
like jangan lupaaa
*****
Gly terbangun dini hari
dilihat nya Rey yang tertidur di samping nya dengan posisi favoritnya
memeluk pinggang ku erat.
gly melihat segelas susu yang ada di meja.
aku tak suka,tapi karna kau yang membuat nya aku akan meminum nya.
lalu kembali tidur sambil memeluk Rey erat.
nyaman.....
tapi kemudian Gly teringat tujuannya ke mari.
dia ingin membaca laporan Hary.
ah dimana map itu apa masih di mobil
gly mencari kesekeliling kamar.
mata nya melihat kunci mobil
tanpa pikir panjang Gly mengambil nya dan berjalan ke luar.
setelah mendapatkan apa yang di cari nya Gly langsung menyalakan api
dengan jantung berdebar hebat dan tangan yang bergetar,Gly membaca masa lalu papa nya.
lembar pertama tentang asal usul kenapa papa tinggal di panti
ke dua dan ke tiga tentang masa masa sekolah papa nya
yang menurut nya dia sudah tau.
ke 4 dan ke 5 tentang hubungan asmara nya nya yang tidak ada sma sekali.
selain dekat dengan mami Sonia dan almarhum mama nya.
ini baru menarik,
selesai membaca Gly mulai berpikir dengan keras
*kalau papa tidak tau mami Sonia hamilsaat
menikah dengan mama.
apa itu arti nya papa tidak melakukannya?
lagi pula hubungannya tak lebih dari teman dekat karna mereka tinggal di panti yang sama.
papa menikah di bulan april.
sementara vio lahir di bulan september di tahun yang sama.
april - september
5 bulan.
jadi saat papa menikah dengan mama saat
mami Sonia hamil 4 bulan?
apa perut hamil 4 bulan belum membesar?
kalau papa sudah pernah melakukannya kenapa papa mau menikah dengan mama?
apa sedang terjadi kasus Dev juga di kehidupan mereka*.
gly membaca lagi lembar lembar berikutnya.
papa tak pernah menemui mami vio ,dan bertemu tidak sengaja saat ada pertwmuan di sekolah saat aku kelas 2 smp.
ah benar benar tidak menarik.
dia habiskan waktu selama sebulan ini hanya untuk cerita begini !"
kaya gini doang c aku ga usah nyuruh kamuuu dengan kesal Gly membakar kertas yang sudah ia baca.
lembar ke 6
tentang pembagian saham,
jadi ini yang papa kata kan
dia punya 30 persen.
besar juga dan aku cuma punya 50%
sementara sisa nya di jual belikan secara bebas.
aku harus memiliki 20 % yang tersisa.
egy harus membeli nya untuk ku dengan sembunyi sembunyi.
ah tidak mereka pasti akan curiga
lalu siapa?
dilihat nya Rey yang tengah memeluk guling.
dasar bodoh kau sama sekali tidak sadar aku mengganti diri ku dengan guling.
kemudian tersenyum,
" saat nya mengetes cinta mu sayang...."
lalu membaca lagi lembaran berikutnya
papa mengalihkan smua saham yang papa miliki atas nama ku di hari pernikahan nya tahun lalu?
jadi sudah setahun lebih smua nya milik ku?
*lalu apa maksud ucapan papa kemarin.
apa hasil yang Egy dapat kan itu akurat
jangan jangan dia bekerja sama dengan ayah sam.
aaaaah mereka kan bersahabat dari kecil.
pa sam yang menikah dengan bu Rini yang tak lain adik dari ibu Egy.
egy pasti hanya bertanya pada pa sam.
dia pasti tidak bekerja dengan benar.
menyebalkan.
ayah pasti akan melindungi papa.
dia kan soulmate papa yang setia.
awas saja kau,
hasil kerja mu tidak memuaskan*.
kemudian membakar smua lembaran lembaran Yang tersisa.
" sayang...."
Rey langsung berlari memeluk Gly erat tak lupa meniup lilin yang ada di meja kerja Gly.
" apa yang kau lakukan !"
sambil menggendong Gly ke atas kasur dan mengambil gelas minum berniat ingin menyiram api
tapi api nya keburu padam,karna kertas nya tlah hangus terbakar.
Gly mengeryit bingung
" apa kau berfikir aku akan bunuh diri?!"
rey tertegun melihat Gly marah.
" dasar bodoh."
memilih membaringkan tubuh nya berniat untuk tidur.
