
brugkk....
terdengar suara pintu terbuka dengan paksa sesaat setelah Leah masuk.
Gly yang duduk di atas kasur hanya merasa jengah dengan klakuan Vio yang semakin melewati batas.
"Apa yang lo lakuin sama gaun guwe gly?"
tanya Vio berapi api
ck..ck...ck
benar benar ga tau diri.
"trus apa yang kamu lakuin dengan kekasih ku?"
jawab Gly dingin,
well udah jadi mantan c
penghianat memang cocok dengan penghianat
benar begitu Leah?
"Kau benar honey,
ahhh aku benar benar menikmati merobek robek gaun itu dengan tangan ku sendiri."
apa kau puas Gly ?
aku sudah membuat gaun itu sama seperti hati mu saat ini."
"Aaaah kau menakjubkan Lee aku sangat menyayangi mu."
sambil berpelukan manja
Vio yang menyaksikan adegan di depannya itu hanya mampu menahan kesal,dada nya bergemuruh tapi memeriksa gaunnya sekarang itu lah yang terpenting.
Dengan kesal Vio berlalu meninggalkan Gly dan Leah dengan menghempaskan pintu keras.
mereka ber2 tertawa,
aku berani bertaruh Vio bakal ke butik sekarang.
ucap Gly senang.
"kalau itu kita tak perlu bertaruh aku setuju dengan mu Gover."
hahahaa.
*******
"Devan ikutlah dengan ku sepertinya ada masalah,
ucap Vio begitu sampai di ruang tengah.
Devan yang sedang bicara dengan Pa Hendra pun menatap bingung.
mencari penjelasan namun Vio hanya diam dan mengambil tas nya lalu pamit,
terpaksa Devan mengikuti kemauan vio saat ini.
"kemana? tanya Devan sambil berjalan ke arah mobil.
ke butiah menurut mu apa lagi?
gadis kecil mu itu pasti sudah berbuat gila pada gaun ku Dev!."
Devan hanya membuang nafas jengah
semakin hari Vio semakin menggila dengan semua prasangka buruknya terhadap Gly.
sesampai nya di butik,
Vio langsung membuka pintu padahal mobil belum benar benar berhenti.
apa dia tidak memikirkan bayi kami!
ya tuhan.
"mana gaun ku triak Vio marah,"
Butik sudah tutup tapi masih ada beberapa pekerja yang lembur untuk menyelesaikan beberapa gaun pesanan pelanggan.
Liana,seorang disainer sekaligus pemilik butik itu pun terkejut dengan ke datangan Vio yang sudah larut dengan emosi yang buruk.
"Ada apa Nona?"
sapa liana seramah mungkinbagaimana pun pelanggan adalah raja.
__ADS_1
"Tunjukan saja gaun ku!"
masih dengan nada Tinggi.
Liana yang cukup. mengenal Gly pun mulai merasa kesal dengan tinggkah sahabatnya sekaligus sodara tiri nya itu benar benar berbedaa.
tanpa banyak Bicara Liana memandu Vio ke arah Gaun yang ia pesan.
masih utuh dan melekat indah di patung tanpa kepala
Vio merasa lega melihat gaunnya baik baik saja.
"Apa tadi Gly kemari?"
tanya nya kemudian dengan nada yang sedikit melunak.
Karyawan ku bilang begitu,
aku sedang tidak ada di tempat saat ia datang.
tutur Liana menjelaskan.
Vio masih memainkan gaun pernikahan nya memeriksa apa ada yang sobek atau apa
tapi gaun itu mssih utuh. vio bahkan sampai berjongkok jongkok untuk memeriksa sampai ke bawah bawah.
Devan yang melihat kelakuan Vio makin merasa kesal.
stiap hari vio semakin menyebalkan ada saja hal gila yang dia lakukan untuk memancing kemarahannya.
Di tinggalkannya Vio tanpa suara,
aku benar benar lelah,
inikah hukuman yang harus ku terima?
gly maafkan aku,smoga kau bahagia dalam hidup mu.
*******
sementara itu di Apartemen Rey sedang menghadapi berbagai pertanyaan dari ibu nya
"sejak kapan kalian pacaran Rey?"
tanya bu Widia sesaat setelah Gly pergi.
jawab Rey tak acuh.
"Tentu saja urusan ibu
ibu harus tau siapa yang akan menjadi menantu ibu!
