
Pa Hendra dan Ibu Sonia
datang ke esokan hari nya,karna pesan yang dikirim oleh Egy baru terbuka tadi pagi.
semalam No ponsel Pa Hendra dalam mode off.
Egy terlihat duduk di sofa dalam kamar VVIP
tempat Gly di rawat,sementara Rey masih saja duduk di samping Gly dari kemarin.
" Bagaimana keadaan putri ku?"
ucap Pa Hendra
" Maaf tuan, hasil pemeriksaan nona belum keluar."
ucap Egy sambil berdiri membungkuk kan badan.
" Apa yang terjadi?"
tanya Bu Sonia terdengar cemas.
" Nona mengantar nona Leah ke bandara sendiri tuan,dan kembali dalam keadaan demam.
pagi hari nya panas nya turun,
namun saat sore hari nona kembali Demam dan mengalami mimisan.
Tuan Rey memutuskan membawa nona kemari Tuan."
terang Egy panjang lebar.
" istirahat lah petang nanti datang lah kembali .
biarkan saat ini orang orang ku yang menjaga Gly.
" Trimakasih tuan" ,Ucap Egy lalu undur diri .
Pa Hendra mengangguk pelan lalu pandangannya menatap putri nya yang terbaring dengan seorang pria yang menggenggam tangan nya erat.
" Sepertinya pemuda itu sangat mencintai putri kita," ucap bu Sonia menanggapi apa yang di lihat suami nya.
" Kau memaafkan ke nakalan putri ku?'
" aaah apa apa an ini,bukankah Gly putri ku juga ?"
dengan nada sedikit tinggi,pa Hendra hanya tertawa kecil.
" smoga saja dia bisa menerima kami dan bisa berdamai dengan Vio, jujur aku merasa menjadi ibu yang buruk.bertahun tahun dia memanggilku mami dan aku sama sekali tak mengenal hati nya?
dia slalu bilang kalau Dev cuma teman,dan aku dengan bodoh nya percaya.
demi tuhan bila Vio tidak sedang mengandung aku pasti tidak akan membiarkan pernikahan itu terjadi."
ungkap Bu Sonia sambil berurai air mata.
" dia menyayangi mu aku tau itu,
yaaa mungkin dia merasa sakit hati sekarang,
tapi ingat,......jodoh takan kemana.
mungkin Gly memang tak berjodoh dengan Dev,dan lihat di depan kita saat ini....
sambil menunjuk punggung Rey.
" Aku merasa tak pantas menerima kebaikan kalian,aku......
"stttttt......sudah sudah,
mereka sedang bertengkar dan akan berbaikan kembali,
sambil memeluk istri nya erat.
justru Gly yang salah disini,
tak seharus nya dia bertindak seperti kemarin."
maafkan anak nakal itu,aku tak berhasil mendidik nya dengan baik,
maaf aku membuat kalian malu,
aku bahkan..
" tidak mas, "
Bu Sonia menggeleng cepat.
dia merasa sangat bersalah dengan kondisi Gly saat ini.
dan sekarang papa nya justru memintaa maaf pada nya.
kedua nya terdiam larut dalam pikiran masing masing,dengan masih saling berpelukan.
Rey yang terbangun sejak mereka mulai emosional membicarakan masalah keluarga mereka.
sejenak Rey berfikir,
yang Gly alami sekarang pasti menjatuhkan nya sampai ke dasar,
pantas saja dia sempat berakhir di club,
aah bukan itu masalahnya sekarang,
aku harus bilang apa
kemarin kemarin aku menginap di kediaman nya tanpa di undang dan tanpa pamit pula,....
" maaf membangunkan mu anak muda,". ucap Pa Hendra dengan nada jenaka.sambil tersenyum kecil.
" slamat pagi tuan " ucap Rey sambil bangkit dari duduk nya
pinggang kuhhhhhhhhhh
Rey meringis merasakan nyeri di punggung sampai pinggang nya,tertidur dalam posisi duduk dan membungkuk ke depan semalaman itu pilihan yang buruk
" Apa kau baik baik saja na?"
tanya mami Sonia terdengar khawatir.
aaaaah sepertinya ibu ini terlihat baik,
Rey memaksakan diri untuk tersenyum,
" saya baik baik saja nyonya trimakasih,ucap Rey gugup.
