
ah aku lupa skarang masuk musim dingin,
salju belum turun tapi suhu terasa sangat dingin walau mentari bersinar cerah,
pukul 10:05 waktu setempat.
Gly telah sampai di apartemen nya,
huft...... bahkan disini pun banyak sekali hal hal yang membuat ku mengingatnya.
mengingat mu membuat ku merasa ingin mati!
aku benar benar harus berjuang keras untuk hidup ku kali ini.
Gover!
kau beneran datang?
aku pikir kau bercanda,aku senang melihatmu tapi aku yakin hati mu sedang buruk.
ucap seorang gadis pirang salah satu teman terbaiknya di sini sambil berpelukan dengan erat.
"aah kau sekarang menjadi peramal cuaca hati rupa nya," ucap Gly tenang
" Hanya untuk mu,dimana pangeran tampan mu itu?
tanya Leah sambil memangku kue yang ku bawa dari Rey.aku yakin sebentar lagi separuh dari bulatan itu akan pindah ke perut nya.
"Well,hubungan kita sudah berakhir,"
ucap gly tenang tapi itu cukup membuat Leah kesulitan menelan kue yang di makan
Gly hanya tersenyum melihat kelakuan sahabat nya itu.
setelah Leah berhasil meminum air mineral yang tergeletak di atas meja Gly menambahkan.
"aku akan cuty 1-2 semester,tak masalah jika beasiswa ku di cabut.aku benar benar harus di indonesia sementara waktu."
"Kau bercanda?!"
gly hanya menggelangkan kepala sebagai jawaban
oh god...
"Sorry Gover bukannya lebih baik kau disini dan meneruskan study mu?
kau bisa sedikit melupakannya dengan sibuk belajar n bekerja di sini ." Ucap Leah lirih
"masalah nya tak sesederhana itu Leah,
kau ingat Viona?
dia akan menjadi soudara tiri ku dan menikah dengan Dev."
omong kosong!
kau pasti bercanda kan?
gly tersenyum kecut.
ok baiklah,jadi
maksud mu kau putus dan Dev akan menikah dengan teman mu itu???
aaah kalau benar dia bahkan tak pantas di sebut seorang teman.
dan apa maksud mu soudar!
apa papa mu akan menikahi ibu ular itu?
ahh aku tidak bisa memikirkannya.
Sudah lah Leah,
komentar mu membuat ku merasa buruk.
aku ingin menguasai perusahan untuk mengaman kan hak ku,aku tidak mau dia mau pun ibu nya mendapatkan apa yang papa ku miliki,cukup dia merebut Dev dari ku
aaaaah aku bahkan tidak tau apa Vio merebutnya atau b***an itu memang gelap mata! " ungkap gly marah.
"Bisakah kau membantu ku mengurusnya?
kurang dari 2 minggu mereka akan menikah,
sebelum hal itu terjadi aku harus sudah memimpin perusahaan,kau tau aku buta akan bisnis Leah aku perlu belajar cepat sekarang.
aku tak mau tampak bodoh di hadapan smua pegawai mau pun para mitra."
ucap Gly memohon
"Baiklah aku akan mengurus masalah perkuliahan mu,tapi mungkin butuh waktu,
apa papa mu tau tentang hal ini??
maksud ku tau tentang Dev dan masalah perusahaan ini?
tanya Leah penasaran.
"Aku sudah bicara dengan papa,
aku bilang sebaiknya papa menikmati hari tua nya setelah menikah,"
,aku akan membelikannya rumah sebagai hadiah pernikahan,aku tak mau ibu tiri ku tinggal di rumah ibu ku!
lebih tepat nya aku tak ingin soudara tiri ku mengunjungi kediaman kami
kau tau bukan bagai mana perasaan ku?
Leah mengangguk,mengerti.
"aku slalu menahan diri untuk tidak menerjang ny!"
kenapa kau izin kan papa mu menikah dengan ibu nya?