"Apa sekarang ibu mulai mempertimbangkan Ratu ku?"
sambil memicingkan mata
bu widia yang mendapat pertanyaan dari Rey merasa tersudut.
karna masih ada Neina di samoung nya.
kalau Pacar Rey benar benar orang berada
tentu itu tak jadi masalah,terlebih mereka berdua terlihat saling mencintai.
tapi Neina juga bukan dari keluarga sembarang ayah nya seorang jendral besar ibu nya memiliki usaha rumah makan di beberapa titik di surabaya.
kalau dia mengurangi dukungannya terhadap Neina itu pasti tidak baik.
terlebih dia belum memastikan sendiri keekonomian keluarga Gly.
Neina yang menyadari perubahan sikap bu widia setelah pembeberan dari Leah mulai merasa tak nyaman.
bagaimana kalau Bu widia berhenti mendukung nya dan berbalik mendukung pacar Rey setelah tau perempuan itu dari keluarga terhormat
Hanya dengan mengetikan nama nya saja banyak sekali yang memuat berita tentang nya di internet walau bagian wajah di blur kan.
tanpa embel embel kekayaan nya pun dia kalah jauh,
karna Govergly memang di nobatkan menjadi salah satu magister termuda disana.
kalau dia se jenius itu tak mungkin dia tak punya bisnis sendiri.
Ah tidak,
aku yakin tante widia akan terus mendukung ku,aku sudah berjuang cukup lama untuk mendapat kan Rey termasuk menyingkirkan mantannya terdahulu.
aku yakin tante akan kembali mendukung ku menyingkirkannya.
Sementara Rey mulai asik menikmati permainan games tanpa harus banyak bicara bersama Hary dan mengacuhkan mereka.
__ADS_1
Drtttt...drttt.....
Ponsel Hary bergetar memunculkan no yang tak di kenal.terpaksa dia menghentikan permainan nya dan membiarkan Rey meninggalkannnya dalam permainan
itu jauh lebih baik dari pada dia mengomel.
Diangkat nya ponsel yang terus bergetar
"Hallo jawab Hary tak acuh sambil melihat permainan Rey.
"Berapa no sepatu mu Hary."
Hary melongo
menoleh ke arah Rey yang terus menabrakan mobil nya ke mobil hary yang terparkir.
"Apa ini nona Gly?"
Rey yang mendengar Hary menyebut nama pujaan hati nya pun Reflek menghentikan permainan.
dan merebut ponsel Hary
"Sebutkan saja no sepatu mu berapa!"
Rey yang kesal melempar ponsel hary ke lantai hingga panggilan berakhir dengan paksa.
"kau harus membelikanku ponsel baru tuan!"
ungkap Hary kesal.
Rey melirik Hary tajam.
"stiap aku menelvon dia tak oernah mengangkat nya.
bahkan ribuan pesan yang ku kirim hanya dia baca!
tanpa di balas nya
dan sekarang dia menelvonmu menanyakan no sepatu mu berapa!
ucap Rey berapi api sambil mencengkram kerah baju Hary.
"aku tidak tau apa pun sungguh,aku tak oernah mendekat apa lagi menyentuh wanita mu bos,aku mana brani."
ucap Hary gugup karna Rey terlihat sangat marah sekarang.
Rey menghempaskan cengkraman nya.
mencabut paksa jarum infus yang menancap di tangan nya.
"kau mau apa bos?"
"Diam kau jangan mengikuti ku dan tetap lah disini !."
jawab Rey dingin,sambil berdiri dengan membuka kaos yang dia pakai,berjalan ke lemari menarik baju nya asal dan memilih pergi setelah menemukan kunci mobil.
ibu widia mau pun Neina tak tak mengerti apa yang terjadi karna sibuk dengan pikiran masing masing.
"maaf tuan anda tidak boleh pergi ucap suster panik saat melihat Rey berjalan di tangga."
Rey hanya menatapnya tajam selama sepersekian detik lalu berjalan ke arah pintu keluar.
Hary memijit keningnya kasar
oh my......
Rey benar benar cemburu buta sekarang.
untung saja dia tak membawa ponsel.
di ambil nya ponsel Rey untuk menghubungi seseorang,
"ikuti bos jangan sampai kehilangan jejak dan ketauan atau kalian ku pecat!"
"Hary apa yang terjadi kenapa Rey sangat marah?"
tanya bu Widia meminta penjelasan
"kekasihnya sedang merajuk nyonya,sebaiknya anda dan nona Neina pulang sebelum tuan Rey kembali dalam ke adaan marah."
"Anda bisa melihat bagaimana tuan sangat mencintai nona Gly bukan,sebaiknya anda berhenti sekarang."
ibu Widia hanya diam.
ia paham dengan sikap rey dan memilih untuk pergi demi menghindari pertengkaran yang lebih jauh,terlebih Rey sedang sakit.
dan keteguhan hati nya dalam mendukung Neina sudah mulai goyah.
yah sebaiknya aku mulai menyelidiki gadis itu .
__ADS_1