
" kata kan......"
ucap Gly datar
Egy terkejut mendengar suara nona nya barusan.
" katakan apa yang seharusnya aku dengar."
ucap Gly sambil bangkit untuk duduk.
tiba tiba terdengar pintu terbuka.
Rey datang dengan stelan formalnya.
wajah nya terlihat lelah.
rey baru saja menghadiri pertemuan di bandung,dan memaksa pulang karna ingin bersama gly.
" Rey.....panggil Gly lirih sambil mengulurkan tangannya.
Rey menoleh ke arah Gly,
buru buru Rey menerima uluran tangan gly untuk di kecup nya lembut sebelum mencium kening.
itu merupakan ritual wajib stiap hari selama Gly tinggal di apartment nya .
" sebut nama ku.....
ayo panggil aku....pinta Rey penuh permohonan.
" sayang.... ucap Gly lirih.sambil meremas tangan yang menggenggam tangan nya.
walau terasa lemah,namun Rey merasakan nya.
dan itu membuat Rey bahagia.
akhir nya aku mendengar suara mu ....
diam diam Egy berjalan keluar.
*****
Rey senang dengan perubahan Gly.
meski ia masih jarang bicara tapi itu lebih baik dari pada tidak bicara sama sekali selama satu minggu ini.
sekarang pun Gly terlihat tersenyum stiap melihat aku dan hary berdebat.
walau masih suka melamun.
tapi sedikit demi sedikit dia mulai menunjukan hasil dari pengobatan nya.
Egy belum pernah datang lagi hampir 2 minggu yang lalu saat Gly memanggil ku sayang untuk pertama kali.
"apa dia cemburu?!"
jahahhaha rasakan.
" Rey"
panggil gly dengan suara lembut nya yang selembut sutra.
Rey yang sedang mengerjakan pekerjaan nya di sofa sudut kamar nya buru buru menghampiri Gly.
" kenapa bangun" ber jongkok di sisi tempat tidur gly lalu membelai rambut Gly pelan
gly menepuk kasur dengan tangan mungil nya lalu memunggungi Rey.
Rey langsung memposisikan diri nya berbaring di sisi Gly lalu memeluk nya dari belakang.
yah selama ini gly hanya akan menyebut sebuah nama lalu membiarkan orang tersebut menerka apa maksud nya.
sampai saat ini Gly belum bercerita apa pun,
tentang hal yang mengganggu pikirannya.
Rey tak pernah bertanya karna dokter bilang menekannya akan membuat dia semakin sakit.
" hummmm tidur lah sayang,aku disini.
kau bangun karna mencari ku mmh....?
benar begitu...?
sambil menghirup aroma shampo dirambut panjang nya.
" tidurlah sayang...."
tiga puluh menit berlalu,
Rey bermaksud ingin menyelesaikan pekerjaannya kembali.
namun tangan mungil Gly menahan pergerakan tangan nya.
" kenapa belum tidur?"
apa kau ingin sesuatu?"
hening.....
tapi Rey yakin Gly belum terlelap
karna tangan mungil nya masih membelai belai tangan nya.
" sayang.....
aku harus menyelesaikan pekerjaan ku,
bagai mana kalau kau tidur di pangkuan ku.
kau tau kan aku harus mencari uang yang banyak.
" iya"
Rey langsung berlari mengambil laptop nya lalu merangkak ke tempat tidur.
Rey berfikir gimana cara nya ya?
Rey lalu memposisikan duduk di blakang Gly lalu membiarkan Gly bersender di dada nya.
" sakit ya?"
lalu tersenyum kecil.
Gly menggeleng.
" ga papa laptopnya di atas kaki kamu sayang?"
Gly tak menjawab,kepala nya terus bergerak mencari posisi yang enak.
tapi dia tak juga mendapatkan pisisi yang nyaman.
Gly mendongak ke atas
Rey yang menyadari ketidak nyamanan gly pun memutuskan menutup laptop nya.
" maaf sayang...."
gly menggeleng
" kerja"
lalu memposisikan diri nya di samping Rey memeluk pinggang Rey erat.
Rey tersenyum,
semakin hari Gly semakin sering bicara.
dia juga tak jarang membalas pelukan yang Rey berikan.
pukul 11 malam Rey telah menyelesaikan smua pekerjaan nya.
di angkat nya lengan Gly yang melingkar di perrutnya.
