
Pa Hendra sedang fokus menatap layar komputer lipat nya,
kacamata menempel di hidung nya menandakan ia sedang bekerja.
mami Sonia masuk ke kamar Gly dengan lunglai,
hasil pemeriksaan dokter tentang kandungan Vio menambah beban hidup nya.
di lihat nya Gly yang tertidur,
apa ini karma tuhan untuk anak ku,karna menyakiti putri ku yang lain?
tanpa bicara Mami Vio duduk di sofa dengan lajur yang berbeda dengan suami baru nya.
papa Gly melirik sekilas,
" bagaimana?"
sambil terus menatap layar monitor.
menghela nafas, " dokter bilang vio mengalami hamil anggur."
pa Hendra mengeryit bingung.
" apa itu sejenis hamil anak kembar begitu?"
sambil menatap istri nya.
Mami sonia menggeleng.
" Hamil palsu,tidak ada janin dalam rahim Viona."
" kenaapa begitu?
bukankah waktu itu di tes kehamilan dan pemeriksaan dokter hasil nya Vio hamil?"
tutur Pa Hendra semakin tak mengerti.
" ya.....memang mirip seperti kehamilan pada umum nya,itu yang dokter bilang.
tapi saat Vio mengadukan keluhannya,
dokter menyarankan untuk melakukan tes darah, termasuk tes kehamilan untuk mengukur tingkat human chorionic gonadotropin (HCG), yaitu hormon kehamilan dalam darah. Selain itu, dokter juga akan merekomendasikan pemeriksaan USG.
" dan hasilnya,tidak ada janin dalam rahim Vio." ucap Nya sambil menangis tersedu.
memikirkan nasib putri nya.
pa hendra bangkit dari duduknya,lalu berjalan mendekat,
di genggamnya tangan ke dua istri nya dengan kedua tangan nya yang kekar meski memasuki usia 50 tahun beberapa bulan lagi.
" kita coba cek lagi ke dokter yang lain,
bila hasil nya sama,kita harus mengambil keputusan yang terbaik,dev dan vio masih muda,bila vio mendapatkan perawatan dan pengobatan yang baik,pasti kesempatan kemungkinan vio untuk hamil lagi sangat brsar.kita harus kuat untuk anak anak kita ."
" apa ini azab dari.....
belum sempat ia menyelesaikan ucapan nya pria disebelah nya sudah menyela
__ADS_1
"st......sudah lah,jangan berkata yang aneh aneh.nanti aku akan bertanya pada pras kau tenang saja."
tokk.....tokk....tokk
lalu muncul seorang Pria dengan pakain formal nya.
"ada asisten Nona Gly tuan"
ucap nya sambil menunduk.
" Owh yaa suruh dia masuk."
" slamat sore tuan,nyonya"
sapa Meigy sopan.
" owh akbar,kenapa sudah datang aku memberi mu wakfu sampai pukul 5 sore nanti."
" nona meminta saya membawakan ini tuan,dia bilang sangat lapar."
" anak nakal itu benar benar,memang ada yang jualan sate di siang hari begini?"
sambil melihat jam tangan mewah nya
yang menunjukan pukul 3 sore.
" saya ke rumah nya tuan,kebetulan tetangga saya,tadi bumbu nya belum selesai di buat jadi aga lama."
" kapan dia meminta pada mu?"
" saat makan siang tuan."
apa dia sering semena mena terhadap mu atau yang lain nya seperti ini?
tanya Pa Hendra penasaran.
" tidak tuan,nona sangat baik.
walau saya sering melihat nona kesal dan mengumpat kepada tuan Rey tapi saya rasa itu memang gaya nona bila menghadapi tuan Rey yang usil."
ucap Meigy sambil tersenyum.
pa Hendra tertawa,
" ya pemuda itu memang punya gaya yang jenaka untuk mendekati Gly."
jauh berbeda dengan pria pada umum nya yang mendekati Gly."
sambil tersenyum kecil mengingat beberapa laki laki yang mendekati putrinya namun semua di tolak.
suami ku sangat menyayangi putri nya,
apa dia juga akan menyayangi Viona setelah apa yang viona lakukan?
" sudah ada akbar,ayo kita melihat Vio ucap Pa Hendra membuyarkan lamunan bu Sonia.
" apa tak apa meninggalkan Gly sendirian?"
tanya nya telihat bimbang.
__ADS_1
" anak nakal ifu sebentar lagi juga pulang,dia sudah mengusir ku berulang kali saat kau menemani Vio kontrol tadi.
lagi pula ada Akbar yang menjaga nya.tidak apa,
ayo kita pergi sekarang."
mami Vio pun akhir nya bangkit,mengikuti langkah suami nya yang berjalan menghamoiri gly.
" papa tau kau pura pura tidur."
ucap nya kemudian
" aku memang ingin tidur papa aja yang berisik."
jawab Gly kesal
harus ya ngomong begituan.
pa hendra tertawa kecil,lalu memberi kode melalui ekor mata nya,
aaaah aku belum siap ngomong sama mami sekarang,kenapa papa bilang aku pura pura tidur segala......
dengan ragu dan sedikut takut gly menjalannkan permintaan sang ayah yang menjadi tiket kepulangannya dari rumah sakit.
" mami......ucap Gly lirih.ada sorot keraguan di mata nya yang sipit.
" iya sayang " ,sambil memeluk dan mengusap rambut Gly pelan.
' maaf mi...."
ucap Gly kemudian.
" tidak na.....
mami yang salah,kamu ga salah apa apa.
maafin mami dan jyga Vio ya sayang,....
gly mengangguk pelan
" kita sama smaa saling memaafkan ya mi,"
sayup di dengar nya wanita yang sudah resmi menjadi ibu tiri nya itu sesekali menghela ingus karna menangis.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1