
smua kembali ke rumah utama.
membiarkan rumah baru itu kosong.
tak kecuali Dev,
dia pun ikut serta kembali ke rumah utama guna membahas masalah yang Viona hadapi.
.
" bos kenapa kita tak pulang saja?"
tanya Hary heran.
" membiarkan Gly bersama mantan dan asistennya itu? aku tidak mau!
enak saja.....
sungut Rey kesal.
" kalau begitu aku turun di persimoangan jalan itu.
aku tidak mau mengikuti mu."
" memang siapa yang ingin mengajak mu?"
sungut Rey kesal.
" Hey jangan judes seperti itu....
itu membuat mu terlihat aneh dengan rambut mu yang terlihat manis."
" sialan kau....!"
triak Rey kesal lalu mulai menepikan mobil nya.
sementara hary tertawa terbahak bahak.
" turun.....
ucap Rey kemudian.
seketika hary menghentikan tawa nya.
" kau ingin aku mengadu pada gadis mu kau menurunkan aku di sini!"
acam Hary cepat.walau dia tak yakin dengan ancamannya.
Rey tertegun,
meremas rambut nya sebentar.
Hary yang melihat tingkah Rey mulai tersenyum kecil.
dasar bucin.😂
" Hary......
menurut mu kenpaa smua orang langsung pergi yaa saat Gly berteriak memerintahkan Egy mengusir para pelayat?"
" kau lihat kan Egy tak melakukan apa pun.
untuk membuat mereka pergi."
tanya Rey kemudian.
" Kau lupa kalau calon mertua mu itu tajir mlintir?
mungkin mereka takut dengan oerusahaan mereka masing masing bila membuat maslah dengan widjaya Group."
" yaaa mungkin begitu,"
gumam Rey pelan.
alasan Hary cukup masuk akal
tapi entah mengapa hati nya merasa tak menerima jawaban tersebut.
Rey memutuskan kembali melanjutkan perjalanan dan mengantar Hary sampai rumah.
dia juga perlu mandi dan ganti baju agar terlihat keren,
biarlah nanti sore Rey kembali ke rumah Gly.
******
pukul 7 malam,
Rey memacu mobil nya ke rumah kekasihnya.
sambil terus mengumpat dalam hati menyalahkan Hary yang tak membangunkannya.
Yahh kedua nya sama sama ketiduran.
mengingat pukul 3 pagi dia harus ke bogor,lalu balik lagi ke jakarta,
__ADS_1
lalu pergi lagi ke pemakaman yang karak nya pun cukup jauh karna ada di sukabumi,dekat dengan panti asuhan yang waktu itu Rey kunjungi.
Rey memarkirkan mobil nya di sisi jalan samping rumah Gly.
rumah terlihat ramai sayup sayup terdengar rekaman lantunan ayat suci di putar.
dengan pasti Rey berjalan ke arah pintu yang terbuka lebar.
aku sampai lupa kalau malam ini ada tahlilan.
Rey langsung memilih duduk di dekat Egy.
sebenarnya dia tak sadar kalau itu Egy.
Egy yang melihat Rey datang dengan kaos dan celana sebetis pun memilih bangkit sambil memberi kode agar Rey mengikuti nya.
" maaf tuan apa kau seorang muslim?"
tanya Egy bertanya hati hati setelah berhasil masuk ke dalam sebuah kamar.
" tentu saja!"
jawab Rey kesal.
" maaf tuan,
saya mengerti anda pasti lupa kalau sekarang akan di adakan tahlilan."
lalu membuka lemari dan mengambil sebuah sarung dan juga baju muslim.
" pakailah tuan,
maaf ini mungkin membuat ands tidak nyaman memakainya karna harga nya yang murah,tapi ini jauh lebih pas di gunakan saat anda mengikuti tahlilan."
ucap Egy ramah.
dengan kesal Rey memakai baju koko tersebut tanpa melepas kaos nya.
sementara Egy berjalan keluar.
rey berulang kali berusaha memakai sarung.
ahhhh aku tak bisa.......🙄
sementara itu
tahlilan sudah di mulai,
pa ustad sudah memimpin untuk membimbing orang orang yang datang untuk berdoa bersama.
dev bilang melihat mobil nya terparkir di depan.tapi aku belum melihat nya dari tadi."
ucap Gly berbisik.
