Govergly

Govergly
enam puluh sembilan


__ADS_3

gly terbangun,


ini bukan kamar ku?


apa yang terjadi?


bukankah semalam aku tidur di rumah papa?


di amati nya ruangan sekeliling


tidak begitu luas,namun terlihat sangat nyaman.


yaaah walau begitu Gly merasa asing di sini.


syukurlah ada Egy yang terlelap di sofa.


gly menyibakan slimut yang menutupi tubuh nya.


lapar.....


itu yang ada di pikirannya


Egy terlihat sangat lelah,


membuat gly tak tega membangunkan nya.


tapi hanya gly merasa harus pergi dari sini.


terlebih gly juga harus mendampingi papa.


ini pasti berat untuk papa,aku harus ada di samping papa


dengan berat hati Gly membangunkan Egy,


" kakak.... "


sambil menepuk nepuk bahu Egy pelan.


Egy menggeliat bergerak mencari posisi yang nyaman untuk nya terlelap.


sudah lah aku pergi pake taxi online aja


Gly memutuskan untuk mandi dan bersiap.


untung lah tas jinjing nya ada di loker


mmmmh sepertinya aku di haruskan menetap di sini,


saat membuka dan melihat isi loker di depannya penuh dengan pakaian wanita.


sekalipun kau berhasil bangun,


kau takan membawa ku ke papa


baiklah,


ini saat nya kau berhenti menguntit ku sejenak.


gly mengamati lingkungan di sekeliling dari


balik jendela kamar nya ada sebuah taman yang cukup luas dengan dinding tinggi sebagai pembatas.


aku sama sekali tidak mengenal tempat ini,....


gly memilih bergegas keluar,


" akan sangat merepotkan kalau aku harus berdebat dulu dengan kaka."


dengan mengikuti petunjuk arah yang tertera di stiap persimpangan lorong rumah sakit akhir nya Gly berhasil keluar.


sialan apa mereka menganggap ku gila.


haist........


gly mulai memainkan ponsel nya dan memesan taxi online,


karna hari baru menjelang pagi,


tak butuh waktu lama dia sudah dalam perjalanan ke tempat tujuannya.


sial......


ternyata mereka menempatkan ku sangat jauh awas saja setelah urusan ku selesai kalian akan secepatnya mendapatkan hukuman.


gly keluar dari taxi yang membawa nya kembali ke tempat yang ia tinggalkan semalam, setelah memberikan beberapa lembar sebagai alat pembayaran.


terdapat banyak karangan bunga di kanan dan kiri jalan,mengingatkan gly pada luka di tinggal sang mama.banyak juga orang orang berlalu lalang menuju kediaman sang papa.


aku jauh lebih kuat sekarang,


meski aku terguncang semalam,


tapi aku yakin aku baik baik saja.


aku harus baik baik saja demi papa.

__ADS_1


tanpa ragu aku berjalan memasuki halaman


orang orang yang ku yakini para pekerja papa


membungkuk hormat pada ku.


aku menampilkan wajah datar,


angkuh dan tak tersentuh,


itu adalah benteng yang ku bangun tinggi tinggi sejak mama meninggal.


ku lihat punggung papa bergoyang karna terisak


Aku pernah melihat papa seperti itu Saat mama pergi,


aku pikir tidak akan ada lagi yang bisa membuat papa menangis seperti itu,


tapi ternyata aku salah.


" nona......"


ucap bu Rini terkejut melihat ku berdiri di belakang papa.


ahh....sepertinya para pekerja di rumah utama datang kemari untuk membantu.


seketika papa menoleh,


papa terlihat pucat,dengan hidung merah yang membuat nya tambah buruk.


" sayang....."


ucap nya sambil bangkit berjalan beberapa langkah untuk memeluk ku.


pandangannya menelisik ke seluruh penjuru


" kau meninggalkan Akbar?"


tanya nya tepat sasaran.


" apa itu rencana papa?"


tanya ku balik.


