
tepat saat makan siang Gly mendapat kan sebuah kontak detektif suasta yang cukup mumpuni.
tanpa pikir panjang Gly langsung menemui nya di temani Egy.
" perhatikan,
agar suatu hari aku tak perlu melakukannya sendiri."
ucap Gly dingin.Egy hanya mampu mengaiyakan karna tak ingin membuat nona nya marah.
gly turun dengan dari mobil dengan anggun.
berjalan ke salah satu Restoran tak jauh dari kantornya.
" maaf aku membuat mu menunggu."
gly tersenyum ramah lalu mulai duduk di hadapan sang detektif setelah merasa yakin bahwa dia lah orang yang akan di temui ny.
" tidak nona, saya baru sampai."
membalas senyum Gly ramah.
sambil terpesona melihat calon bos nya.
Gly memutuskan untuk langsung memesan beberapa menu untuk makan siang bersama setelah berdiskusi apa yang ingin di pesan kepada stiap orang.
selama menunggu Gly meletakan amlop coklat besar yang egy siapkan di atas meja
lalu mendorong nya ke depan detektif tersebut yang bernama ' Adam '.
" aku tertarik dengan sejarah mereka."
bisakah kau melakukannya dengan cepat?"
ucap Gly tanpa basa basi.
Adam membuka tali kunci map coklat tersebut lalu mengangguk kecil sambil tersenyum tipis.
tentu nona.
" smakin cepat bayaran yang kau dapatkan semakin banyak.dan aku akan langsung membayar mu dengan tunai saat aku merasa puas dengan hasil kerja mu."
diam sejenak karna menu makan siang mereka sudah datang.
Egy memperhatikan sikap sang nona.
dia terlihat tenang,
bahkan sangat tenang.senyum kecil tak lepas dari wajah nya tapi wajah nya sangat dingin.
dengan wajah yang seperti itu serta tutur kata yang keluar dari mulut nya
aku yakinnnnn smua yang bicara dengan nya akan merasa terintimidasi dengan sempurna.
" berikan hasil kerja mu kepada asisten ku ini,"
ucap Gly di sela makan siang nya.
" baik nona,"
menatap mata gly yang menurut nya sangat indah .
ada kekecewaan di suaranya,
karna tidak bisa berjumpa dengab nona cantik yang mempesona ini.
tapi mengingat ini kerja sama pertama nya dia tak mau mendapatkan penilayan yang buruk.
dan hanya bisa mengiyakan.
bukankah nona di depannya itu sekarang menjadi bos nya?"
gly makan dengan anggun dan elegan.
apa Rey sudah makan?
dilirik nya sekilas hp nya dengan layar padam.sejak semalam Rey tak menghubunginya.
apa dia marah?
aku hanya ingin jujur,
__ADS_1
bagaimana bisa dia tak menghargai ke jujuranku.haaaaaah menyebalkan.
gly melirik piring ke dua pria yang ada di hadapannya.
" baiklah,kita akhiri pertemuan hari ini.aku menunggu hasil kerja mu."
gly bangkit berdiri di ikuti Egy dengan sebuah amplop berisi uang yang tertinggal di meja
tanpa melihat lagi ke belakang atau sekedar menjabat tangan sekedar salam perpisahan.
di dalam mobil Gly ingin ke kantor Rey.
jujur saja hari nya terasa suram tanpa gangguannya.
tapi tidak, harga diri nya menyuruh nya untuk kembali ke kantor dan bekerja.
aku tidak akan menyapa mu terlebih dulu,
enak saja.
berani nya kau marah.
gumam Gly dalam hati.
" apa yang kau dapat dari pertemuan barusan?"
tanya gly mencoba mengalihkan pikurannya dari Rey.
yang di rasa tengah merajuk pada nya.
egy berfikir,
bukankah kita tak melakukan apa pun selain makan siang dan memberi foto tuan besar dengan istri baru dan anak tiri nya?
tapi bila aku berkata seperti itu nona pasti akan sangat marah.
" jangan bilang yang kau dapat hanya sepiring nasi dengan sepotong ayam bakar?!"
ucap Gly dingin dengan sorot mata yang tajam menusuk.
aaaaaah kenapa nona bisa tau?!!.