__ADS_1
" kenapa kau tidak tidur saja di sofa bed itu Rey, " tanya pa Hendra sambil menunjuk sofa bed yang menempel di dinding.
" saya ketiduran Tuan "
ga si emang sengaja pengen deket sama Gly
tapi yaaaaaaaa.....
Pa Hendra menghampiri Ranjang tempat Gly berbaring,( menghela nafas) lalu mengusap
pipi Gly pelan.
" sebaiknya kau cepat sarapan,kami membawakan Roti bakar smoga kau menyukai nya" ucap nya kemudin.
" Trimakasih tuan,saya akan membersihkan diri dulu,"
ucap Rey sambil berjalan ke arah kamar mandi.
beberapa saat kemudian Rey keluar dengan wajah yang jaub lebih segar,
" kau harus perhatikan kesehatan mu sendiri,agar bisa menjaga putri ku,
pulanglah istirahat di rumah slama kami menemani nya di sini."
ucap mami Sonia lembut
" iya kan pa?" sambil menoleh ke arah suami nya.
" benar Rey,bukankah kau harus bekerja?"
ucap nya mendukung oerkataan sang istri.
Rey pun terpaksa berpamitan.
sebenarnya dia merasa berat meninggalkan Gly,tapi sisi hati nya yang lain merasa kedua orang tua Gly benar terlebih kemarin ia sudah tak berangkat bekerja.
Rey memutuskan langsung menuju kantor
pasti banyak berkas berkas yang perlu ia tanda tanganni.
*****
sebelum makan siang,hasil pemeriksaan Gly keluar,
syukurlah bukan gejala penyakit yang lebih serius.
Dokter mengatakan Gly hanya kelelahan dan dehidrasi akut serta mengalami Stres.
Dev yang mendengar kondisi Gly saat Vio tengah melakukan Video call pun Reflek mengambil kunci mobil.
Buru buru Vio mengakhiri panggilan bersama sang mami dan menyapa suami nya.
" kau mau kemana?"
tanya Vio dengan nada tak suka.
sebelum Gly kembali hubungannya dengan Dev baik baik saja walau tanpa setatus yang jelas dan sembunyi sembunyi.
tapi setelah Gly mengetahui smua nya
Dev berubah,
bahkan setelah menikah pun,Dev semakin dingin pada nya .
"Apa kau tuli?!"
sikap yang baru Dev keluarkan setelah berpisah dari Gly.
" apa kau GILA !"
ucap Vio berteriak.
Dev memilih diam dan pergi meninggalkan Vio ke rumah sakit
Dengan langah lebar lebar dev berjalan cepat
disusul Vio dengan raut wajah tak suka berjalan ke arah parkiran.
" apa kau tak ingat apa yang ia lakukan disaat pernikahan kita ?!" triak Vio kesal,karna Devan begitu mengkhawatirkan Gly.
" lalu apa kau tak ingat apa yang kita lakukan selama ini di belakang ?!.
sudah lah aku malas berdebat dengan mu,kau tau kan hubungan kita suatu kesalahan kalau bukan karna anak itu aku juga tidak mau menikah dengan mu !"
Ucap Dev dingin .
Vio tertegun mendengar pernyataan Dev,
jauh di dalam diri nya dia pun menyadari tapi Vio tak pernah menyangka Dev akan mengatakannya langsung.
" masuk .....ucap Dev datar tanpa melihat ke arah Vio.
Vio menghela nafas,memilih masuk ke dalam mobil dalam diam,dia malas berdebat lagi dengan suami baru nya itu.
aku mengenalmu lebih dulu,
aku jatuh cinta pada mu dengan sendiri nya
tanpa perlu kau kejar kejar,
tapi Gly.....
dia begitu mudah mendapat kan hati mu tanpa melakukan apa pun
sementara aku slalu berjuang agar kau mencintaiku.
Gly punya segalanya
dan menikmati kebahagiaan nya dengan mudah,
sedangkan aku ....
aku harus berjuang untuk mendapatkan semua kebahagiaan ku
setelah 20 menit menempuh perjalanan dengan keheningan dan pikiran masing masing akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
Dev langsung ke luar begitu mobil nya terparkir sempurna meninggalkan Vio.
dulu Dev slalu membuka kan pintu untuk nya sambil tersenyum manis,
sekarang .....
bicara tanpa nada sinis pun tak pernah.
