
aku ingin tertawa,tapi aku sendiri pun ngeri karna suatu hari nanti akan berakhir sama.
tapi biarlah ketakutanku untuk diri ku sendiri
karna aku benar benar ingin menertawakannya sekarang terlebih tak ada satu pun yang berani menertawakan ya menyebalkan.......!!!!!
lalu aku pun tertawa keras keras sambil menunjuk penampilan Egy sekarang
yang mirip dengan pakaian para penyihir.
sementara yang lain memilih membubarkan diri.
kenapa setelah aku tertawa mereka tidak berani ikut tertawa
apa begitu tinggi posisi egy itu sampai tak ada yang berani menertawakannya.
ah menyebalkan.
dengan kikuk Rey berjalani ke rumah utama menyusul gadis nya.
huhhh......
akan ku ganti mereka semua saat aku menikah dengan gly,kenapa mereka sama sekali tidak menganggapku
" bukan karna mereka tak ingin ikut tertawa dengan mu,mereka hanya takut nona kembali kemari untuk menambah hukuman kami."
ucap Egy menerangkan.
" apa tertawa di larang di rumah ini ?"
tanya Rey bingung.
seketika Egy tertawa.
sangat keras dan lebar selebar wajahnya.
Rey mengeryit bingung.
" ternyata anda tidak tau apa apa tentang nona ."
Rey menatap tajam,
tak suka dengan perkataan Egy barusan.
" nona bilang,
jangan suka menertawakan orang lain karna besok atau lusa nasib mu belum tentu lebih baik dari mereka yang kau tertawakan.
jadi,.......berhenti sejenak,
" siapa tau saat nona bermain pedang dengan anda rambut anda yang manis itu akan berakhir seperti dia....."
sambil menunjuk seseorang dengan dagu nya.
Rey mengikuti arah yang di tunjuk Egy,
jadi si rambut aneh itu hasil karya Gly
huaaaaaaa matilah aku😱
pantas saja tidak ada yang tertawa meski aku mengajak tertawa bersama.
😰kenapa gadis ku sangat mengerikan😬
tapi aku terlanjur cinta,.....
gimana dong😵
" sebaiknya anda temui nona,tuan."
ucap Egy membuyarkan lamunan Rey.
sementara Rey hanya mengangguk lemah,
menanggapi ucapan Egy barusan.
aku harus bilang apa pada nya.
*****
gly memilih menuju kamarnya dari tangga belakang yang ada di dapur.
karna dia mendengar orang orang tengah berkumpul di ruang tengah tepat di depan tangga.
saat dia mengambil minum di meja makan.
dengan sedikit berlari gly ingin segera sampai di kamar nya.
gly sama sekali tidak tertarik untuk bergabung karna dia masih merasa bersalah kepada keluarga Dev atas sikap konyol nya.
belum sempat Gly membuka pintu kamarnya
triakan papa nya dari bawah menghentikan langkah nya
huhhhh kenapa papa musti melihatku siiii
dengan gontai dan sangat sangat terpaksa,
gly kembali menuruni tangga.
" slamat malam semua nya,"
sapa gly sambil membungkukkan badan sejenak
lalu menoleh ke arah sang papa.
seolah bertanya ada apa?
" kau bermain main di belakang?"
tanya pa hendra sambil mengeryitkan sebelah alis nya.
" hanya sebentar."
jawab Gly datar.
pa Hendra terlihat menarik nafas dalam,lalu menghembuskannya perlahan.
" duduklah sebentar, "
sambil menepuk bagian kosong sofa yang ia duduki.
gly menuruti perintah papa nya.
lalu kembali menatap netra coklat papa nya.
" sebaiknya kau ikut bu Sri sayang,
papa sudah meminta bu Rini untuk menyiapkan perlengkapan mu selama di sana."
__ADS_1
ucap Pa Hendra lembut,
" tidak ....!"
ucap Gly tegas dengan wajah datar nya.
" sayang....."
ucap Pa Hendra lirih.
" aku baik baik saja pa,"
ucap Gly tegas.
memangnya apa yang bisa melukai hatiku saat itu telah menjadi abu,gumam Gly dalam hati.
" maaf saya ingin beristirahat "
ucap Gly sambil bangkit.
" slamat malam."
sambil membungkukan badan sejenak lalu berjalan ke arah tangga.
" sayang.....!"
lagi lagi ada yang menahan langkah nya,
panggilan Rey begitu sangat nyaring,terlebih smua orang tengah diam larut dalam pikiran masing masing.
Rey yang berteriak dari arah ruang makan tidak tau bahwa ruangan di sebelahnya tengah banyak orang.
hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" slamat malam,"
ucap Rey canggung
gly yang melihat Rey tengah canggung itu pun memutuskan untuk menghampiri nya.
" kau mencari ku.....''sambil mengecup pipi Rey mesra
,rasakan kau Dev......kau pikir aku takan bisa move on dari mu !"
Rey tersenyum lebar selebar wajah nya.
walau dia tau gly mengecup nya karna ada dev
tapi dia sukaaaaaaaa.
" tentu my Queen......,sambil memeluk pinggang gky erat.
" aku harus pulang, tapi aku akan menyapa mereka dulu sebentar, "
.....sambil merapikan anak rambut yang tak terikat kebelakang telinga.
naiklah....."
ucap Rey selembut mungkin.
" kau yakin tak ingin menginap?"
goda Gly jail.
" aku ingin,....