__ADS_1
dengan sangat perlahan.
Rey tidak mau Gly terbangun,karna ia sendiri pun merasa sangat lelah.
*****
Gly sedang asik memasak saat Rey terbangun.
kekhawatirannya menguap setelah melihat gadis nya tengah lincah memotong sayuran.
" pantas saja aku merasa sangat lapar,
kau sedang memasak rupanya.
apa perlu bantuan?"
sambil memeluk pinggang gly dari belakang
Gly menggeleng tanpa mengalihkan tatapannya pada pisau yang ia pegang.
" mandi "
" beri aku ongkos untuk ke kamar mandi,"
mencium kening Gly sekilas.
lalu memilih mandi di kamar mandi dekat dapur.
gly mematikan kompor lalu berjalan ke atas mengambil pakaian Rey,
lalu meletakan nya di senderan kursi makan .
lalu melanjutkan acara masak nya.
aku baik baik saja
aku akan baik baik saja.
banyak yang menyayangi mu,
kau tidak sendirian
kau punya Rey kau punya egy ada Hary dan juga leah.
para pekerja di rumah pun menyayangi mu sperti keluarga mereka.
" trimakasih baju nya.
sambil mencium pipi Gly mesra.
" ayo kita menikah,
apa kau sudah siap?
" apa uang mu sudah banyak?"
Rey tersenyum kecil,
gly mengeluarkan beberapa kata pada nya.
" cukup sayang tapi nikah nya di hotel kamu yaa biar hemat uang gedung.
jangan lupa ketring nya sekalian."
" lalu untuk apa uang mu?"
" tentu saja untuk mu dan anak anak kita sayang...."
" kalau begitu aku harus ke kantor sekarang biar dapet jatah gedung gratis."
lalu keduanya pun tertawa.
aku senang kau mulai banyak bicara sayang,
terus lah seperti ini,
" kau ingin jalan jalan sayang ?
" aku ingin ke kantor sebentar apa boleh?
aku ke atas dulu ambil obat.
gly merapikan alat makan yang ia pakai,kemudian mencuci nya.
" sayang,...."
ucap rey lembut sambil melingkarkan lengan nya ke pinggang.
" duduk lah sebebtar lagi aku selesai ".
" aku hanya memastikan ini kau,aku senang kau kembali.aku kehilangan dirimu,kemarin kau seperti mayat hidup.trimakasih telah menghentikan siksaan ini,aku sangat mencintaimu.tetap lah di sisi ku dan jadi lah diri mu sendiri."
ucap Rey lirih,namun sangat terdengar tulus.
entah sudah ke berapa kali Rey mengutarakan perasaan nya,
slama ini Gly memilih mengabaikan dan mengacuhkan nya.dan menganggap angin lalu.
tapi sekarang setelah perlakuan lembutnya
selama Rey disisi nya,merawat nya tanpa letih
dan menemaninya sepanjang waktu,
rasa nya egois sekali bila dia terus mengabaikannya.
" aku akan belajar mencintai mu sebesar kau mencintai ku,"
gumam Gly lirih.
namun cukup terdengar jelas Di telinga Rey,
di baliknya tubuh Gly agar menghadap ke arah nya di peluk nya erat seakan tak ingin terlepaskan.
entah apa yang ia rasakan sekarang,
rasa nya sulit terjabarkan.
kelegaan melingkupi rongga dada nya.
senyum lebar pun menghiasi wajah maskulinnya yang terlihat brantakan.
" trimakasih sudah memberi ku kesempatan.
aku akan berusaha membuat mu jatuh cinta pada ku dan jatuh cinta lagi setiap hari."
sambil menumpukan dagu nya di bahu Gly.
semoga kali ini aku tidak salah,
aku nyaman berada di dekat mu sungguh,tapi aku tidak tau ini cinta atau sekedar rasa ingin sebuah perlindungan.
aku akan mencoba menyayangi mu,
melihat pendar kesedihan di mata mu membuat ku sakit.
dan aku sadar,kau sedih karna aku.
maafkan aku Rey.....
" ayo kita jalan jalan merayakan kebahagiaan ku" sambil melonggarkan pelukannya.
dengan cekatan Rey memberikan dosis obat yang di anjurkan.
" minumlah sayang,"
Gly membuka mulut nya menerima suapan obat di tangan Rey.
slama ini Rey akan memasukan obat nya langsung.
dia seakan takut gly tidak meminumnya.
