Govergly

Govergly
enam puluh enam


__ADS_3

dengan langkah cepat Gly langsung masuk ke kamar nya.


sementara Egy langsung menuju hotel tempat papa nya berada.


gly menyiapkan beberapa baju yang akan dia bawa ke rumah mama tiri nya.


sejak Vio di kiret dia dan suaminya tinggal di sana.


huft...... baiklah tenang.


jangan panik,tetap waspada dan perhatikan target mu.


aku ingin membawa papa tapi mengingat pertengkaran kami kemarin rasa nya akan sangat canggung.


lagi pula aku tidak mau mami vio tinggal di rumah ini walau hanya sehari.


di rumah ini hanya kartika yang menyandang nama nyonya widjaya.


huft.......( menghela nafas)


smoga allah berbaik hati melindungi orang orang yang ku cintai.


ah......bicara apa aku ini.


aku tak pernah mengingat NYA tapi saat ketakutan ini melanda aku merengek meminta perlindungan.


aku tak pantas meminta,


tapi aku yakin papa ku orang yang taat dan juga baik,


bolehkah aku meminta perlindungan mu untuk nya.


aku memang bukan orang baik dan slalu lalai dengan kewajiban ku sebagai umat MU


tapi hanya kepada MU lah,


aku berserah,.....


gly merasa sesak.


rasa nya jantung nya seperti di remas remas.sejak ia menyaksikan video rekaman yang Adam berikan.


sebaiknya aku mandi......


kenapa kau seperti ini Vio?


aku merasa tidak mengenalmu sama sekali walau bertahun tahun kita dekat.


ponsel gly berdering nyaring


dengan ceoat gly mengakhiri waktu mandi nya.


Egy


itulah nama yang tertera di layar ponsel pintar nya.


" nona Vio sudah ada di rumah ibu nya nona."


apa yang harus saya lakukan terhadap tuan?


beliau akan pulang sekarang."


cerocos Egy panik


" kau ini .....umpat gly kesal.


bisa tenang tidak !


kepanikanmu bisa membahayakan kita semua!"


"maafkan saya nona saya terlalu takut dan juga khawatir."


"jangan tunjukan kekhawatiran mu dan ketakutanmu itu kalau kau tak mau pulang !"


" bawa papa ketempat sate tetangga mu itu katakan pada nya aku mengajakny makan malam disana."


" baik nona".


lalu panggilanpun di akhiri.


Gly bergegas mencari bu Rini di belakang


untuk berpamitan.


lalu memacu kuda besi nya.


\=\=\=\=\=\=\=


Gly merasa canggung Melihat papa nya duduk tenang di bangku panjang beratap terpal biru di sisi jalan dekat dengan rumah Egy.


kenapa aku merasa bimbang begini,.....


*menarik nafas dalam*


lalu melepas sabuk pengaman dan kluar dari mobil.


" sore pa....." sambil mengecup pipi kiri sang papa singkat sebelum memilih duduk di hadapannya.


" sore princess....."


tersenyum ramah seperti biasanya.


" papa senang kita makan bersama malam ini,jadi......apa kau sering kemari sayang ?"


tanya pa Hendra dengan binar bahagia di wajah nya


setelah sikap dingin putri nya tadi pagi


dia di kejutkan dengan makan bersama saat ini belum lagi kecupan singkat di pipi nya


meski terkesan canggung


tapi gly terlihat tulus melakukannya.


mungkin sikap nya tadi pagi karna profesionalisme yang ia pegang.....


" tidak juga,


ka Egy yang sering l membelikannya untuk ku ."

__ADS_1


lalu menoleh ke arah egy


" kaka sudah memesan?'


" sudah nona,mungkin sebentar lagi akan matang."


jawab Egy sopan.


tidak berapa lama Pesanan mereka datang.


sate ayam dengan bumbu kacang yang kental di temani potongan potongan ketupat terlihat sangat menggoda.


" papa jangan banyak banyak,....."


sambil mengambil beberapa tusuk sate dari piring sang papa."


" bilang saja kau kurang,kau kan bisa memesannya lagi,kenapa mengurangi porsi papa."


pura - pura marah.


" orang tua memang harus mengurangi makan enak.ingat kolesterol papa...."


jawab gly santai sambil terus melahap makanan di depannya.


" kau ini ....." sambil mencubit pipi Gly yang menggembung karna mulut nya penuh.


"papa....."


rengek Gly manja karna dia hambir saja mengeluarkan makanan yang ia kunyah.


sementara sang papa hanya tertawa.


setelah kenyang dan memesan untuk di bawa pulang serta di bawa oleh para pengawal untuk keluarga mereka masing masing


gly memutuskan untuk pulang ke kediaman istri baru papa.


aku tidak mau menyebut nya mami lagi......


di mobil Gly masih asik mengunyah sate dengan tenang.


