
Rey mencari kesegala penjuru.
entah sudah berapa kali ia berputar putar tapi dia tak melihat Gly.
orang orang sudah kembali ke rumah masing masing setelah mendapat bingkisan makanan sebagai ucapan trimakasih.
hanya tinggal para pekerja dan mungkin orang orang ketring yang sedang merapihkan smua nya agar kembali seperti semula.
Rey sudah berulang kali bertanya tapi tak ada satu pun yang tau dimana gly atau pun bagaimana wajah nya.
huhhhh apa apa an ini,kenapa jadi aku yang sibuk nyari dia,harusnya kan aku yang dia cariðŸ˜.
bahkan papa nya pun sedang berkumpul dengan besan tiri nya.
eh.....
emang ada ya besan tiri?
aaah sudah lah yang jelas papa gly sedang menjamu orang tua Dev.
ah tunggu tunggu....
mereka tidak berencana menikahkan Gly dengan dev kan?
dan menyembunyikan Gly dari ku?
ah tidakkkkkk
aku harus segera menemukannya.
tapi dimana?
😵
tiba tiba ponsel Rey bergetar
" my my "
itu lah nama yang tertera pada layar panggilan.
" gly....!"
ucap Rey riang,
karna Gly menghubungi nya.
"maaf tuan"
ucap Egy di sebrang sana
seketika senyuman Rey langsung hilang.
" dimana Gly !"
ucap Rey tajam penuh dengan penekanan.
dia sudah puluhan kali menghubungi ponsel Gly tanpa jawaban dan tiba tiba asistennya yang menyebalkan itu yang menelvonnya balik.
" tuan datang lah ke rumah belakang,minta tolong asisten rumah untuk mengantar anda kemari.
saya mohon.....
tiba tiba telpon terputus,
ternyata batre ponsel gly habis.
Rey mengerjap bingung,sayup sayup terdengar dentingan suatu benda.serta triakan triakan seperti orang berkelahi.
" apa ada perampokan?"
tapi sambungan sudah berakhir.
Rey mencoba menelvon kembali
" no yang ada tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan."
ah....
apa yang terjadi
Rey lsngsung memutar otak mengingat ngingatbwajah pekerja di kediaman gly.
yang paling familier tentu saja bu rini,
tapi Rey tidak melihat nya dari tadi.
sambil terus berjalan ke arah dapur,
" tuan kenapa anda kemari?"
tanya mba siti ramah,
" kau mengenalku?"
tanya Rey senang.
siti yang merasa bingung dengan reaksi dan pertanyaan Rey pun hanya
__ADS_1
mengangguk sambil tersenyum canggung.
" kau tau dimana rumah belakang?"
Egy meminta ku menemui nya disana tapi aku tidak tau tempatnya."
siti mengangguk paham,
"mari tuan saya antar,"
lalu memilih berjalan di depan Rey.
****
Gly mulai terengah engah,
baju nya sudah basah oleh keringat mengingat gerakan gerakannya yang atraktif yang ia lakukan hampir 1 jam penuh.
tapi ia tak merasa lelah.
kemarahan kekecewaan kesedihan dan semua emosi dalam diri nya ia tumpahkan untuk mendisiplinkan para pengawal nya.
ujung ujung pedang yang ia pegang merobek robek pakaian para pegawainya tanpa meninggalkan luka yang berarti,
hanya goresan goresan kecil,dengan luka perih yang tak seberapa,
tapi memberikan siksaan batin yang extrime.
seandainya ada yang menderita lemah jantung,sudah pasti akan berakhir pada serangan pertama.
Gly sangat lihai bermain pedang,
dalam garis keturunan ibu nya,
pedang merupakan bagian dari hidupnya.
yah, kake nya yang taklain ayah dari ibu nya merupakan keturunan jepang campuran.
sedangkan nene nya berkebangsaan inggris.
maka tak heran Gly bertubuh mungil berkulit langsat khas orang asia namun memiliki mata besar yang begitu indah serta hidung kecil yang mancung.
Gly masih asik dengan tarian pedangnya.
setelah merasa cukup dengan koyakan di hampir seluruh bagian tubuh lawannya
yang tak berani melawan yang menghasilkan karya baju dan celana compang camping,
maka gly akan berganti dengan peserta yang lain yang ia pilih secara acak.
bahkan dia dengan senang hati memangkas ramput target nya dengan sekali tebas. seolah hendak memenggal kepala nya saat ia merasa terganggu karna orang tersebut menertawakan rekannya yang tengah melakukan olahraga jantung di hadapannya.
triak Gly dengan wajah garang.
