
apa yang terjadi .....
apa aku tertidur sangat lama.....?
" nona bisa anda tunjukan bukti atau saksi untuk membenarkan pernyataan anda tentang anda memakannya di mobil?"
tanya polisi itu lagi
ayolahhhh apa aku terlihat berbohong?!
justru aku terlihat sangat bodoh sekarang
" di mobil yang ku kendarai ada cctv,begitu pula di rumah ini kalian bisa mengeceknya.
aku satu mobil dengan papa dan di temani para asisten kami."
tokk.....tokk...tokk
seorang berpakaian preman masuk ke kamar Gly sebelum di persilahkan.
" kita selesai."
itu yang ia bilang,kemudian sang polisi wanita yang menanyai ku mengangguk
" apa yang sudah selesai?'
tanya ku bingung.
" trimakasih atas keterangan anda nona,kami akan mencocokan dengan yang lain,silahkan anda beristirahat."
lalu bangkit berjalan ke arah pintu keluar
" tunggu apa aku boleh menemui papa ku?"
" sebaiknya anda tetap di rumah nona,tuan besar akan segera pulang."
jawab Egy memupus harpan gly untuk pergi ke rumah sakit.
gly mengangguk pelan.
namun dia menunggu para polisi itu turun dan mulai berburu informasi kepada Egy.
Egy yang membaca tatapan nona nya pun memberi kode untuk masuk ke dalam kamar.
" critakan ."
ucap Gly tak sabar begitu pintu tertutup.
" nyonya langsung mengalami kejang setelah memakan sate pada gigitan pertama,
lalu meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
" dari mana kau tau?"
tanya Gly penasaran
tuan dev yang bilang saat tuan besar datang mendekat.
sementara nona vio menangis meraung raung terlihat terpukul memeluk ibu nya.
" oh......lanjutkan ".
pinta gly tak sabar.
selepas anda naik ke atas kami berkumpul di ruang tengah.
sementara nona vio dan nyonya pergi ke dalam.
tak berapa lama nyonya mengajak untuk makan bersama,
tapi kami semua menolak,
kecuali tuan Dev.
Sepertinya tuan besar lupa memberitahu nyonya.
tak berapa lama kami smua mendengar Nona vio berteriak histeris
lalu kami buru buru melihat ke meja makan.
dan tuan besar langsung menggendong nyonya keluar membawa nyonya ke rumah sakit bersama pa sam.
sementara Tuan Dev memilih menenangkan nona Viona di kamar nya.
" maaf nona......"
ucap Egy lirih.
gly yang mengerti arah bicara Egy pun dengan senang hati mendorong egi dengan kaki nya.
" kau pikir aku cemburu?!"
cepat lanjutkan crita mu!"
" hasil pemeriksaan dokter belum keluar
tapi di perkiraan nyonya mengalami keracunan itu kabar yang kami dapat."
" lalu tuan Dev memanggil tim penyelidik ke rumah ini."
" apa polisi menemukan titik terang?"
tanya Gly penasaran.
Egy mengangkat bahu,
__ADS_1
" tapi sepertinya iya, Saya akan bertanya dengan orwng yang ada di bawah.nona istirahat lah saya akan kembali secepat mungkin."
lalu berjalan ke arah jendela
mengunci pagar besi dan menutup tirai nya.
" jangan membuka pintu untuk siapa pun,pelakunya ada di rumah ini,nona ingat video siang tadi bukan?"
gly mengangguk mengerti.
" baiklah kunci kamar anda saya akan turun sebentar."
Egy berjalan keluar dari kamar.
Gly langsung menguncinya begitu Egy keluar.
dia merosot dengan badan yang menyender di pintu
vio tau aku sangat suka sate,
dan mami Sonia meninggal setelah memakannya?
lelucon apa yang sedang kau berikan pada ku vio......
sebegitu benci nya kau hingga ingin membunuh ku
aku memang salah memper malukan mu di depan kelusrga besar di hari pernikahan mu
tapi bagaimana bisa kau berfikir akan melenyapkanku.
" nona......"
di susul suara ketukan pintu.
gly menyeka air mata nya
dengan kasar.
lalu bangun berniat membuka kan pintu.
Egy masuk lalu mengunci nya kembali.
" polisi menemukan botol yang di sinyalir botol racun tersimpan di kulkas."
" kulkas???"
ucap Gly tak percaya.
