Govergly

Govergly
lima puluh tujuh


__ADS_3

Gly mengajak Rey ke pemakaman mamanya,


hari ini hari peringatan wafat nya ibunda tercinta.


ada bunga segar di atas pusara mama


apa itu dari papa?


apa papa mengunjungi mama?


aku tidak yakin apa papa mencintai mama


bukti nya dia menikah lagi ....


tersenyum kecut


aku sudah mendapatkan hasil nya,


aku berjanji akan semakin kuat setelah membaca nya.


trimakasih telah hadir ke mimpi ku lagi semalam,


maaf membuat mama sedih.


love you mam


aku tidak bisa lama lama di sini


karna aku akan menangis.


sementara aku berjanji untuk tidak bersedih lagi.


oh ya aku datang dengan Rey,


semoga kali ini pilihan ku tepat ya mam


aku pulang,


aku akan sering ke mari dari pada ke rumah papa,


aku janji.


Gly bangkit berdiri.


" kau sudah selesai berdoa?"


tanya Rey yang melihat Gly bangun.


" aku tidak berdoa Rey,aku terlalu malu untuk meminta pada tuhan karna aku bukan muslim yang baik."


Deg......


mendengar penuturan Gly membuat Rey tertegun.


aku pun begitu,


beda nya aku orang yang tak tau malu....


" biarkan aku menyetir ,kau pasti lelah kan."


ucap Gly memecah lamunan yang baru mulai terangkai.


" tidak "


jawab Rey cepat.lalu berjalan ke mobil dengan jemari yang saling bertautan.


" aku takan hilang Rey "


protes Gly sambil tertawa.


" aku hanya sedang pamer kalau aku punya kau."


jawab Rey acuh


" pamer kesiapa?


kita di tengah tengah makam."


tapi Rey memilih mengacuhkannya dan baru melepas setelah Gly duduk cantik di kursi nya.


" kita ke panti asuhan Rey terserah dimana yang oenting searah jalan pulang."


" besok lagi aja ya sekarang kamu istirahat."


kau terlihat lelah sayang,aku tak ingin kau sakit,tapi melarang mu aku pun tak brani.


" hari ini genap 7 tahun mama meninggal."


aku ingin meminta tolong anak anak itu mendoakan mama karna aku tak bisa berdoa."


gumam gly lirih.


" ok my queen, sesuai permintaan."


mengusap Kepala Gly pelan lalu mulai menjalankan mobil nya.


****


Gly kembali ke rumah nya


hampir pukul 10 malam,


bu Rini menyabut dengan gembira nona nya pulang dalam keadaan sehat.


itu yang Rey kata kan


dan ia percaya pemuda itu tak berbohong.


gly tertidur di mobil karna terlalu lelah,


Rey memutuskan untuk menggendong nya ke kamar gly yang ada di atas


oh man.....


kenapa tangga nya banyak sekali.


setelah berhasil membaringkan Gly Rey berjalan ke dapur membiarkan bu Rini membersihkan tubuh Gly.


Rey membuatkan susu untuk Gly dengan tenang seolah di rumah sendiri

__ADS_1


kan pa hendra ga ada


kalo ada mah mana brani slayar sluyur aja


tertawa pelan


" bisakah kau berbagi kesenangan mu dengan pria tua ini anak muda ?"


apa itu suara papa nya Gly


sontak Rey membalikan badan nya


haah benar diaaaaaaaaaaa


tidakkkkkk


" Aneh sekali pria sepertimu menyukai susu "


dengan nada mengejek namun sambil tersenyum simpul.


" bukan tuan,ini....."


belum sempat Rey menyelesikan kalimatnya pa Hendra menyela.sambil menarik kursi meja makan untuk ia dufuki.


" papa.....panggil aku papa.,"


tanpa melepaskan senyumnya.


" oh iyaa papa,mmmh ini untuk Gly."


Pa hendra mengeryit,


apa hubungan mereka sejauh ini?


" kapan kau akan menikahi putri ku?"


ucap Pa Hendra dingin.


Rey yang menyadari perubahan nada dalam suara nya pun mulai berpikir


" tuannn ini bukan susu hamil.lihat lah "


sambil menunjukan kardus susu yang ia bawa.


aku pikir susu hamil,karna Gly tidak suka susu.


" jadi kau tak mau menikahi putri ku begitu?"


berteriak untuk menutupi kesalahannya.


" bukan begitu tuan,..... "


melihat pa Hendra menatapnya tajam.


" eh maksud ku papa,"


Rey buru buru meralat ucapannya.


" kami baru saja menjalin hubungan anda tau kan Gly sangat garang perlu waktu dan usaha yang sangat sangat banyak untuk meyakinkan dia untuk mau menikah dengan ku."


" itu si kamu aja yang bodoh"


Rey menelan ludah satu mulut penuh.


" kalau aku pintar pasti tidak sulit ya"


pikir Rey menerawang.


" saya senang kau membawa Gly pulang kemari,trimakasih telah menjaga dan menemani Gly selama ini.kau tidak bertindak macam macam kan selama dia tinggal bersama mu?"