Gly menghela nafas, melihat Egy yang tengah berpikir keras.
" apa aku sedang munyuruh mu menghitung berapa helai rambut di kepala ku hingga kau butuh waktu yang sangat lama?!"
mulai menaikan nada suara nya
egy hanya mampu menelan ludah satu mulut penuh.menyadari nona nys kembali tersulut emosi.
" apa yang ada di kepala mu ituuuuuu apa hanya tagihan tagihan bulanan mu saja yang kau pikirkan?!"
kembali berteriak.
apa nona ounya kekuatan membaca pikiran dari maana nona tau aku hafal di luar kepala berapa dan apa saja tagihan bulanan ku 😥
aku semakin buruk saja di mata nona😰
" dari diammu itu aku yakin yang kau pikirkan hanya hutang hutang mu dan sgala hal yang menyangkut dengan itu."
ucap Gly sinis.
" dengar baik baik,
pelajaran siang ini adalah,
buatlah benteng pertahanan mu tinggi tinggi dan sekuat mungkin,jangan biarkan mereka mendekati mu apa lagi masuk ke hidup mu meski kau membutuhkan mereka.
dengan kata lain,tidak sembarangan orang bisa dekat dengan mu apa kau paham?"
ucap gly panjang lebar tanpa menoleh ke arah egy dan memilih memejamkan mata.
egy tertegun,
" apa itu alasannya nona tidak menjabat tangan detektif itu dan terkesan angkuh dan dingin ?"
tanya Egy terdengar ragu,namun kata kata itu berhasil keluar dari mulut yang ia anggap sendiri telah lancang.
" maaf nona, "
sesal nya kemudian
__ADS_1
duhhh kenapa malah tanya itu......
" salah satu nya itu.
dia harus tau apa posisi nya dan apa posisi ku.jangan sampai keramah tamahan ku membuat nya besar kepala dan menekan ku untuk mendapatkan bayaran lebih untuk informasi yang dia punya.
hal itu berlaku untuk siapa pun.
dia hanya perlu tau kita membayar nya dengan layak atau bahkan lebih.
tanpa harus tau siapa kita.
" kelemahan dan kelebihan adalah nyawa.
kalau orang luar sampai tau maka tamat lah riwayat mu."
kau harus ingat,
musuh terbesar mu adalah yang paling tau kelebihan dan kekurangan mu."
" apa sampai disini kau paham?"
tanya Gly sambil menoleh ke arah Egy.
" saya mengerti nona."
" bagus, kalau sampai salah lagi habis lah kau
aku bahkan mengajarimu secara langsung."
gly memutuskan langsung keluar dari mobil begitu Egy menepikan mobil nya tepat di depan lobby.
dengan pikirannya yang terasa lelah,
dia harus kembali berkutat menyelesaikan pekerjaan nya.
" sayang.......!"
terdengar suara seorang pria berteriak kegirangan.
" my queen...... !
siapa pria gila yang membuat keributan di kantor ku?!
umpat gly kesal sambil berbalik.
kemudian tersenyum kecil,saat lensa mata nya menatap pria yang menghalangi langkah nya tengah tersenyum lebar lebar
tunggu apa aku sedang merasa senang saat melihat nya dia datang.
mendadak menghapus senyum tipis nya.
Rey melangkah lebar lebar,menuju ke arah nya.
" aku merindukanmu ".
sambil merentangkan tangan lebar lebar.
gly langsung mengangkat tangannya memberi tanda berhenti.
dia akan menghancurkan reputasi ku dengan tingkah konyol nya.
" ini di kantor ".
dengan mulut tertutup namun suara yang terdengar sangat jelas dengan penuh penekanan di sertai tatapan mata nya yang tajam.
o ...o ratu ku sedang dalam mode srigala garang sekarang.
" baik lah baiklah bisa kah kau membawa ku ke fuanganmu?"
lirih Rey dengan mata berbinar.
tanpa menjawab gly memutar tubuhnya ke arah Lift kembali.
Rey dengan senang hati megikuti Gly di belakang.dengan terus tersenyum lebar.
namun kemudian senyum nya sirna,
karna sesaat ssebelum Lift tertutup sempurna Egy bergabung dengan mereka
gagal dach berdua an di dalam lift😧
__ADS_1