Govergly

Govergly
lima puluh dua


__ADS_3

Gly melajukan mobil nya ke arah kantor Rey,


hanya orang gila itu yang bisa membantu menyingkirkan ke gila an. ini.


di kamar yang ada di ruangan kerja nya ada perpustakaan minuman beralkohol dari berbagai negara dan Smua nya kualitas terbaik.


pagi pagi begini mana ada Club buka.


sialannnnnnnnnn


kepalanya sudah berdenyut nyerii....


dada nya terasa sesak,


keluarga kecil nya tak seindah yang ia kira.


apa slama ini mama tau


apa slama ini papa memperlakukan mama dengan baik saat di belakang kami.


apa papa diam diam suka menemui mereka


achhhhhhhh triak Gly frustasi


di singkirkannya air yang menggenang di pelupuk mata.


di tahan nya keras keras agar tetesan berikut nya tidak mengalir.


namun gagal.


mama.....


gumam Gly lirih sambil menangis pilu.


di parkirkannya mobil nya secara asal di depan lobi.


persetan dengan yang mau lewat kalau perlu hari ini libur sekalian.


Gly langsung menuju lift ke lantai teratas.


baru pukul 8 pagi,


Rey mau pun hary pasti belum datang.


bagus,


itu arti nya dia bebas memilih dan menghabiskan koleksi minuman nya.


bwgitu lift terbuka Gly langsung nylonong masuk ke ruangan Rey,namun tangan nya tertahan oleh Seorang wanita yang baru saja keluar dari ruangan Rey


" maaf nona anda dilarang masuk,"


gly menarik tangan nya hingga terlepas.


dilihat pin yang di pakai oleh perempuan yang menjegal langkah nya


" cindy,private secretary."


pantas stiap ku suruh berangkat bekerja dia langsung patuh.


dasar menyebalkan.


Gly meneruskan langkah nya untuk masuk ke dalam baru sempat membuka pintu sekertaris sexy itu kembali memegang tangan mya kali ini lebih kencang.


" singkirkan tangan mu atau ku lempar kau dari sini "


ucap Gly ketus kemarahan semakin bertambah sekarang.


" nona yang akan saya masukan ke penjara karna berbuat onar di sini."


" kalau begitu kau panggil sekurity dan biarkan aku masuk ke dalam!"


ucap Gly dengan nada yang menyeramkan.


Rey yang baru selesai mandi mendengar cindy berteriak teriak buru buru berpakaian.


setelah ujung kemeja nya masuk dengansempurna kedalam clana Rey berberjalan keluar sambil mengancing kancing bagian atas tubuh nya yang belum terpasang.


" sayang......


ucap Rey terkejut.

__ADS_1


gly menoleh ke sumber suara yang memanggil nya.


penampilan Rey terlihat brantakan.


rambut masih basah


kemeja tidak terkancing sempurna dan masuk ke dalam celana dengan asal serta clana tanpa Sabuk,


" owh........jeda sejenak sambil menatap sekeliling.


sementara rey terlihat makin bingung.


" jadi ini alasan nya sekertaris mu melarang ku masuk bahkan mengancam menjebloskan ku ke penjara?!"


Gly mulai bertwriak karna habis kesabaran.


" sayang bukan begitu....."


aku baru saja mandi jadi belum berpakaian rapi.aku buru buru keluar karna mendengar suara mu percaya lah,ucap Rey lembut.


mati aku......


aku baru saja mencegat pawang bos


bos sangat manis di depan wanita itu sangat jauhhh dengab sikap nya slama ini yang terkesan angkuh dan dingin.


sementara Gly hanya diam,


membiarkan Rey menuntun nya duduk di pangkuan nya.


terus terang Gly merasa nyaman dwngan smua perlakuan lembut Rey pada nya


*oh tuhan apa aku terlihat seperti gadis yang kurang belaian.


terserah lah


jujur diantara Rey egi dan Bu Rini


Rey yang paling perhatian.


apa lagi dengan papa nya


sangat jauhhh jauh sekali.......


sial*.....


