
" siapa juga yang senyum senyum ke kamu!"
ga usah ke pe de an!"
triak gly sarkas
mulut bilang apa hati bilang apa,
rona di pipi mu itu bukti nya sayang.....
tapi ya sudah lah......
" iya.....deh iya.....
aku kerja dulu yaa
cindy akan bawakan potongan buah untuk mu."
belum sempat Rey duduk pintu kembali di ketuk.
cepet banget
karna mengira cindy yang datang Rey berjalan ke arah pintu dan membuka nya
" karin...?"
" eh pa..... saya mengantar dokumen yang anda minta."
ucap gadis yang di panggil karin tersebut
Rey menoleh ke sisi yang lain
" kamu juga ,mau ngantar dokumen? "
yang di tunjuk hanya mengangguk.
" kenapa ga di kumpulin a sekalian aja si...
buang buang waktu aja !"
Gly yang mendengar Rey berteriak pun mengeryitkan dahi
jadi gitu ya....Rey di depan bawahannya
galak....
tapi aku suka....
Rey menutup pintu dengan keras,
sambil twngannya memegang beberapa map.
melihat Gly yang menatapnya
sontak membuat Rey tersenyum manis
mmmmh rubah jantan berekor sembilan
tadi dia triak triak,sekarwng senyam senyum sok imut begitu.
" maaf sayang....."
" apa ga kebalik?"
pertanyaan Gly justru membuat Rey mengeryit bingung.
" karna aku para pegawai pegawai mu yang sexy itu tidak bisa masuk ke mari...."
jawab Gly datar
" ich apa an.....ga ada yang masuk ke sini selain cindy hary dan Elena.yang tadi itu aku kecolongan.dan barusan aku kira cindy yang bawa buah buat kamu.tapi palah mereka."
" au ah gelap."
" cemburu ?"
" Ngapain? kamu aja cinta mati nya sama aku!"
ucap Gly angkuh.
" hahahahaa kau benar my queen.
aku hanya mencinta mu.....jadi bisakah kau juga mencintai ku.....hmmmm?"
sambil memeluk Gly erat.
" ich....lepas aku lapar.....
kenapa kau tak juga mengajak ku makan."
aku bahkan melewatkan sarapan ku untuk datang kemari !"
" kau belum makan?"
kenapa ga bilang dari tadi....
ayo kita pergi."
ucap Rey sambil mencari kunci mobil nya.
" kerjaan kamu gimana?"
" Hey aku bos di sini !"
" dich sombong sekali.tidak Rey aku akan menunggu,selesaikan saja pekerjaan mu lagi pula cindy pasti sebentar lagi datang."
" kau yakin?"
tanya Rey ragu
"iya...."
lagian aku udah makan wafle tadi sebelum ke sini hehehee
" baiklah,aku akan cepat."
Rey kembali berjalan ke arah Gly yang membuat Gly bingung.
" aku butuh energi untuk mengerjakannya.
sambil memeluk gly erat.
" sepertinya makan siang ku akan terlambat."
Rey terkikik,
" ok sayang maaf."
menempelkan keningnya ke kening Gly sebentar lalu berjalanke meja nya lagi
Rey mulai asik bekerja sementara Gly memainkan ponsel nya karna merasa bosan.
__ADS_1
"hmmmm seharus nya aku membawa laporan Adam kemari...."
gly bergumam lirih.
" kenapa sayang ?"
" engga papa.....ko cindy lama ?"
emang dia kudu beli dulu apa ?"
Rey melihat ponselnya
mengecek pesannya yang terkirim ke no Cindy
" sudah lebih dari 30 menit.
dia bahkan tidak ada di meja nya tadi saat karin datang."
"kita makan di sini ya....ngga papa kan?
aku meminta bu ani koki di kantin ku memasak soup daging untuk mu,aku ga bisa keluar kantor karna habis makan siang aku ada pertemuan lagi."
" ngga papa,apa pekerjaan mu sudah selesai?
" sudah....sekarang bahkan sudah jam istirahat mungkin sebentar lagi makanan nya datang."
"makannya di kantin aja ya....aku juga pengen ke mobil dulu bentar,ada yang mau aku ambil."
" baiklah ayo..."
sambil bergandengan tangan Rey membawa Gly ke kantin.
sebenarnya dia aga kurang nyaman makan di kantin kantor yang menurut nya sangat berisik.
tapi karna permintaan sang ratu
apa boleh buat.
" Rey....."
ucap Gly memecah keheningan saat berada di dalam lift.
"pingin aku cium ya?"
pertanyaan Rey sontak membuat Gly tersadar.
" massay.....,"
panggil gly lagi dengan nada yang manja.
" aku ga mau panggilan kaya gitu ntar kamu berseloroh masyallah lagi."
Ucap Rey lalu mencebik.
"hahahaha tau aja."
gly terkikik
" aku ga bisa parkir Rey,aku markir sembarangan aja depan loby.
krain kita bakal makan di luar."
" mmmmh pengen makan dimana emang?
sambil mencolek dagu gly.
" genit ich....sambil menggeser tubuh nya menjauh."
lalu buru buru membungkuk kan badan memberi salam.
" siang pa"
sapa mereka terdengar kompak.
yang di balas hanya " hmmmm masuklah" oleh Rey tanpa menoleh sedikit pun.
para karyawan pria terlihat mengamati Gly yang terlihat memukau.
dress panjang Tanpa lengan membalut tubuh mungil nya dengan sempurna.