Rey mengecup kening Gly pelan,
__ADS_1
setelah kejadian malam itu Rey benar benar menahan diri untuk tidak melakukan sentuhan fisik yang berlebih.
slain pelukan dan ciuman di kening.
Rey benar benar membatasi diri nya untuk tidak melukai perasaan Gly,
Rey takut Gly trauma jiga dia melewati batasnya.
tanpa di duga tangan gly melingkar di lehernya dengan cepat Gly mengecup bibir Rey singkat lalu berlari ke kamar membiarkan Rey berdiri mematung karna terkejut.
namun sepersekian detik akhirnya Rey tersenyum,
ini hari yang indah,benar benar indah dan penuh kejutan.
Rey memilih merapikan makanan sisa untuk di letakan di lemari sambil menunggu gadis nya bersiap.
gly terlihat cantik menggunakan apa pun.
meski tampilannya sangat sederhana tapi itu membuatnya terlihat anggun.
Gly memakai Dress berlengan sampai siku,sepanjang betis dan hanya menggunakan sendal jepit yang datar.
" kau tidak mau memakai ini sayang ?"
tanya Rey sambil menunjuk lemari sepatu dan sendal milik Gly yang menempel di dinding samping pintu keluar.
" aku ingin jalan jalan,betis ku sakit memakai seperti itu."
" baiklah ayo kita berangkat."
sambil mengulurkan tangannya,
Gly tersenyum simpul,menyambut tsngan besar Rey untuk menautkan jari jari nya.
" kemana kita?"
tanya Rey begitu duduk di balik kemudi.
" ke kantor bentar "
mo ketemu Egy, tapi aku takut kamu menggila.
ini sudah hampir satu bulan,
aku yakin Egy berusaha menghindari ku karna beranggapan aku akan terguncang,
tidak.....
aku tidak akan goyah lagi ka
demi mama, dan orang orang yang menyayangi ku.
aku harus bangkit .
*****
" nona......?"
ucap Egy terkejut melihat nona nya berjalan dengan begitu anggun dan percaya diri
dia bersyukur nona nya benar benar bangkit.
namun kemudian merasa cemas,
karna di sebelahnya ada Viona yang menatap nya tak suka.
Gly tetap menatap Egy lekat,
seolah wanita yang ada di sebelah nya itu tak ada,menganggukan kepala nya kepada siska sekertaris nya sejenak lalu berjalan masuk ke ruangan nya tanpa banyak bicara dengan Rey yang terus mengekor di samping nya.
tak berapa lama Egy menyusul masuk.
" slamat datang kembali nona,saya senang anda bisa beraktifitas kembali."
"yaaah dan aku akan senang menerima hasil kerja mu,"
Degg......
tentu nona menuntut hasil penyelidikanku
tapi apa sekarang benar benar waktu yang tepat
" jangan bilang belum selesai,kau sudah telat lebih dari 3 minggu."
Ucap Gly dingin.
" aku baik baik saja,
berikan....."
tutur Gly kemudian karna membaca raut wajah Egy yang terlihat bimbang.
Sementara Rey menerka nerka
memang laporan apa an
apa perusahaan nya dalam masalah?
Egy berjalan ke samping gly yang lain
sontak Rey berlari ke titik yang di tuju
" menjauhlah dari wanita ku!"
ucap Rey dingin.
menghela nafas,
" sayang....."
panggil Gly pelan
lihat betapa dia pencemburu sekali
Egy yang melihat sorot mata Gly yang berarti
" teruskan "
itu pun kembali melangkah.
di buka nya laci di meja dan mengeluarkan sebuah map yang cukup tebal.
gly menerima nya cepat.lalu membuka nya.
kosong
Gly tertegun begitu juga Rey yang ikut mencuri pandang.
Gly tersenyum
sementara Rey mulai memprovokasi
" pecat saja dia memang tak berguna,
aku akan mencarikan seorang wonder woman untuk menjaga mu bagaimana?"
" apa kau lupa aku lah wonder woman nya?"
ucap Gly jengkel
sementara Egy menertawakan expresi kekasih nona nya
tidak ada penduduk bumi yang ingin berurusan dengan anda tuan,
tidak ada orang yang punya cukup nyali untuk melawan kegilaan anda dalam mencintai nona
.
.
.
.
__ADS_1
like jangan lupa