Govergly

Govergly
Tiga puluh satu


__ADS_3

"Akhirnyaa smua selesai,aku sangat takut terlihat bodoh pa,"


ucap Gly saat keluar dari ruang rapat,


Pa Hendra tertawa kecil menanggapi keluhan anaknya.


"jadi kau akan langsung menyeleksi asistenmu hari ini?"


"Well, ...


aku ingin makan siang dengan papa sekarang,


bagaimana kalau kita sambil melihat pertunjukan?"


"ok,kita ke atap."


Pa sam siapkan makan siang di atap,


panggil juga calon asisten Gly yang tersisa."


Pa sam mengangguk patuh lalu mulai sibuk dengan ponsel nya.


Gly sampai di atap gedung tempat sang papa bekerja,


ada sebuah saung dari bambu di sudut sebelah kiri gedung dengan rumput sintesis sebagai alas nya,


" mmmmh kenapa papa tidak membuat kolam ikan disini?"


ucap Gly sarkas melihat pemandangan di depan nya.


"Itu ide bagus sayang ,besok papa akan minta orang mengurus nya."


sambil tersenyum kecil


"sharus nya papa bikin sedikit kanopi atau apa lah dengan beberapa sofa agar kita bisa memanfaatkan nya untuk bertemu klien mungkin atau sekedar makan bersama."


" enak saja ini tempat papa bersantai Gly,"


Papa bahkan sudah membayangkan disana,


sambil menunjuk,... akan di buat kolam ikan dengan air terjun buatan pasti akan sangat menarik."


"Aaaaah apa apa an papa ini kenapa kuno sekali."


"jangan lupa ide kuno itu dari mu sayang,"


sambil tersenyum meledek


"Ayolah aku sedang menyindir papa bukannya memberi saran,"


ungkap Gly kesal sementara sang papa terlihat acuh dengan masih melihat sekeliling.


fix sebentar lagi papa nya akan membuat sesuatu dengan tempat ini.


Gly memilih memainkan ponselnya selama menunggu


ada beberapa panggilan tak terjawab dan juga beberapa pesan,


pesan yang sma dari 2 orang yang berbeda.


ayo kita makan siang bersama,


Gly memutuskan membalas pesan Rey,


dia tidak mau pria gila itu semakin tidak waras.


well sepertinya Leah bisa berteman dengan Rey,atau dia sedang mengejar Hary entahlah.


itu lebih baik dari pada Leah mati bosan mengikutinya.


tak lama Pa Sam muncul dengan beberapa Pria tegap bersetelan Formal


serta beberapa pegawai perempuan membawakan menu makan siang untuk kami.


"Ini nona ,


biodata pala calon"


ucap pa samsul sambil menyerahkan sebuah map.


aku menerima nya dan mulai membaca,


"Baiklah ,mulailah kalian saling mengalah kan


satu sama lain.


siapa yang bertahan dia lah yang akan lolos.


15 menit dari sekarang ."


pa Hendra mulai asik dengan makanan nya


sementara Gly memilih meminum jus nya sambil terus mengamati,


"apa ketampanan mereka memenuhi setandarmu sayang?"


masih asik menatap makanana yang ada di piringnya.


Gly menoleh sekilas,


" lumayan.....", jawab Gly sekena nya.


"Kenapa harus tampan?"

__ADS_1


Gly memutar bola mata nya malas,


"Ayolah pa aku bahkan takut melihat orang orang yang garang."


tanpa menoleh karna terlalu asik melihat perkelahian di depannya.


Pa Hendra tertawa mendengar alasan anak nya yang jauh dari perkiraan nya.


"Sepertinya pertarungan nya tak seimbang mereka bertiga terlihat mengroyok pria itu."


ucap Gly datar,Pa Hendra sejenak menatap perkelahian yang sengaja di buat oleh putri nya.


"kau benar sepertinya ini menarik sayang."


"Hentikan !"


triak Gly lantang


Pa Hendra mengeryit bingung,


" baru juga sepuluh menit Gly,?"


"Yaaa tapi aku sudah mendapat kan nya,"


ucap Gly sambil bangkit menghampiri mereka.


" kecuali kau,sambil menunjuk orang yang dari awal pertandingan terlihat di kroyok.


terlihat bibir nya berdarah dan tulang pipi yang memar selebih nya dia tampan,


ok abaikan kata tampan.


"siapa nama mu ?"


"saya Meigy akbar nona ,sambil membungkuk."


"Owh kaka penyanyi dangdut itu?"


ucap Gly absurt


smua orang saling pandang,


"aaaaah sudah sudah,


Pa Sam......


yang di panggil berjalan mendekat,


" mereka bertiga menjadi pengawalku mulai besok,dan sekarang aku perlu pengawal papa 4 orang disini."


