
gly memakan lontong yang Rey beli di pinggir jalan,saat berangkat ke pemakaman.
Rey dengan senang hati memposisi kan diri nya memeluk pinggang gly sepanjang waktu sambil terus mengendus puncak kepala nya.
menyabalkan,tapi bila aku berkomentar dia pasti akan membuat ku semakin kesal.
sementara di bangku depan Hary menarik nafas jengkel melirik Rey yang menurut ny ke kanak kanakan.
sedangkan Egy memilih fokus menyetir.
" sayang......
apa lontong itu terlihat lebih keren dari pada aku ?"
dih......pertanyaan apa itu,Hary
sementara gly masih asik menghabiskan lontong di tangannya tanpa berniat bicara.
" sayang.... "
ucap rey lagi sambil menyisir rambut baru nya memberi kode agar gly segera berkomentar tentang model rambut nya.
Hary saja sampai terkejut liat penampilan baru aku,kenapa gly diam saja.....
menyebalkan.
apa dia tak menyadari perubahan rambut ku?
Rey membetul kan posisi duduk nya saat melihat Gly tengah membersihkan tangan nya dengan tisu basah.
memilih membuka kan botol air mineral untuk gadis yang slalu saja acuh pada nya.
" minum...."
sambil menyodorkan gelas yang terbuka.
setelah Gly menerima Rey memilih berbaring di paha gly
ga enak,coz kaki gue ketekuk tapi yaaaaa lumayannn bisa rebahan bentar di paha gli sambil menatap perut gly yang rata.
" nanti di sini bakal ada Rey kecil ."
sambil menunjuk nunjuk perut gly menggunakan jari nya.
gly tersenyum mendengar ocehan Rey,
tapi cepat cepat dia menghapus senyum nya sebelum Rey mendongakan kepalanya untuk melihat wajah nya yang merona.
jangan tunjukan kau senang dengan gombalan receh nya itu nanti dia besar kepala
itu yang terus saja berputar di kepala nya stiap Rey bertingkah menggemaskan.
ah lebih tepat nya GILA.
Reflek gly membelai rambut Rey,terasa kaku.
" sudah berapa hari kau tidak keramas Rey?,
rambut mu kaku sekali."
celetuk gly kemudian.
Rey yang senyum senyum saat Gly memainkan rambut nya pun seketika mendongak.
lalu menyentuh rambut nya sendiri
" aku pake pomed sayang......"
ucap Rey menjelas kan.
" ich......"
" kenapa"
tanya Rey bingung.
" ga enak di pegangnya."
kemudian tersadar apa yang barusan di ucapkan.
sial........pasti dia beranggapan aku suka lagi mainin rambut nya.
" jadi kau suka memegang rambutku?"
kannnnn........
" tidak , tadi itu cuma Reflek aja karna geli kamu tusuk tusuk perut aku."
jawab Gly datar
pasti ne orang kaga percaya.
kan.....liat tu dia mulai senyum senyum nyebelin.
"kalo model nya suka ga?"
" model apa?"
tanya Gly terlihat bingung.
" ya model rambut ku laah!"
Rey mulai terlihat kesal.
owhhh....pantes ne orang kliatan beda ternyata dia potong rambut.
" emang kenapa sama model rambut kamu?'
pura pura bodoh untuk membuat Rey kesal.
__ADS_1
Rey bangun dari pangkuan gly membawa wajah Gly untuk menatap nya.
sementara Gly mengeryit bingung memprediksi apa yang akan di lakukan oleh Rey.
" aku mengubah model rambut ku,
aku juga mewarnai nya apa kau tak melihat nya!"
triak Rey kesal.
" tidak ...."
jawab gly santai.
" kau masih saja jelek maka nya aku tidak menyadari nya."
benarkan Hary?"
sontak Hary tertawa bos nya memang terlihat seperti bocah sekarang dengan sedikit poni tipis menghias dahi nya ala boy band boy band korea.
" kau tau nona?
aku sampai mulas saat melihat penampilan Rey dini hari tadi aku bahkan berfikir aku terlalu banyak minum.
hahahahaha Hary tak bisa lagi membendung tawa nya saat mengingat kejadian tadi pagi.
dimana Rey tertidur dengan wajah berponi.
sementara Egy hanya tersenyum simpul,
sejujur nya ia pun merasakan hal yang sama.
Rey yang terkesan sangat dewasa dan maskulin.
tiba tiba muncul di hadapannya dengan rambut imut begitu,
cocok c sama wajah nya,
karna emang kalo orang ganteng mo di gimanain ge tetep cakep,
tapi mengingat Rey yang kadang galak
rambut begitu sangat tak pantas.
pikir Egy sambil terus menatap lurus ke depan karna sedang mengemudi.
" rambut begitu cuma cocok saat anda merengek di depan nona tuan."
kemudian dia merasakan tendangan di kursi yang ia duduki.
aku mengucapkannya dalam hati kan????
tapi kenapa dia marah?!"
