Govergly

Govergly
enam puluh tiga


__ADS_3

gly terbangun,


di amatinya sekeliling ruangan.


masih di kantor


di lihat nya Rey terlihat sangat serius di depan laptop kerjanya.


gly tersenyum kecil.


bagai mana bisa aku mulai memperhatikanmu begini.....


" Rey...."


panggil Gly parau,khas bangun tidur.


Rey yang duduk di lantai dengan bersandar sofa yang ia tiduri menoleh seketika,


" kau sudah bangun?"


tersenyum kecil.


Gly berniat duduk.


dengan sigap Rey membantu Gly.


" hentikan apa kau pikir aku orang cacat."


" sayangggg......bukan itu maksud ku,aku hanys ingin membantu,itu saja.


sambil mengecup kening Gly singkat.


"apa yang kau kerja kan?"


aku bahkan tidak tau apa pekerjaan nya


😁


dilihatnya Rey tengah membuat sketsa rumah.di buku gambar nya.


" apa kau akan memberiku rumah itu ?"


Rey melirik kearah yang ku tunjuk.


" tentu aku akan memberikanmu rumah,tapi bukan ini,


ini sedang aku usahakan untuk bisa memenangkan tender perumahan elit di pinggiran kota."


" jadi kau arsitek "


" yaaa begitu lah,"


"bukankah kau jual beli dan sewa properti?"


"itu bisnis keluarga,sayang....aku hanya melanjutkan."


sambil berpindah duduk di samping Gly.


" jadi apa kah gedung apartmen yang kau tinggal itu milik mu?"


tanya Gly penasaran.


"tidak....


hanya beberapa unit saja."


" kenapa kau banyak sekali bertanya ?"


kau mulai mencintai ku heh....."


" dih.....berdecak kesal.


kau percaya diri sekali."


menyebalkan.


ucap gly terdengar ketus.


" baiklah jika itu belum,aku punya banyak waktu untuk membuat kau mencintai ku."


mengusap hidung gly dengan jari telunjuk.


gly tersipu,entah mengapa ungkapan cinta Rey membuat nya malu sekang.


" hey.... kenapa kau berusaha menyembunyikan wajah mu begitu,"


tanya Rey menggoda.


" kau terlihat menggemaskan saat malu malu begitu."


" siapa yang malu!"


ucap Gly sok galak,


namun rona malu tidak beranjak dari pipi nya yang merona.


" iya iya aku percaya."


sambil berusaha menahan tawa tapi tak berhasil.


" ah kau menyebalkan."


bangkit berdiri berjalan ke meja kerja nya.


" kenapa kau marah sayang.....


ayo lah.....maafkan aku bagaimana kalau kita menghabiskan waktu berdua malam ini?"


" itu si mau kamu?"


" memang nya kau tak mau?"


ya sudah kalau begitu aku hanya akan mampir sebentar untuk mengambil ponsel ku."


kenapa dia tak memaksa seperti sebelumnya?


aaaah terserah lahhh.....


" kalau begitu pergi lah."


aku ingin meneyelesaikan pekerjaan ku."

__ADS_1


ucap Gly mulai kesal.


aaaaah aku akan buat kau merindukanku ,


yah walau aku pun akan sangat sangat merindukanmu


tapi setidaknya kita akan saling merindukan


tapi tetap rindu ku yang paling banyak.


" baiklah,kalau kau memintaku pergi ,


aku akan pergi mencari uang untuk mu dan calon anak kita."


sambil tersenyum menggoda.


melambaikan tangan lalu berjalan ke arah pintu keluar.


aaaaaaah kenapa dia tak mencium ku?


tunggu apa aku sedang berharap sekarang?!


tidak......


yang benar adalah kenapa dia berbeda ?


di luar


Rey berjalan ke arah Lift


aku ingin memeluk mu erat,menghisap wangi rambut mu sampai paru paru ku penuh.


mengecup mu mesra .....


tapi ku tahan agar kau merasa kehilangan


agar kau merasa merindukan ku.


aaah aku benar benar bertaruh nyawa untuk ini


bagaimana kalau kau tak merindukanku dan merasa senang karna aku berhenti mengganggu dan memaksa mu?


aaaaah bagaimana ini?


kenapa aku tak memikirkan hal ini sebelum melakukannya?


apa aku harus kembali ?


tidakkkkkk


jangan, gly pasti kehilangan sentuhanmu.


terlebih kalian pernah tinggal bersama.


iya benar begitu.


lagi pula Gly memutuskan untuk mencoba menerima ku.


jadi untuk sementara ini


jaga jarak lah dulu.......


tapi apa aku bisa?


aaaaaaah


apa aku harus menam dulu agar bisa menikahi nya.


ah tidak yang ada aku mati cepat karna membuat nya sedih.


" tuan.....!"


Rey terkejut ada yang berteriak pada nya sambil menggoncangkan tubuh nya dengan keras.


