
Egy tertegun melihat Rey ada di dalam Lift bersama bos nya tersebut.
namun buru buru dia menampilkan wajah datar nya kembali.
semoga tuan Rey tidak membuat mood nona semakin buruk😱
" apa kau tidak punya pekerjaan?"
ucap Gly ketus.
padahal aku senang kau datang.
" aku sedang bekerja.rekan bisnis ku menginap di hotel mu dan ia mengajak ku bertemu di sini."
sudah laaa aku sedang istirahat,
jangan membahas pekerjaan dulu
otak ku sangat panas terus menerus berfikir."
Rey mulai merengek.
owh jadi dia sibuk maka nya tak menghubungi ku.
" lalu kenapa kau tidak kembali ke kantor mu?"
katakan kau merindukanku.....
cepat.
eeeh kenapa aku jadi begini.
" aku ingin menanyakan ponsel ku,apa aku meninggalkannya di rumah mu semalam?"
apaaaaaaaaaaa
jadi itu alasan dia disini?!
sialan kau Rey......!
" Mana ku tau kau pikir aku peduli!"
triak Gly sengit.
" eeh kenapa kau marah begitu apa kau sedang datang bulan ?"
kalau ia aku akan membelikanmu banyak pembalut seperti pria pria dalam novel."
gly menendang tulang kering Reydengan kesal.
apa apa an ini
gly langsung meninggalkan Rey begitu pintu lift terbuka.
sedangkan Egy dan Rey masih setia mengekor di belakang nya.
beda nya Egy memilih ke ruangan nya mengerjakan pekerjaan nya sementara Rey terus saja mengikuti ke mana kaki Gly melangkah.
tanpa di persilahkan Rey langsung duduk sambil menarik pinggang gly sedemikian rupa agar ia pun ikut duduk di paha nya.
" aku merindukan mu,"
ucap nya lembut sambil mencium kening gly mesra.
" apa kau sudah makan?"
gly hanya mengangguk karna sekarang jantung nya bertalu tak terduga.
kenapa aku deg degan begini.
Rey sering melakukannya pada ku
tapi aku merasa biasa biasa saja.
mengapa sekarang aku merasa ingin melompat lompat?
apa karna sekarang aku sudah menyetujui nya untuk mulai berkomitmen?
apa karna aku akan datang bulan?
" minum obat mu,"
ucap Rey memutus berbagai pertanyaan di kepala Gly dengan cepat.
" aku ga mau,"
sambil menggeleng lemah karna jantung nya masih saja menggila.
" kalau begitu aku yang akan meminum nya."
" terserah kau saja "
ucap Gly sambil memainkan bola mata nya.
namun tiba tiba rey mencium nya.
dengan cepat,mengalirkan banyak air di sertai obat.
apa.....!
dia membuat ku minum obat dengan mulut nya?!"
karna terkejut dengan serangan Rey gly merasa tersedak yang otomatis obat nya melunjur dengan sempurna ke kerongkongannya dan menyangkut di sana.
sakittttt
Rey sialannnnnn.
__ADS_1
gly meneteskan air mata di ujung kedua mata nya.
Rey yang menyadari gly kesakitan berusaha menenangkan nya dengan mengusap punggung gly pelan.
" maaf sayang,....
minumlah."
ucap Rey terdengar khawatir.
gly langsung menerima botol air mineral di depannya tanpa banyak berfikir Gly meneguk dengan cepat.
" Apa kau ingin membunuh ku?!"
triak Gly kesal karna obat yang mengganjal menibggalkan rasa pahit di tenggorokan nya.
" maaf sayang, lain kali aku akan lebih hati hati."
" apa maksud mu lain kali ?!
tidak ada lain kali lain kalian .
kau menyebalkan !"
Rey merasa bersalah melihat gly kesakitan.
reflek Rey mengurut dada gly
aaaaaah apa yang kau lakukan
" minum lah lagi ."
sambil cepat cepat menarik tangan nya.
" kau benar benar terkejut sampai deg degan begitu."
sambil memberikan botol air minun kembali
tangan mu yang membuat jantung ku semakin menggila b*doh......
