
" Aku pulang,minum obat mu agar kau cepat sembuh dan membayar hutang mu."
ucap Gly tanpa menatap Rey,
Gly masih kesal karna dia tidak melakukan apa pun.
dia juga tak ingin leah banyak bicara tentang nya.
Gly berjalan dengan angkuh tanpa memandang siapa pun.
Leah yang menyadari kekesalan Gly memilih merapikan semua barang belanjaan nya dan berbisik di samping Neina.
"menemukan sesuatu yang menarik nona?"
sambil menyeringai penuh arti.
Lalu berjalan mendekat ke arah ibu widia
" Apa anda berubah pikiran nyonya?"
ibu Widia hanya tertegun menanggapi ocehan Leah yang langsung berjalan cepat menyusul Gly keluar.
Tak banyak yang tau sosok Gly seperti apa
kadang Leah saja suka merasa tidak mengenalnya.
Dia seperti punya banyak kepribadian,
dia bisa angkuh,tegas dingin tak tersentuh.
Namun. bila kau beruntung kau bisa menemukan sisi lemah lembut nya yang penuh perhatian,
ingat,....
jika beruntung loh yaa
karna bibir mungil nya itu lebih suka bicara tajam yang menusuk tapi itu lebih baik daripada dia diam merencanakan sesuatu untuk menyelesaikan smua yang di anggap musuh
ewwwww mengingatnya membuat ku merinding.
Aku yakin crazyrich yang satu ini takan cuma cuma membiarkan mantan kekasih dan sahabatnya menikah,
aku berani bertaruh demi smuaa gaun indah yang ku punya
dia akan membalas smua sakit hati nya.
Pernah suatu hari,ada senior nya di kantor membuat harga diri nya terluka.
di kantor dia membiarkannya
di jalanan dia menyelesaikannya,
dia membuat mobilnya sendiri blong dan menabrakan nya bisa kau bayangkan segila apa dia?
Aku bahkan merinding saat melihat nya tertawa puas setelah menangis bombay di depan polisi.
"Leah,...
panggil Gly membuyarkan lamunanku.
Apa jawab ku tanpa menoleh.
*Kau membahas kapal pesiar ku pada mereka?"
tanya nya.
Hmmm......
memang kenapa jawab ku cuek.
"ach.....kau membuat perubahan pada rencana ku."
jawab nya santai.
benarkan dia takan mungkin tinggal diam.
"Maaf tidak bisa membawa mu ke bali,besok aku ada rapat di reksi sebentar lalu memilih asistenku.kau tau aku mulai membutuhkannya sekarang."
ungkap nya masih terus menatap jalanan ibu kota yang mulai padat.
"Aku tidak bisa marah karna kau sudah membeli ku banyak gaun,hikhikhikhik."
"cih,kau merampok uang papa ku Lee,
tapi ta apa
hening sejenak
berjanjilah untuk slalu bersama ku.kau tau leah aku benar benar merasa sendiri sekarang.
trimakasih kau slalu membela ku slama ini.tetaplah begitu karna aku pun akan sama.
"Kau tau Gover aku tak punya siapa pun selain suster Maria dan Dirimu.
lagi pula aku tak punya cukup ke beranian melawanmu kau tau,
karna aku menyayangi mu."
__ADS_1
ohhhh jangan berpikir gilaaa aku masih pecinta hotdog."
"Hahahaha kau saja yang menganggap ku bodoh sialan."
"Aku ingin ke butik sebentar Leah,
aku ingin gaun yang tak kalah megah dari gaun pengantin yang dia pakai,
aku ingin smua tamu undangan menatap ku,
hanya melihat ku."
ucap Gly datar namun dengan intonasi yang sulit di artikan.
"Aku pikir kau akan merobek gaun nya,
jangan membuat ku penasaran Gover.!
triak Leah frustasi
"hahahaha apa slama ini kau memikirkan rencana ku hah?
ahhhh kau benar benar teman yang baik."
bersabarlah sebentar lagi kau akan tau."
sambil tersenyum manis
tak lama kami sampai di butik.
kami melihat Gaun pernikahan dan gaun malam untuk resepsi malam hari nya
gaun pernikahan dengan warna putih mutiara,
sementara gaun untuk resepsi berwarna pich
"aku mencari gaun warna merah".
masih menatap lekat patung menekin di depannya.
sebelah sini nona,ucap salah satu pegawai butik.kami mengikuti langkah nya tanpa bicara
kami sampai di deretan baju berwarna merah
tema nya hitam putih dan ia memilih merah menyala?
perawan suci ku benar benar gila sekarang.
batin Leah.
"kenapa wajah mu seperti itu Leah,apa kau mulai menemukan titik terang?"
