Govergly

Govergly
tiga puluh dua


__ADS_3

"Rey kenapa kita ke gedung perkantoran?"


tanya Leah saat turun dari taxi,


yaaah mereka memilih memanggil taksi dan membiarkan mobil Rey di urus oleh orang orang nya.


"Ada pekerjaan yang harus ku priksa,tenanglah ada Hary di atas."


ledek Rey yang mengetahui Leah tertarik dengan sahabatnya tersebut.


karna sepanjang perjalanan Leah terus bertanya tentang Hary.


Rey yang ke kantor cuma pake clana jins biru dengan kaos putih membuat smua karyawannya terkagum kagum dengan pesona nya sekaligus patah hati melihat wanita bule dengan tampilan senada berjalan di belakangnya


yah liah memakai kaos putih longgar dengan clana jins sepaha


rambut nya yang tergerai panjang membuat penampilannya semakin manis.


"Apa pekerjaan mu maaf kalau aku ingin tau."


ucap Leah hati hati


Rey tertawa mendengar permintaan maaf Leah,


"kenapa kau tertawa,.....tanya Leah bingung.


di negara ku menanyakan pekerjaan orang lain itu termasuk tidak sopan,tapi aku penasaran dengan mu makanya aku bertanya."


"hanya berjualan."


tak berapa lama ke dua nya sampai di ruangan kerja Rey ada Hary mau pun sekertaris nya


sepertinya mereka sedang rapat.


"ach aku benar benar akan mati bosan Rey,"


sungut Leah kesal


"sebentar saja sabar lah ,


nanti kita makan siang bersama dengan Gly.


leah memutuskan memainkan ponselnya sementara Rey bekerja,


tak lama Hary muncul ke ruangan nya


"Hary....."triak Leah senang


Hary terkejut dengan triakan Leah sesaat lalu tersenyum tipis


"slamat pagi siang nona,senang melihat mu."


"cihhh.......


dengus Rey kesal tanpa melepaskan pandangan nya dari layar monitor.


"Maaf bos,sambil tersenyum kikuk."


"ambil mobil ku di rumah Gly ,aku tak bisa membawa nya karna kunci nya menggantung di dalam."


"mmmmh sudah biasa."


"apa kau bilang?"


tanya Rey sambil memicingkan mata


"Aku akan mengurus nya tuan."


"Hary ayo kita berkencan,bukankah ponsel mu rusak ?"


ungkap Lee santai,


"saya sedang bekerja nona,"


mungkin lain waktu.


"Rey izinkan asistenmu berkencan dengan ku,


Lalu menoleh ke arah Hary,


Ayo Hary,


kita pergi aku sudah memintakan izin pada bos mu itu,tenang dia takan marah iya kan Rey?"


sambil menarik tangan Hary menuntun ke luar.


"bos .....?


"pergilah,daripada dia terus berisik disini."


ucap Rey datar.


Rey mengambil ponsel nya,


mencoba menghubungi Gly,


seperti yang sudah sudah


slalu berakhir tak terjawab.


Rey mencoba mengirim pesan,terkirim namun tak juga di baca,


"achhh mungkin dia masih sibuk"

__ADS_1


Rey memutuskan meneruskan pekerjaan nya


yang sempat tertunda


ada beberapa berkas yang harus di periksa dan di tanda tangani .


tiba tiba ponsel nya berdering


pesan dari Gly


*tidak,tapi kita akan makan malam bersama aku akan ke apartemen mu,


jangan lupa minum obat mu.*


my Queen


"aaaaaah dia membalas pesan ku !


ya tuhan dia benar benar membalas nya,


aaah dia perhatian sekali apa kau sudah mulai mencintai ku?


****


"pa aku pulang duluan ya,aku ga enak ninggalin Leah lama lama."


ucap ku berpamitan ,mengingat sudah pukul 5 sore,sementara sang ayah masih asik menyelesaikan tugas nya.


"ya ampun papa melupakannya,baiklah kau boleh bersenang senang."


"Tau aja aku ga bakal langsung pulang"


celetuk Gly,sementara papa nya cuma tersenyum kecil,


"pergilah,saat papa cuty kau yang akan mengerjakan smua ini,"


sambil menunjuk berkas berkas yang menumpuk.


"Apa gaji ku akan sama sepertimu pa saat aku menggantikanmu?"


"Bicara apa kau ini,smua ini milik mu."


pergilah jangan biarkan Leah menunggu.


"Aku menunggu ka Egy, pa."


pa hendra mengeryit bingung.


"terlalu ribet memanggilnya Meigy,seperti perempuan saja."


"papa mengerti...."


,sambil tertawa kecil mendengar celetukan Gly yang ceplas ceplos


"itu pasti dia,aku pergi dulu pa,sampai jumpa."


ucap Gly sambil bangkit,berjalan ke arah pintu.


Dilihat nya asisten sekaligus pengawal pribadinya yang baru,


cukup kacau,tapi dia terlihat cukup kuat untuk hanya sekedar menemani nya makan malam bersama teman teman nya sekarang.


bekas pukulan yang ada di wajah nya mulai terlihat membiru ke unguan.sangat jelas di wajah nya yang putih.


"Kau payah,tidak sampai 10 orang dan kau sudah terlihat begitu buruk."


sambil terus berjalan menuju lift


"maafkan saya nona,saya akan berusaha lebih baik lagi."