" aaaaah bagaimana anda tau?!"


kemudian langsung menutup mulut nya rapat rapat


kenapa mengatakan nya langsung......


aaaaaaaah bodoh nya kau Rey


pa hendra tertawa kecil.


" aku yakin kau tidak merusak putri ku,


karna aku tau bela diri nya sangat hebat."


itu c bukan karna kau percaya pada ku tuan


tapi kau percaya dengan putri mu sendiriiiiiii


woy......


" apa kau sudah pernah mencoba nya?"


Rey tertegun,


lalu ingat kejadian di mana ia melecehkan Gly dengan gelap mata.


pa Hendra kembali tertawa,sementara


Rey mengeryit bingung.


"apa yang anda tertawakan tuan,?


tanya Rey tak bisa menahan diri untuk bertanya.


menurut nya tidak ada yang lucu.


" kau "


lalu berusaha menghentikan tawa nya.


" kau yang membuat ku tertawa "


sambil menyusut air mata yang menggenang di ujung mata nya


apa nya yang lucu si......


" aku suka pada mu,berjuanglah dengan keras untuk mendapatkan hati putri ku,aku mendukung mu."


ucap nya lalu bangkit.

__ADS_1


Rey masih tak mengerti tapi kebingungannya sirna setelah mendengar papa Gly merestui nya.


Rey mengambil gelas lagi untuk di isi air putih


lalu berjalan dengan hati hati ke kamar gly dengan dua gelas di tangan.


bagaimana aku membuka nya.


hummmm....


Rey terpaksa meletakan gelas berisi air putih di lantai.


ia melihat Gly sudah selesai berganti baju.


tau gitu tadi aku tendang pintu nya pelan pelan,


gak ding ntar gly palah bangun.


Rey meletakan gelas yang ia bawa di meja kecil samping tempat tidur.


" tuan,apa nona sudah sembuh?"


Rey nampak berfikir


apa bu Rini tau


" nona pergi pagi pagi sekali lalu tak pulang pulang.kabar yang saya dapatkan nona bertengkar hebat dengan tuan besar,


apa sekarang sakit hati nona sudah memudar?"


jadi ini alasan Gly terpuruk


jadi karna rasa bersalah pula pa Hendra mendukung ku begitu?


aku pikir Gly belum bisa merelakan mantan dan sodara tiri nya.


" saya tidak tau,bu. tapi saya selalu berusaha membuat Gly bahagia."


aku bingungg musti jawab apa


" saat nona merasa kecewa


,dia akan diam benar benar diam.pasti sulit mengurus nona saat dia seperti itu."


kening Rey mengeryit


" apa sudah lama?"


maksud ku sejak kapan Gly seperti itu?"


tanya Rey penuh selidik.


" tepat 7 tahun yang lalu,saat itu nona baru selesai ujian nasional kelulusan .


nona belajar dengan giat karna inginmasuk ke sma impiannya.dia berfikir kalau dia menjadi anak baik,tuhan akan berbaik hati menyembuhkan mama nya."


" stiap hari dia belajar dengan tekun di samping mama nya sampai larut malam."


tapi tuhan berkehendak lain,


nyonya meninggal di hari kelahiran putri nya."


" nona sangat senang karna teman teman nya memberi nya banyak kejutan,tapi kematian ibu nya membuat nya terguncang begitu dalam."


menyeka bulir air mata yang mengalir dengan deras saat bercerita.


kilasan kilasan itu berputar lagi di kepala nya seakan baru tadi pagi.


Rey menggwnggam erat tangan bu Rini,bermaksud menenangkan.


terlihat jelas di mata nya kalau dia sangat mencintai nona nya tersebut.


terlebih dia merawat nya dari bayi.


" smua berduka,atas kepergian nyonya.


tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kesedihan nona kami.dia hanya bisa menangis dalam diam selama berhari hari bahkan berbulan bulan."


" entah berapa doktet yang berusaha menolong nona untuk bangkit,


tapi semua gagal,"


hingga suatu hari nona berkenalan dengan tuan Dev."


aaaaaaah kenapa jadi bahas dev si....


tapi Rey hanya bisa mengumpat dalam hati,karna ia juga merasa butuh smua informasi ini.


Rey menarik kesimpulan


gly sudah pernah mengalami depresi saat masih remaja,


bahkan saat ia menyusul ke london pun gly sudah menunjukan tanda tandanya


namun smua teralihkan karna aku sakit.


yaaaah


benar kata dokter Gly tidak boleh sendiri


dan memikirkan masalah nya terus menerus


lalu apa pemicu depresinya kemarin


apa yang Gly pertengkarkan dengan papa nya?


menyadari Rey yang melamun membuat Bu Rini merasa bersalah karna menyebutkan nama Dev.


" tuan Rey,maaf saya tidak bermaksud menyinggung perasaan anda."


Rey terkesirap menyadari kesalahpahaman yang terjadi.


" tak apa, dia hanya masa lalu,sekarang Gly milik ku."


sambil tersenyum ramah.


tak lama bu Rini pun tertular,ikut tersenyum .


" trimakasih banyak telah menyayangi nona dengan sedemikian besar,saya permisi slamat beristirahat."

__ADS_1


pamit Bu rini undur diri.


__ADS_2