"aku ingin yang ini,"
pilihannya jatuh pada gaun panjang merah marun tanpa lengan yang membentuk tubuh sampai pinggang dan mengembang di bawah nya sampai bawah lutut.
"kau gila Gover!"
protes Leah tak percaya.bagaimana dengan pernikahan papa mu?"
gaun pilihanmu itu seperti gaun pengantin kaum vampire."
Gly menggentikan bahu,
"mba carikan setelan tuxsedo yang sesuai dengan gaun ku ya."
mengabaikan Leah yang asik berfikir sendiri."
"lalu bagai mana dengan resepsi nya,apa kau akan memakai gaun pengantin warna putih?"
Gly menggeleng
aku akan memakai gaun hitam milik ku yang ku beli di paris kau ingat?
itu gaun yang indah."
sambil mendudukan diri nya di sofa.
"Apa maksud mu yang bertabur permata?
oh my god Gover, katakan tidak. ! "
"Maaf mengecewakan mu Lee,dengan nada menyesal yang di buat buat."
"maaf nona menunggu,bagai mana kalau yang ini?
"Aku suka itu,
lalu berbalik menatap Leah menurutmu apa ukuran Rey leah?
kau ahlinya dalam hal ini?
"kau akan berpasangan dengan nya?!"
tega nya kau lalu aku bagai mana?"
"ada Hary tenanglah bukankah kau menyukai nya.
__ADS_1
cepat cari baju yang akan kalian pakai
jangan coba coba memilih warna yang sama dengan ku."
"tidak aku akan memakai gaun yang ku beli tadi saja aku tak berselera memilih."
baju nya yang ini saja untuk Rey,sambil menunjuk dan carikan jas semi formal ukuran
serupa."
"kau punya no Hary kan?
tanyakan berapa no sepatu nya aku ingin memberi sepatu ket yang sama."
"Kau akan memakai spatu ket?"
tanya Gly tak percaya,
"apa kau pikir hanya kau saja yang gila?"
lagi pula memang sudah menjadi kewajiban ku mempromosikan label yang aku bintangi bukan?"
"aaaaah kau menggunakan pesta papa ku untuk marketplace mu,kau kejam sekali,tapi aku suka gaya mu.hhahahaha"
setelah mendapatkan smua yang di perlukan Gly memutuskan untuk pulang.
******
kalian bersenang senang rupa nya
tegur pa Hendra yang duduk di ruang tengah sambil menikmati teh panas nya.
papa,ucap Leah riang.
langsung duduk di sebelah papa Gly seolah papa nya sendiri.
sementara Gly mood nya langsung jatuhh melihat orang orang yang tengah berkumpul
siapa lagi kalau bukan devan,vio dan ibu nya.
terpaksa Gly duduk di lengan kursi sang papa.
"slamat malam semua nya,maaf saya pulang terlambat."
Vio yang melihat ada Leah mulai merasa gelisah.
vio memang tak begitu dekat tapi vio tau Leah orang yang sangat royal terhadap orang orang yang menurut nya berharga.
"kita bahkan belum mulai makan malam sayang".
ucap pa Hendra lembut.
"tapi kami sudah makan di luar pa,maaf."
aku sangat lelah dan ada yang harus aku siapkan untuk besok."
" baiklah istirahatlah tuan putri,kau tak lupa untuk ke butik kan?
" iya kami ke butik,benar kan Leah?"
vio terkejut Gly mendatangi butik tempat nya memesan.
Leah takan merobek gaun ku kan atau membuat hal gila lainny?
"tentu,kami ke atas dulu slamat malam semua nya.
ayo Leah kita ke kamar ku."
"aku masih menjadi anak mu kan tuan walau kau akan punya anak baru?"
ucap Leah manja belum beranjak dari duduk nya.
Vio yang mendengar nya mulai waspada kemana obrolan itu akan Leah bawa.
Pa Hendra tertawa memdengar pertanyaan Leah,kau ini bicara apa
kau dan Vio sudah menjadi anak papa dari dulu kemarilah sambil merentangkan tangan.
"dich aku sudah bukan anak kecil lagi pa sungut Gly ketus.
malas banget musti deket deket dia.
Leah tertawa bilang saja kau bau Gly.
sembarangan kau bicara !
justru aku mencium aroma aroma penghianatan disini
jangan bilang kau akan merebut papa dari ku akan ku bakar smua gaun mu Leah.
brani nya kau itu gaun mahal semua Gover
triak Leah sambil berlari mengejar Gly
sementara Vio berusaha memahami situasi yang terjadi barusan.
"Apa gly membakar gaun pernikahan nya?"
__ADS_1
ah tidak aku harus menanyakan langsung