
butuh waktu hampir tiga jam untuk sampai disini,
dimakam sang ibu yang terawat dengan baik.
Leah menunggu di ujung jalan bersama Egy,
memberi nya waktu.
terlihat kelopak bunga mawar segar di pusara.
Gly tersenyum,
"*maaf baru bisa berkunjung,
maaf ma,jarang mengirimi mu doa.
aku terus menangisi nasip ku tanpa berkaca apa yang sudah aku lakukan.
maafkan aku ma,
aku menyesal,
aku akan belajar menjadi lebih baik lagi.
aku berjanji.
besok papa menikah apa mama rela?
tentu saja moto hidup mama adalah kebahagian papa kebahagian mama juga,
aku pun ingin slalu begitu,
sama seperti mama,yang slalu mendukung papa.
aku akan mulai belajar mengelola perusahaan karna papa sebentar lagi memilih pensiun
sbenarnya aku yang membuat papa pensiun dini.
mama jangan cemburu ya.....
papa pensiun bukan untuk memberi ku adik,
tenang saja.
aku harus pergi ,
aku berjanji akan sering mengunjungi mama.
smoga allah menyayangi mama dan
mengampuni smua dosa dosa mama
amin*.
.
Gly bangkit berdiri,
meliwati ke sepasang manusia yang menanti nya dari tadi.
" lihat kita menunggu nya dengan pegal dan dia meninggalkan kita saat sudah selesai."
umpat Leah sambil berbisik ke arah Egy,
sementara Egy memilih diam sambil terus berjalan mengikuti Gly yang berjalan di depannya.
Leah semakin cemberut
karna merasa di acuhkan.
" kita ke mall xxx,aku berjanji akan mengajak seseorang ke Victorya,ucap Gly sambil melirik ke arah Leah dengan tersenyum penuh arti.
Leah sontak tersenyum lebar mendengar celetuk Gly,
"akhirnya kita akan pergi bersama,
liburan ku kali ini benar benar suram."
"cepat lah kemari saat kau libur aku akan mengajak mu menginap di salah satu Resort terbaik ku."
kau bisa membawa suster maria bersama mu kalau kau mau"
"entah lah,jadwal ku cukup padat awal tahun ini aku bahkan melewatkan malam tahun baru dengan bekerja.
gumam Leah lesu.
" biasa nya kau mengambil libur saat natal dan taun baru,kenapa sekarang tak bisa?"
__ADS_1
leah menghembuskan nafas pendek.
" karna aku selalu menolak maka sekarang aku tak bisa lagi untuk itu."
"apa ada Adrian?"
tanya Gly menyelidik sambil tersenyum tipis.
"yaa itu juga termasuk." jawab Leah sambil tertawa kecil.
" dasar siluman rubah !
lalu bagaimana dengan Hary,kau memepet nya sepanjang waktu saat disini."
hardik Gly kesal karna sahabat nya itu mudah sekali dekat dengan pria.
" dimana salah ku hubungan ku dengan adrian hanya teman sambil memberikan tanda kutip dengan kedua jari nya.
dan Hary aku tidak menikahi nya atau menyatakan cinta ku pada nya kita hanya terlibat jalan bersama Gly tidak ada yang istimewa."
protes Leah membela diri.
" ya tuhan gadis gila ini memang keterlaluan."
gumam gly datar
" kalau ada seseorang yang melamar ku,baru aku akan berhenti.aku janji."
gumam lee lirih,
membuat Gly menengok ke arah nya sekilas karna merasa tak enak.
" sekarang biarkan aku bersenang srnang mencari seseorang ."
celetuk leah kemudian.
Gly tetawa " kau ini benar benar."
sambil menepuk paha Leah pelan.
"ka nyalakan radio nya aku tak ingin mendengar bule gila ini bicara ."
"kau bilang apa?"
tanya Leah bingung karna Gly bicara bahasa indonesia.
Gly menggeleng dan memilih memejamkan mata.
ponselnya berdering tanda panggilan masuk.
dengan malas Gly menekan tombol hijau.
"sayang,aku ke rumah kamu sekarang yaa
aku kangen banget sama kamu kmarin kan ga jadi makan malam bareng.
cerocos Rey begitu panggilannya tersambung.
