
Aaaaaaaaaaaaaah!
sialan kau Rey
brani nya kau memeluk ku dan menyingkirkan benteng perbatasan ( guling) yang ku buat. !!!!!
bagaimana kalau Gly melihat nya dia akan membunuh ku
oh my god.....
dasar b**ngan!!
sambil terus memukul Rey dengan keras
ya ampun kenapa kau bar bar sekali !
aku bisa mati kau pukul begini.
lebih baik kau mati dari pada Gly membunuh ku!
oh my.......
dimana Gly ?
dia tidak ada di Sofa,apa dia marah pada ku?
aaaaaaah Rey sialannnnn!!!
kali ini sambil menarik rambut Rey sampai rey terbungkuk bungkuk.
" Ya tuhan Leah ini sangat sakit.....
kau ingin otak ku ter ekspos tanpa kulit !"
"memang kau punya otak !"
tok...tok ...tok...
anda sudah bangun tuan?
dokter pras ingin memeriksa anda
ucap bu Rini sesaat setelah masuk bersama dokter pras yang mengikuti di belakangnya.
" buatkan saja rujukan untuk ke rumah sakit jiwa dokter !"
atau suntik mati sekalian,dia benar benar membuat pagi hari ku buruk."
"Apa apa an kau ini gadis bar bar !"
kau pikir aku sadar melakukannya.
aku mana mau dengan mu!
menyebalkan sekali.
"kenapa kau tak mau dengan ku!"
maksud mu apa bicara begitu ha!
apa kau ingin ku robek mulut mu!
ucap Leah berapi api
"tentu saja Queen ku yang terbaik aku sama sekali tak berselera dengan mu!"
aaaaaah kenapa kau menyuntik ku dokter
rengek Rey kesal.
"Dokter aku bercanda!
kau tidak menyuntik mati pria ini kan?"
tanya Leah panik.
"tenang nona itu hanya obat untuk membantu proses penyembuhan tuan Rey,"
ucap dokter Pras menjelaskan.
"aaaaah aku pikir kau benar benar membuat nya mati ,walau dia sebenarnya pantas untuk itu."
Rey melempar Leah dengan bantal sementara leah berlari menghindar memilih keluar kamar untuk mencari Gly.
"ada keluhan tuan?"
"Saya lapar tapi yang saya makan slalu keluar lagi beberapa saat kemudian."
"oh itu,saya sudah meresepkan obat anti mual nya semalam,
di minum 30 menit sebelum makan ya."
Rey mengangguk pelan,
"anda harus istirahat tuan agar cepat pulih."
saya akan kemari sore nanti."
kalau begitu saya permisi,
saya harus segera ke rumah sakit.
__ADS_1
"maaf dokter saya tidak enak lama lama disini,saya akan pulang,bagaimana kalu saya ke tempat anda praktek saat obat saya habis?"
"tentu tuan,saya mengerti."
makan lah apa pun slama itu tidak pedas dan asam sedikit sedikit tapi sering.
obat nya minum dan anda harus benar benar istirahat,apa ada yang ingin di tanyakan?
mmmh bill nya dokter
ucap Rey ragu,
"tenang tuan,saya dokter di keluarga ini bayaran saya slalu masuk stiap bulan walau saya tidak bekerja."
sebaiknya anda bicarakan dengan nona Gly atau Tuan besar."
"Aku mengerti,
trimakasih."
"Baik saya permisi tuan,"
mengangguk ke arah Rey lalu ke bu Rini
"mari saya antar,"
tuan dokter,
ah tidak usah,saya hafal letak pintu keluar sambil tersenyum jenaka.
"Baiklah,hati hati tuan"
dokter Pras hanya melambaikan tangan lalu berjalan ke luar.
"Anda ingin mandi tuan?"
ucap bu Rini ramah
Nona sudah menyiapkan smua keperluan anda.
"Benarkah Gly yang menyiapkannya?
ucap Rey dengan mata berbinar
tentu tuan,
minumlah obat anda dulu saya akan menyiapkan air hangat.
"Rey mengangguk patuh,
lalu menelan smua obat yang sudah di siapkan.
"air nya sudah siap tuan,
"tidak usah bu,saya akan langsung pulang setelah mandi."
"maaf tuan,nona akan sangat marah kalau saya mengizinkan anda pergi tanpa sarapan."
"ya baiklah,jadi dia sudah berangkat ke kantor rupa nya,apa tuan Hendra ada?"