" pagi paaa seper..........


ucap Hary sambil mengetuk pintu ruangan Rey yang terbuka


si tatap nya pemilik mobil yang hendak di laporkannya tengah duduk manis di atas pangkuan bos nya.


tumbennnnnnnn.....mau di pangku


" maaf nona,boleh minta kunci mobil anda,


saya akan memindahkan nya di parkiran."


Rey yang menyadari gly dalam mode tak baik


mengangkat telunjuk nya kearah bibir.


Hary yang mengerti isyarat bos nya pun segela keluar sambil menggeret cindy untuk mengikuti nya dan menutup pintu.


" kenapa....." tanya Hary tak sabar begitu pintu tertutup.


****


Rey menggendong Gly ke kamar nya


untuk pertama kali nya Gly menerima perlakuannya tanpa perlawanan.


bahkan memeluk lehernya.


gadis ku pasti dalam masalah.


dia akan diammmmm bila benar benar marah.


"kenapa sayang,"


begitu berhasil membaringkan Gly di kasur nya yang belum sempat Hary rapih kan.

__ADS_1


Gly duduk dan meraih tangan Rey,


Rey mwngusap lwmbut tangan yang sudah menywntuh nya lebih dilu.


lalu duduk dibelakang Gly sambil menekuk satu kaki dan menarik tubuh Gly agar menyandar ke dada nya.


di mainkan nya rambut Gly yang terurai dengan jepit rambut kecil di atas telinganya


di ciumi berulang ulang kepala Gly yang menurut nya sangat kecil.


dengan aroma mawar yang kuat di setiap helai nya.


samar tercium minyak bayi yang suka ia pakai di tubuh nya.itu akan sangat terasa di bagian leher dan aromanya itu sangat menyegarkan sekaligus menenangkan.


kenapa sayang,.....


apa yang terjadi egy tidak mengekor di belakang mu apa dia yang membuat mu seperti ini...


hummm ayoo bicaralah akan aku hajar dia dengan tangan ku sendiri.


Rey cuma berani bergumam dalam hati,karna dia takut salah bicara.


tok....tok...


Rey menoleh ke arah suara


aaaaa aku belum menutup nya


apa begitu yang terbaca oleh Hary melalui tatapan bos nya.


di susul dengan mengganggu saja karna alis bos nya mulai menyatu dengan sangat menyeramkan di wajah maskulin nya.


Hary menunjukan tas gly dengan ponsel yang berdering di dalam nya.


berjalan mendekat lalu menyerahkannya.


Rey menerima dengan tangan kiri


karna Hary berada di sebelah kiri nya sementara tangan kanan nya tengah di genggam oleh Gly di atae perut rata nya entah sejak kapan.


kosong kan jadwal ku hari ini


lagi lagi tanpa suara ,hanya menggerakan bibir saja kali ini.


Hary mengangguk paham lalu berjalan ke luar tak lupa dia menutup pintu nya rapat rapat.


Rey membuka tas gadis nya,


tersenyum karna tas itu hasil pembelian nya bulan lalu saat mereka jalan bersama.


Gly sangat rapi,tas nya berisi dompet dompet kecil dengan berbagai isi sesuai kelompoknya.


biasanya tas wanita sangat berantakan dengan berbagai macam isi menjafi satu dalam satu ruang.


untuk mencari ponsel saja harus kubak kubek dulu.


terlihat di layar ponsel nya nama Egy sebagai pemilik beberapa panggilan tak terjawab.


kemudian berdering lagi


Rey menyodorkan benda pipih yang berbunyi nyaring ke pada tuan pemilik nya


Tapi Gly tetap diam.


Rey memutuskan meng silent ponsel tersebut agar tak bising


lalu meletakan kembali ke tempat semula.


Rey bergeser ke sebelah kanan Gly dan membaringkan tubuh mungil yang terdiam bagai patung.


Rey ikut berbaring di samping nya


" aku senang kau datang, aku jadi mendapat pasokan energi ku."


sambil melingkar kan tangan kanan Gly ke pinggang sementara tangan Kiri nya menumpu kepala nya.


" sayang.....


apa kita hanya akan bermain diam diaman begini?"


aku lebih suka kau mengomel sayang.....

__ADS_1


untuk pertama kali nya aku berharap kau bawel memarahi ku


ini sangat menyiksa,


__ADS_2