" aku ada meeting besok pagi sayang,.... aku harus mempersiapkan semuanya malam ini."
pengennnn lah mana di sini ada Dev.
tapi ga enak sama papa kamu🙄
gly mencebik,
entah mengapa Rey terasa menjauh dari nya walau dia masih suka bersikap manis saat bertemu.
kenapa kau terlihat menggemaskan saat merajuk begitu srigala cantik ku....
aishh.....jadi pen ciummmm😘
" aku janji kita akan makan siang bersama,"
ayo marah,biar papa mu yang nawarin aku nginep😂
gly menepis tangan Rey yang tengah mengusap rambut nya.
dengan cepat gly lepas dari rengkuhan Rey
lalu berlari menaiki tangga menuju kamar nya.
ayayay marah......
asikkk......
Rey tersenyum simpul
kau sudah jatuh ke pesona ku rupa nya.
sambil menatap tubuh mungil gadis nya lekat sampai menghilang di balik pintu yang tertutup dengan keras.
pa Hendra hanya menggelengkan kepala melihat anak gadisnya yang tengah merajuk
"sepertinya princess kita tak ingin berjauhan dengan kekasihnya maka nya dia ga mau ke sukabumi."
celetuk Bu Sri memecah keheningan.
Rey tersenyum malu malu meong.
sementara smua orang membenarkan argumen yang bu Sri katakan.
" benarkah kau sudah benar benar melupakan ku Gly....."
gumam Dev dalam hati.
" ah bunda bisa aja......"
sambil berjalan mendekat ke kursi papa gly untuk mencium tangan .
" maaf om,tadi Rey telat,jadi baru bisa nyapa om sekarang sekalian pamit."
pa Hendra menganggukan kepala sambil tersenyum ramah.
Rey juga menyalami bu Sri,
" kau sibuk mengekori gadis mu itu yaaa jadi baru sempat menyapa kami."
ucap bu Sri menggoda.
" ah bunda......"
__ADS_1
lalu Rey memilih menyalami yang lain nya untuk menyembunyikan wajah malu nya. kecuali Dev .
Rey hanya melambaikan tangan nya.
lalu menatap muka papa gly
" Rey pulang dulu ya om,"
sambil menmbungkukan badannya sejenak.
"ngga pengen mbujuk gly dulu?"
ucap Pa Hendra dengan tersenyum penuh arti.
dia tau pria di depannya itu sangat mencintai putri nya.
terlebih Rey nampak tengah menimbang nimbang.
" naiklah..... Rey, om minta tolong kamu temenin dia sebentar."
Rey masih terlihat ragu,
namun akhir nya mengangguk.
" baiklah,
saya temui gly dulu,permisi semua nya."
ucap Rey membungkuk kan badan lalu berlari menaiki tangga.
" apa Rey sering menginap di sini?"
tanya Bu Sri terdengar khawatir.
" pernah beberapa kali,
tenanglah,dia tidak akan menyakiti putri ku".
sambil melirik ke arah dev.
" Dari mana kau tau dia tak merusak gly ?"
tuntut Bu Sri lagi.
"tentu saja aku mengawasi nya.kau pikir aku melepas Gly begitu saja."
jawab pa Hendra sarkas.
bu sri hanya membuang nafas.
dalam hati tentu saja tidak menerima kalau Rey sedekat itu dengan Gly.
" kau harus secepatnya menikahkan mereka Hendra....!"
"kau ini......
iya aku akan secepat nya mengurus itu bila masalah Viona sudah selesai.
sekarang kita fokus dulu sama masalah viona.biar bagaimana pun dia putri ku juga."
" aaah terserah kau saja.
aku pamit pulang sekarang ."
lalu
menyalami ke dua orang tua Dev lalu berjalan keluar rumah mengabaikan tangan Dev yang terulur,
apa bunda juga ikut ikutan marah.......
huh.......
tentu saja.
sementara ke dua orang tua Dev hanya bisa menarik nafas,
mereka sadar dengan kesalahan yang putra nya lakukan.
bu Sri tau banyak tentang Vio,gly dan juga dev.karna dulu gly sering datang kepanti bersama dengan Dev.
mengetahui dev menikah dengan vio membuat hati nya ikut terluka atas luka yang gly punya.
" kami juga mohon pamit pa Hendra,besok sore insyallah kami datang ke panti asuhan yang sudah anda tentukan."
ucap pa sanjaya papa nya Dev ramah,
" menginaplah,kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian istirahat,"
jawab pa Hendra
" trimakasih,tapi rumah kami dekat pa dari sini.besok juga saya kebetulan ada oprasi pagi."
ucap pa sanjaya yang merupakan seorang dokter spesialis syaraf.
" oh ya.... ya anda salah satu dokter terbaik di kota ini,maaf saya lupa.smoga smua berjalan lancar."
ucap pa Hendra terdengar tulus.
" trimakasih besan,kami pamit dulu."
pa hendra mengangguk,menyambut tangan yang terulur,
" kau juga ikut pulang bersama orang tua mu dev?"
karna dev juga mengulurkan tangan.
" iya pa...dev menginap di rumah orang tua dev dulu malam ini.
" baiklah,hati- hati di jalan.
papa tau ini berat untuk mu,untuk kita,tapi papa harap kau bisa bertahan."
sambil memegang kedua bahu Dev .
" iya pah.... dev pamit, asalamualaikum."
" wa'alaikumsalam...."
smoga kau tidak meninggalkan Viona....
gumam pa Hendra dalam hati,lalu berjalan ke kamar nya.
.
.
.
.
__ADS_1