Govergly

Govergly
empat puluh satu


__ADS_3

Gly berjalan ke ruangan yang sudah di siapkan untuk beristirahat.


Gly dengan santai membersihkan riasan di wajah nya,sementara orang orang yang mengikuti nya diam tanpa bersuara.


" kalian kaku sekali,ucap Gly memecah keheningan.


" ya tuhan Gover


kau benar benar membuat danau air mata di pernikahan ini!"


Gly tersenyum sinis,


" ini baru permulaan kita lihat apa besok saham mereka akan baik baik saja."


" apa ?! "


triak Leah tak percaya


Rey mulai menerka nerka apa yang ada di pikiran Gly sebenarnya.


" aku fikir kau belum move on nona."


triak Hary gemas karna mulai mengerti rencana nona yang di gilai bos nya.


" bagai mana Leah?


apa aku bisa mendapatkan Grami?


sambil memainkan mata nya menggoda ke arah Leah.


" demi tuhan yang ku fikirkan hanya kesedihanmu saja.


bahkan make up murah meriah muntah mu itu benar benar mendukung peran mu sebagai gadis yang teraniaya."


sungut leah kesal yang merasa tertipu dengan penampilan Gly barusan


" well,


aku memang terluka Lee,rasa nya aku ingin mati.


tapi aku tak ingin kalah tanpa melawan."


"aaaaah srigala kecil ku ini memang punya banyak akal,tapi kau tak bisa menipu ku queen aku tau kau benar benar terluka sekarang,tapi apa yang harus aku lakukan?


Rey


" Aku lapar dan ingin soup daging,


Rey bawa aku ke warung yang waktu itu."


ucap Gly sambil menatap Ke arah Rey.


Rey mengangguk pelan ayo kita pergi,


jawab Rey datar.


lalu mereka bergegas menuju mobil Rey berada.


"gover,apa kau tidak berlebihan maksud ku orang tua dev ,sepertinya kau dan mereka terlihat dekat."


ucap Leah hati hati.


" kau benar Lee aku baru sadar saat aku mengembalikan cincin dev.aku tidak memikirkan mereka,bahkan aku mempertaruhkan pernikahan papa ku,


entah apa yang akan terjadi dengan mereka,aku menjadi merasa sangat jahat sekarang."


" kau bisa memperbaiki saat pesta perayaan nanti malam."


ucap Rey datar .


" kau masih marah?"


tanya Gly kemudian.


Rey menggenggam tangan Gly erat.lalu menggeleng


" aku tidak pernah marah pada mu tidak akan bisa,gumam Rey dalam hati.


mereka makan dalam diam ,kecuali Leah dan Hary mereka terlibat obrolan yang cukup dekat.


setelah selesai makan Rey memutuskan untuk menyetir dan membawa Gly ke apartment nya.


Gly tau Rey marah pada nya walau entah karna apa


apa mungkin karna semalam


ah ayolah dia begitu takut aku akan bunuh dirimemang salah kalau aku menghardik nya?!


Gly mengikuti langkah Rey dalam diam,

__ADS_1


baju nya membuat dia aga susah untuk berjalan cepat karna berat.


sementara ia pun memakai Heels tangan nya terus saja di gandeng oleh Rey yang berjalan cepat .


tiba tiba Gly terkilir,sontak Rey menoleh ke belakang.


Rey melepaskan sepatu yang Gly pakai


memijit pelan lalu menarik nya dengan cepat dan kuat,


sontak gly menangis pelan,


kasar sekali diaaaaaa sakit.......


" apa ini sakit?"


tanya Rey kemudian.


apa dia gilaaaaa tentu saja sakit.


bagaimana kalau kaki ku patah.


Gly cuma terdiam,Rey membantu Gly berdiri


kurang ngajar dia bahkan tidak menggendong ku huaaaaaaaa aku ingin menangis kencang sekarang


dengan tertatih Gly berdiri tegap,


dan berjalan tanpa alas kaki


hey....kaki ku sudah lebih baik,aaah bagaimana bisa aku kan ingin marah pada nya.hmmmmm


Rey masih menggenggam tangan Gly erat,


sementara Gly mulai merasa bosan dengan sikap dingin Rey.


di lirik nya Leah yang berjalan di sisi nya


namun Leah menggeleng kepala pelan menjawab sorot mata yang Gly berikan.


