya lagi.
" aku ingin mengganti model rambut ku,
agar terlihat keren dan lebih muda tapi aku bingung...."
ucap Rey lirih.
" serahkan sama saya mas,
saya akan buat mas terlihat tambah keren."
"bagus, lakukan.....,kalau kekasih ku menyukai nya aku akan datang lagi untuk memberi mu bonus."
"siappp mas "
ucap nya tersenyum ramah lalu mulai memangkas rambut Rey yang sedikit panjang.
" kalau aku mewarnai nya,
__ADS_1
kira kira apa warna yang cocok,aku bekerja di kantor dan sering bertemu orang orang atas kau bisa memberi ku saran?"
" anda bisa memilih warna
chestnut blonde merupakan campuran dari warna rambut gelap dengan highlightkeemasan. Warna rambut ini sangat cocok untuk pria Indonesia yang kulitnya sawo matang dan mata hitam seperti anda mas."
" atau kalau anda ingin terlihat muda,
Ginger brown bisa anda pilih jika suka dengan warna rambut yang kemerahan, karena warna ini merupakan perpaduan warna cokelat dengan merah yang tidak mencolok."
Dengan menggunakan warna rambut ini, wajahmu akan terlihat lebih muda."
" tapi itu tidak terlalu merah kan?"
aku ingin tampak muda tapi kalau terlalu merah begitu apa aku akan tetap terlihat ok di depan rekan atau relasi bisnis ku
aishh... ...
kemana kepercayaan diri ku....
". warna nya seperti ini mas,"
sambil memperlihatkan gambar yang di maksud.
" aku bingung,terserah kau saja mana yang bagus untuk ku."
ucap Rey pasrah karna selama ini dia tak pernah bermain dengan gaya rambut nya
meski saat sekolah dulu dia tergolong anak gaul,tapi mewarnai rambut tak brani ia lakukan dan model nya pun setandar karna kalau sampai dia terlihat begajulan ayahnya pasti tak segan menghukum nya dengan rotan.
*aaah aku jadi ingat ayah .....
smoga ayah tenang di alam san*a
maafin Rey ayah....
~dulu~
saat aku naik kelas 2 SMA
aku semakin liar,dan serba ingin tahu.
apa yang ayah larang,
akan membuat ku semakin penasaran.
membolos,tawuran ku artikan sebagai hal paling " keren "
hingga pada akhir semester,nilai ku merosot drastis dengan banyak angka merah.
belum lagi banyak nya alpa semakin memperburuk citra ku
tapi aku tak peduli
" berani nongkrong depan gerbang sekolah saat jam pelajaran adalah prestasi yang membanggakan."
itu bahkan belum seberapa.
saat tawuran antar pelajar beda sekolah dan kelompok ku menang
rasa nya seperti menjadi anak presiden aja
dimana kita akan di kenal di mana mana
smua akan merasa segan,
Namun kemurkaan ayah membuat nyali ku menciut,
hingga ku habis kan waktu libur kenaikan kelas dengan remidial dan tugas tugas agar aku bisa naik kelas.
aku mulai mengurangi nongkrong nongkrong
dam memperbaiki nilai ku aku jera mendapat siksaan ayah yang sangat menyiksa.
hingga pada akhir nya aku mendapat kata
LULUS dalam satu tahun perjuangan ku menahan bosan.
dan kepribadianku yang liar merindukan pelepasan.
yang aku sesali sampai sekarang.
" mas....!"
udah selesai,
" gimana suka?"
tanya seorang barberman yang mengurusi rambut Rey.
Rey menatap pantulan wajah nya di cermin,
sebenarnya dia dari tadi menatap bayangan nya hanya saja pikirannya berkelana di mana mana.
tanpa banyak bicara Rey mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan.
" kebanyakan mas,"
sambil mengembalikan sebagian uang yang dia terima.
" bonus."
jawab Rey santai.
pria itu tersenyum,mengangguk sambil mengucapkan trimakasih.
__ADS_1
" kalau kekasih ku suka aku akan datang lagi kemari."
Rey bangkit dari kursi duduk nya dan berjalan ke luar.