
haaaaah brisik sekali !,
mwnyebalkan,
Dengan malas aku terpaksa bangun,
karna benda pipih ajaib yang aku Yakini milik Rey berulang kali berdering mengganggu tidur ku.
Aku Belum sampai,ke meja tempat ponsel Rey berada tapi nada dering nya sudah tak terdengar lagi.
.Aku yakin orang itu akan menelvon lagi maka ku teruskan niat ku untuk melihat ponsel Rey.
Aku menoleh sekilas ke arah pria gila merepotkan yang sekarang senyam senyum ga jelas di bawah slimut.
aku siap menumpahkan sumpah serapah ku pagi ini untuk sarapan nya,
tapi ternyata umpatan ku harus ku telan sendiri karna ponsel Rey kembali berisik.
Dengan malas ku serah kan ponsel itu ke tuan nya dan memilih tidur lagi
" kau tak memberi ku morning kiss?"
Ucap Rey sambil memegang pergelangan tangan ku.
huh......
Angkat telvon mu dan biarkan aku tidur!
kalau kau menganggu ku,akan ku tinggalkan kau sendirian di sini.
Ini baru jam 03:00 pagi Rey!!
buatlah ponsel mu itu diam !
Rey melepas pegangan tangan nya pada ku
tanpa berkata apa pun dia menonaktifkan ponsel nya.
Aku tertegun melihat tingkahnya.
entah mengapa prasaan ku tidak enak secara tiba tiba aku jadi merasa menyesal telah membentak nya
ok aku memang slalu triak pada nya.
Reflek aku memeluk nya,
menenggelamkan kepala nya ke bahu ku dan memainkan rambut nya di tangan kiri ku sementara yang satu nya lagi mengusap punggung Rey pelan
ya tuhannnn apa yang ku lakukan.......
kenapa aku melakukan ini !.
Rey masih diam,tak bica apa pun di pelukannku,membuat ku semakin bingung
bagaimana bersikap.
" Maaf"
ucap Ku lirih,
"untuk?" tanya nya menyebalkan.
aku kan jadi bingung mo jawab apa.
perlahan ku lepas kan pelukan ku pada nya,
ku tatap mata nya lekat
" tidurlah,kau perlu istirahat,kau tak ingin jauh jauh kesini hanya untuk menginap di rumah sakitkan?"
Rey tersenyum,dengan mata berbinar
apa yang kau pikirkan hah!
"kau akan mengajak ku jalan jalan?"
masih dengan sorot berbinar yang berlebihan.
"Aku mau pulang kalau kau masih saja sakit aku akan meninggalkan mu disini! "
jawab ku ketus.
"Baiklah aku akan sembuh dengan cepat agar kita bisa berkencan."ucap Rey sambir tersenyim.
"aaaaah melihat kau mulai menyebalkan lagi sepertinya kau memang sudah sembuh"
Kau harus melunasi pembayaran jasa ku merawat mu dulu Baru kita bahas masalah kencan,
ingat tarif perjam ku sangat mahal!
"hahahahaha Rey tertawa dengan suara renyah,kalau aku tak sanggup membayar tagihan ku aku akan mengabdikan diriku untuk mu, bagaimana??"
" kalau kamu ga bisa bayar terpaksa aku jual organ organ mu itu"
jawab ku ketus .Aku memilih berbalik dan berjalan ke sofa
tapi Rey kembali menahan langkah ku
Aku menatap nya sebal,
karna aku benar benar mengantuk sekarang.
"tidurlah disini disamping ku,
__ADS_1
aku janji tidak akan macam macam,kalau pun iya kau bisa dengan mudah mendorong ku,
Aku takut rumah sakit Gly,
aku bahkan tidak bisa tidur sejak kau ke sofa."
"Lebay deh,sana geser! "
kalau kau macam macam akan ku jual organ mu di sini.
jawaban ketus ku hanya di balas tawa oleh nya dengan pelan dia menggeser posisi tidur nya,ku slimuti sluruh tubuh nya agar dia merasa hangat,
Dan memilih memejamkan mata setelah nya.
********
Rey terbangun lebih dulu,di lihat nya Gly yang masih terlelap di sisi nya dengan kaki di tekuk yang menindih perut nya seolah dirinya itu guling.
"sebagai seorang perempuan tidur mu itu jauhhhhhhh dari kata anggun.
entah berapa kali Rey harus menahan Gly agar tak jatuh karna tidur nya yang sangat aktif.
Tapi aku senang kau memeluk ku begini.
cium dikit boleh kali yaaa
ucap ku sambil merapikan rambut panjang nya yang indah.
dengan lembut akhir nya aku bisa mencuri ciuman di kening nya
padahal aku ingin mengulum bibir cerewet nya itu,tapi aku takut lepas kendali seperti waktu itu.
aku takan lolos sekarang.