Rey merangkak ke tempat tidur
kenapa jadi kamu yang marah.
__ADS_1
kan aku yang lagi marah disini.
" sayang....maaf "
sambil memeluk Gly.
minta maaf aja biar doi ga ngambek
hum........
kannn ngambek kan.
" aku panik liat kamu pegang api sayang,....."
sambil menggerakan tubuh nya agar semakin menempel erat.
sementara Gly tersenyum kecil dan memilih untuk tidur karna sekali dia bersuara Rey akan kembali berbicara
*****
Rey menyusul Gly ke ruang makan,
mata nya menelusuri sekeliling.
" papa kamu dimana?"
gly yang tengah mengunyah roti tanpa selai yang ia celup ke cangkir kopi nya pun hanya diam tak acuh.
" ich...menyebalkan aku bertanya kenapa kau diam."
" owhh jadi kau tak suka aku ?"
tanya Gly begitu roti yang ia kunyah tertelan semua.
heheeee, bukan gitu sayang,aku kan cuma nanya.
" selain bodoh kau juga pelupa ya
papa tentu saja di rumah baru nya bersama istri dan keluarga baru nya !"
triak gly kesal
*jelas jelas kita mengobrol semalam,
tapi ya sudah laaaa cari aman aja*.
" ko kamu rapi gitu,sayang."
" aku mau ke suatu tempat."
dilirik nya Rey yang cemberut.
" kau jadi supir ku tenang saja,jadi tak usah cemberut begitu."
" benarkah?"
"memang kita mau kemana?"
" ke panti asuhan ."
jawab Gly santai.
" lagi?"
" iyaa."
kalau sudah selesai ayo berangkat.
tempat nya lumayan jauh.
" kenapa kau terlihat formal begitu "
sambil menunjuk baju yang Gly kenakan.
" memang kenapa?"
disana dingin dan aku tidak ada jaket maka nya aku bawa blazer
Rey manggut manggut,
"kau tak menyediakan ku pakain formal disini,
masih dengan wajah bt"
Rey berdecak kesal.
" ini ....?"
sambil menarik Baju nya sedikit lalu melepaskannya.
" smua baju untuk mu mau pun Egy Leah yang memilihkan.
aku mana tau ukuran kalian .
" aaaaaaah kau bilang Egy?"
kau juga membelikannya baju ?"
" bukan baju tapi pakaian kerja.
apa kau ingin melihat pakaian asistenku yang kampungan.
dan yaaaaah Leah yang membantu mengurus nya."
" Dan smua baju untuk ku pun begitu?
Leah yang memilih nya?"
aaaaaaah seperti nya dia mulai menggila.
" khusus untuk mu aku yang memilih nya sayangggggg,hanya saja ukurannya aku bertanya pada Leah."
" kenapa tidak bertanya pada ku?"
hummmm lanjut lagi
" waktu itu kau sedang sakit apa kau lupa?"
jadi aku bertanya pada Leah,kau tau kan teman model ku itu sangat jely dalam hal penampilan."
smoga dia percaya.
" lalu dimana sayang nya?"
Gly mengeryit bingung.
" kau tadi memanggil ku Sayang ,kenapa tidak melanjutkan nya?"
apa an coba ini orang....
" apa kau sudah selesai ....diam sejenak
lalu melanjutkan " sayang.....?"
Rey tersenyum,lalu meminum air putih nya hingga habis
" ayo ,"
tanpa merubah mimik wajah nya yang terlihat senang.
" Apa kau tak bekerja?"
" apa akan lama?"
sore nanti aku ada rapat.
" aku ingin makan siang di sana.kita kembali setelah makan siang bagaimana apa keburu?"
klo engga kamu langsung pulang aja biar nanti ka Egy jemput."
" engga...!
" aku ga sibuk."
jawab Rey cepat dan terdengar ketus.
" aku ga mau ganggu kamu."
"kamu kan tau aku mata duitan."
Rey tersenyum kecil,
" aku ga ke kantor bukan berarti ga kerja,sayang...."
__ADS_1
ucap Rey lembut sambil mengusap pipi Gly pelan
pengen nyubit tapi takut di tonjok
******
assalamualaikum.....
gly memberi salam saat memasuki panti.
waalaikumsalammm
" neng....ya allah lama ga kesini,datang datang bawa calon."
ucap bunda Sri salah satu pengurus panti .
memeluk Gly sayang sambil melirik ke arah Rey.
sementara Rey terlihat senyam senyum ke ge'eran.
huhhh menyebalkan.