Baik nona,


kalian datang lah ke ruang kesehatan .


"Baik tuan,ucap mereka Serempak."


lalu undur diri,


Gly memilih duduk lagi di samping sang ayah meneruskan meminum jus nya.


"Lalu yang itu kau apa kan Gly?"


"Papa itu ga sabaran sekali,


aaaaah itu dia mereka sudah datang."


"kau akan meminta dia bertarung lagi?"


"Kami menghadap tuan" ,ucap salah satu pengawal papa begitu sampai


"nona kalian yang memanggil kalian kemari."


"maaf nona,"


sambil membungkuk ke arah Gly


Gly mengangkat tangan nya


" apa kalian sudah makan?"


"Sudah nona",


"Bagus aku ingin kalian sedikit berolah raga sekarang,


kau lihat pemuda yang disana?


dia melecehkan ku !


ucap Gly penuh penekanan.


"Baik nona !"


tanpa banyak bicara mereka berempat langsung mengroyok Meigy tanpa ampun,


karna sang nona mengadu merasa di lecehkan,


Meigy terus menghindar dan berkelit sambil sesekali menyerang salah satu orang orang yang memukul nya serentak.


Pa Hendra menggelengkan kepala melihat tingkah putri nya,


"Aku begitu biar pengawal papa sungguh sungguh menyerangnya.


aku ingin asistenku yang tangguh dan kuat

__ADS_1


dia harus bisa menjaga ku


aku tidak ingin berakhir di sekap di sebuah gudang seperti papa dulu."


papar Gly panjang lebar.


"Hahahaha kau ini masih saja mengingat yang dulu,"


sekilas di ingat nya pengalaman pahit yang menimpa dia dan putri nya,


banyak tetesan darah yang di korbankan hingga dia dan putri nya masih hidup sampai sekarang.


yaaah dunia bisnis memang kejam


pikir nya menerawang


"Kenapa kau tak menyerang ku bodoh!"


terdengar triakan Gly nyaring,


Pa hendra langsung tersadar dari lamunanya


Di lihat nya Gly tengah menyerang pemuda itu sementara yang di serang terus saja menghindar.


"aaaah kau payah !


kenapa Pa sam bisa merekrut mu !


ucap Gly berapi api


sementara para pengawal pa Hendra seketika menghentikan serangan.


kemudian paham,


Nona nya sedang mencari seorang pengawal pribadi nya.


" Saya tidak brani menyerang anda nona."


"Dasar bodoh


bagai mana kalau yang menyerang ku itu wanita?


kau tak mau menghajarnya?"


Meigy tertegun mendengar ucapan Gly.


dia menyadari kesalahan nya.


"kau masih ingin bekerja dengan ku tidak !"


Meigy mengangguk,


"Kalau begitu lawan aku,


ucap Gly sambil menerjang dan melakukan beberapa serangan


Meigy masih saja menghindar meski dia punya kesempatan untuk membalaz.


"Oh..... kau meremehkan ku rupanya,


kau pikir serangan mu akan membuat ku mati!


jangan kan membuat ku terluka mengenai nya saja kau takan bisa sialan!


Gly terus memprovokasi lawannya


akhirnya Meigy mulai membalas serangan serangan gly,


Gly tersenyum mendapatkan seseorang yang di inginkan nya


"tangguh"


sekarang situasi nya berbalik


meigy terus berusaha menyerang sementara Gly bertahan .


"Cukup Gly"


Triakan Pa Hendra langsung menghentikan kegiatan kedua nya,


Meigy menunduk hormat.


Pa Hendra menghampiri ke dua nya lalu menyerahkan botol air mineral


Gly langsung meneguk habis minumannya.


sementara Meigy hanya memegang botolnya sambil terus menunduk.


"Kau ini kenapa,minum lah tak usah kaku begitu,mulai sekarang kau jadi kaka ku,


menjaga ku ,melindungi ku dan mengurus ku."


tanyakan lebih detailnya ke paman tercinta mu itu sambil menunjuk Pa Samsul dengan dagu."


Pa Hendra langsung tertawa medengar ucapan Gly,


sementara Meigi terlihat semakin salah tingkah.


Gly yang mengerti perasaan Meigy pun angkat bicara,


"kau ditrima karna kau mampu dan layak bukan karna paman mu atau kemurahan hati ku."


kau harus ingat aku bukan orang baik,

__ADS_1


skarang pergilah beristirahat aku akan menelvonmu."


__ADS_2