
" katakan smua yang ada di pikiran mu,sayang....jangan diam seperti ini.
katakan apa yang kau rasakan.
kau boleh marah,kau bisa memukul ku atau menghancurkan tempat ini,
kau bisa berteriak teriak sesuka mu,
aku mohon jangan begini kau menyiksa ku.
katakan lah sayang,...
aku takan menyela ucapan mu
aku akan menjadi pendengar yang baik
katakan dimana yang sakit,
beri tahu aku agar aku bisa mengerti
bicaralah sayang agar aku bisa membantu mu,
aku mohon jangan seperti ini
menangislah kalau kau ingin menangis,
aku milik mu,
aku takan meninggalkan mu apa pun yang terjadi aku akan slalu di sisi mu
aku mohon jangan diam saja Gly
berbagilah dengan ku...."
sambil mengusap punggung Gly pelan dengan penuh kasih sayang,dengan sesekali memainkan Rambut lembut gly yang tergerai.
perlahan bahu Gly bergetar,
lalu mulai terdengar suara isak tangis yang begitu pilu,sangat piluuu
tangisan nya begitu lirih.
Rey mendekap tubuh Gly semakin dalam ke pelukan nya.
ia biarkan wajah Gly terbenam di dada nya yang menurut gly sangat keras dan tidak enak untuk bersandar.
bahkan perut sixpack nya pun menjadi bahan omelannya.
yaaa smua salah di mata nya....
tapi itu jauh lebih baik,
omelan nya membawa kebahagiannya tersendiri untuk kehidupannya.
membuat nya kesal karna malu sangat menyenangkan
pipi nya akan semakin merona dan menggemaskan.
tapi sekarang gadis ini tengah di rundung pilu,
berulang kali dia mencoba menerka nerka tapi tak menemukan jawaban nya.
hingga dia tak tahan lagi dan mulai bicara sperti rumus persegi panjang.
syukurlah dia menangis sekarang,
aku sudah sangat cemas dia bagai patung setelah 1 jam lebih aku memeluk ny.
aku bersyukur bukan karna senang dia terluka atau tersakiti yaaaa
jangan salah sangka.
aku bersyukur setidak nya dia merespon ku
jujur saja aku takut dia yang seperti patung hidup.
tangisan nya begitu lirih dan sangat pilu,
__ADS_1
tanpa sadar aku ikut larut dengan kesedihannya.
apa sesakit itu?!
memang nya apa yang bisa menghancurkannya seperti ini?
aku ingin bicara lagi tapi aku menghargai privasi nya,
aku akan menunggu dia bicara,
ya klo ga nunggu mo ngapain lagi nanya sama ibu ibu komplek
kan engga.
eh.....ko diam
aku mengendurkan pelukan ku pada Gly kudorong sedikit dengan pelan.
hum.....dia tidur,
tapi tidurkan?
lalu meletakan telunjuk nya di bawah Hidung Gly.syukurlah beneran tidur.
Rey menarik tangan kiri nya yang menjadi bantal oleh Gly,
kram sodara sodara.....
pelan, bahkan sangat pelan.
huh tangan ku kaku dan sangat sakit,
ok mungkin tak sebanding dengan sakit hati gadis ku.sabar......
Rey menarik selimut hingga menutup tubuh Gly sampai bahu.
bangkit dari tempat tidur dengan hati hati seolah takut Gly akan menangis kencang layak nya bayi.
menutup korden sebagian
lalu memutuskan untuk mandi
kemeja ku basah oleh air mata,dan sangat kusut.
aku harus mencari tau,
aku tidak mau menunggu karna belum tentu Gly berniat bercerita.
mwlihat dari baju nya seperti nya Gly mau bekerja.
berarti masalah perusahaan lagi pula di rumah dia tinggal sendiri
mana ada yang brani bikin masalah.
apa mungkin atasannya?
heyyy dia anak bos sekaligus pewaris tunggal
siapa yang brani macam macam
ga mungkinkan saudara tiri dan mantan nya itu.
bukankah sudah selesai apa mungkin memulai babak baru?
****
Rey berjalan dengan pasti ke ruangan gly,
sasaran nya Egy.
karna dia kan egor wanita ku yang setia
huh mwnyebalkan bahkan Gly lebih banyak menghabiskan waktu dengan nya dari pada dengan ku.
awas saja kau,aku akan langsung menghukum mu karna gagal melindungi gadisku.
" apa gly di dalam?"
__ADS_1
tanya Rey pura pura tak tau saat sudah berdiri tegap di depan Egy.
" tuan Rey,"
Egy langsung berdiri.
" nona tidak masuk tuan?" ucap Egy kemudian.
" kenapa apa dia sakit?,aku menghubungi nya tapi tidak di respon."
tanya Rey menyelidik.
" saya tidak tau tuan,nona melarang saya menjemput nya pagi ini.
tapi saat saya tiba di sini nona belum juga hadir."
" apa dia ke rumah orang tua nya?"
" saya rasa tidak tuan,karna tuan besar pun mencari nona.orang rumah mengatakan nona pergi pagi pagi sekali bahkan masih gelap."
" benarkah?"
Rey mulai berfikir,
bukankah Gly sampai ke kantor nya pukul 8 lebih.
lalu kemana dia sebelum itu.
" bu Rini bilang nona akan ke rumah tuan besar,waktu berpamitan.
tapi tadi pagi tuan besar menanyakan keberadaan nona pada saya."
masalah nya berarti di rumah orang tua nya itu.
atau dia ga jadi datang karna mendapat masalah .
" baiklah aku pergi dulu, trimakasih."
" apa tuan akan mencari nona?"
saya ingin melakukannya tapi saya harus mewakili nona mengikuti rapat,tapi saya sudah memerintahkan pengawal untuk mencari nona."
tiba tiba ponsel Rey berdering.
Hary
" nona mimisan bos tubuh nya sangat panas."
" shit...!
" panggilkan dokter cepat."
apa yang Hary lakukan di kamar ku
Rey ingin memaki tapi bila Hary tidak ke kamar nya kondisi gly tidak akan ia ketahui.
",dia ada di kantor ku sekarang."
sesaat setelah memutuskan panggilan lalu berjalan pergi.
Egy mengeryit bingung,
tapi cuma diam tidak berani bertanya mau pun berkomentar
" apa nona sakit?"
apa nona di temukan dalam keadaan sakit?
Egy langsung menghubungi orang orang nya untuk menuju ke kantor Rey memastikan keberadaan nona mereka.
.
.
.
.
__ADS_1
.