" kau benar Egy,"
hary semakin kencang tertawa.
gly yang merasa kekesalan Rey pun berucap pelan
" bagus ko,mereka aja yang ga tau model."
sambil mengusap lembut rambut Rey.
mendengar pembelaan Gly rey langsung bangun memposisi kan diri nya mendekat ke kursi depan di antara ke dua orang yang menertawakannya
" tuh....dengerin ini tu model ."
Hary langsung menghentikan tawa nya
" aku tau itu model tapi kamu tau ga kalau model begitu ga cocok sama orang tukang marah kaya kamu!"
"iya kan nona?"
kesal Rey menoyor kepala Hary kesal.
" sudah ,"
ucap gly menengahi.
karna sekarang mereka telah sampai di pemakaman.
gly merasakan rasa bersalah nya ifu kembali.
andai saja ia tak datang
andai saja aku langsung meminta racun itu dari vio begitu aku melihat nya
andai saja slama ini aku bersikap baik sama mami,
pasti aku ga kan se menyesal saat ini.
" sayang....."
panggil Rey lirih sambil menggenggam tangan Gly erat.
" 'm ok ."
ucap gly singkat lalu turun dari mobil.
Rey mencium kening gly mesra,
ada ketakutan gadisnya akan kembali seperti beberapa hari yang lalu atau mungkin lebih buruk lagi.
tapi Rey buru buru membuang kekhawatirannya.
" aku akan di sisi mu,takan ku biarkan kau menyalahkan diri mu sendiri dan Larut dalam duka mu.
aku akan di samping mu,
__ADS_1
menemanimu,menjagamu,dan membahagiakanmu hingga kau tak pernah lagi merasa sedih.
karna aku benci melihat itu."
ucap Rey lirih.
gly tersenyum kecil lalu menyandarkan kepala nya di bahu Rey sejenak.sebelum melangkah mendekat ke liang pemakaman.
papa terlihat membantu menganggkat keranda dengan pa sam dan egi di belakangnya.
Hary pun turut serta di sisi yang berbeda.
setelah jenazah selesai di tutupi oleh tanah gly berniat menabur bunga dengan Rey yang terus memeluk pinggang nya.
belum sempat genggaman kelopak bunga itu terlepas dari tangannya
vio menampik tangan nya dengan kasar
"singkirkan tanganmu dari makam mami ku dasar pembunuh!"
triak Vio sambil menangis meraung raung.
dia bahkan berusaha menyerang gly sedemikian rupa
Hingga Rey terkena cakaran karna dia menjadikan tubuhnya untuk melindungi Gly dari serangan Vio.
untung lah Dev tak jauh dari tempat Gly berdiri.
dev langsung membawa paksa viona menjauh dari makam.
orang orang mulai berspekulasi karna triakan Vio barusan dan mulai berbisik bisik
Gly yang mendengar sayup sayup gunjingan para pelayat mulai merasa ketakutan.
tubuh nya bergetar hebat,
airmata nya mengalir begitu saja tanpa suara.
Rey yang menyadari Reaksi Gly pun memilih menggendong Gly menuju mobil.
Rey memeluk gly erat dalam pangkuannya.
mengusap punggung gly lembut,
meyakinkan Gly kalau dia sama sekali tak bersalah dalam hal ini.
sementara di pemakaman
vio kembali datang menghampiri gundukan tanah merah yang bertabur kelopak bunga.
" mami........!"
triak vio di sela tangis nya
terdengar sangat pilu.
" mami .....!"
triak nya lagi sambil berusaha menyingkirkan tanah yang menimbun jasad ibu nya dengan ke dua tangan nya yang indah.
vio tidak bisa berfikir dengan jernih.
mami nya tlah tiada,
suami nya tak mencintai nya
terlebih jeruji besi siap menerima nya untuk merenggut kebebasannya.
karna cctv membuktikan dia lah pelakunya.
vio menangis pilu,
tak ada seorang pun yang mendekap erat tubuhnya yang lemah karna kerapuhan jiwa nya.
hanya mami yang dia punya
dan dia sendirilah yang membuat mami nya meregang nyawa.
mami.......
ucap Vio lirih karna terlalu lelah menangis dan memberontak.
gly tertegun melihat kondisi vio yang begitu buruk.
sama seperti diri nya beberapa tahun yang lalu saat mama nya meninggal.
setelah berdebat cukup alot dengan Rey akhir nya gly mampu kbali ke tempat ini.
tanpa bicara Gly memeluk Vio erat.
tak peduli sekeras apa usaha vio ingin melepaskan diri.
gly tetap berusaha memeluk sodari tiri nya tersebut.
" kau boleh menyiksa ku,tapi jangan menangisi mami seperti ini."
ucap gly pilu.....
biar bagaimana pun dulu mereka sangat dekat.
vio menatap wajah Gly lekat lekat.
gly memejamkan mata nya,meloloskan bulir bulir air mata yang menggenang di pelupuk mata.
membuka nya pelan kembali menatap satu satu nya sahabat yang ia punya di negri ini dengan perasaan yang sulit di artikan.
.
.
__ADS_1
.
.