__ADS_1
tanya Leah bingung,
menurut mu aku harus bagaimana?
lalu apa yang harus aku katakan?
apa aku harus bilang Viona bercinta dengan kekasih ku di depan mataku,Tidak aku tak ingin mreka besar kepala karna menyakiti ku dan aku tak ingin terlihat menyedihkan!
lalu apa tujuanmu dear,
kau terlalu naif.
aku yakin papa mu akan mengerti,Leah mulai frustasi
"aku tau papa mencintai mami Sonia,yah mereka saling mencintai,aku....."
Leah menyela, sebelum Gly menyelesaikan kalimat nya.
" kau pun bilang pada ku kalauVio orang baik dan b***bah sialan itu sangat mencintaimu!"
lalu apa sekarang??
"aah Leah,kenapa kau bicara begitu?,"
ucap Gly kalut,mencerna omongan sahabatnya yang terdengar masuk akal.
Leah aku hanya punya masalah dengan Vio,
ucap Gly menjelaskan.slama ini ibu nya baik terhadapku dan aku melihat papa begitu menyukai nya
aku tidak mau menyakiti perasaan papa.
"Lalu bagaimana kalau mereka merencanakan sesuatu yang buruk kepada papa mu ?
"Aaaah Ayolah Leah,kau menakuti ku.
aku tidak akan melepas papa ku begitu saja tentu akan ada orang orang papa disana yang sudah terbukti kesetiaan nya."
"kau yakin dengan keputusanmu gover?
kalau itu sudah menjadi keputusanmu,aku hanya bisa mendukung mu dan mendoakan yang terbaik,
"Thanks Leah,trimakasih sudah menjadi teman ku,sering lah berkunjung ke indonesia aku pasti akan senang dengan kedatangan mu.
"oh dear,
aku jadi ingat kau akan meninggalkan ku di sini.
"tenang aku akan langsung mengundang mu begitu aku resmi memimpin
aku ingin kau menjadi model ku untuk mempromosikan hotel hotel ku."
"wah wah wah kau terlihat bersemangat rupanya,padahal beberapa hari yang lalu kau masih acuh saja."
"Entah lah Leah,
aku merasa harus bersiap dengan segala kemungkinan,aku tidak mau suaktu waktu Vio menuntut bagiannya dilihat dari sikap nya kemarin,aku merasa dia bukan Vio yang ku kenal."
dia bahkan terlihat tak menyesal,
aku ingin tidur siang Leah,
ide bagus aku juga sangat mengantuk,aku menjalani hari yang panjang kemarin
*****
jakarta,
Dev, bisakah kau fokus!,
kau terus melamun stiap aku melihat mu.
seharus nya kau merasa senang kita bisa sampai di titik ini bukankan tinggal menghitung hari kita akan menikah".
Ungkap Vio Kesal.
Dev hanya memutar bola mata nya malas,tak berniat menjawab,sementara pa Hendra dan Ibu sonia hanya diam tak berniat menyela pembicaraan ke dua nya.
saat ini mereka memutuskan untuk makan bersama setelah fitting baju dan mengambil undang.
smua diam dengan pikiran masing masing,mencoba menikmati hidangan makan malam dengan suasana canggung.
"apa Gly sudah memberi kabar?,ucap bu Sonia memecah keheningan,
itulah yang dari tadi di fikirkan oleh Dev,tapi dia enggan untuk bertanya karna takut menimbulkan kecurigaan dan memancing amarah Viona,
"dia sudah sampai,tapi belum menghubungi ku, Apa Gly menghubungi kalian?
ucap pa Hendra penuh selidik sambil menatap mata Dev lekat,
Dev hanya mampu menggeleng pelan.
"mungkin dia lelah setelah perjalanan jauh."
tutur pa Hendra menambahkan.