" makanlah sayang,kau ingin mengantar momi mu kan?"


jawab papa mengalihkan topik,yang ku artikan sebagai Iya dari pertanyaan yang ku ajukan.


aku berusaha mengurai pelukan papa,dan duduk bersimpuh di sisi wanita yang sudah menemani papa ku selama beberapa bulan ini.


aku tak pernah bersikap baik pada nya selama ia hidup menjadi istri papa.


tapi dia slalu terlihat sayang dan memperlakukanku dengan baik stiap aku menginap di rumah ini.


aku tak pernah mengajaknya bicara,


kita hanya akan berkumpul saat waktu makan tiba dan aku hanya diam tak berkomentar


meski makanan yang terhidang adalah menu favorit ku


katakan lah aku jahat,


ya aku memang jahat.


aku membiarkan dia menikah dengan papa ku tapi tak memberi nya celah untuk menjadi ibu ku karna aku slalu memberi jarak.


" kenapa kau datang!"


triak Viona membuyarkan lamunan ku.


berontak dari rengkuhan suaminya ingin menyerang ku.


namun gagal.karna Dev menahan tubuh nya erat.


menggelikan....


aku baru sadar dia duduk di sebrang ku.


aku malas bicara dengan nya.


aku hanya melirik nya sekilas.


lalu kembali merenungi sikap ku selama ini


apa aku harus memperlakukan Vio dengan baik sebagai permintaan maaf ku pada mami?


*aaaah ......( menghela napas)


dia yang membuat mami meninggal


haruskah aku melepaskannya?


jiwa jahat ku mengatakan untuk membuatnya membusuk di penjara.


namun rasa bersalah ku menginginkan untuk melindunginya.

__ADS_1


biar bagaimana pun dia pasti sedih ibu nya meninggal.


aku tau itu pasti


karna aku pernah merasakannya*


ah sudahlah,terlalu banyak berpikir membuat ku sakit kepala.


biar saja papa yang memutuskan.


" mari kita mensholatkan almarhumah ."


ucap salah seorang pria yang ku yskini seorang ustadt


aku berjalan mundur,


bukan untuk mengambil wudlu


jujur saja aku tak bisa sholat jenazah.


aku bahkan sampai lupa kapan terakhir aku sholat wajib.


aku duduk di 2 anak tangga terakhir.


menyenderkan tubuh ku di dinding.


memejamkan mata berharap rasa lelah menghilang dari tubuh ku.


" sayang....."


ucap seseorang sambil membawa tubuh ku ke dalam pelukannya.


aku langsung membuka mata


harum parfume nya sangat familiar di hidung ku,tapi rambut nya yang coklat kemerahan membuat ku berfikir keras.


aku berusaha melepaskan diri dari rengkuhannya sambil menahan keinginan ku untuk berteriak.


karna pria di depanku menempelkan jari telunjuk nya di depan bibir.


memberi kode agar aku tenang karna sholat jenazah akan di segera di mulai.


aku memicingkan mata mengamati wajah pria yang duduk di anak tangga di bawah ku.


" Rey ?"


tanya Gly ragu.


Sementara Rey hanya tersenyum kecil,dan kembali memeluk ku erat.


" aku merindukanmu......"


ucap Rey lirih.


" biarlah seperti ini sebentar, sebentar saja please....."


sambil menghirup rambut terburai ku dengan rakus.


" maaf aku terlambat,maaf sayang...."


ucap Rey terdebgar menyesal.


apa yang pria gila ini kata kan


tapi tak bisa di pungkiri aku merasa lebih baik setelah dia ada di hadapanku sekarang.


" maaf tidak menghubungi mu."


ucap ku tak kalah lirih.


Rey mengendurkan pelukannya mwnatap ku lekat merapikan anak rambut ku ke belakang telinga sambil menggeleng.


" Egy mengirim pesan,tapi semalam aku bertukar ponsel dengan Hary,jadi aku baru tau dini hari tadi.


aku langsung ke bogor menemui mu,


tapi kau tak ada.


"untunglah gps di ponsel mu membuat Egy tau di mana posisi mu."


sambil membelai mesra pipi Gly sebelum memeluknya kembali.


" sekarang kau harus mengisi energi ku,berkendara jakarta bogor bolak balik membuat ku lelah,belum lagi rindu ku yang menumpuk ini."


gly tersenyum kecil mendengar celoteh Rey tanpa sadar gly mulai mencari posisi ternyaman untuk nya bersandar.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2