" pantas saja kau gemukan,"


ucap Pa Hendra santai,


melihat putri nya asik memakan dengan tenang.


" ah papa...."


ungkap Gly kesal sambil mengembalikan tusukan sate yang baru saja di ambilnya.


" kalau kau tak berhenti mengunyah bisa bisa saat sampai ke rumah sudah habis duluan oleh mu."


" itu salah papa kenapa tak membeli banyak."


ucap Gly ketus.


" hahahaa kau ini....."


*******


gly memasuki rumah setelah pintu di buka oleh mami Vio.


sedangkan vio dengan dev


melihat Gly dengan raut wajah yang sulit di artikan


haaaaah ......menyebalkan.


gumam Gly dalam hati.


Gly memutuskan memasuki kamar nya.


tubuh nya sangat lengket


sepertinya berendam akan membuat ku sedikit rileks


ahh.....bertemu mereka berdua membuat suasana hati ku buruk .


smoga saja vio tidak bertindak gila dengan racun itu,


dukk....dukk....dukk


" nona apa kau di dalam ....!"


triak Egy dari balik pintu.


terdengar panik.


aaah apa aku ketiduran?


gly buru buru membilas tubuh nya yang di penuhi sabun.


dia belum puas berendam tapi Egy sudah mengabggu ketenangan nya.


mendengar suara air mengalir Egy merasa lega.


" syukurlah nona baik baik saja."


Egy memilih keluar kamar dan berdiri didepan pintu.


sebentar lagi nona pasti keluar.


gly memakai baju rumahan


dengan rambut yang terlilit handuk gly membuka pintu kamar nya.


Egy yang mendengar pintu di belakangnya terbuka pun seketika menoleh


" nona..... "


ucap Egy lirih,terlihat dia sangat kacau.


" ada apa....?"


tanya Gly bingung.


lalu terdengar derap langkah banyak orang memasuki rumah.


Gly melongok dari pembatas lantai 2

__ADS_1


" kenapa ada polisi ?"


seketika hati nya bergetar tak karuan.


"apa yang terjadi....?"


tanya gly sambil menarik kemeja yang Egy kenakan.


" maaf nona, bisa kita bicara sebentar ?"


ucap salah seorang polisi wanita mendekat.


" ada apa ini ?"


kaka....?"


ucap Gly meminta penjelasan.


" kita hanya akan bertanya nona ,tenang lah mari kita masuk ke dalam,"


sambil menunjuk ke arah kamar dengan pintu terbuka.


gly mengangguk bingung,


namun sebisa mungkin dia bersikap tenang.


tarik nafas hembuskan,


smua baik baik saja,tenanggg


papa mu orang baik yang taat pajak dia juga menggaji karyawannya dengan layak.


tenang.....


" maaf dengan siapa saya bicara?"


" Untuk apa kalian kemari ?!"


tanya Gly terdengar tegas.


" maaf nona apa anda tidak tau ,nyonya Sonia mengalami kejang kejang setelah memakan satai yang di sinyalir anda beli."


jantung gly semakin berdenyut kencang.


perasaannya kacau,dan terasa sesak hingga dia sulit untuk bernapas.


" apa.....?"


apa maksud anda ?


gly berkata terbata bata karna nafas nya yang memburu seolah habis berlari jauh.


"dimana papa ku?"


tanya gly lirih,


bulir air mata mengalir di pipi nya.


papa.......


ucap Gly lirih.


" bila yang anda maksud tuan Hendra beliau sedang ada di rumah sakit nona."


" kenapa dengan mami Sonia?"


tanya gly lagi


" hasil pemeriksaan belum keluar,tapi kami dari pihak kepolisian menduga nyonya Sonia keracunan.setelah memakan sate yang anda bawa."


" Racun?!"


apa vio yang melakukan ini?


dia tau aku sangat suka sate dan dia berniat membunuh ku?


"tidak mungkin aku bahkan memakannya selama di perjalanan."


triak Gly tak percaya.


"aku dan papa ku Makan di lapak penjual.


bukan hanya kami, bahkan asisten ku yang ada di dwpan juga asisten dan para pengawal memakan sate yang sama.


papa bahkan membelikan untuk keluarga mereka.ⁿ


" jadi tidak mungkin sate itu beracun !"


aku bahkan memakannya selama di perjalanan."


" yang ada di rumah ini itu sisa yang ku makan."


kau bisa bertanya pada asistenku di luar."


ucap gly berapi api.


dia merasa sangat emosional sekarang.


papa apa kau baik baik saja,


papa kau tidak memakan nya kan,gumam Gly dalam hati.


" apa nona yang menghidangkan di piring?"


tanya polisi itu lagi.


" tidak, aku menyerahkan nya langsung ke mami saat memasuki rumah,lalu ke kamar.


aku berendam dan sempat tertidur entah berapa lama.


aku terbangun karna asistenku menggedor pintu dengan keras."


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2