"tadi tuan Rey saya bawa kei kamar sebelah nona,karna tuan memakai celana dan kaos pendek saya memutuskan meminjamkan tuan Rey baju koko serta sarung."
" udah lama?"
tanya Gly bingung
" sudah nona,saya pikir tuan Rey sudah mengekor pada anda ."
gly tersenyum kecil menanggapi ocehan asistennya yang lugu itu.
" baiklah aku akan melihat nya
apa dia tak bisa memakai sarung hingga tak keluar keluar."
Egy hanya tersenyum kecil,
membayangkan ucapan nona nya.
apa mungkin?
pikir Egy,
namun secepat mungkin kembali fokus pada buku di tangan nya.
tokkk..... tokkk...... tolkk.....
Rey membuka pintu kamar nya yang terketuk pelan namun cukup ia dengar,
" pasti Egy datang lagi mengecek ku
karna aku terlalu lama di dalam."
pikir Rey senang.
akhirnya dia bisa minta tolong Egy untuk memakaikan sarungnya.
hik....hik....hikhik.....
Rey langsung menoleh ke arah pintu,
karna tadi rey hanya membuka nya dan memilih berdiri di belakang pintu.
__ADS_1
" jadi kau benar benar tidak bisa memakai sarung?"
tanya Gly di sela tertawa nya.
" enak saja,kata siapa aku tak bisa memakainya !"
triak Rey menyembunyikan rasa malu.
" wow benarkah?"
lalu kenapa kau lama sekali hah.....
bahkan tahlilannya pun sudah hampir selesai."
ucap Gly jail,padahal baru mulai.
" tadi aku menunaikan panggilan alam makanya lama,enak saja bilang aku ga bisa,apa asistenmu itu yang melapor pada mu?!"
seketika kekesalan Rey semakin bertambah.
" ya sudah cepat pakai, apa kau hanya akan berdiam diri di kamar ini?"
sambil mengerling jail.
" kau tidak sabaran sekali,ini....pakaikanlah kalau kau tak sabar."
" bilang aja ga bisa,ribet banget si...."
kawab Gly tanpa bisa menahan tawa nya.
lalu membantu Rey memakaikan sarung.
" rambutmu akan terlihat menyala saat terkena lampu jadi....
pake peci mu,"
ucap Gly lembut sambil memasangkan peci di kepala Rey.
"mmmmh manisnyaaaa putra ku,"
sambil mencubit gemas pipi Rey.
lalu kembali tertawa.
terusterang saja Rey terlihat sangat manis dengan peci putih menghias di kepalanya
poni poni pendek nya yang tipis menghiasi dahi menambah kesan lucu di wajah nya.
" ich menyebalkan,"
ucap Rey sambil mencebikan bibir.
aku senang kau tertawa lepas seperti ini,walau aku harus terlihat bodoh di mata mu.
" baiklah massay...... ayo kita keluar."
Rey tersenyum,mengingat kepanjangan panggilan mesra yang Gly berikan pada nya.
" bilang lagi...."
ucap Rey manja dengan wajah menggemaskan.
" masya allah Rey apa kau juga tidak bisa mengaji?"
tanya Gly usil dengan pandangan menyelidik.
Rey kembali menekuk muka nya,tanpa banyak bicara Rey langsung keluar meninggalkan Gl
apa apa an itu....n
aku pikir massay itu beneran mamas sayang.
Rey langsung memilih duduk di tempat yang tak terlihat dari arah dalam.
benar saja belum lama dia bergabung ,
bacaan tahlil telah selesai.
acara di lanjut ke perjamuan makan.
ada banyak macam aneka kue dan makanan.
ada puding ,koktail serta berbagai macam buah buahan.
Rey memilih berbaur dengan yang lain,
dan asik menikmati potongan semangka berwarna kuning yang menurutnya sangat manis.
biarlah aku makan disini sampai kenyang.
biar Gly yang mencari ku.
tapi bagaimana kalau gly tak mencari ku?
palah berdua an dengan mantannyas dan melupakan keberadaanku?
__ADS_1
ah tidakkkkkk......