" apa ?!"


sambil memicing kan mata karna kesal Karna merasa terkejut.


" syukurlah anda baik baik saja ,saya pikir anda......memilih tidak menyelesaikan kalimatnya.sementara pria dihadapannya menatap nya tajam seakan mengiris ngiris tubuh nya.


" kenapa anda berdiam diri di depan lift tuan,saya sudah berulang kali memanggil anda tapi anda tetap diam,maaf kalau saya mengagetkan anda."


tanpa bicara Rey memutuskan berlalu meninggalkan Egy yang masih terbengong bengong.


apa tuan Rey mendapat amukan nona


hingga melamun begitu


*****


pukul 5 sore Gly memutuskan untuk pulang,


setelah sebelumnya mampir ke rumah Egy untuk mengemas barang nya.


"kau bisa menempati kamar sebrang kamar ku.oh ya kau sudah membuat pintu nya kan?"


sambil berjalan menaiki tangga.


" sudah nona."


" bagus kalau begitu bawa berkas berkas itu ke ruangan kerja ku."


aku ingin beristirahat sebentar.


\=\=\=\=\=\=\=


Gly baru selesai mandi saat ia mengeringkan rwmbutnya terdengar pintu di ketuk


" masuk."


sambil terus memaikan rambutnya agar kering sempurna saat tangan nya yang lain menggoyang goyangkan Hairdryer .


" nona ada tuan Rey."


gly mengeryitkan dahi.


" biasanya dia akan langsung kemari ( ke kamar )


" katanya tuan hanya mampir sebentar untuk mengambil ponsel nya yang tertinggal kemarin malam."


gly mengingat nya

__ADS_1


" apa ibu menemukannya ?"


" kalau maksud nona ponsel yang berwarna hitam saya menyimpannya di laci."


saya pikir itu ponsel baru nona."


terang bu rini menjelas kan.


karna saat membereskan kamar ponsel itu terus berdering dengan wallpaper foto nona muda nya.


" berikan pada nya ".


ucap Gly santai


aku tidak mau menemui mu......


kau yang harus mendekat agar bisa melihat ku.


" baik nona,"


mengambil ponsel lalu berjalan keluar.


gly memainkan ponsel nya sambil menunggu Rey datang ke kamar nya.


sebentar lagi dia pasti datang,


setelah skian lama menunggu Rey tak kunjung datang.


Gly memutuskan untuk berjalan ke meja makan selain merasa lapar dia juga ingin menanyakan tentang Rey.


" ibu dimana rey?"


tanya Gly sambil menarik kursi yang ingin dia duduki.


" tuan Rey sudah pulang nona."


" tumben ga main dulu.biasa nya aku butuh tenaga extra untuk mengusir nya."


bu rini tersenyum,


" apa dia mengatakan sesuatu?"


menitipkan pesan atau apa ?"


tanya Gly penasaran.


karna tak biasanya Rey begitu.


apa Rey marah karna kemarin aku melarang nya menginap?"


ah terserah!


*bukankah itu bagus .


aku jadi bisa makan dengan tenang tanpa ocehannya yang mengganggu*.


" ibu apa smua nya sudah matang?


" sudah nona.sambil menghidangkan makanan di meja.


"siapa pun tolong panggilkan ka Egy,aku sudah lapar."


duduklah kalian smua disini dan temani aku makan."


sudah menjadi kebiasaan .


Gly akan makan dengan para pekerja nya dalam satu meja.


sejak papa nya menikah dan tinggal di rumah baru nya.


" slamat malam nona,maaf membuat anda menunggu."


ucap Egy sopan.


" duduklah,aku sudah lapar."


gly makan dalam diam.


membuat para pekerja yang makan bersama nya merasa canggung dengan kebisuan yang tercipta.


Gly yang menyadari suasana mulai terasa dingin pun memulai pembicaraan.


" apa tuan besar tidak pernah kemari selama aku pergi?"


huhhh....kenapa aku bertanya begitu.


pria tua itu pasti tau dimana aku tanpa harus mencari.


" tuan datang sesekali untuk berkunjung nona."


terang bu Rini menjelaskan


" dan berakhir di ruang kerja nya,benar begitu?"


" tuan slalu menyakan nona saat beliau datang."


maaf kalau ibu lancang,


kemana kau selama ini na?"


ucap Bu rini terdengar sedih.


" ada pekerjaan di luar kota yang harus aku urus,maaf tidak sempat berpamitan pada mu ibu.maaf membuat mu cemas,"


ucap Gly lirih lalu bangkit dari duduk nya.


memeluk tubuh pengasuh nya erat dari samping dan


mengecup pipi bu rini singkat.


lalu tersenyum manis.


" aku akan ke ruang kerja.silahkan lanjutkan makan kalian."


.


.


.


.

__ADS_1


.


tolong tinggalkan jejak dengan pencet tombol like ya


__ADS_2