" botol nya seperti botol vitamin yang di jual bebas di pasaran nona.
di kemasan sate tidak di temukan racun.
tapi di piring saji di temukan racun
kemungkinan pelaku menuang racun setelah memindahkan sate itu ke piring."
" aku pusing ka, aku ingin tidur."
gumam Gly lemah.
kepala nya terasa sangat sakit.
Egy langsung mencari obat penenang milik Gly dan membantu meminumnya.
setelah gly berhasil menelannya
Egy membantu Gly berbaring dan memasangkan selimut.
" kaka......
diam sejenak untuk menetralkan nafas nya
" apa kita tidak boleh keluar rumah ?"
" untuk sementara tidak nona,
karna polisi takut kita menghilangkan barang bukti."
" apa mereka masih menggeledah rumah ini?"
"tidak nona.....,
sebaiknya anda istirahat.
" apa jenazah nya akan di bawa ke mari.....?"
gly menyibakan selimut berusaha duduk.
" kalau aku tidak datang pasti mami masih hidup kalau saja aku tidak kemari vio pasti tidak akan berbuat sejauh ini
kalau saja aku......
belum sempat gly menyelesaikan ucapannya Egy memeluk nona muda nya erat,
maafkan kelancangan saya nona......
tapi gly terkulai lemah dalam pelukannya.
rambut nya nampak belum kering sempurna.
menangis dalam diam
membuat Egy khawatir
aku mohon jangan lagi.....
__ADS_1
masih teringat jelas kondisi Gly kemarin,
dia bahkan baru terlihat lebih baik selama 2 hari ini,
dan sekarang ada kejadian seperti ini.
apa mutiara hitam itu akan kembali kehilangan sinarnya?
tidak.......
" nona.....?"
Egy melonggarkan pelukannya.
bahu nya telah basah oleh air mata gadis di depannya,
di tatap nya gadis yang masih dalam rengkuhannya
tatapan nya kosong
dengan air mata yang terus berderai tanpa suara isak tangis,
" nona....
panggil egy berusaha membuat gly tersadar.
namun Gly tak bergeming,
"nona.....!"
panggil Egy lebih keras sambil menggoncangkan bahu Gly aga keras.
namun nona nya. masih terlihat menatap kosong dengan raut datar nya.
oh tidak.......
Egy langsung mencari ponsel nya untuk menelvon dokter Pras,dokter keluarga wijaya.
untuk datang.
sambil menunggu dia menimbang nimbang
" apa aku juga perlu menelvon dokter Mirza yang menangani kejiwaan nona ?"
ya allah......apa yang harus saya katakan kepada tuan Rey?"
tak berapa lama dokter pras datang dengan wajah ngantuk nya,mengingat sekarang hampir tengah malam.
namun melihat expresi gly saat ini membuat kantuk nya menguap seketika.
di periksanya Gly dengan teliti
sementara Egy menunggu dengan gusar.
dia bahkan merasa kesulitan bernafas sekarang.
" sebaiknya kita perlu menghububgi dokter Mirza kembali ( dokter yang menangani kondisi kejiwaan Gly.),"
ucap dr Prass lirih.
" ya allah...."
gumam Egy tak kalah lirih,dia mengusap wajahnya kasar.
nona belum sepenuhnya pulih dan kini dia merasa tergunjang kembali
" aku akan meminta izin ke pada polisi yang berjaga memberitahukan kondisi Gly saat ini saya yakin polisi akan membantu kita membawa gly keluar dari sini untuk mendapatkan perawatan."
"jenazah akan di berangkat kan pukul 8 pagi dari rumah sakit
kita tak bisa mengambil resiko membuat Gly melihat itu.
itu sangat tidak baik."
siapkan smua keperluannya saya akan meminta izin sekarang."
ucap dokter Prass panjang lebar.
tak banyak yang Egy lakukan hanya merapikan barang barang milik Gly yang dia bawa ke rumah ini tadi sore
di memasukan semua nya dengan cepat Ke dalam tas jinjing.
di tatap nya gadis yang tertidur dengan damai karna pengaruh obat,
nona.....
jiwa mu begitu rapuh,
kau slalu menyembunyikannya di balik sikap dingin dan terkesan angkuh.
kau terlalu baik hingga slalu merasa bersalah
dengan hal buruk yang terjadi di sekeliling mu.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.