"ganti baju mu,"


sambil menyerhkan paper bag ke arah Gly lalu menatap Leah sekilas untuk mengikuti gly.


Hary mencoba menerka nerka apa yang sebenarnya Sahabatnya itu rasakan.


dari tadi dia berubah jadi bos nya yang dingin.


tapi sikap nya akan berubah pecicilan seperti bocah saat bersama dengan Gly.


aaaaah smoga takan ada badai,........


Rey menarik nafas pendek,


tak habis pikir apa yang di lakukan oleh Gly barusan.


tamu memang tak terlalu banyak.


karna yang hadir hanya kerabat dan teman dekat.


sementara pesta nya sendiri akan di langsungkan malam ini di salah satu hotel milik Gly.


tapi tetap saja itu memalukan.


untuk apa aku menemani nya kalau dia


membuat pertunjukan sendiri ?!"


Leah duduk menghampiri Hary dan Rey yang ada di ruang tamu.


dengan menggunakan Gaun pemberian Rey,


" seleramu bagus juga penguntit gila,kalau kau baik pada ku begini nanti aku jatuh cinta pada mu bagai mana?"


klakar Leah mencoba mencair kan suasana,


" itu aku yang memilihnya nona!


dengan ketus


yaaa walau bos ku yang membayarnya " imbuh hary sambil terkikik


Rey tak berniat menimpali obrolan sepasang penduduk bumi di depan nya ini


Skian lama menunggu Gly tak kunjung turun.


Rey memutuskan menyusul Gly ke kamarnya.


****

__ADS_1


Gly sudah mengganti baju nya,


dia tengah berdiri menatap jendela yang menampilkan pemandangan kota jakarta kala sore.


pikirannya kacau,menerawang hal gila yang baru saja ia lakukan.


hati nya merasa tidak enak.


baru sekarang


ia memikirkan perasaan papa nya,


baru sekarang dia memikirkan orang tua dev.


dia terlalu buta untuk membalas vio dan juga dev hingga tak memikirkan yang lain.


Rey masuk


di lihat nya gly yang berdiri mematung di depan jendela.


Rey memeluk pinggang ramping Gly yang indah itu dengan ke dua tangannya.


di senderkan nya dagu nya ke bahu kecil gly.


dia baru tau kalau Gly sedang menangis dalam diam,


" my queen " panggil Rey lirih,di putar nya tubuh mungil Gly agar menghadap ke arah nya diri nya di tenggelamkannya kepala itu ke dada nya.


" jangan begini,


berteriak lah kalau kau marah,menangislah pada ku,bersandar lah pada ku,jangan begini aku membenci nya."


gly menggeleng pelan,dalam pelukan Rey.


" aku mengecewakanmu,aku tidak berhak mendapatkan kebaikan darimu, "


ungkap Gly di sela tangis nya.


" sekarang kau memikirkan papa mu?"


Gly kembali mengangguk.


"itu sudah cukup,


sambil membelai rambut Gly pelan.


mengecup puncak kepala gly sekilas dan menghirup wangi sampo yang Gly gunakan.


" mulai sekarang berbagilah masalah mu pada ku,kita cari jalan keluar bersama.


jangan memendam nya sendiri,


bila kau merasa di khianati untuk saat ini,bukan berarti tidak ada satu pun yang tak bisa kau percayai."


ada aku,ada Leah walau aku tak suka membahas nya dia


bukankah kau punya kaka baru?"


Rey terkekeh saat merasakan Gly menggigit dada nya pelan .


kau mulai liar nonaa,apa kau ingin sesuatu yang lain ??


" dasar tuan mesum!"


umpat Gly gemas,sambil mencubit pinggang Rey pelan.


" memang nya aku bilang apa?"


kau saja yang berfikir kemana mana.


Rey tertawa kecil melihat Gly yang merona malu.


" aaah aku membenci mu ",sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Rey.


love you more my queen,


Rey tak bisa lagi menahan senyum nya melihat Gly yang salah tingkah.


membuat Gly malu itu momen yang langka untuk nya.


gly berlari keluar dari kamar,


namun saat sampai di mulut tangga dia melihat Neina dengan ibu Rey di samping nya.


Rey mengeryit bingung,


namun sepersekian detik pandangannya mengikuti arah pandang Gly,


aaaaaah,hari ini benar benar hari yang menguras emosi

__ADS_1


*****


__ADS_2