"nanti aja,aku pengen jalan sama Leah."
"ya ga papa aku ikut,ini hari sabtu tidak asik kalau aku masih bekerja.
aku takan mengganggu dan akan mengikuti mu kemana pun.
" karna itu lah kau mengganggu,sudah la nanti sore kamu ke rumah,tp klo mo sekarang juga ga papa ."
".Ngapain ke rumah kamu kalo kamu ga ada,"
ayo gly.......kau dimana aku akan mentraktir kalian belanja bagaimana?
"aku punys banyak uang,sudah lah bye"
buru buru Gly mengakhiri panggilan sekaligus menonaktifkan ponselnya,
Rey akan terus merengek sampai kemauannya di turuti.
kalau Rey ikut aku akan mengabaikan Leah,
atau mungkin dia yang akan mengabaikan ku kalau Rey datang bersama Hary.
kita butuh waktu bersama sekarang,mengingat lusa dia harus kembali ke london,dan akan sangat jarang bertemu .
"Leah.....", ucap Gly kemudian setelah sekian lama hening dengan mata terpejam.
hmmmmmm
tanpa mengalihkan pandangan nya pada ponsel.
__ADS_1
" apa kau tak bisa disini lebih lama?
diam sebentar,
Leah pun mulai menatap Gly yang duduk di samping nya sambil menunggu.
"aku tau ini terdengar egois, tapi sekarang aku benar benar merasa sendiri kau tau?"
tiba tiba air mata nya mengalir dari mata nya yang terpejam.
Leah memeluk Gly dari samping di bawa nya kepala Gly ke bahu nya.
" demi nafas yang ku hirup,aku ingin slalu di dekat mu Gover .
bersama mu melewati smua ini.
tapi aku punya kewajiban yang tak bisa aku tinggalkan,aku juga punya tanggung jawab yang harus aku emban,aku pun ingin sedikit egois pada mu,membawa mu menjauhi semua ini,
sambil ikut berderai air mata.
"tapi semua percuma gover
baik esok atau lusa kau tetap akan menghadapinya.
aku berjanji akan sering mengunjungi mu asal kau memberi ku tiket pulang pergi
kau tau kan aku suka yang gratis gratis?"
sambil tertawa menyebalkan.
" aaah kau benar benar aktris berbakat rupa nya mudah sekali bagi mu berubah ubah expresi begitu".
Decak Gly kesal sambil mengerucutkan bibir,
Leah tertawa
" kalau aku tak berbakat aku takan mendapatkan bayaran yang tinggi sayang."
ke dua nya pun tertawa bersama.
sementara Egy yang duduk di kursi kemudi hanya geleng geleng kepala.
para wanita itu memang tidak bisa di tebak,
tadi mereka menangis bombay dan sekarang tertawa terbahak bersama padahal tidak ada yang lucu,sambil melirik ke kaca panjang yang ada di atas nya apa mereka menertawakan hidung mereka yang semerah tomat itu?
tak terasa Mereka sudah sampai di pusat perbelanjaan.
" apa yang kau lakukan gadis bodoh.
kenapa kau menyentuh make up make up itu!"
Leah menghardik Gly yang tengah melihat lihat stand make up murah.
" aku ingin membuat sebuah pertunjukan besok,apa kau lupa?"
Leah mengeryit bingung,sementara Gly hanya tersenyum tipis penuh arti.
" kita lihat saja besok
aku pun sudah sangat tidak sabar."
ucap Gly dengan genit.
"ich gaya mu tak sesuai dengan wajah mu yang polos itu dasar payah ."
lalu memilih memasuki sebuah butik yang cukup menarik perhatiannya.
" nona...... panggil Egy kemudian setelah Leah pergi.
"apa ?"
sambil menerima kantung plastik serta uang kembalian nya.
"tidak ,tidak jadi,
nona liah pergi ke toko itu ....sambil menunjuk ke sebuah toko.
" kau ingat pelajaran semalam? "
sambil menatap Egy dengan wajah serius.
ingat nona jawab Egy terdengar ragu.
dia ragu apa ia bisa mempraktekannya dengan baik?
" kau harus slalu memberi lebih ka, "
__ADS_1
apa pun itu,
kau harus mengembalikannya lebih banyak.