Kau tau Dev,
aku fikir kau memiliki hubungan spesial dengan Gly,ternyata aku salah.kau justru akan menikah dengan putri ku Viona,
Dev tercekat,mendadak makanan yang ada di mulutnya tertelan sempurna tanpa ia kunyah dengan benar.
aku pun berfikir demikian Sonia,ungkap pa Handra datar namun penuh penekanan.
membuat Dev makin merasa bersalah.
"well,kita bersahabat cukup lama,
tak heran bila hubungan kami bertiga sangat dekat.Gly bukan orang yang mudah dekat dengan orang asing"
,tutur Vio memecah suasana canggung yang di ciptakan oleh mamy.
huhhh aku benci di situasi seperti ini!
__ADS_1
benar benar menyebalkan.
umpat vio dalam hati.
******.
Rey tidak bisa konsentrasi membaca berkas berkas yang menumpuk di meja nya.
sejak kedatangan sang ibu suasana hati nya benar benar buruk
huhhh......
smoga saja gadis itu percaya.
memang nya apa yang di fikirkan oleh ibu
apa aku terlihat sangat menyedihkan hingga ia repot repot menawari ku gadis gadis.
membuat kesal saja
sudah pukul lima sore,
para karyawan dan staf nya pun sudah banyak yang pulang mengingat sudah berakhir nya jam kerja hanya ada beberapa pegawai yang masih berkutat dengan pekerjaaan. nya masing masing
"seharus nya Gly sudah sampai,
pesan pesan yang ku kirim sudah di terima
tapi dia mengabaikan nya menyebalkan!"
lirih Rey lesu sambil memainkan ponsel nya.
"Apa kau tidak pulang,?"
tannya Hary datar tanpa menoleh ke sahabatnya yang terlihat kesal.
mata nya masih asik menatap layar di depannya.
"Aku tak ingin berdebat dengan ibu"
jawab Rey tenang denga mata terpejam.
heninggg,
Hary tak ingin terlibat obrolan terlalu jauh,
dia takut salah bicara jadi sebaiknya dia diam dan mendengarkan lalu fokus mengerjakan tugasnya dengan benar.
"stella ada di kota ini,menarik nafas panjang
Dan sekarang ibu datang.
Aku merasa Stella akan menemui ku.
Hary melirik Rey sekilas,
"kau sudah lupa dengan srigala mu itu?"
ungkap Hary penuh selidik.
"Tidak,aku bahkan gelisah menunggu kabar dari nya.
hanya saja
kedatangan Stella membuat ku bingung dia sudah di jakarta dari 3 hari lalu,dan dia
mencari informasi tentang ku,
apa maksud kedatangan nya kali ini
aku tak bisa menduga nya.
"Kau senang dia mencari mu tuan?"
" tidak !" jawab Rey cepat.
lalu dimana masalah nya tanya Hary melanjutkan
"Aku hanya takut dia menemui ku saat aku sudah bersama dengan Gly
aku hanya takut Gly terluka,..
"sungguh?,
mengapa sekarang aku meragukan perasaan mu?
ku beri kau satu saran sebagai teman,
"selesaikan masalalu mu maka kau akan menjalani masa depanmu dengan nyaman"
ya tuhan aku bicara apa?
Rey menatap Hary tajam
.
"Hehehee maksud ku coba lah kau temui Stella selesaikan masalah kalian
coba dengarkan apa yang ingin dia bicarakan.
saat kau sudah selesai membereskan wanita itu kau bisa dengan bebas berburu srigala cantik mu".
"mungkin kau benar,
aku harus menyelesaikan masalalu ku dan Gly juga butuh waktu untuk mengenalku."
"aaaah kisah bersatu nya sepasang korban patah hati .
itu bagus ",berjuanglah.
aku senang kau menemukan pasangan mu Rey
Cihhhh kaya yang punya pasangan aja.
__ADS_1
umpat Rey kesal,yang hanya di tanggapi dengan tawa