Rey yang menyadari tatapan tatapan para karyawannya semakin bertingkah menggila
dengan memeluk pinggang Gly semakin erat sementara tangan yang lainnya bergandengan tangan dengan gly.
Gly memutar bola mata nya malas.
tangan nya sudah kebas dari tadi dalam genggaman pria itu,
tapi dia tak mau memprotes karna takut merusak wibawa Rey di depan karyawannya.
Lift tiba di lantai dasar
" kunci mobil nya mana?
biar aku yang ambil barang yang kamu mau sekalian memindahkannya kamu tunggu di sini ya."
mengecup pipi gly sebentar lalu berjalan ke luar.
lama lama jantung aku meledak..........
karna terus terusan berdetak dengan cepat.
tiba tiba pandangan Gly menangkap sosok cindy.
apa dia dendam pada ku hingga berani membuat ku menunggu.
dengan cepat Gly mengikuti cindy
" kau brani sekali cin"
" oh ayo lah..... direktur kita sedang sibuk.
aku yakin dia tidak ingat pernah meminta ku mengambilkannya buah untuk j*lang itu !"
aku yakin bos kita mau dekat dengannya karna urusan bisnis kau tau kan bos kita menginginkan proyek dari keluarga nya?"
oh....brani sekali kau menebar racun,
tiba tiba ponsel Gly berdering,
membuat kegiatan menguping sekaligus perumpi di depannya berhenti.
mmmmh ketauan.
ucap Gly absurt lalu mengangkat telvon dari
my my
gly berdecak karna merasa terganggu
" dimana?"
__ADS_1
tanya Rey terdengar panik.
gly menepuk jidat nya
lalu mengubah panggilan untuk video call
setelah tersambung
" tunggu sebentar."
lalu panggilan berakhir.
" krain kemana...."
ucap Rey lega lalu memeluk pinggang Gly posesif.
"mana amplop nya?"
" hehehe belum di ambil ."
tadi aku balik lagi mau nanya kamu pengen ambil apa tapi kamu ga ada.ya udah aku cuma mindahin mobil kamu doang.nanti de selesai makan ya...."
" mmmh apa di kantin ada buah?"
gly masih kesal dengan cindy
" tentu saja,aku kan tadi minta dia ke kantin ambil buah buat kamu.nanti aku bakal tanya kenapa dia ga muncul muncul.''
begitu sampai di kantin
Rey berjalan ke dapur kantin,
sementara Gly memilih duduk di bangku tengah yang nampak kosong.Di tengah kantin.
" bu Ani.....!
yang di panggil pun berjalan mendekat.
" maaf tuan kami baru saja mau mengantar nya ke atas."
jawab bu Ani gugup
karna bos tempat nya bekerja menyambanginya langsung.
" tidak papa, mana makanan ku?''
" biar saya yang membawakannya tuan."
ucap bu Ani cepat sambil memegang nampan.
" berikan pada ku,
lagi pula kami akan makan di sini."
bu Ani tertegun,karna bos nya tidak pernah makan di kantin.
dia selalu meminta makanan nya di bawa ke ruangan nya bila tidak makan di luar .
tapi dengan cepat bu Ani tersadar lalu dengan hati hati meletakan kembali nampan yang ia bawa ke atas meja agar Rey mudah membawa nya.
" ini tuan,saya akan membawa sisa nya."
sambil menunjuk potongan buah segar.
Rey jadi teringat Cindy,
" sejak kapan kalian menyiapkan potongan buah? "
" sejak pagi tuan," karna kita memasukannya kelemari es begitu selesai di bersihkan dan di potong potong."
jawab bu Ani
kenapa pa Rey bertanya?
" kenapa cindy tak juga datang ke ruangan ku membawakan buah yang ku minta sebelum jam makan siang tadi?"
" maaf tuan, tidak ada yang datang untuk menyampaikan pesanan tuan kepada saya selain tuan Hary tadi pagi."
saya selalu mengerjakan pesanan tuan terlebih dulu sebelum mengerjakan yang lain."
ucap Bu Ani sambil menunduk.
tanpa berkata apa pun Rey langsung mengambil nampan dan berjalan ke arah meja dimana Gly berada.
huh.....
ratusan karyawan yang berkumpul di satu tempat membuat dengungan yang sangat berisik.
mending makan di pinggir jalan sekalian.
*****
gly memainkan ponselnya.
dia sengaja memilih bangku kosong di dekat cindy.
entah apa lagi yang ia bisikan ke teman teman nya itu.
gly tak peduli.
dia hanya tersenyum sesekali bila pandangannya bertemu dengan karyawan Rey yang menatap nya.
andai aku punya sedikit saham di sini,
akan ku pecat orang orang yang senang bergosip.
tapi yaaaah bukankah bergosip itu hiburan murah meriah yang menyenangkan?
tapi keberanian Cindy mengabaikan perintah rey itu tidak bisa di benarkan
tapi bagai mana aku menjelaskannya?
" maaf sayang membuat mu menunggu."
ucap Rey sambil meletakan nampan di atas meja dan memilih duduk di Hadapan Gly.
smua nampak terkejut melihat bos tampan mereka muncul di kantin.
apa lagi Cindy yang ternyata duduk di sebelahnya.
ya tuhannnnn.....apa pa bos tengah bicara pada ku?
gumam Cindy sambil tersenyum dan salah tingkah karna jantung nya yang berdenyut tak karuan.....
.
.
..
.
__ADS_1
.