"kau sudah mengobati luka mu?


Meigy menganguk


kenapa kau jelek sekali,apa kau tak mengompresnya atau memakai Krim?


"saya ketiduran Nona,"


ahhh enak sekali kau bisa tidur siang slama aku sibuk bekerja.


*****


"kita kemana nona,


sesaat setelah keluar dari area parkir gedung


" ke apartemen xxxx tapi sebelum nya kita mampir ke restoran di depan sana.pesankan menu yang ku kirimkan di ponsel mu kalau ada yang kosong pesankan saja apa aja."


aku ingin tidur,dan jangan bangun kan aku


kalau belum sampai."


lalu mulai meringkuk di bangku belakang.


"Nona ........,nona kita sudah sampai,"


tapi yang di panggil tetap diam tak bergerak,dengan ragu Meigy menyentuh lengan bos baru nya itu pelan,


"nona....." dibtatap nya wajah ayu Gly yang terlelap,


"manis sekali,sangat jauh berbeda saat di rooftop tadi."


"Nona..... bangunn kita sudah sampai,"

__ADS_1


gly mulai menggeliat menggelengkan kepala nya pelan lalu memicingkan mata,


"kita sudah sampai".


"baiklah ayo turun" tapi tubuh nya tak sedikit pun bergerak, " minum"


dengan cepat Meigy memberikan botol air mineral yang sudah di buka nya.


Gly meneguk sampai tinggal separuh,


"apa aku terlihat buruk?"


sambil menoleh ke arah asistennya.


"Anda sangat cantik nona"


kemudian merutuk dalam hati apa yang di katakannya yah Gly memang terlihat cantik saat bangun tidur walau dengan rambut yang acak acakan,tapi itu terlihat manis.


"Kalau itu aku sudah tau,maksud ku apa penampilanku berantakan?"


"maaf nona,mungkin anda perlu merapihkan rambut anda.


Gly langsung meraba rambut nya,


"aaah kau benar,cepol ku sudah brantakan Leah akan menggila melihat penampilanku."


Gly memutuskan melepas tatanan rambut nya lalu menyisir nya dengan tangan,blazer pun dia lepas kan,menyisakan dress pendek selutut tanpa lengan.


Gly langsung berjalan ke kediaman Rey dengan Meigy yang terus mengikuti nya di belakang sambil membawa beberapa kantung plastik berisi makanan.


saat tengah menunggu Lift,


tak berapa lama Pintu lift pun terbuka ,nampak Vio dan Devan terkejut melihat Gly yang ada di depan nya.


"Gly.......gumam Devan lirih.namun cukup terdengar oleh smua orang di sekitarnya


Gly mengacuhkan mereka dan memilih menunggu mereka keluar,dengan wajah datar seolah tak mengenal ke dua nya sama sekali.


setelah kedua nya keluar buru buru Meigy menahan pintu lift agar tak menutup dan mempersilahkan nona nya untuk masuk.


"jujur saja dia merasakan ada sesuatu yang buruk di antara mereka,Meigy pernah melihat nona nya beberapa kali dengan ke dua orang itu."


kenapa aku harus bertemu mereka !


menyebalkan.


Gly menekan bel,


setelah skian lama menunggu pintu nya tak kunjung terbuka,


meigy berinisiatif menekan bell kembali,


sementara Gly menelvon Rey,


yach aku menelfon pria gila itu sekarang,


dia pasti sangat besar kepala.


setelah lama mwnunggu sampai panggilannya berakhir Rey tak juga mengangkat telvonnya.


dengan kesal Gly menendang pintu lalu berbalik pergi,


Meigi yang sadar dengan kekesalan bos nya memutuskan mengikuti tanpa banyak bertanaya.


"kita pulang,"ucap Gly saat sudah sampai di parkiran Di lihat nya Leah dengan tersenyum lebar turun dari sebuah mobil hitam,


" cihh...... dia benar benar bergerak cepat rupa nya.'


sambil berdiri mematung melipat lengan di dada.


"kau baru sampai,"


ucap Leah sambil mencium pipi kanan dan kiri nya.


"mana Rey," .......tanya ku begitu melihat Hary kluar tanpa Rey dan mengunci mobil nya .


"aaaaaaah aku lupa menjemputnya maaf nona ini kunci nya anda naiklah ke atas dulu saya harus menyelamatkan nyawa saya segera."


tutur Hary panik lalu berlari ke arah mobil nya lagi.


"siapa tau Rey sudah di atas bodoh! triak Leah ke arah Hary namun Hary sudah tak bisa mendengar triakan nya.karna jarak mereka yang sudah jauh.


"aku sudah ke atas dan menunggu tapi tidak ada yang membukakan pintu.


aku juga sudah menelvonnya."


ucap Gly menerangkan.


"kau bilang menunggu?


aku yakin itu tidak lebih dari 10 menit.


dan kau hanya menelvonnya sekali."


sindir Leah sarkas sementara Gly hanya menaik turun kan bahu nya pelan.


kemudian mereka bertiga memutuskan untuk naik lagi ke apartemen Rey,


"Gly, siapa pria tampan itu."


sambil mencuri curi pandang laki laki yang slalu berdiri di belakang Gly,


"kaka ku "......jawab Gly datar.

__ADS_1


__ADS_2