"tuan dan nona berangkat bersama,"
saya mau mandi,trimakasih atas bantuannya bu,
sudah kewajiban saya tuan,
*******
Leah berjalan menuruni tangga,dengan clana jins sepaha dan kaos putih longgar yang ujung sebelah kiri nya di masukan sedikit ke dalam celana
"dimana bu Rini aku tak bisa bicara dengan siapa pun di rumah ini slain dengan nya,
achhhh aku benar benar harus belajar bahasa indonesia."
Leah berjalan ke meja makan,
biasanya ada pisang kukus yang sangat enak,
ini lah yang Leah suka di rumah Gly banyak makanan sederhana yang tak ia jumpai di mana pun.
mmmmmh ga ada pisang, ta apa kentang manis pun boleh laaa walau setelah nya aku akan sering buang gas hikhikhik.
"Apa yang anda fikirkan nona sampai anda sesenang itu."
ucap Bu Rini tiba tiba,
"aku mencari pisang bibi,tapi aku hanya menemukan ini,sambil menunjukan apa yang ia kupas,
" tapi tak apa aku juga perlu membuat Gly kesal karna meninggalkan ku."
"Nona ada ada saja, apa anda ingin nasi goreng?"
"Tidak,Apa Rey masih di kamar nya?"
"Tuan Rey sedang mandi"
saya akan menyiapkan omlet bukan untuk nya apa anda mau?
"tidak aku mau ini saja,buatkan saja untuk nya biar aku yang akan membawa nya nanti."
*****
__ADS_1
Rey tersenyum menemukan paper bag di atas kasur yang berisi
stelan casual yang sesuai selera nya dan pas dengan ukurannya
ahhh dia sangat jeli dalam urusan begini.
"ya tuhan kenapa kau main masuk aja Lee!
bagai mana kalau aku belum selesai memakai celana!
triak Rey kesal karna masih bertelanjang dada
dia baru saja akan mengancing celana jins nya saat Leah datang."
"cihhh gaya mu seperti anak perawan saja menggelikan."
ucap Leah ketus.
"Ne habiskan....lalu minum obat mu
." sambil meletakan nampan di kasur,
aku akan mengantar mu ke tempat Hary berada uhhh aku merindukan asistenmu itu penguntit gila!
"Apa apan kau ini
kau bukan berniat mengantar ku tapi ingin menemui Hary."
Leah hanya menggentikan bahu,memilih memainkan ponsel nya.
"kau sudah makan?"
tanya rey sambil memakan omlet nya
"sudah,kau habiskan saja cepat memangnya kau tak ingin menyusul Gover."
"untuk sekarang tidak aku merasa tidak enak sama papa nya Gly,lagi pula aku harus mengecek beberapa pekerjaan ku."
"Kau punya pekerjaan??
ku pikir kau pengangguran karna terus saja mengikuti kemana Gly pergi."
"hahahaa,ayo kita pergi aku harus pamit pada siapa Leah?
"Bibi Rini,dia kepala pelayan di sini."
setelah urusan pamitan selesai Rey berjalan keluar gerbang,karna mobil nya ia parkirkan di luar.
kali ini Leah yang akan menyetir karna model bar bar itu takut mati cepat bila aku yang mengemudi.
menyebalkan,
tapi y sudah lah aku jadi bisa tidur
stiap minum obat Rey merasa mengantuk.
udah ga demam,cuma aga lemas,
makanan juga udah bisa masuk,smoga ini awal yang baik karna ada beberapa pekerjaan yang tertunda karna tidak bisa di wakilkan.
"Rey.......mana kunCi nya?"
tanya Leah,
Rey berhenti berjalan mengingat ingat dimana dia menyimpan kunci nya.
tiba tiba
Rey langsung berlari kearah mobil
di tempelkannya wajah nya di pintu samping kemudi
Lalu menoleh ke arah Leah dengan senyum seolah tak berdosa,
Leah langsung dapat firasat buruk melihat Rey tersenyum secerah mentari bukan karna Gly
Reflek Leah mendorong Rey ke sisi lalu
melakukan hal yang sama seperti yang Rey lakukan barusan
" kucinya tergantung "
"huft.... sambil menendang tulang kering Pria yang lagi lagi membuat nya kesal"
"pesen taxi cepet."
Rey menggeleng,
"Aku ga bawa ponsel."
hehheeee piss
sambil menunjukan Jari tengah dan telunjuk yang di renggangkan.
"Arghhhhh............
aku ingin mencekik mu Rey !"
*****
yang dah sampe sini toel jempol nya dong
__ADS_1
plissss