" slamat ulang taun sayang,
bunda senang kamu bisa main kesini.
makasih yaa titipannya."
" titipan apa ya bun?"
tanya Gly bingung.mengabaikan ucapan slamat ulang taun yang di berikan.
" kamu ulang tahun yang?
tanya Rey penuh selidik
*kenapa aku ga tau😧
Gly memutar bola mata nya malas*.
" beberapa waktu yang lalu ada na Akbar datang kesini,ponakan pa Sam itu lo sayang.... kata nya dia utusan kamu."
" owh maksud bunda ka Egy?
Meigy akbar?
tanya Gly memastikan.
bunda Sri menganguk.
apa yang kaka kasi ya?
" ko bunda tau ka Egy?
maksud Gly ka Akbar."
" waktu kecil sam suka membawa keponakannya itu kemari.bunda aja sempet pangling waktu liat dia kemarin."
gly mengangguk angguk mengerti,
berarti dia benar mencarinya sendiri,
tapi kenapa hasil nya payah sekali.
" bun aku lapar,rengek Gly terdengar manja"
" kenapa dia bisa manja begitu,menggemaskan sekali.
nanti akan ku beritahu dia untuk tidak boleh manja ke orang lain selain aku."
gumam Rey dalam hati.
" iya sayang ayo kita ke ruang makan."
ruang makan di panti seperti kantin kantin sekolah.
ada beberapa meja dengan bangku mengelilingi nya
" kau duduk di kursi favorite ayah mu sayang.'
ucap Bunda Sri kemudian.
" Benarkah?"
Gly duduk di meja paling ujung,
dekat dengan taman.
tembok nya yang hanya setengah badan membuat Gly bisa melihat ke sekitar dengan jelas.
" jadi dulu papa mu tinggal di sini sayang?"
tanya Rey tiba tiba.
gly mengangguk.
papa bertemu mama karna opa sering mengajak mama ksini untuk berkunjung.
" papa mu itu jatuh cinta pada mama mu sejak masih ingusan."
" gaya nya itu looo... hmmmmm"
sambil menggeleng kan kepala.
mengingat kelakuan sahabatnya waktu muda.
" memang kenapa bun?"
tanya Gly penasaran.
" Dari sd saja papa mu itu slalu bilang sama semua orang gini,
hmm....hmm....
berdehem kecil berusaha menirukan gaya bicara papa Gly.
" nona cantik itu besok akan menikah dengan ku !"
" dan kalimat serupa selalu ia rapalkan kepada smua orang hingga allah berbaik hati menjodohkan mereka bisa di bayangkan bagai mana wajah nya kalau dia tidak menikah dengan mama mu itu Gly ?"
ucap Bunda sri sambil tertawa.
Gly mau pun Rey pun ikut tertawa mendengar kisah konyol pa Hendra.
" lalu mami Sonia?
tanya gly hati hati.
" bukankah papa dekat dengan nya?"
tanya Gly dengan jantung berdebar kencang.
" Sonia itu hendra fersi cewe,
dia juga slalu bilang kalau Hendra akan menikah dengan nya saat dia besar tanpa tau apa arti menikah itu apa."
tapi yaaaa
nasib orang siapa tau,
tidak ada yang menyangka Sonia akan menikah dengan papa mu."
" lalu papa Viona?"
tanya Gly penuh selidik.
sementara Rey mulai meraba raba apa tujuan Gly sebenarnya.
" bunda kurang tau,setelah tamat SMA sonia memilih nge kos di dekat tempat kerja nya."
jadi bunda ga tau,
bunda kan menghabiskan semua waktu bunda untuk merawat anak anak disini."
" lalu papa?"
"Hendra disini terus laaa orang kalo pingin ketemu pujaan hati nya dia naek ke pohon mangga itu."
sambil menunjuk pohon mangga yang tinggi.
" bukan dia yang ngapel tapi mama mu yang ngapelin Hendra.
tutur bu Sry panjang lebar.
kalau papa se sayang itu sama mama,kenapa papa menikah lagi
kenapa vio bilang kalau dia anak papa
__ADS_1
aku harus mencari tau tentang mami sonia.
" keasikan ngobrol jadi lupa makan, ayo naa di makan.sebentar lagi anak anak pulang sekolah.pasti akan sangat ramai."