Vio menghela nafas,
__ADS_1
lalu berjalan mengikuti Dev
*****
Gly memilih memainkan ponsel nya.
kalau aku tau ada papa dan mami Sonia aku memilih tidur saja,
sial.....dimana kaka ?
brani nya dia menunggalkanku.
dan Rey si penakut rumah sakit itu
awas saja kau.....
" makan dulu,kau harus minum obat."
ucap Mami sonia lembut sambil menyodorkan sendok ke arah mulut nya.
tanpa banyak bicara Gly memakannya sambil terus bermain ponsel.
*dimana kau....
pesan singkat yang Gly kirim ke no asistennya tersebut.
kantor nona....
,Meigy membalas cepat pesan bos nya
selesaikan cepat dan datang kemari bawa kan sate seperti yang kemarin
aku tak suka makanan rumah sakit,tidak enak....
Baik nona*,....
tiba tiba pintu terbuka.
" sugar......ucap Dev langsung berjalan mendekat,wajah nya jelas terlihat khawatir.
Gly memutar bola mata nya malas,
menggelikan.
aku di kelilingi orang orang yang ku sakiti kemarin.........
sementara yang ada di ruangan mulai memperhatikan sikap Dev.
Gly tidak pernah sakit,
jelas kondisi nya sekarang membuat orang orang terdekatnya khawatir
tapi dev.....
Vio mulai menggerutu dalam hati melihat perhatian yan Dev berikan
" aku istrimu bod*h kau bahkan tak peduli saat kaki ku sakit kemarin karna terlalu lama berdiri!"
pa Hendra yang merasakan suasana yang semakin beku setelah anak tiri nya datang itu pun menghela nafas berat
"viona.....apa kau akan memeriksakan kandungan mu sekarang?"
ucap mami sonia mencoba mengalihkan perhatian.
" iya mam,kami akan memeriksakan kandungan ku setelah dari sini.
" sebaiknya kalian pergi sekarang,aku ingin istirahat." ucap Gly datar tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
.
Dev mengangguk pelan,
aku pergi dulu,....
dev ingin sekali menyentuh Gly,
tapi dia harus menahan diri.
" ayo Viona,kita periksakan kandunganmu,
mih....pah...sambil memandang mertuanya satu persatu " kami pergi dulu ".
pa Hendra mengangguk pelan,sementara mami Sonia memeluk viona erat,
" mami anter ya.....".
" bolehkan pah ?"
" pergilah,jangan lupa makan siang."
ucap pa Hendra datar.
mereka pun pergi meninggalkan kamar rawat Gly.
Pa hendra menghela nafas lelah
dia juga bingung harus bersikap bagaimana.
di lihat nya Gly yang menatap nya dengan wajah sendu
" princess,.......ucap pa Hendra lembut sambil memeluk putri nya.
" maaf pa......
maaf, Gly terlalu buta akan amarah hingga melupakan perasaan papa,perasaan keluarga Dev.....Gly nyesel pa....
" sudah ...sudah... jangan terlalu di pikirkan yang penting kamu sehat dulu,
lalu mulailah belajar berdamai
biar bagaimana pun sekarang kita sudah menjadi kwluarga,bukankah Gly yang mendukung pernikahan papa?"
gly hanya mengangguk pelan dalam pelukan sang papa,
" istirahat lah papa akan menemani mu disini."
sambil mengecup kening putri nya singkat.
*****
Stres merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele, karena dapat memicu berbagai penyakit dan reaksi negatif dari tubuh, seperti salah satunya mimisan. Hal ini biasanya dialami oleh mereka yang memiliki struktur dinding pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah ketika merasa lelah atau stres. Itulah yang kemudian memicu terjadinya mimisan.
Sebuah artikel dalam British Medical Journal tahun 2011 pun mengungkapkan alasan ilmiah tentang hal ini. Menurut para peneliti, saat tubuh berada di bawah tekanan atau stres, sirkulasi darah secara otomatis akan naik, yang kemudian menyebabkan tekanan darah juga ikut melonjak dan pembuluh darah pun menjadi rentan terhadap gangguan.
Apalagi pembuluh darah di bagian hidung merupakan salah satu pembuluh darah yang paling rentan terhadap kenaikan tekanan darah. Itulah mengapa pada beberapa orang, mimisan dapat terjadi ketika tubuh mengalami stres, bahkan walaupun hanya sedikit.
__ADS_1
(pengalaman pribadi ini....)