Rey terus menempel pada nya
membuat Gly merasa nyaman sekaligus berdebar dalam waktu bersamaan.
.*apa aku sudah gila
aku bahkan tidur bersama nya hampir satu bulan ini dalam dekapan nya.
apa jantung ku bermasalah?
ach aku benar benar butuh dokter sekarang*.
gumam gly dalam hati.
" apa kau ingin istirahat di rumah?"
" obat nya membuat aku mengantuk.
ucap Gly lirih.
perlahan gly terlihat mulai tenang dan mengantuk.
Rey membaringkan Gly pelan pelan di sofa,
kenapa ruangan sebesar ini tidak ada tempat untuk istirahat.
payah sekali.
Rey mulai membuka laptop nya.
mengerjakan pekerjaan nya.
sambil duduk di lantai di samping gly tertidur.
mengingat tidur nya yang aktiff
Rey takut Gly akan terjatuh.
tok...tok...tok....
" masuk "
jawab Rey cepat.seolah dia sedang ada di ruangannya.
siska masuk dengan beberapa berkas di tangannya.
" maafkan saya pak saya tidak....."
ucap Siska panik
namun Rey memitong ucapannya sambil menempelkan twlunjuk nya di bibir.
siska mengangguk pelan,
menyadari bos nya tengah terbaring di sofa dalam keadaan tertidur.
memberi isyarat dengan menggoyangkan map yang di pegang nya
Rey mengangguk mengerti lalu menunjuk ke meja kerja Gly,
" tolong panggil egy."
siska mengeryit bingung.
Rey nampak berfikir
bagaimana bisa dia tak mengenal Egy
__ADS_1
" kalau pria yang slalu mengekor di belakang ratu ku, apa kau tau ?"
tanya Rey heran.
" maksud bapa asisten ibu direktur?"
" iya.....dia
memangnya siapa nama nya?"
"owh dia pa akbar pa
begitu beliau di kenal di kantor ini."
aaaaaah kenapa aku baru sadar
saat di panti pun pengurus panti memanggilnya akbar.
lalu kenapa Gly memanggil nya egy.
apa itu panggilan kesayangan
aaaaaaah menyebalkan.
rutuk Rey dalam hati.
" perlu saya panggilkan pa akbar pak?"
tanya siska memastikan.
" iya panggilkan penguntit kekasih ku itu ke mari."
ucap Rey terdengar kesal
apa apa an pria ini
apa dia sedang cemburu buta dengan asisten kekasihnya,
aaah gemas nyaaa
dia sangat mencintai kekasihnya.
bahkan sampai duduk di lantai karna takut ibu direktur terjatuh
aaaah aku mauuuu
slain tampan dia juga perhatian.....
" kenapa masih di sini ?!"
triak Rey menaikan suara nya.
" baik pa permisi."
buru buru siska keluar dari ruangan bos nya untuk memanggil pa akbar.
sebelum kekasih bos nya itu semakin marah.
memang keanapa dia marah?
ah.....
aku mencabut smua pujian ku barusan.
dia sangat galak🙄.
dan menyeramkan.
sambil bergidik ngeri.
mengingat raut wajah Rey barusan.
beberapa saat kemudian
" anda memanggil saya tuan?"
tanya Egy setelah mendapat izin untuk masuk.
" kenapa kau mengetuk pintu keras sekali?!"
kau ingin membuat ratu ku bangun.
sentak Rey bwgitu Egy berdiri di depannya.
ya allah........
kenapa sepasang kekasih ini mengomel silih berganti.
" maafkan saya tuan,"
sambil membungkuk hormat.
" kerjakan apa yang bisa kau kerjakan.
sambil menunjuk ke arah meja.
aaaaa aku lembur lagi😫
dengan berat hati Egy berjalan ke arah meja kerja Gly dan mengambil smua berkas yang menumpuk
" apa anda ingin sesuatu tuan?"
kopi....mungkin?"
tanya Egy sopan.
" tidak trimakasih, kau boleh pergi ."
__ADS_1
menatap egy sebentar lalu kembali menatap layar di depan nya.
egy pun pamit undur diri.