Aku memilih menghidupkan ponsel ku,
aku akan mengecek beberapa email lalu menghubungi ibu.
pada dering pertama panggilan ibu langsung mengangkat nya
" ya tuhan Rey,
ibu sangat senang kau menghubungi ibu,kau kemana na,kau tak pulang dan juga tidak ada di kantor,ibu mencemaskan mu.terlebih Hary mengunjungi ibu untuk mencari mu.kau dimana?".
cih dia bahkan tak menanyakan kabar ku.
"aku di london,aku baik baik saja kalau ibu mau tau,lakukan apa pun yang ibu mau dan jangan mengganggu ku."
ucap ku Sarkas lalu mengakhiri panggilan.
ibu memang slalu egois,
sepertinya diriku no sekian di hidup nya.
tiba tiba aku merasa ranjang nya bergerak,
dia sangat lucu saat bangun tidur,
tidakk rambut nya tidak mengembang seperti singa,walau brantakan,tapi itu terlihat sangat seksi.
"kau sudah bangun?"tanya nya dengan mata yang belum sepenuh nya terbuka.
dasar konyol sharusnya kan aku yang bertanya.
Gly meraih botol air mineral di atas meja di samping tempat tidur,lalu menghabiskannya dengan sekali teguk.
itu skitar 600ml loh,benar benar
mirip sapi glonggongannnnnnnn
tapi aku tak mau menyulut emosi nya pagi ini.
"kau mau minum ?"
tanya Gly kemudian.
"ayolah kau bahkan menghabiskannya",
jawab ku asal karna masih terkejut melihat dia kuat minum banyak.
"Aku akan mengambilkan mu air hangat."
lalu dia memberikan apa yang dia buat,
secangkir coklat panas dengan cangkir yang besar.
"kau harus sudah menghabiskannya saat aku selesai mandi."
"mandi lah lalu ajak aku jalan jalan,"
ucap ku menggoda.
"iya dan kau akan mati kedinginan".
saat itu terjadi aku akan pura pura tak mengenal mu."
awwwww
dia mengucapkannya dengan sangat tenang dan datar,tapi penuh penekanan di stiap kata.
dia sedang menjadi srigala sekarang.
tak lama setelah Gly masuk ke kamar mandi
__ADS_1
ada seorang suster membawa sarapan untuk ku sekaligus dokter yang merawat ku.
"Bagai mana kabar mu tuan?
apa ada keluhan?
aku hanya menggeleng.
dia lalu melakukan tugas nya memeriksa ku
lalu tersenyum
"kondisi anda sudah membaik tuan,sekarang coba lah untuk makan agar cepat kembali prima."
"kapan saya boleh pulang?"
tanya ku antusias aku tak suka rumah sakit.
aku lebih nyaman di rawat di rumah.
"Secepat nya tuan,
bila smua dokter yang merawat anda memberikan hasil yang bagus.
saya yang bertanggung jawab atas anda di sini tapi saya tidak bisa memberikan keputusan sepihak,mungkin sebentar lagi Dokter spesialis yang merawat anda akan datang."
Rey mengangguk mengerti.
"Baiklah,kami harus memeriksa pasien yang lain."
" setelah dokter yang merawat nya berlalu,Rey menatap menu sarapan di depan nya,
"syukur lah bukan bubur,"
Rey memilih menunggu Gly keluar dia ingin makan bersama.
Tak lama Gly keluar dengan sebuah wadah besar,
"di lap dulu ya,Ucap Gly begitu keluar dari kamar mandi.
aku yang salah dengar apa dia yang salah ngomong.tapi di lihat dari wadah yang ia bawa,sepertinya benar.
ehhh tunggu kenapa dia jd agresif begitu.
Semalam aja dia peluk aku bentar langsung ga bisa tidur.
gimana klo dia pegang pegang sana sini.
aku menelan ludah ku sendiri berfikir kemana mana.
apa dia sudah jatuh cinta pada ku!
ahhh mana mungkin.
apa Gly slalu baik be gitu sama orang??
aaaaaah bahaya nyaaaa
dimana otak nyaaa!
kenapa dia jadi mesum begitu!
oh ya tadi dokter bilang apa?"
begitu mendekat,sekaligus membuyarkan lamunan ku
baik,jawab ku gugup.
ok,tunggu sebentar.ucap nya sambil lalu.
oh god,jantung ku lari kemana mana
ya tuhannnnn dia akan membersihkan tubuh ku.
ya tuhan aku harus apa.
ohhh aku memang ******** dan bukan anak perawan.
aku senang dia menyentuh ku
bahkan bermain dengan Black truffle ku pun aku mau.
tapi kalo dia yang agresif begitu aku jadi takuttttt
tak lama Gly datang dengan seorang lelaki berseragam putih,tapi bukan dokter.
orang itu tersenyum pada ku dan menghampiri ranjang ku
"Aku ke kantin dulu bentar,slama kamu di bersihkan.ok
aku ga kan lama."
ucap Gly tetap di depan pintu
oh.......
tepuk jidat !
kenapa sekarang aku nyesel bukan dia yang ***** ***** 😟
aaaaah bodohhh
untung kau cuma berfikir macam macam tanpa mengatakannya
__ADS_1
kalau Gly tau
habis lah sudahhhhhhh