" kau bisa berpedang ?!"
triak Gly lantang.
sedangkan yang di tanya hanya menggeleng gemetaran.
" baiklah,......
sambil melempar pedang nya agar menancap ke pintu,
tapi tiba tiba pintu nya terbuka
pedang gly yang di lempar dengan kekuatan penuh itu pun akhirnya berdiri tegak di atas tanah tepat di antara kedua kaki Rey
yang seketika berwajah pucat.
.gly melirik sekilas,
lalu menatap tajam Egy.
sepertinya ada mengundang tamu,
baiklah, aku tidak akan segan segan lagi sekarang.
kembali menatap Pria yang ia pangkas rambutnya dengan paksa.
" lawan aku kalau kau masih ingin hidup."
bila kau bisa menahan serangan ku,akan ku beri kau bonus 5x lipat dari gaji mu."
Rey terbengong bengong melihat sebuah katana menancap sempurna tepat di antara kaki nya .sementara di dalam sana banyak pria dengan setelan formal mahal nya yang compang camping yang Rey yakini sebagai orang orang yang tadi hadir di pemakaman.
belum penuh kesadaran lagi lagi dia di kejutkan oleh pernyataan yang gly lontarkan.
" ada apa ini?"
apa ada perampokan?"
tanya Rey masih bingung.
" nona sedang mendisiplinkan para pengawal tuan."
ucap egy menjelaskan.
__ADS_1
" apa maksud mu?"
tanya Rey semakin bingubg.
" apa anda tidak tau kalau nona pandai beberapa ilmu bela diri?"
" Hah.....!"
ucap Rey tak percaya.
benarkah....?
tanya nya menuntut kepastian.
" apa anda tidak tau?"
reflek Rey menggeleng cepat sebagai jawaban.
" huhhhh..... saya pikir anda mengenal nona lebih banyak dari saya."
ucap Egy terdengar mence mooh.
apa apa an ini ,dia bahkan tak tau apa pun🙈
" hey apa maksud mu hah?!"
" tuan saya bermaksud memanggil anda kemari untuk menghentikan nona,tapi seperfinya anda palah tidak tahu apa apa.
justru nona semakin garang."
" jadi yang membuat mereka.......sambil menunjuk ke arah sekumpulan pria yang berbaris rapi ,......compang camping adalah Gly?"
tanya Rey tak percaya.
sementara egy hanya mengangguk kecil.
" apa kau ingin mencoba bertarung dengan ku sayang.......?"
sambil mengucapkan kata sayang selembut dan semanis mungkin di sertai senyuman yang menggoda.
sementara Rey hanya menelan ludah.
melihat pria dengan potongan aneh terkapar di depan gly.
sementara Gly sendiri tengah bermandi keringat dan tampak tak lecet sedikit pun.
melihat Rey hanya diam saja termenung
gly kwmbali bersuara.
" kau akan berakhir di ranjang ku bila bisa mengalahkanku dalam hal berpedang."
kenapa dia sangat sangat garang sekarang......
aku bahkan sampai gemetar.😧
" sayang kau tau aku belum kaya untuk menikahi mu.
nanti setelah uang ku cukup banyak kita akan bermain pedang bersama,bagaimana?"
bilang iyaaaaaaaaa
jangankan megang pedang liat aja ga pernah
eh ...... barusan aku sudah melihat nya.
hanya melihat....
Gly tersenyum kecil,
" kalau kau mendapatkan proyek di sulawesi,
saat itu lah kau harus siap melawan ku,
memangnya.......jeda sejenak sambil memainkan jemari lentik nya di wajah kekasihnya......kau tak ingin menikahi ku hemmmm?"
sambil menyebutkan kata hemmm tepat di telinga Rey dengan nada yang sangat menggoda.mata nya menyorot penuh arti hingga terlihat sangat indah.
andai saja kau tidak membahas masalah pedang pedangan aku pasti sudah mencium mu sekarang.......
" iya tentu, aku pun sudah tidak sabar untuk menikahi mu,kau tau aku sudah tua bukan?"
ayo tertawa lah,atau katakan apa pun asal keluar dari topik ini.
Gly tersenyum.menyadari maksud ucapan Rey barusan.
lalu berjalan kearah pedangnya tanpa sungkan Gly melakukan beberapa tarian dengan sangat indah dan cepat potongan potongan kain berterbangan di sekitarnya
membuat Rey terpesona dan memandang gly takjub.
tak selang berapa lama Gly menghentikan tariannya lalu berjalan keluar meninggalkan Rey yang terbengong bengong menatapnya dengan Egy yang berpakaian compang camping dengan wajah shok nya.
.
.
.
__ADS_1
.
.